
Bab 122. Planet Peliades, Ras Nordic.
Setelah membunuh Dewa Bumi, dan juga menyerap kekuatannya, Dewa Binatang beserta istrinya melihat Planet Petir yang berantakan akibat pertempuran sesaat.
Kemudian, Dewa Binatang mencari keberadaan Kaisar Lei. Setelah beberapa saat mencari dengan menggunakan Mata Surgawi, dia tidak menemukan keberadaannya.
"Jika semua musuhku berada di Alam Suci, ini juga lebih menghemat waktu daripada harus menemui mereka satu per satu. Mereka berkumpul, ini jelas akan merepotkan kita!" kata Dewa Binatang kepada istri-istrinya.
"Kamu benar! Keenam Dewa yang kabur itu, kekuatan mereka sangat kuat...! Jujur saja, aku secara pribadi belum tentu mampu mengalahkan salah satu dari mereka!" ungkap Yuna Aurora.
"Ketika kita dijebak waktu itu, aku merasakan bahwa Maharaja Yaksa menyembunyikan kekuatannya. Jika tebakanku tidak salah, kekuatannya sebanding dengan kamu dan keempat saudari kita (Tian Bersaudari)!" imbuh si Yuke.
"Iya, aku juga merasakan hal yang sama. Kedua penguasa itu memang dengan sengaja menyembunyikan kekuatannya, itu dikarenakan mereka menggunakan Pagoda Emas...," ucap Dewa Binatang yang membenarkan perkataan istrinya, dia berhenti sejenak untuk berpikir. Lalu melihat ke lintasan 12 galaksi yang akan sejajar di wilayah Local Interstellar.
"Peperangan Global tidak akan lama lagi. Perkiraanku, akan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ini. Sebelum itu terjadi, kalian semua semaksimal mungkin harus meningkatkan kekuatan hingga mencapai Half Super Omega. Ayo, kita kembali ke Dunia Jiwa untuk berkultivasi!" lanjutnya setelah menghitung waktu 12 galaksi sejajar.
Mengetahui kekuatan ketujuh utusan, Dewa Binatang secara kasar telah memperhitungkan kekuatan lawan. 100 tahun bagi kultivator adalah waktu yang sangat singkat, tetapi dalam perjalanan waktu, apapun bisa terjadi dan berubah.
"Bagaimana dengan planet ini?" tanya Qin Diao Chin.
Dewa Binatang tidak segera menjawab karena berpikir. Menurutnya, Planet Petir tergolong subur dan melimpah akan elemennya.
"Untuk sementara, kita tinggal di sini. Ajak Loi Annchi dan yang memiliki elemen petir untuk mengekploitasi alam di sini!" jawab Dewa Binatang.
"Biarkan aku yang mengaturnya!" pinta Shuǐ Jingling yang tiba-tiba muncul di belakang, ia keluar dari dalam Dunia Jiwa.
Kemudian, Shuǐ Jingling mengeluarkan Guci Air Mata Dewi, tujuannya untuk menyerap seluruh Planet Petir, hal yang dilakukan seperti sebelumnya.
Dewa Binatang tidak menghentikan tindakan Shuǐ Jingling, sebab tahu tujuannya. Setelah Planet Petir masuk ke dalam Guci Air Mata Dewi, maka akan mudah untuk mengekstrak saat berada di dalam Dunia Jiwa.
Tidak menunggu Shuǐ Jingling selesai bekerja, Dewa Binatang, istrinya serta putrinya masuk ke dalam Dunia Jiwa. Mereka tidak khawatir jika Shuǐ Jingling sendirian, sebab ia memiliki segel keluarga besar Dewa Binatang, yang bisa masuk dan keluar sesuka hati ke dalam Dunia Jiwa milik Dewa Binatang.
Ketika Guci Air Mata Dewi bekerja, Planet Petir yang masih dihuni kehidupan, semua kehidupan menjadi ketakutan dan panik karena terhisap; angin kencang yang disertai dengan suara gemuruh, badai petir terjadi dimana-mana.
Banyak orang yang segera bersembunyi di dalam bawah tanah, sebagian terbang menjauhi sumber hisapan, tetapi tubuhnya mereka tidak mampu menahan hisapan...
__ADS_1
Shuǐ Jingling tersenyum melihat kekacauan yang dibuatnya. Setelah waktu hampir setengah hari, akhirnya Planet Petir telah berada di dalam Guci Air Mata Dewi. Ia segera masuk ke dalam Dunia Jiwa.
