
Bab 253. Lubang Segitiga.
Kepala Suku Shanhu bernama Hu Jing, Kepala Suku Fanchen bernama Chen Gang, Kepala Suku Wuzhi bernama Yao Li. Kekuatan mereka setara, berada di tingkat Half Super Omega level 9.
Mereka juga memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti Hu Jing yang terkenal sabar, bawaannya tenang, jeli, dan pandai memanfaatkan situasi. Sisi buruknya yang menonjol, terkadang mengabaikan masalah kecil, dan juga ambisius.
Chen Gang, sifatnya penyayang, pandai melihat peluang, mudah bergaul dan percaya kepada orang yang baru dikenal. Sisi buruknya yang menonjol, sering bertindak ceroboh, terlalu lama memutuskan hal penting sehingga terkadang menjadi lupa, dan mudah dimanfaatkan oleh orang.
Yao Li, sifatnya tegas, fokus pada satu tujuan, pendiam, sombong dan cerdas. Sisi buruknya yang menonjol, lebih ambisius dari Hu Jing, pemarah, dan apapun yang dilihatnya menarik selalu berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai cara.
Saat ini, ketiga Kepala Suku itu mengadakan pertemuan rahasia yang hanya dihadiri oleh orang-orang penting dari marga utama. Mereka membahas mengenai marga turunan yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya, melebihi marga utama yang sangat lambat memiliki keturunan murni.
Dampak bertambahnya penduduk, membuat banyak permasalahan di Tiga Alam. Ada dua masalah yang membuat ketiga Kepala Suku pusing. Pertama, marga turunan atau cabang tidak lagi mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan di wilayah suku. Kedua, angka kelahiran mereka sangat cepat, dan rata-rata yang lahir adalah wanita.
Akibat banyaknya wanita dari marga turunan, mereka berhubungan dengan pria dari marga utama. Alhasil, hubungan mereka menyebabkan garis darah bercampur, bakat anak dari hasil hubungan itu tidak sebaik keturunan marga utama.
Karena banyaknya marga turunan, mereka mulai memadati kota-kota utama, tidak mau membuka lahan baru untuk didiami. Dan, yang menyebabkan diadakan pertemuan rahasia ini, karena masalah kualitas Energy Primordial yang semakin hari semakin menurun.
"Apakah Anda sudah menemukan tempat baru untuk mereka (marga turunan)?" tanya Yao Li Kepala Suku Wuzhi kepada Chen Gang Kepala Suku Fanchen.
Chen Gang mengangguk sebagai jawaban, lalu dia berkata, "Galaksi Observable Universe. Geografis alamnya mirip di sini, hanya berbeda dengan ukurannya yang lebih kecil. Masalah energinya, kualitasnya berada di bawah Tiga Alam, anggap saja berada di tingkat rendah."
Yang dibicarakan oleh Chen Gang adalah Alam Kudus yang belum bernama. Ia telah lama berada di sana dengan menggunakan tubuh kesadaran. Dan memutuskan untuk memindahkan semua marga turunan di Alam Kudus.
"Kalau begitu, kita persiapkan skema untuk mengiring mereka. Apakah Anda memiliki ide?" tanya Hu Jing Kepala Suku Shanhu.
"Sudah kami persiapkan!" sahut Yao Li, lalu melihat wakilnya untuk menjelaskan rencana bagi masa depan marga turunan.
Wakil Kepala Suku Wuzhi segera membuat Formasi Array, yang mana Formasi Array itu menampilkan segala rancangan, mulai dari aturan, bagaimana caranya marga turunan agar keluar dari Tiga Alam, dan lain sebagainya sampai dengan hal yang terkecil.
Mereka berdiskusi selama lebih dari 45 hari...
...****************...
Ling An si Dewa Abadi terhanyut dalam kultivasinya tanpa peduli dengan situasi di Tiga Alam. Kekuatannya dengan gila-gilaan meningkat seperti orang yang sedang kelaparan.
Kaki Pegunungan Dantian kini telah menjadi lahan baru untuk dihuni. Desa Yujie juga berkembang pesat, kini telah menjadi kota yang makmur, dan semua itu karena Chen Bao yang dijuluki si Bao Gendut. Ya, dia menjadi Kepala Desa Yujie sehingga merubah aturan yang menekan pertumbuhan ekonomi.
