
Bab 69. Kebenaran Yang Disembunyikan (1).
Dewa Binatang perlahan membuka mata saat merasakan tubuhnya yang tertindih oleh seseorang. Lalu dia syok melihat wajah-wajah wanita yang selalu dirindukan selama ini.
"Kakak...!!" seruannya sambil memeluk erat ketiga kakaknya dan menangis bahagia.
Mereka meluapkan kerinduannya dengan menangis dan saling memeluk hingga tidak ada ruang bagi Dewa Binatang untuk bergerak.
Setelah suasana hati tenang, Dewa Binatang duduk bersandar di kepala ranjang. Lalu dia menatap wajah keempat wanitanya lekat-lekat.
"Sekian lama aku mencari kalian... banyak rintangan yang telah aku lalui, musuh yang tak terhitung jumlahnya menghadang. Semua itu demi proses untuk menemukan kalian! Katakan, apa yang sebenarnya terjadi dengan masa lalu kita? Dan di mana kita sekarang?" tanya Dewa Binatang.
"Santai dulu, di sini kita aman darinya!" sahut Tian Mei Yin yang masih ingin menikmati kebersamaan ini.
Dewa Binatang keheranan karena perkataan Tian Mei Yin tentang seseorang. Karena ingin tahu siapa orang itu, dia bertanya, "darinya? Siapa dia, apakah ada hubungannya dengan kita?"
Tian Shuwan, Tian Chunhua dan Tian Mei Yin menatap wajah kakak tertuanya untuk mewakilinya berbicara. Kemudian, Tian Shuwan melambaikan tangan kirinya dan muncul buah anggur hijau.
"Untuk menyambung benang merah semua peristiwa ini, aku akan mulai bercerita sebelum Bencana Petir Semesta terjadi. Tapi sebelum kamu mendengar kebenaran ini, persiapkan dirimu dan jangan emosi!" pinta Tian Lihua.
Dewa Binatang menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan hati dan pikirannya. Setelah itu, Tian Shuwan menyuapkan sebuah anggur hijau ke mulutnya.
"Kamu ingin aku bercerita atau langsung menerima informasi masa lalu?" tanya Tian Lihua yang memberikan dua pilihan kepada Dewa Binatang.
"Lebih baik ceritakan saja!" pinta Dewa Binatang yang lebih nyaman mendengar daripada mencerna informasi secara langsung.
"Kalau begitu, kita keluar dari pondok ini agar kamu tahu di mana kita sekarang!" ajak Tian Lihua sambil beranjak dari tempat tidur.
Dengan segera Dewa Binatang beranjak dari tempat tidur dan diikuti oleh ketiga kakaknya. Setelah mereka keluar dari pondok kayu, dia melihat sekelilingnya dan terkejut karena berada di dantian-nya sendiri.
Sontak keterkejutannya berganti menjadi gelak tawa, sedangkan keempat kakaknya hanya tersenyum. Dia tidak menyangka jiwa keempat kakaknya berada dekat selama ini.
Ya, Dewa Binatang saat ini berada di dalam Gerbang Tanpa Batas, gerbang yang dijaga oleh keempat istrinya yang memiliki tubuh saudarinya ini. Benar-benar tidak terduga selama ini, dia begitu dekat tapi tahu.
Lalu dia melihat keempat istrinya yang menjaga Gerbang Tanpa Batas yang sudah menunggu di luar pondok kayu. Mereka adalah Lotus Bao yang mendiami tubuh Tian Lihua. Xi He Artefak Alami yang dulunya adalah sebuah cakram pendeteksi benda-benda langka, dia mendiami tubuh Tian Shuwan.
Sedangkan kedua istrinya adalah Qin bersaudari, Qin Yang dan Qin Zhu. Qin Yang menempati tubuh dari Tian Chunhua, dan Qin Zhu mendiami tubuh Tian Mei Yin. Mereka berdua adalah perwujudan dari Ras Inti Kehidupan.
__ADS_1
Setelah berhenti tertawa, Dewa Binatang bertanya dengan serius, "ceritakan tentang ini dulu, bagaimana bisa kalian ada di dantian-ku, apakah kakek tidak mengetahuinya?"
Kakek yang dimaksudkan oleh Dewa Binatang adalah Tian Ba si God Of Partikel. Berkat Tian Ba sehingga keempat istrinya ini mendiami tubuh kakak perempuannya. Semenjak itu, Lotus Bao, Xi He dan Qin bersaudari mendapatkan tugas untuk menjaga Gerbang Tanpa Batas.