Saat berada di dalam Dunia Jiwa, semua petinggi Kekaisaran Dewa Binatang memberikan segel kelima kepada penghuni Planet Petir, segel kelima adalah segel khusus untuk budak dan penjahat.
Sedangkan Dewa Binatang, dia segera berkultivasi ganda, memberikan Energi Yang kepada semua istrinya. Karena jumlah istrinya yang mencapai angka fantastis, dia menggunakan tubuh ganda, tubuh yang akan berkultivasi dengan semua selir dan pasukan wanita.
Tubuh aslinya dikhususkan untuk istri utama. Saat ini, istri utamanya meningkatkan lebih dari 500 wanita. Dao Li Xia, Evelyn, Astrella Xiosien dan yang lainnya telah melahirkan, melahirkan sebelum tiba di Planet Petir.
Karena tinggal di dalam Dunia Jiwa, anak-anaknya yang semuanya adalah jenis kelamin perempuan, kini sudah tumbuh dewasa dengan usia 17 tahun yang paling tua. Dan, Tian She Meili adalah yang paling tua dan kuat, ia menjadi pemimpin bagi adik-adiknya.
Sebenarnya, Dewa Binatang menginginkan seorang putra, entah kenapa dia tidak bisa memiliki seorang anak laki-laki, hal ini seperti kutukan baginya.
Dan anehnya lagi, semua putrinya tidak menginginkan pria manapun, mereka hanya ingin selalu bersama dengannya. Padahal, banyak pria-pria tampan, berbakat dan seumuran dengan mereka.
Tetapi Dewa Binatang tidak ambil pusing masalah ini. Dia tetap fokus untuk meningkatkan kekuatan semua istri dan putrinya, termasuk meningkatkan kekuatannya sendiri...
Hingga waktu berlalu 10 tahun di Dunia Jiwa.
"Adik, kamu tidak bisa berkultivasi dengan cara seperti ini, sebab tubuhmu berbeda dengan kita dan kultivator manapun. Saranku, kamu kembali berpetualang di luar untuk meningkatkan kekuatan!" saran dari Tian Lihua saat melihat Dewa Binatang belum meningkatkan kekuatan.
Walaupun Tian Lihua adalah seorang istri, berhubungan dengan statusnya dulu sebagai seorang kakak, ia masih memanggil Dewa Binatang dengan sebutan adik, tetapi saat tidak ada yang lainnya. Jika ada yang lainnya, ia selalu memanggilnya dengan kata suami.
Dan, apa yang dikatakan oleh Tian Lihua memang benar, selama ini Dewa Binatang tidak meningkatkan kekuatan, padahal tinggal selangkah lagi naik ke tingkat Hyper Omega.
Bagi istri dan putrinya, termasuk penghuni Dunia Jiwa, energi di Dunia Jiwa sangatlah melimpah ruah, melebihi Alam Suci. Dan semua orang tidak kebingungan dan khawatir jika kehabisan energi. Berbeda dengan Dewa Binatang, yang mana energi yang diserap oleh semua orang berasal dari dirinya. Oleh sebab itu, dia belum peningkatan kekuatan.
"Jujurnya saja, di Laniakea Super Cluster yang lebih luas dari Local Interstellar, aku benar-benar buta wilayah. Apakah kalian memiliki peta?" tanya Dewa Binatang.
Walaupun Dewa Binatang memiliki Mata Surgawi, dia tidak serta-merta menggunakannya dengan sembarang, sebab membutuhkan energi yang besar saat digunakan.
"Itu hal mudah. Aku sudah mendapatkan peta lengkap Laniakea Super Cluster dari penghuni Planet Petir." Tian Mei Yin mengeluarkan beberapa gulungan peta yang berbeda.
Gulungan kecil ada 3 buah, gulungan yang terbuat dari kulit binatang ada 6 buah, dan gulungan besar ada 9 buah. Kemudian, Tian Mei Yin memberikannya kepada Dewa Binatang.
"Peta ini sudah kita lengkapi. Jadi, kamu tinggal melihat dan menentukan tujuan," imbuhnya.
__ADS_1
"Banyak dunia baru di Laniakea Super Cluster. Di gulungan kecil ini, ada sekitar lebih dari 4.000 planet baru, kita kelompokkan menjadi 3 peta. Di 6 gulungan ini, ada banyak planet seperti Bumi, tetapi masih dalam proses pembentukan sebuah kehidupan baru. Dan gulungan yang besar ini, ada beberapa planet seperti Alam Suci, tetapi usianya lebih muda, termasuk Alam Suci itu sendiri ada di dalam gulungan ini...," Tian Chunhua menjelaskan tentang peta.
