
Bab 161. Pertarungan Dewa Binatang dan Bai Ze (3).
Secara perlahan, Bai Ze turun, lalu duduk di atas tumpukan mayat. Darah para korbannya membasahi Samudera Hitam. Dengan santainya, Bai Ze mengigit salah satu lengan prajurit yang telah tewas dan mengunyahnya. Dia menantikan apa yang akan dilakukan oleh musuhnya.
Yang tidak diketahui oleh Bai Ze, Dewa Binatang yang tampak sedang menatapnya, ternyata sedang berkomunikasi telepati dengan semua istrinya dan para Dewa.
"Ayo, serang aku lagi!" tantang Bai Ze sambil membuang lengan milik prajurit yang kini tinggal tulang.
"Semua kehidupan di dunia ini harus segera dimusnahkan!" imbuhnya.
Dewa Binatang segera berhenti berkomunikasi dengan semua orang. Karena Bai Ze bisa diajak berbicara, dia berinisiatif untuk bertanya.
"Atas dasar apa kau memusnahkan semua kehidupan?"
"Atas dasar apa? Memang sudah seharusnya begitu setelah semua kehidupan maju. Anggap saja alam semesta mereset ulang agar terciptanya harmoni kehidupan! Tidakkah kau tahu, kita tidak sama seperti kalian, kitalah kekacauan yang bertugas memulainya!" jawab Bai Ze dengan santainya, lalu mengambil bagian tubuh korbannya untuk dimakan.
Dewa Binatang dan semua orang kebingungan dengan jawaban Bai Ze yang memiliki banyak makna. Mereset ulang kehidupan agar terciptanya harmoni? Inilah yang menjadi pertanyaan besar dibenak semua Dewa.
"Jangan dipikirkan omongannya yang tidak masuk akal! Dia hanya menginginkan Lord Dark Matter segera bangkit setelah banyak kehidupan yang tewas!" Interupsi Chen Yeon agar semua Dewa tidak kacau pikirannya.
Bai Ze tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Chen Yeon, lalu dia bertepuk tangan sebagai bentuk apresiasi.
"Gadis jelek, kau pintar juga!" pujian dari Bai Ze.
Chen Yeon tidak sedikit tersinggung dengan hinaannya, sebab ucapannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Sambil mengunyah daging manusia, Bai Ze berdiri tetap berada di atas tumpukan mayat, dia tidak sedikitpun takut melawan jutaan prajurit Dewa. Bai Ze berdiri, seketika membuat detak jantung semua orang berdebar-debar karena takut.
"Kalian bersiap diri. Setelah aku memberikan perintah, segera keluarkan semua kekuatan kalian," kata Dewa Binatang kepada pasukan wanita dan semua Dewa.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang berada di sampingnya segera mundur dan bergabung dengan semua istri Dewa Binatang. Walaupun kekuatan Dewa Binatang lebih rendah dari Chen Yeon, tetapi semua orang yakin rencana Dewa Binatang akan berhasil, apalagi memiliki Kekuatan Jiwa yang tidak dimiliki oleh semua Dewa.
Boom...
Letupan energi keluar dari tubuh Dewa Binatang ketika mengeluarkan seluruh kekuatannya. Luapan energinya membuat semua orang terdorong mundur. Kemudian, dia melesat ke arah Bai Ze dengan kecepatan tinggi.
Bai Ze syok melihat kecepatan lawannya lebih cepat darinya. Sebelum dia mundur, Dewa Binatang sudah muncul depannya dengan kepalan tangan melesat ke wajahnya.
Dumm...
Dentuman keras ketika wajah Bai Ze terkena pukulan, dia terpental ke belakang hingga terseret sejauh ribuan kilometer. Jejak tubuhnya yang menghantam tanah menciptakan cekungan panjang.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang tahu jika kekuatan Dewa Binatang meningkat dratis, masih dibuat tercengang, sebab kekuatan Dewa Binatang setara dengan Bai Ze. Demikian juga dengan semua istrinya yang tercengang, sebab tidak tahu kapan suaminya berkultivasi dan mencapai ketinggian seperti ini.
Melihat kekuatan Dewa Binatang yang berada di tingkat Divine Realm, sudah dipastikan kekuatan tempurnya setingkat Holy Light Realm level puncak. Dan jelas telah melebihi Chen Yeon.
__ADS_1
Bai Ze segera bangkit dan berteriak keras karena amarah. Dia melihat Dewa Binatang melesat dengan sangat cepat ke arahnya. Bai Ze segera terbang menyambut lawannya.
Dentuman keras kembali terdengar ketika kepalan tangan beradu dengan empat senjata milik Bai Ze, benturan itu memicu gelombang kejut energi yang memporak-porandakan sekitarnya.
