
Bab 89. Mao Zedong, Leluhur Ras Iblis.
Kitab Suci pernah berkata kepada Dewa Binatang, Yuna Aurora dan Qin Diao Chin sewaktu di Alam Tianwu, bahwasanya Peperangan Global terjadi dengan disengaja, tujuan itu untuk menyerap energi para korbannya.
Yang menjadi pertanyaan besar dibenak Dewa Binatang, siapa orang yang menyerap energi spiritual para korban peperangan, apakah Kaisar Langit atau Maharaja Yaksa?
Hingga saat ini, Dewa Binatang belum menemukan jawabannya. Seandainya benar pelakunya adalah penguasa Alam Suci, sudah seharusnya jauh hari Kuil Alam Kudus telah bertindak dengan mencegah terjadinya Peperangan Global.
"Aku menyerah!" ucap Seng Rong yang kalah modal dalam perebutan Pedang Penguasa Api.
Sontak Putri Yu Jie kegirangan karena berhasil mendapatkan Pedang Penguasa Api setelah persaingan sengit. Tapi ia belum tahu jika menjadi target pembunuhan yang dilakukan oleh Seng Rong dan anak buahnya.
Seng Rong segera mengembalikan uang milik Pangeran Jia. Lalu dia dan bawahannya meninggalkan Gedung Harta Langka dengan wajah muram dan tatapan kosong.
"Apakah ada lagi yang menaikkan tawaran lebih tinggi dari 1,6 miliar?" Gong Fang memberikan kesempatan kepada semua peserta lelang, kedua matanya tertuju ke ruangan yang ditempati oleh Dewa Binatang.
Akan tetapi, Dewa Binatang tidak berminat untuk mendapatkan Pedang Penguasa Api. Putri Yu Jie yang tadinya gembira seketika menenangkan diri karena masih ada pesaing yang tangguh.
"Jika tidak ada lagi yang menawar, maka Nona Yu Jie berhak memiliki Pedang Penguasa Api. Selamat, atas kemenangan Anda!" Setelah Gong Fang berbicara, ia mengayunkan palunya sebagai tanda lelang babak ini yang dimenangkan oleh Putri Yu Jie.
"Setelah ini, kita harus waspada terhadap niat buruk Seng Rong. Kalian berdua, segera mempersiapkan pasukan untuk menghadapinya!" perintah Putri Yu Jie yang jauh hari telah bersiap-siap ketika mengikuti acara lelang.
Tanpa banyak bicara, dua anak buahnya meninggalkan Gedung Harta Langka, mereka menuju ke arah Pegunungan Larswood di luar Kota Chu. Di sana sudah berkumpul pasukan Kerajaan Matahari Terbit yang berjumlah 300 prajurit khusus pelindung istana.
Dengan keluarnya prajurit pelindung istana, sudah dipastikan bahwa Pedang Penguasa Api sangatlah berharga. Harga 1,6 miliar keping emas memang jumlah yang sangat besar, tetapi akan tergantikan berkali-kali lipat setelah mendapatkan harta milik Dewa Api Phoniex.
Setelah Dewa Binatang berbicara dengan Bao Yaoyao, semua istrinya segera kembali ke dalam Dunia Jiwa, termasuk Bao Yaoyao yang telah bebas dan ingin mengobrol dengan semua saudarinya.
Dua wanita berpenampilan menarik memasuki panggung lelang sambil mendorong kereta pembawa telur binatang suci. Telur itu ditutupi dengan kain hitam.
"Sesi lelang kali ini sudah tentu Yang Mulia sekalian ketahui. Ya, di dalam penutup kain ini adalah telur binatang suci. Para ahli berpengalaman dari Gedung Harta Langka telah memeriksanya... Jujur saja, kami tidak tahu jenis binatang suci apa di dalam telur ini. Tapi kami jamin, bahwa telur ini memang binatang suci zaman jutaan tahun lalu. Penemunya adalah seorang anak yang kebetulan bermain di tepi sungai...," Gong Fang menceritakan kronologi ditemukannya telur binatang suci.
Dewa Binatang tidak peduli asal usul ditemukan telur binatang suci. Saat ini, kedua matanya tertuju pada telur binatang suci yang penutupnya telah dibuka.
__ADS_1
Telur itu telah menjadi fosil, tapi jelas itu adalah telur pada umumnya karena bentuk. Hanya saja ukurannya besar, diameter lingkaran mencapai 125 cm, cangkang telurnya sudah seperti batu, tapi masih terlihat serat-serat unik pada cangkangnya.