Sambil mendengar penjelasan Tian Chunhua, Dewa Binatang beranjak dari tempat duduknya, dia menuju ke meja. Kemudian, dia membuka salah satu gulungan besar yang jumlahnya ada 9 buah.
Yang dia buka adalah gulungan peta Planet Peliades (Pleades), penghuni aslinya adalah Ras Nordic kuno, salah satu ras cerdas yang memiliki ciri-ciri; mata biru, rambut pirang, dan tinggi badan rata-rata 170 cm. Ras ini ada juga di wilayah Local Interstellar.
Planet Peliades juga disebut dengan benua, benua yang terbagi menjadi lima wilayah. Setiap wilayah dikuasai oleh kerajaan dan ratusan suku dan klan. Secara keseluruhan, sistem pemerintahannya tidak jauh berbeda dengan planet-planet lain.
Struktur kekuatannya, Ras Nordic adalah ahlinya sihir, dan jenis penyihir ada dua; Penyihir Putih dan Penyihir Hitam. Dalam hal basis kultivasi, mereka tergolong lemah, tetapi unggul dalam hal sihir. Terendah di tingkat Kelahiran, dan puncaknya di tingkat True Gama.
Dewa Binatang melihat peta kuno itu dengan jeli; tidak ada teknologi canggih, semuanya masih alami, geografis alamnya juga tidak jauh beda dengan Planet Aurora.
"Aku akan menuju ke Planet Peliades terlebih dahulu, tidak jauh dari sini," kata Dewa Binatang yang memutuskan tujuan kedua setelah Planet Petir.
Dewa Binatang berniat untuk menyerap Planet Peliades, sebab di planet itu bisa membantunya untuk meningkatkan kekuatan, naik ke tingkat Hyper Omega. Sedangkan pada gulungan 3 dan 6, planet-planet itu tergolong masih muda usianya, dan tidak banyak meningkatkan kekuatannya.
"Jangan mencari istri lagi, istrimu sudah banyak!" sahut Tian Mei Yin sambil mengenakan pakaian tidur bahan kain sutra motif bunga.
"Buat apa cara lagi, kalian saja sudah cantik dan berbakat!" ucap Dewa Binatang yang memang tidak sedikit terbesit keinginan untuk mencari pasangan baru.
"Ishh...! Kamu belum tahu saja wanita dari Ras Nordic. Mereka terkenal cantik, sekelas Yuna Aurora saja bisa ditemui dengan mudah!" jelas Tian Shuwan dengan nada sedikit kesal karena Dewa Binatang meremehkan wanita dari Ras Nordic.
Dewa Binatang menghela nafas panjang dan mengembangkan senyuman sambil geleng-geleng kepala, lalu dia menyahut, "kecantikan wanita itu relatif, tetapi bakat jelas berbeda-beda!"
"Kamu juga belum pernah bertemu dengan Ras Lyran yang dekat dengan Planet Peliades. Wanita di sana juga cantik dan berbakat, tidak kalah dengan istri-istrimu!" terang Tian Lihua sambil duduk di kursi dekat dengan Dewa Binatang.
"Kenapa kalian selalu curiga? Yang kupikirkan saat ini, bagaimana caranya meningkatkan kekuatan, tidak sedikitpun memikirkan wanita lain!" sungut Dewa Binatang yang kesal.
Tian Bersaudari tertawa kecil melihat Dewa Binatang yang berhasil digoda. Lalu melihatnya menuju ke kamar mandi. Mereka berempat menyusulnya...
Dewa Binatang telah keluar dari dalam Dunia Jiwa, melayang di luar angkasa sambil menatap ke arah Planet Peliades. Karena sudah mengetahui titik koordinatnya, maka dia menggunakan skill teleportasi jarak jauh.
Saat ini, dia tidak lagi memikirkan istrinya karena semuanya telah bersatu. Yang dipikirkannya, hanya ingin meningkatkan kekuatan secepat mungkin, sebelum Peperangan Global terjadi.
Waktu tersisa tinggal 90 tahun. Apakah Dewa Binatang mampu mencapai tingkat Hyper Omega dalam kurun waktu itu?
__ADS_1