God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Fenomena Kelahiran Ular Surgawi (1).


__ADS_3

Bab 91. Fenomena Kelahiran Ular Surgawi (1).


Akhirnya sesi lelang berakhir, Buah Suci tingkat Surga dan Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi dimenangkan oleh Putri Yu Jie. Total harganya hampir mencapai angka dua miliar.


Para peserta lelang yang kalah bersaing, segera menemui Chou Chen untuk mencari tahu siapa Alkemis yang membuat Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi.


Awalnya Chou Chen enggan menemui mereka. Karena didesak terus-menerus, akhirnya dia berbicara dengan para peserta lelang.


"Jika menginginkan Pil Kultivasi tingkat apapun dan sesuai kebutuhan, datang saja ke sisi utara Pegunungan Larswood. Di sana kalian akan melihat kota yang baru saja dibangun. Sang Alchemist itu tinggal di sana. Tetapi beliau berpesan, akan menjual pil setelah dua hari acara lelang di sini berakhir!"


Setelah berbicara kepada para peserta lelang, Chou Chen meninggalkan mereka untuk menemui Putri Yu Jie, dengan tujuan menyerahkan Pedang Penguasa Api dan semua yang dimenangkannya.


Informasi yang diberikan oleh Chou Chen jelas membuat para peserta lelang bersuka cita, tetapi juga membuat sebagian orang berpikir keras, bagaimana mungkin ada kota baru di Pegunungan Larswood?


Namun ada sebagian orang berpikiran lain, mereka menduga Sang Alkemis sengaja menggunakan Gedung Harta Langka sebagai tempat promosi, lalu apa tujuannya?


Mereka juga tahu bahayanya melewati Pegunungan Larswood karena wilayah kekuasaan perampok Tangan Setan. Tanpa membawa pengawal yang kuat, jangan pernah berharap bisa keluar dari Pegunungan Larswood dalam keadaan masih bernyawa.


Putri Liangyi, Lan Qisheng dan pengawalnya menemui Dewa Binatang. Lang Zhen Juan segera mempersilakan mereka masuk karena sudah ditunggu oleh Dewa Binatang. Saat mereka masuk, di dalam sudah ada Sha Meyleen dan Gong Fang yang duduk di sisi kanan kiri Dewa Binatang.


"Kenapa mereka ada di sini?" batin Putri Liangyi yang tidak pernah melihat Sha Meyleen menemui seorang peserta lelang seperti saat ini. Ia melihat Lan Qisheng yang juga menatapnya, tatapan mereka berdua mengisyaratkan bahwa memiliki pemikiran yang sama.


"Silakan duduk, Nona!"


Setelah dipersilahkan untuk duduk oleh Dewa Binatang, Putri Liangyi segera duduk. Di belakangnya berdiri para pengawal wanita, sedang di sisi kiri berdiri Lan Qisheng.


Putri Liangyi tidak tersinggung dengan sikap Dewa Binatang yang tidak berdiri saat kedatangannya, bahkan saat mempersilahkan duduk tidak melihatnya. Namun, ia tahu diri jika berhadapan dengan orang kaya akan selalu seperti ini. Lalu ia melihat Dewa Binatang sedang memeriksa telur Ular Surgawi. Baru kali ini ia bertatap muka dengan pria tertampan di Galaksi Arcadia.


"Putri, apakah sudah menerima barang lelang yang dimenangkan?" tanya Sha Meyleen yang berbasa-basi karena Dewa Binatang masih sibuk dengan telurnya, dan tidak peduli dengan kehadiran Putri Liangyi.


Putri Liangyi tersipu malu karena selalu menatap wajah tampan Dewa Binatang, kemudian ia melihat Sha Meyleen dengan mengangguk sebagai jawaban, "sudah."


Sebelum Sha Meyleen kembali berbicara, Putri Liangyi terlebih dahulu bertanya, "oh iya, siapa gerangan orang yang menciptakan Pil Kultivasi tingkat Prajurit Surgawi?"


"Kita sudah mengetahuinya!" jawab Sha Meyleen yang sengaja dirahasiakan.

__ADS_1


Putri Liangyi dan Lan Qisheng saling bertukar pandangan karena jawabannya. "Siapa Alkemis yang kita kenali?" batin mereka berdua.


Ancestor Gong Yao adalah Alkemis tingkat tertinggi saat ini, sudah dipastikan tidak bisa membuat pil tingkat Prajurit Surgawi. Mereka berdua melihat ke arah Gong Fang yang tertangkap basah sedang melirik wajah Dewa Binatang.


"Apa tuan Gong Yao telah mencapai tingkat Prajurit Surgawi?" tanya Putri Liangyi.