Dengan Mata Langit, Dewa Binatang dengan jelas melihat ke dalam telur binatang suci. Dia terkejut karena didalamnya meringkuk seorang gadis kecil. Apa yang dilihat itu membuatnya teringat masa lalunya, di mana dia dulu terlahir dari cangkang telur.
Akan tetapi, dia berbeda dengan gadis itu. Gadis itu usia 7 tahun, rambut yang unik dengan warna biru, pupil mata berwarna hijau seperti ciri-ciri Ras Elves. Yang mengejutkannya, kekuatan gadis itu berada di tingkat Dewa Absolute level 50.
Yang menariknya lagi, di keningnya terdapat sepasang tanduk Naga sepanjang 5 cm, memiliki ekor sepanjang satu meter. Melihat ekor si gadis kecil itu, Dewa Binatang menebak jika gadis itu adalah perwujudan dari binatang ular.
Kembali Dewa Binatang mengamati wajah gadis itu yang tampak familiar. Setelah beberapa saat mengingat siapa pemilik wajah gadis itu, dia belum juga mengingatnya.
"Istriku banyak yang berasal dari Ras Ular, siapa gadis kecil itu?" gumam Dewa Binatang yang kembali berusaha keras mengingat-ingat masa lalunya.
"Jangan-jangan...! Tidak mungkin gadis kecil itu adalah ...." Dewa Binatang teringat dengan istrinya yang sengaja berpisah sewaktu di Alam Tianwu.
Istrinya yang berpisah itu bernama Celestial She perwujudan dari Ular Surgawi, dikenal dengan sebutan Ular Bencana. Dewa Binatang berpikir jika gadis kecil itu adalah putrinya, hasil buah cinta dengan Celestial She, namun dia ragu-ragu karena sewaktu berpisah dengan Celestial She, istrinya tidak dalam keadaan sedang mengandung.
"Sekarang di mana dia?" Dewa Binatang ingin tahu keberadaan Celestial She setelah berpisah.
Sewaktu berpisah dulu, tepatnya setelah peperangan dengan ras cerdas berakhir, Celestial She mengatakan akan melakukan sesuatu untuk mempersiapkan diri sebelum Peperangan Global terjadi. Awalnya Dewa Binatang mencegahnya, namun Celestial She bersikukuh untuk tetap pergi. Semenjak itu, dia tidak lagi bertemu dengannya.
Dewa Binatang tersadar dari lamunan di masa lalu, dia melihat kembali telur binatang suci. "Aku harus mendapatkannya!" tekadnya yang ingin tahu asal-usul gadis kecil itu.
Jika memang gadis kecil itu adalah putrinya, maka sebagai seorang ayah, sudah tentu akan melindunginya dengan taruhan nyawa. Jika tidak ada hubungannya dengan Celestial She, Dewa Binatang akan tetap berusaha untuk memilikinya.
"1,2 juta keping emas," Putri Liangyi terlebih dahulu membuka penawaran.
"1,3 juta." Pangeran Jia tidak mau kalah dengan adiknya.
"1,5 juta keping emas!" Demikian juga dengan Putri Yu Jie yang menaikkan tawaran.
Kemudian, satu per satu peserta lelang menaikkan tawarannya. Jaminan dari Gedung Harta Langka tidak perlu diragukan lagi. Dengan mendapatkan binatang suci, maka binatang itu bisa dijadikan pelindung.
Masalahnya, Gedung Harta Langka tidak berani menjamin kapan telur itu menetes. Masalah ini seperti perjudian bagi semua peserta lelang. Biarpun begitu, mereka akan tetapi berusaha untuk mendapatkan telur itu. Banyak cara untuk meneteskan telur, setiap orang memiliki metodenya sendiri-sendiri. Karena itu, peserta lelang berani menaikkan tawarannya.
__ADS_1
"Putri, apa perlu mendapatkan telur itu?" tanya salah satu pengawal.
Putri Yu Jie tersenyum tipis melihat ke ruangan yang ditempati oleh Putri Liangyi, lalu dia menjawab, "sebenarnya aku tidak membutuhkan telur itu, sengaja aku ikut menawar harga karena ingin membuat gadis bodoh itu marah!"