Semenjak kekalahannya dari Yao Ningqiao, dia menjadi termotivasi untuk meningkatkan kekuatan, memperluas pengaruhnya terhadap orang-orang kuat dan penting. Dia juga memperluas wilayahnya dengan membuka lahan baru di kaki Pegunungan Dantian.
Di saat semua orang sibuk mencari Ling An, Chen Bao justru menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat dirinya dalam segala bidang. Salah satunya membuat desas-desus bahwa Ling An bersembunyi di Pegunungan Dantian.
Chen Bao membuat rumor tidak secara asal. Ketika bertarung dengan Yao Ningqiao, dia sempat melihat Ling An yang masuk ke desa dari arah Pegunungan Dantian. Ling An juga bukan dari marga yang saat ini ada, dia menduga jika Ling An adalah hasil dari hubungan campuran yang tidak direstui.
Dampak dari desas-desus itu, banyak orang yang berdatangan ke Pegunungan Dantian. Saking luasnya Pegunungan Dantian, pencarian Ling An telah berlangsung bertahun-tahun. Apalagi selalu berhadapan dengan binatang mistik sehingga menguras banyak tenaga, biaya dan waktu.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Chen Bao dengan mengerahkan penduduk Desa Yujie untuk memenuhi kebutuhan pendatang. Alhasil, perekonomian penduduk desa meningkatkan dratis sehingga menjadi kota. Karena prestasinya itu, desa berganti nama menjadi Kota Baojie.
Di saat semua orang disibukkan dengan urusan masing-masing. Muncul berita heboh, di mana Pohon Peri secara mengejutkan tiba-tiba menjadi layu. Dalam waktu kurang dari 13 hari, Pohon Peri terbelah menjadi dua dan ambruk. Robohnya Pohon Peri, dikarenakan Putri Mahatma si Dewi Kesuburan menghilang.
__ADS_1
Sebelum kejadian itu, Dewi Semesta sering terlihat mengunjungi Putri Mahatma, semua orang berspekulasi bahwa Dewi Semesta telah membawa pergi Putri Mahatma. Hingga saat ini, Putri Mahatma dan Dewi Semesta tidak pernah lagi dilihat di Tiga Alam.
Hingga waktu berlalu selama 10 tahun, setelah robohnya Pohon Peri.
Karena tidak menemukan jejak si Ling An, maka semua orang menduga jika Ling An telah keluar dari Planet Tiga Alam. Terutama murid pria dari Perguruan Heiwu yang semakin memperkuat dugaan itu, tapi yang sebenarnya mereka lelah mencari Ling An.
Namun, sebagian orang berpendapat lain, dan mereka rata-rata adalah murid Perguruan Heiwu, mereka yakin bahwa Ling An masih berada di Tiga Alam. Keyakinan mereka semakin kuat karena didukung oleh Guru Yao Shen yang tidak melihat Ling An keluar dari Tiga Alam. Dan masih ada beberapa sekelompok orang yang mencari Ling An di Pegunungan Dantian.
Murid-murid Perguruan Heiwu banyak yang tidak lagi berguru kepada Yao Shen karena kurangnya perhatian dari gurunya. Kejadian itu semenjak gurunya memberikan perintah untuk mencari keberadaan Ling An.
Pada suatu hari, tetap di hari kejadian gerhana bulan beberapa tahun lalu. Semua mata kultivator teralihkan perhatiannya. Muncul lubang berbentuk segitiga di luar atmosfer Tiga Alam. Dari dalam lubang segitiga itu, Mata Dewa setiap kultivator melihat hal yang menarik di dalamnya, mereka melihat dunia baru yang lebih subur daripada di Tiga Alam.
Melihat dunia yang subur, membuat banyak kultivator segera mendekati lubang segitiga itu dengan maksud untuk menyelidikinya sebelum masuk. Namun, saat jarak terpaut 20 ribu meter, setiap kultivator dari marga turunan terhisap ke dalam lubang itu...
Ling An akhirnya berhenti berkultivasi saat kekuatan berada di tingkat Sang Kekosongan (The Void) level 1. Dia berhenti berkultivasi untuk membiasakan diri dengan kekuatannya. Untuk menerobos ke tingkat Half Alfa, dia harus kembali berkultivasi hingga mencapai level 99.
"Sudah lama aku tidak bermain-main dengan banyak orang," kata Ling An yang rindu dikejar-kejar.