Setelah benturan itu, Bai Ze terpental kembali, tetap kali ini hanya sejauh ribuan meter dan tidak menghantam tanah. Sedangkan Dewa Binatang terpental ke belakang lebih jauh darinya.
Bai Ze segera melesat ke arah Dewa Binatang yang sudah kembali menyerangnya. Ketika jaraknya terpaut 100 meter, Bai Ze tercengang melihat musuhnya menjadi empat dengan kekuatan yang sama.
Dumm...
Dentuman keras kembali terdengar ketika Bai Ze terkena hantaman kepalan tangan dari Dewa Binatang yang menjadi empat. Bai Ze kembali terseret. Namun sebelum Bai Ze berhenti terseret, Dewa Binatang sudah berada di dekatnya dan menghujani pukulan keras.
Dentuman keras ketika tubuh Bai Ze terkena pukulan dan tendangan dari Dewa Binatang. Semua senjata milik Bai Ze terlepas dari genggaman karena kuatnya pukulan lawan.
Tubuh Bai Ze seperti bola pingpong ketika Dewa Binatang menghujani serangan dengan brutal. Chen Yeon dan semua Dewa kesulitan melihat pergerakan Dewa Binatang yang sangat cepat. Mereka hanya melihat kedipan cahaya ketika tubuh Bai Ze terpukul.
Boom...
Ledakan energi ketika keluar dari tubuh Bai Ze sehingga Dewa Binatang terpental. Dari empat Tubuh Ganda Dewa Binatang, kini tersisa satu yang aslinya. Dewa Binatang tidak mengeluarkan seluruh Tubuh Ganda yang mencapai 10 ribu, sebab akan menguras energi spiritual dan juga Kekuatan Jiwanya.
Dewa Binatang segera bangkit, lalu mengusap darah disudut bibirnya. Sambil melihat Bai Ze di langit, dia berkata, "apa hanya sebatas ini kekuatanmu?"
"Ya, hanya sebatas ini! Tetapi, kau tidak akan bisa mengalahkanku!" jawab Bai Ze dengan sebenarnya, lalu bertanya balik, "apakah tidak ada yang lebih kuat darimu?"
"Ada!" jawab Dewa Binatang dengan singkat.
"Apakah dia orangnya?" tanya Bai Ze sambil melihat Chen Yeon, lalu tersenyum sinis karena telah mengetahui kekuatannya.
"Bukan dia... Apakah kau ingin melihatnya?" jawab Dewa Binatang dan balik bertanya.
Bai Ze menatap tajam ke arah Dewa Binatang, dia kesal karena dipermainkan. "Panggil dia keluar!" pintanya yang tidak sabaran.
Dewa Binatang perlahan melayang ke langit, lalu berkomunikasi telapati dengan semua Dewa dan istrinya, "waktunya!"
Segera semua istrinya, pasukan wanita, semua Dewa termasuk Chen Yeon dan Hu Yue Yan, mengangkat kedua tangan ke arah Dewa Binatang yang berada di langit. Dari kedua tangan mereka, keluar energi spiritual.
Setelah itu, Dewa Binatang mengaktifkan zirah perangnya yang berwarna keemasan. Bai Ze melihat perubahan musuhnya yang mengenakan zirah perang Dewa Binatang, dia juga melihat energi spiritual yang mengalir memasuki tubuh musuhnya.
Bai Ze tahu apa yang akan terjadi, segera menyerang Dewa Binatang. Dia tidak ingin lawannya mendapatkan kekuatan dukungan dari semua Dewa, seperti dirinya yang menyerap kekuatan para raksasa.
Dewa Binatang segera mundur sebelum energi spiritual dari semua orang memasuki tubuhnya. Akan tetapi, Bai Ze tidak akan memberikan kesempatan kepada lawannya, dengan terus mengejar Dewa Binatang.
Untuk menghambat pergerakan Bai Ze, Dewa Binatang mengendalikan elemen angin. Elemen Angin berubah menjadi tornado dan menerjang Bai Ze. Namun, dengan mudahnya Bai Ze menetralisir serangan Dewa Binatang.
Dewa Binatang tidak berhenti untuk menghentikan pergerakan Bai Ze, dia mengeluarkan semua kemampuannya dalam mengendalikan elemen. Tetapi, semua elemennya dengan mudah dihancurkan oleh Bai Ze.
__ADS_1
Namun, disaat Dewa Binatang mengeluarkan Petir Asyura peringkat kedua, Bai Ze yang tersambar petir seketika terjatuh ke tanah dengan sangat keras. Kesempatan ini, digunakan oleh Dewa Binatang untuk menyerap energi spiritual dari semua Dewa.
Ketika Bai Ze segera bangkit, Dewa Binatang kembali menggunakan Petir Asyura, dan sekali lagi membuat Bai Ze menghantam tanah.