Dewa Binatang bisa memasuki Gerbang Tanpa Batas setelah memiliki kekuatan di atas tingkat True Omega. Oleh karena itu, sejujurnya dia bingung dengan semua ini.
Di dalam Gerbang Tanpa Batas, bukanlah suatu tempat seperti yang dibayangkannya, tapi merupakan tempat yang dipenuhi dengan energi langit, energi di atas Energi Asal Muasal (Energy Primordial). Di mana semua yang dilihatnya seperti kabut asap yang baunya sangat harum dan menenangkan hati.
Lotus Bao melambaikan tangan kanannya, lalu bermunculan sembilan kursi dan satu meja bundar, semuanya terbuat dari energi. Kemudian mereka pun duduk.
"Biarkan Saya yang bercerita!" pinta Lotus Bao dan di anggukan oleh Tian Lihua.
Dewa Binatang telah siap untuk mendengarkan apapun yang akan diketahuinya, dia saling berpandangan dengan Lotus Bao.
"Kakek Ba tidak mengetahui jika kakak-kakak ini meletakkan jejaknya di tubuh kita. Tujuannya, agar kakek Ba ... Untuk masalah ini, kakak Tian Lihua yang akan berbicara. Kita memang diberi tugas menjaga Gerbang Tanpa Batas, tapi setelah kita berkomunikasi dengan keempat kakak kita ini, tugas itupun kita abaikan...," Lotus Bao pun mulai bercerita, dia tidak menceritakan tentang hubungan keluarga Tian karena tidak pantas baginya.
Sebenarnya, Lotus Bao, Xi He dan Qin bersaudari diberi perintah oleh God Of Partikel agar mencegah Dewa Binatang memasuki Gerbang Tanpa Batas, entah apa tujuannya mereka tidak mengetahui.
Tapi, sepeninggal God Of Partikel setelah menyatukan mereka berempat dengan tubuh cucunya, baru mereka berkomunikasi dengan keempat jiwa pemilik tubuh aslinya.
Selama ini, Dewa Binatang memang tidak mengetahui jika kakak perempuannya berada di dalam dantian-nya, sebab jiwa Tian Lihua melarang Lotus Bao berbicara karena Dewa Binatang yang dalam pengawasan keluarga besar Tian dan Zhi.
"... Suami, Kakak kita melakukan ini demi masa depan. Sebentar lagi, kamu akan mengetahui semuanya. Kakak Lihua, saya serahkan cerita selanjutnya!" ucap Lotus Bao setelah panjang lebar bercerita.
Setelah Lotus Bao selesai berbicara, Dewa Binatang segera berkata kepada Tian Lihua yang duduk di sisi kanannya, "Baiklah, waktunya kamu berbicara, aku sudah siap!"
"Ini di mulai sebelum Bencana Petir Semesta, atau saat kamu waktu itu diajak oleh kakek Ba. Sebelum aku melanjutkan cerita, apa yang terjadi pada waktu kamu diajaknya?" tanya Tian Lihua.
Dewa Binatang memejamkan mata sesaat untuk mengingat masa lalunya. Setelah beberapa saat, dia membuka mata dan menjawab, "waktu itu, ayah dan kakek seperti biasanya, mereka mengambil darahku untuk dijadikan sebagai bahan membuat kehidupan baru. Setelah itu... Aku tidak ingat apapun!"
"Mereka keterlaluan! Begitu tega dengan keturunannya sendiri!" sahut Tian Mei Yin yang tampak geram dengan perbuatan ayah dan kakeknya yang menghilang ingatan Dewa Binatang.
Tidak hanya Tian Mei Yin saja yang geram dengan perbuatan keluarganya, Tian Lihua, Tian Shuwan dan Tian Chunhua terlihat menahan amarahnya.
"Waktu itu kamu sengaja dibuat tak sadarkan diri, kan? Tindakan mereka sangat mencurigakan padahal hanya sekedar mengambil darah!" celetukan Tian Chunhua.
Untuk mengambil darah, memang tidak seharusnya Dewa Binatang waktu itu dibuat tak sadarkan diri. Oleh karena itu, keempat kakaknya sangat marah karena suaminya diperlakukan buruk.
__ADS_1
"Gara-gara kompetisi Ciptaan Mahakarya, kamu menjadi korbannya. Baiklah, aku akan mulai bercerita tentang kompetisi itu. Ini adalah kompetisi antar dua keluarga besar, Tian dan Zhi. Kompetisi itu berlomba-lomba untuk menciptakan kehidupan baru...," Tian Lihua segera bercerita sebelum adik-adik makin marah.