Dia segera berdiri dan meregangkan otot-ototnya yang kaku. Setelah itu, dia keluar dari gua yang telah ditutupi oleh akar-akar pohon dan semak belukar.
Dia menghirup udara segar di pagi hari sambil melihat ke arah kaki gunung. Dia mengerutkan kening karena melihat seorang wanita cantik dikeroyok oleh lima pria dengan kekuatan tingkat Dewa Mutlak.
Wanita itu adalah Zhi Xiu Juan yang selama ini selalu melindungi gua agar tidak diketahui oleh siapapun. Dia melakukan ini demi membalas kebaikan Ling An yang telah memberikan kekuatan. Kekuatannya sedikit lebih unggul 1 level dari kelima pria itu.
Walaupun lebih kuat, Zhi Xiu Juan jelas kewalahan menghadapi lima orang seorang diri. Akibatnya, hampir sekujur tubuhnya terluka, pakaiannya banyak sobekan sehingga memperlihatkan kulitnya yang halus dan putih.
"Kau memang layak untuk dimusnahkan?!" kegeraman Ling An ketika Zhi Xiu Juan terkena serangan gabungan dari kelima pria itu, ucapannya ditujukan kepada Tian Bo.
Boom boom boom...
Ledakan keras ketika Zhi Xiu Juan menangkis serangan musuhnya. Dia terpental ke belakang dan membentur pepohonan purba. Walaupun lukanya semakin parah, ia masih berusaha untuk bangkit, dan melarikan diri untuk menjauhkan kelima orang itu dari gua.
Namun, karena terluka gerakannya menjadi lambat sehingga dengan mudah dihadang oleh kelima pria itu yang segera mengepung.
"ini yang terakhir kali aku bertanya, di mana dia?" tanya pemimpin tim itu dengan mata jelalatan menjelajahi tubuh Zhi Xiu Juan.
Dia adalah murid senior Perguruan Heiwu, dari marga Yao, namanya Guan Menghu. Tugas dari gurunya agar membawa kembali Zhi Xiu Juan yang telah keluar dari perguruan tanpa kejelasan maupun berpamitan.
"Jangan lupa, kau sekarang tidak ada lagi yang melindungimu!" timpal pria yang berada di belakang Zhi Xiu Juan, namanya adalah Yu Kaili.
Dia selalu memperhatikan pantat Zhi Xiu Juan yang indah dan menggiurkan matanya sebagai pria normal. Orang yang biasanya melindungi Zhi Xiu Juan adalah Zhi Haocun ayahnya.
Zhi Haocun terhisap ke dalam lubang segitiga bersama dengan Guan Shilin ibu dari Zhi Xiu Juan. Oleh karena itu, tidak ada lagi orang yang takut dengan Zhi Xiu Juan.
"Sudahlah, dia tidak akan mau berbicara walaupun kita menyiksanya! Lebih baik, kita nikmati saja tubuhnya, anggap saja sebagai pembayaran hasil jerih payah kita! Hahaha!" sergah Yu Kaili yang tidak sabaran ingin menikmati pantat Zhi Xiu Juan.
"Biadab kalian?!" bentakan Zhi Xiu Juan sambil melirik Yu Kaili yang mendekatinya dari belakang.
Yu Kaili langsung menyerang Zhi Xiu Juan karena dibentak. Namun, Zhi Xiu Juan segera membungkukkan badannya sebelum pukulan lawan mengenai tengkuknya. Walaupun terluka, gerakannya masih lincah dengan menendang betis kiri Yu Kaili.
__ADS_1
Karena kehilangan keseimbangan membuat Yu Kaili ambruk ke belakang. Dengan gerakan cepat, Zhi Xiu Juan menendang pinggang lawannya sehingga terpental ke samping.
Guan Menghu dan ketiga rekannya segera menyerang Zhi Xiu Juan setelah menendang Yu Kaili. Mereka melepaskan pukulan berenergi tinggi.
Tian Bo segera melesat ke Zhi Xiu Juan dengan maksud untuk menolongnya. Namun, dia kejutkan karena melihat seseorang yang dicari-cari oleh banyak orang muncul di samping Zhi Xiu Juan, dan dia adalah Ling An.
Ling An menggunakan skill Penghentian Waktu. Seketika semua kehidupan di radius 2 km menjadi diam mematung, termasuk Tian Bo yang menjadi patung. Kemudian, Ling An mengekstrak energi kekuatan Guan Menghu dan keempat rekannya.