Chen Yeon dan Hu Yue Yan, hanya bisa geleng-geleng melihat kemampuan Dewa Binatang yang diluar nalar. Demikian juga dengan semua istrinya yang terkejut suaminya memiliki Petir Asyura.
Boom...
Bai Ze kembali tersambar petir setiap kali akan bangkit, dan Dewa Binatang terusan melakukannya sebelum selesai menyerap kekuatan para Dewa dan Dewi.
Dengan cepat tubuh Dewa Binatang mengeluarkan cahaya keemasan yang menyilaukan mata. Bai Ze yang merasakan aura lawannya semakin kuat, jelas panik dengan segera bangkit. Namun, tubuhnya selalu dihujani Petir Asyura.
Seluruh tubuh Bai Ze mengeluarkan darah, tetap yang keluar bukan darah merah, melainkan darah encer berwarna hitam pekat. Setiap tetesan darah hitam ke tanah, tanah seketika menjadi uap panas dan asapnya berwarna hitam.
Boom...
Letupan energi keluar dari tubuh Dewa Binatang, kekuatan tempurnya berada di tingkat Bintang 5 kristal 12, yang artinya kekuatan setingkat dengan Ruler Of The Universe.
Dampak dari kekuatan Dewa Binatang, Planet Peliades berguncang hebat, muncul retakan di tanah. Pasukan wanita dan semua Dewa terhempas sejauh ribuan meter. Bai Ze yang berada di bawahnya, semakin terbenam ke dalam tanah.
Namun, Bai Ze dengan seluruh kekuatannya segera bangkit sambil menahan sambaran Petir Asyura. Mengetahui kekuatan lawan yang lebih kuat, anehnya Bai Ze tidak kabur, malahan berinisiatif untuk menyerang.
Demikian juga dengan Dewa Binatang, jelas tidak akan menyia-nyiakan kekuatan pinjaman, dia segera menyerang Bai Ze.
Boom...
Suara ledakan hebat ketika Dewa Binatang menghantam wajah Bai Ze dengan kekuatan penuh. Seketika Bai Ze terpental ke belakang. Dewa Binatang terkejut melihat pukulannya tidak membunuh Bai Ze, tetapi terlihat jelas rahang lawannya menjadi bengkok.
Sebelum Bai Ze menyerang, Dewa Binatang muncul di belakang dengan membawa Pedang Semesta untuk memenggal lehernya. Bai Ze jelas tidak bisa menghindari serangannya karena kalah cepat, dia merasakan kepalanya terpisah dari tubuh.
Segera Dewa Binatang memegang kepala Bai Ze, Yuna Aurora tiba-tiba muncul dan memegang tubuh Bai Ze. Chen Yeon dan Hu Yue Yan juga muncul dengan membawa tungku emas berukuran besar.
"Hahaha! Kalian tidak akan bisa membunuhku karena aku tercipta dari energi kegelapan!" Bai Ze masih mampu berbicara walaupun kepalanya terpisah dari tubuh.
Tidak menggubris ocehan Bai Ze, Dewa Binatang dan Yuna Aurora segera memasuki kepala dan tubuh Bai Ze kedalam tungku emas. Kemudian, Yuna Aurora mengeluarkan Api Semesta untuk membakar Bai Ze agar tidak hidup kembali.
"Arghhh...!!" teriakan Bai Ze yang memilukan ketika tubuhnya terbakar.
Dewa Binatang mengeluarkan kekuatan jiwa untuk menyegel tungku agar Bai Ze tidak kabur. Chen Yeon dan Hu Yue Yan mengeluarkan energi spiritualnya untuk mengendalikan tungku tetap melayang. Sedangkan Yuna Aurora terus mengeluarkan Api Semesta kedalam tungku emas.
Di kejauhan, pasukan wanita yang dipimpin oleh Tian Lihua segera mendekati. Wajah-wajah mereka terlihat pucat karena memberikan semua kekuatannya kepada Dewa Binatang. Demikian juga dengan para Dewa dan semua pasukannya yang juga pucat...
Di dalam tungku emas, Api Semesta dengan cepat membakar tubuh Bai Ze sehingga tidak menyisakan apapun, tetapi masih ada asap hitam yang merupakan energi kegelapan.
Dewa Binatang dengan kekuatan pinjaman yang akan menghilang, segera menyegel tungku emas, dia dibantu oleh Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang wajahnya makin pucat karena hampir kehabisan energi.
__ADS_1
Akhirnya energi kegelapan tersegel. Dewa Binatang kembali seperti semula setelah kekuatan pinjaman habis diwaktu yang tepat. Seperti sebelumnya, dia kehabisan energi dan mendarat di tanah dengan keadaan lemas. Buru-buru semua istrinya berebut untuk menolongnya.
Chen Yeon segera memberikan Pil Pemulih Energi yang dulu pernah dikonsumsi oleh Dewa Binatang, dia juga menelan lima butir pil untuk memulihkan energinya...