Walaupun ada persaingan, dua keluarga besar itu tetap akur. Dan, dari kompetisi Ciptaan Mahakarya, lahirlah Inti Kehidupan, dari Inti Kehidupan muncul manusia, lalu muncul raksasa yang disebut Deity dan Yaksa. Dari Deity dan Yaksa, lahirlah bangsa Titan, Asyura dan lain sebagainya.
Kompetisi semakin intens dan konflik sering terjadi, kecurangan, iri hati dan lain sebagainya, sehingga muncul berbagai marga untuk mengidentifikasi setiap jenis dan mereka menyebar ke segala penjuru Alam Jagat Raya dan membentuk kolonial.
Tian Bo (ayah dari Tian Zhi Shimo) juga ikut berpartisipasi, dia ingin menciptakan banyak kehidupan, salah satunya Naga 12 Elemen yang menyebabkan bencana Alam Jagat Raya, dengan munculnya petir peringkat pertama, Petir Semesta.
Singkat cerita, Tian Bo berhasil menciptakan Naga 12 Elemen dan mampu berkembang biak. Namun, Naga 12 Elemen terlalu rakus akan unsur alam dan memicu ketidakstabilan.
Ketidakstabilan alam Jagat Raya, memunculkan Petir Semesta. Dan, Petir Semesta ingin memurnikan segala bentuk kehidupan di Alam Jagat Raya menjadikan seperti semula, menjadi mikroorganisme.
Tian Bo, Zhi Xiu Juan (ibu kandung Dewa Binatang) dan keempat putrinya, termasuk Naga 12 Elemen hampir mati tersambar Petir Semesta, karena ingin menghentikan kemarahan Petir Semesta.
Saat kritis itulah, lingkaran Yin Yang muncul bersama Super Human, yang tidak lain adalah Tian Ba dan Zhi Houcun (Kakek Excel). Sebagai kehidupan Asal Muasal tidak mungkin mereka berdua berdiam diri, dan akhirnya ikut campur meredam Petir Semesta.
Lalu, Tian Ba dan Zhi Houcun memisahkan Naga 12 Elemen menjadi banyak jenis elemen naga, dan tidak akan lagi memiliki lebih dari dua elemen.
Walaupun telah memisahkan Naga 12 Elemen menjadi banyak elemen naga, Petir Semesta tetap menggelegar di seluruh Alam Jagat Raya dan semakin banyak korbannya.
Setelah proses lama untuk menghentikan Petir Semesta, akhirnya bisa dihentikan juga, tapi hanya sementara dan akan muncul lagi sebelum Tian Bo, Zhi Xiu Juan dan keempat putrinya mendapat hukuman, mereka mengorbankan putra satu-satunya untuk menghentikan Petir Semesta, putranya tidak lain adalah Tian Zhi Shimo.
"... Itu cerita yang dikatakan oleh kakek, kan? Itu bohong! Justru yang memisahkan Naga 12 Elemen adalah Universe Lightning. Kita yang menjadi tumbal sebagai ganti hukuman untuk mereka. Tapi--"
Boom...
Dewa Binatang sontak menggebrak meja yang terbuat dari energi sehingga meledak, dan membuat Tian Lihua berhenti bercerita. Untung saja semua wanitanya sangat kuat dan dampaknya tidak berarti apa-apa bagi mereka.
"Tenang!" cegah Tian Lihua sambil mengelus punggung Dewa Binatang agar menahan emosi. Tian Shuwan segera memegang tangan kiri Dewa Binatang agar tenang.
Jelas Dewa Binatang sangat marah karena dibohongi oleh keluarga sendiri. Bagaimana mungkin seorang ayah, ibu dan kakek begitu tega mengorbankan anak serta cucunya sebagai ganti hukuman atas kesalahan yang telah mereka berbuat.
Pantas saja, selama menjalani siklus Samsara, keluarganya selalu ikut campur, dan tujuan mereka pasti tidak ingin antara Dewa Binatang dan keempat jiwa kakaknya bertemu.
Tapi anehnya, God Of Partikel selalu saja membantunya agar nenek dan ibunya tidak ikut campur, hal yang sulit untuk dimengerti oleh Dewa Binatang, apa tujuannya?
"Maaf, lanjutkan!" ucap Dewa Binatang yang gagal mengendalikan emosinya, padahal dia sudah siap untuk mendengarkan kebenaran yang selama ini disembunyikan.
__ADS_1