Sebelum Gong Fang menjawab, Dewa Binatang meletakkan telur Ular Surgawi di atas meja, lalu dia melihat Putri Liangyi sambil bertanya, "Kaisar Bowen... Apa hubungan kamu dengannya dan seberapa dekat rasa kekeluargaan kalian?"


"Song Bowen?" ucap Putri Liangyi dengan nada sinis terhadap Kaisar Bowen.


Melihat reaksinya, Dewa Binatang menebak jika mereka berdua tampak tidak akur, apalagi marga Kaisar Bowen berbeda dari informasi yang didapatkannya. Informasi yang didapatkannya, menjelaskan bahwa Kaisar Bowen bermarga Sun - Sun Bowen.


"Bukankah marganya adalah Sun, keturunan dari Kaisar Sun Quan?" selidik Dewa Binatang.


Putri Liangyi dan semua wanita keheranan dengan perkataan Dewa Binatang. Pasalnya, pertanyaannya sudah diketahui khalayak umum di Galaksi Arcadia.


"Biarkan hamba yang berbicara, Putri!" izin Lan Qisheng dan di anggukan oleh Putri Liangyi. Ia tahu jika Putri Liangyi malas membicarakan sejarah Kekaisaran Arcadia.


"Secara singkat akan saya ceritakan. Awalnya, di benua ini dikuasai oleh Dinasti Sun. Akan tetapi, setiap keluarga besar Sun memilki visi dan misi yang berbeda sehingga mengakibatkan mereka terpecah belah. Peristiwa ini terjadi sebelum Kaisar Sun Quan melarikan diri dari tanggung jawabnya sebagai penguasa tunggal. Singkat cerita, marga Sun terpecah menjadi beberapa marga... Sun sebagai marga utama, Song anak cabang pertama dan terakhir marga Jing...,"


Ya, marga Sun terbagi menjadi beberapa marga, yaitu marga Song dan Jing. Setelah kepergian Kaisar Sun Quan, kedua marga itu terpecah belah karena beda pendapat sehingga menjadi beberapa marga.


"... Kebenaran yang disembunyikan, marga Song adalah pihak yang paling berambisi menjadi penguasa Galaksi Arcadia. Sepeninggalan Kaisar Sun Quan, marga Song mendeklarasikan diri sebagai kaisar pengganti. Maka, Song Bowen yang jenius dan paling kuat menjadi kaisar. Apakah marga Jing tidak ingin menjadi penguasa? Tentu saja Patriark Jing menginginkannya, tetap kalah dalam hal bakat, popularitas dan kurangnya ambisi...,"


Sebenarnya, generasi muda marga Jing merupakan pemuda-pemudi yang berbakat. Berhubungan beda masa dan kekuasaan Kaisar Bowen telah tertanam dalam, generasi muda itu ditekan agar tidak menggeser dominasi marga Song.


"... Karena tidak ingin sejarahnya terhapus waktu dan generasi yang akan datang, Kaisar Bowen membuat dekrit yang kontroversial... Membubarkan kekaisaran, dengan tujuan mempertahankan sejarah gemilang selama kepemimpinannya. Namun, dia melupakan marga Sun yang selama ini diam dalam bayangan. Setelah kepergian Kaisar Bowen karena takut dengan sosok Dewa Binatang, momentum ini dengan baik dimanfaatkan oleh marga Sun yang langsung mengkudeta penggantinya. Jadilah Raja Guang yang kini menguasai Galaksi Arcadia, namun kekuasaannya hanya bertahan sesaat setelah Ras Iblis bangkit dari tidur panjangnya."


Panjang lebar Lan Qisheng menceritakan sejarah kelam perebutan kekuasaan. Pada titik cerita sejarah ini, Infomasi yang didapatkan oleh Dewa Binatang akhirnya saling terhubung.


"Untuk menekan pemberontakan marga lain, maka menggunakan metode pernikahan, bukan? Marga Song dan Sun tidak jauh beda sifatnya karena satu garis keturunan. Aku rasa marga Jing adalah pihak yang selalu terintimidasi oleh mereka?" Dewa Binatang bermonolog di dalam hatinya.


"Ini sebenarnya rahasia umum. Tetapi bagus sejarah ini terus diketahui oleh generasi masa depan," kata Putri Liangyi sambil menatap telur Ular Surgawi.


Tiba-tiba, terdengar suara retakan pada telur Ular Surgawi. Sontak membuat Putri Liangyi dan lainnya menjadi serius namun juga senang. Mereka tidak tahu jika Dewa Binatang yang sebelumnya memegang telur itu, dia sedang memberikan energi Kekuatan Jiwa, tujuannya agar telur itu cepat menetas.

__ADS_1


"Ini... Ini akan menentas!" seruan Putri Liangyi sambil menyatukan kedua tangan membentuk kepalan, itu respon ketika hatinya senang dan penuh antisipasi.