Dalam waktu singkat, Ling An mendapatkan lima bola energi. Guan Menghu dan keempat rekannya menjadi manusia biasa tanpa kekuatan. Tubuh mereka menjadi lemas dan ambruk ke tanah dengan mata melotot.
Sebelum Ling An mengekstrak kekuatan Tian Bo yang berniat untuk menyelamatkan Zhi Xiu Juan, dia merasa aura kekuatan milik Guru Yao Shen. Karena tidak ingin meninggalkan jejak, ia menebaskan tombaknya ke arah dantian kelima pria itu hingga terbelah menjadi dua bagian.
"Kali ini kau beruntung!"
Ling An sambil melihat Tian Bo, lalu dia memeluk erat pinggang Zhi Xiu Juan yang menjadi patung akibat skill Penghentian Waktu. Ling An segera berteleportasi dan muncul di dalam gua.
Setelah itu, tubuh Guan Menghu dan keempat rekannya terbelah menjadi dua. Waktu pun kembali normal. Tian Bo terlihat linglung karena merasakan dirinya sendiri menjadi aneh. Lalu dia tercengang melihat teman seperguruan telah tewas.
Boom....
Ledakan keras ketika guru Yao Shen tiba dengan wajah penuh kemarahan. Dia melihat kelima muridnya yang terbunuh dengan mengenaskan. kemudian, dia melihat Tian Bo yang baik-baik saja.
"Kau membunuh rekanmu sendiri. Murid yang kejam!" bentakan Guru Yao Shen.
"Guru, bukan aku yang membunuh mereka. Yang membunuh adalah Ling An!" penjelasan Tian Bo dengan segera.
"Kau kira aku bodoh, hah?! Aku melihat semuanya, dan kau memerintahkan kepada temanmu untuk melukai Xiu Juan. Bagaikan seorang pahlawan kau menyelamatkan Xiu Juan ketika Menghu yang akan membunuhnya. Pikiranmu licik?!"
Guru Yao Shen semakin marah karena Tian Bo berbohong kepadanya. Dia tahu bahwa Tian Bo membayar Guan Menghu untuk melukai Zhi Xiu Juan.
Karena gurunya telah mengetahui rencananya yang ingin menaklukkan hati Zhi Xiu Jun dengan cara kotor, Tian Bo segera menggunakan skill teleportasi untuk kabur, dan muncul di dekat lubang segitiga. Rute kaburnya yang sudah direncanakan ketika gagal.
Karena ketakutan dibunuh oleh gurunya, dia segera masuk ke dalam lubang segitiga. Guru Yao Shen tidak mengejarnya karena tahu muridnya itu mau masuk ke dalam lubang. Dia menghela nafas berat karena banyak murid yang meninggalkannya.
"Ling An... Suatu hari nanti, aku pasti akan menemukanmu!" gumam Guru Yao Shen yang tidak lagi berminat untuk mengejar Ling An demi tujuannya utamanya, masuk ke Alam Jiwa.
Dia segera membawa kelima mayat muridnya dan di masukkan ke dalam cincin dimensinya Sebelum pergi, dia melihat empat murid wanita yang sedang menuju ke arahnya. Mereka adalah Yao Ningqiao, Chen Huifen, Hu Yue Lian dan Guan Liqin.
"Xiu Juan terluka dan dibawa oleh Ling An, selamatkan dia di sekitar Tebing Azure!" perintahnya kepada keempat muridnya itu dengan menggunakan komunikasi telepati. Setelah itu, dia terbang menuju ke rumahnya.
"Tebing Azure?" Yao Ningqiao dan ketiga rekannya bersemangat karena mendapatkan informasi keberadaan Ling An dan Zhi Xiu Juan.
Mereka segera menuju ke Tebing Azure, lokasi yang dekat dengan gua tempat tinggal Ling An...
Yu Tien, Hu Samhok dan dua rekannya menghela nafas berat karena tidak menyangka Tian Bo bertindak tercela demi mendapatkan hati Zhi Xiu Juan.
Mereka juga terkena skill Penghentian Waktu ketika akan menghentikan tindakan Guan Menghu. Namun, mereka terkejut karena lima rekan seperguruan tewas, dan melihat gurunya yang sedang marah karena Tian Bo.
Mereka segera mengikuti Tim Yao Ningqiao, tujuannya untuk mendapatkan Tombak Jiwa Berlian Petir...
__ADS_1