Ia melakukan hal ini untuk melampiaskan kemarahannya terhadap Seng Rong, dan sasarannya adalah putra-putri Raja Guang. Seandainya mendapatkan telur binatang suci, Putri Yu Jie tidak khawatir harus mengeluarkan banyak uang, sebab sebentar lagi akan mendapatkan kekayaan melimpah.
"Maafkan hamba sebelum berbicara, Putri! Alangkah baiknya kita segera mengambil Pedang Penguasa Api dan meninggalkan tempat ini. Hamba khawatir jika orang itu telah memblokir jalan keluar dari Kota Chu!"
Putri Yu Jie tersenyum sinis saat pengawalnya memberikan peringatan. Lalu dia berkata dengan nada ketus, "kau lupa tidak? Kakekku kan ada dan selalu melindungiku. Lagian, masih ada barang lelang yang membuatku penasaran!"
Ya, kakek yang disebutkan oleh Putri Yu Jie adalah leluhur Ras Iblis, namanya Mao Zedong. Dia seumuran dengan Kaisar Bowen, musuh bebuyutannya. Kekuatannya hingga hari ini tidak diketahui oleh siapapun, bahkan keturunannya tidak mengetahuinya.
Yang pasti, Mao Zedong hanya takut kepada Kaisar Bowen. Setelah kepergiannya, dia yang memerintah Ras Iblis keluar dari persembunyiannya, lalu menguasai separuh Galaksi Arcadia. Bisa dikatakan, dialah pemegang kekuasaan tertinggi Kerajaan Matahari Terbit. Dia juga yang menemukan bagian peta kuno milik Dewa Api Phoniex.
Setelah mendapatkan kabar baik tentang keberhasilan cucu kesayangannya yang mendapatkan Pedang Penguasa Api, Mao Zedong memasuki Kota Chu, tujuannya ingin melindungi Putri Yu Jie
Saat ini, dia sudah masuk ke Gedung Harta Langka tanpa diketahui oleh para penjaga pintu. Tiba-tiba dia muncul di belakang Putri Liangyi. Kemunculannya membuat para pengawal Putri Liangyi kaget, mereka segera berlutut sebagai bentuk penghormatan.
"Kakek...!" seruan Putri Yu Jie yang langsung memeluk kakeknya.
"Hahaha! Cucuku ini memang pintar. Karena kamu telah berhasil, apa keinginanmu?" Mao Zedong tertawa lepas sambil mengusap rambut cucunya.
"Aku menginginkan putra dari Cheng Bei!" jawab Putri Yu Jie sambil menunjuk ke ruangan yang ditempati oleh Dewa Binatang.
Putri Yu Jie telah jatuh cinta kepada Dewa Binatang karena tampan. Mao Zedong mengikuti jari telunjuk cucunya. Ternyata, dia juga memiliki kelebihan dalam hal melihat apapun, seperti Mata Langit milik Dewa Binatang, dia melihat sosok pria tampan yang sedang menatapnya.
Sontak Mao Zedong terkejut melihat senyuman Dewa Binatang ketika saling bertatapan mata. Hatinya ada rasa takut seperti sedang diintai oleh binatang buas, lebih takut daripada berhadapan dengan musuh bebuyutannya.
"Dia... Dia bukanlah orang sembarang! Urungkan niatmu, mintalah yang lain!" tolak Mao Zedong karena takut terhadap Dewa Binatang yang tidak diketahui kekuatannya.
Seketika raut wajah Putri Yu Jie tertekuk karena kecewa keinginannya tidak dikabulkan.
"Kakek, aku sudah menyelidikinya, dia itu tidak berkultivasi. Aku menginginkan karena ingin melampiaskan kemarahanku!" alasan Putri Yu Jie yang tetap bersikukuh agar kakeknya menaklukkan Dewa Binatang.
__ADS_1
Mao Zedong menarik nafas panjang karena cucunya ini sulit diatur. Lalu dia mengajak cucunya duduk. Setelah duduk, dia berkata dengan nada lembut, "memang dia terlihat lemah karena basis kultivasi-mu rendah. Jika setara dengan kekuatan Kakekmu ini, kamu akan merasakan kekuatannya yang sengaja disembunyikan. Cucuku, sebelum ras kita kuat, jangan mencari masalah yang tidak perlu. Jika hanya melawan Raja Guang dan jajarannya, Kakek masih bisa mengalahkan mereka. Mintalah yang lain!"