Sha Meyleen melirik Dewa Binatang, ia menebak telur Ular Surgawi yang akan menetas karena perbuatannya. Setelah para ahli meneliti telur binatang suci, diperkirakan akan menetas dalam waktu 1.000 tahun.


"Bocah ini... Siapa dia sebenarnya?" batin Sha Meyleen yang tidak menemukan informasi tentangnya, sesuai apa yang sebelumnya dikatakan oleh Dewa Binatang.


Seandainya ia dan semua orang tahu siapa sosok yang mengaku-ngaku sebagai putra pedagang Cheng Bei, sudah dipastikan memicu reaksi beragam. Sosok yang ditakuti oleh Kaisar Bowen sehingga kabur menuju ke Alam Suci, dan semua orang ingin tahu siapa itu Dewa Binatang.


Kemenangan dan popularitas Dewa Binatang, dengan sengaja disembunyikan oleh Kaisar Bowen, sebab dia malu putranya telah dikalahkan, bahkan terbunuh tanpa bisa membalas dendam, sungguh sakit hatinya.


Oleh sebab itu, penduduk Galaksi Arcadia tidak mengenali sosok Dewa Binatang yang makin terkenal setelah menjuarai Konferensi Tianwu. Akan tetapi, sebaik-baiknya bangkai ditutupi, lambat laun akan tercium juga, dinding istana bisa berbicara dan nama Dewa Binatang pun diketahui oleh khalayak umum.


Cangkang telur Ular Surgawi makin banyak retakannya. Dari celah retakan itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata mereka. Tanpa diketahui oleh semua wanita di situ, Dewa Binatang menjentikkan jari tangan kanan, lalu muncul Formasi Array yang memblokir panca indera pihak luar.


Momentum kelahiran Ular Surgawi jelas tidak akan dilewatkan oleh semua istri dari Dewa Binatang, ada 20 wanita cantik keluar dari dalam Dunia Jiwa tanpa diketahui oleh siapapun, sebab Putri Liangyi dan lainnya fokus melihat Ular Surgawi yang akan lahir.


Seandainya mereka tidak terfokus kepada telur itu, mereka tetap tidak akan melihat kehadiran wanita-wanita cantik itu, dikarenakan Tian Lihua, Yuna Aurora dan yang lainnya menggunakan Teknik Perubahan Wujud milik suaminya.


Di luar Gedung Harta Langka, berdatangan awan hitam yang diiringi dengan serat-serat petir, menandakan akan ada fenomena di Kota Chu. Semua orang yang ada di Kota Chu mendongak menatap awan hitam itu, ada rasa takut karena seperti akan terjadi badai.


Dewa Binatang melihat ke arah Yuke. Si Yuke tahu arti tatapan mata suaminya, di mana memintanya untuk mengusir Kesengsaraan Petir yang tidak ingin Ular Surgawi terlahir di dunia ini.


Yuke segera menghilang dan muncul di atas Gedung Harta Langka, ia melihat awan hitam telah berkumpul di Kota Chu, lalu dia berkata, "pergi dan jangan kembali. Ini adalah domain milik Yang Mulia Dewa Binatang!"


Setelah Yuke selesai berbicara, ia melambaikan tangan kanan, dan seketika awan hitam disertai petir itu menghilang. Kemudian, ia melihat ke arah utara Kota Chu, dimana ada sekumpulan orang berkumpul di dalam hutan.


Perbuatan si Yuke jelas membuat penduduk Kota Chu kebingungan. Bagaimana tidak bingung, awan hitam tiba-tiba berdatangan dan membuat banyak orang ketakutan, namun dalam sekejap mata menghilang seperti tersapu angin. Suasana pun kembali seperti semula tidak tampak akan terjadi badai.


"Selama kita ada di sini, jangan sekali-kali menyenggol kita!" gumam si Yuke dan setelah itu kembali menghilang, ia sudah berkumpul dengan Dewa Binatang untuk melihat kelahiran Ular Surgawi.


Bagi si Yuke, Mao Zedong maupun siapapun orang yang menguasai Galaksi Arcadia, ia tidak takut sama sekali, rasa takutnya telah dihilangkan sejak lama. Dan yang paling utama, ia sangat patuh dan segan kepada suaminya si Dewa Binatang.


"Ruangan ini tidak akan cukup menampung tubuhnya yang super besar. Ayo, kita keluar dari sini!" ajak Dewa Binatang sebelum Ular Surgawi keluar dari cangkangnya.


Setelah berbicara, Dewa Binatang mengambil telur Ular Surgawi, lalu tiba-tiba menghilang dari hadapan semua orang. Sontak reaksinya membuat Sha Meyleen dan lainnya bengong, mereka baru sadar jika sosok pria tampan yang tampak biasa ternyata memiliki kekuatan.

__ADS_1


__ADS_2