God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Senang Dikejar-kejar.


__ADS_3

Bab 254. Senang Dikejar-kejar.


Zhi Xiu Juan menatap wajah Ling An yang serius saat mengobati lukanya. Ada rasa hormat dihatinya karena tubuhnya yang terlihat tidak membuat Ling An bernafsu. Tidak seperti pria pada umumnya, saat melihat tubuhnya yang berpakaian sopan, masih saja memicu hasrat para pria.


"Kenapa kau melindungiku dan mengabaikan keselamatanmu sendiri?" teguran Ling An sambil membersihkan luka Zhi Xiu Juan di bagian pinggang kanan.


Zhi Xiu Juan meringis menahan sakit ketika lukanya di pinggang diobati dengan menggunakan energi yang tidak pernah diketahuinya. Ling An menggunakan energi Kekuatan Jiwanya untuk penyembuhan.


Dia melihat pinggangnya yang robek akibat serangan Guan Menghu. Darah segar mengalir dengan cepat berhenti. Kemudian, kulitnya yang robekan dengan cepat menutup.


Melihat kemampuannya itu, Zhi Xiu Juan baru sadar jika Ling An adalah entitas yang terlahir dalam rupa tanaman jiwa. Wajar jika memiliki kemampuan untuk menyembuhkan berbagai macam luka dan penyakit dalam waktu singkat.


Yang membuatnya kagum, seluruh lukanya juga ikut pulih, bahkan tidak meninggalkan bekas luka. Rasa sakit juga menghilang seperti tidak pernah terluka. Apa yang dilakukannya melebihi khasiat Pil Penyembuh yang sering dibuatnya.


Sebagai seorang Alkemis, Zhi Xiu Juan merasakan kekuatan Jiwanya juga meningkat dratis, naik dua kali lipat daripada sebelumnya. Karena tidak memiliki basis kultivasi Kekuatan Jiwa, ia tidak tahu berada di tingkat apa kekuatan jiwanya.


"Lain kali, utamakan diri sendiri sebelum melakukan sesuatu!" Ling An telah selesai menyembuhkan seluruh luka Zhi Xiu Juan.


Walaupun dia berkultivasi, selama ini kesadarannya selalu waspada terhadap orang-orang yang mengejarnya. Dia akan berhenti berkultivasi jika guanya ditemukan. Ling An juga tahu saat Zhi Xiu Juan selalu mengunjunginya dan tinggal di gua dekat dengan pintu masuk.


Zhi Xiu Juan bingung harus menjelaskan seperti apa, dia hanya bisa berkata sambil duduk, "terima kasih!"


"Tingkatkan kekuatanmu," kata Ling An sambil memberikan bola kristal energi milik kelima murid Perguruan Heiwu yang dibunuhnya.


Zhi Xiu Juan menatap wajah Ling An yang berbulu seperti kera. Air matanya mengalir karena kebaikannya. Jika dia tidak bertemu dengan Ling An, tidak mungkin kekuatannya setara dengan murid senior Perguruan Heiwu.


Kebaikannya waktu itu belum bisa membalasnya, saat ini Ling An kembali membantunya. Dan, Zhi Xiu Juan bingung harus memberikan apa sebagai ganti kebaikannya.


Melihat Zhi Xiu Juan meneteskan air mata, ada rasa sakit di hati Ling An. Perasaan ini seperti rasa sayang seorang anak ke ibunya sehingga ingin selalu melindunginya. Walaupun ia sadar betul bahwa wanita ini bukanlah ibu yang melahirkannya.


Ling An mengusap air mata Zhi Xiu Juan dengan lembut. Merasakan kasih sayang darinya, Zhi Xiu Juan memeluk erat Ling An. Karena baru pertama kali bersentuhan dengan wanita di kehidupannya ini, Ling An diam mematung dan hanya mendengar suara tangisannya.


Ling An baru tersadar saat merasakan dada kenyal Zhi Xiu Juan menekan dadanya yang berbulu. Ia pun membalas pelukannya karena merasakan kehangatan kasih sayang seorang ibu ke anak.


"Kenapa menangis, apakah Ibu masih sakit?" tanya Ling An spontan.


Sontak membuat Zhi Xiu Juan melepaskan pelukannya, wajahnya memerah karena malu dan juga tidak suka dipanggil ibu, sebab dia masih perawan dan belum memiliki kekasih.


"Aku bukan Ibumu, enak saja kalau bicara?!" bentakan Zhi Xiu Juan dengan nada lirih, tapi bukan berarti membencinya.


"Hahaha!" tawa Ling An yang senang melihat wanita marah.


Zhi Xiu Juan mendorong dada Ling An karena ditertawakan, ia memalingkan wajah lalu tersenyum bahagia, dan wajah semakin merah karena memeluk pria untuk pertama kalinya.


"Apakah ini yang namanya jatuh cinta?" batin Zhi Xiu Juan yang tumbuh benih-benih asmara yang belum pernah dialaminya, dan buka rasa cinta kepada orang tuanya, lebih dari itu.


Ling An berhenti menertawakan Zhi Xiu Juan saat merasakan beberapa orang mendekati guanya. Dengan Mata Surgawi, ia melihat Yao Ningqiao bersama dengan tiga wanita. Tidak jauh dari Yao Ningqiao, terpaut jarak 300 meter, Ling An melihat Yu Tien, Hu Samhok dan dua pria muda yang mengendap-endap.


"Berkultivasi lah di sini." Ling An segera berdiri dan berniat untuk bermain-main dengan murid-murid Perguruan Heiwu.


"Tidak. Itu lebih berguna untukmu!" tolak Zhi Xiu Juan sambil memegang tangan kanan Ling An, dia tidak ingin menerima kebaikannya karena sulit untuk membalas.


"Itu tidak berguna untukku dan lebih bermanfaat bagimu!" Ling An memang tidak membutuhkan bola kristal energi tingkat Dewa Mutlak karena kekuatan berada tingkat Sang Kekosongan.


"Ini... Tapi ini masih bermanfaat untukmu!" Zhi Xiu Juan kebingungan harus berkata apa.


"Ibu, ambillah! Anggap saja sebagai hadiah dari anakmu ini!" goda Ling An yang berpura-pura mengiba.


"Apa kamu bilang? Coba ulangi lagi?" Zhi Xiu Juan menjadi marah dan segera berdiri, ia menatap wajah Ling An seolah-oleh menemukan mangsa yang siap diterkam.

__ADS_1


"Wow, tubuh yang indah! Kenapa tidak sekalian saja pakaian robek dilepaskan agar aku bisa memanjakan mata!" kekaguman Ling An saat melihat dada Zhi Xiu Juan hampir seluruhnya terlihat, dadanya naik turun karena amarah.


"Cabul... Cabul... Kera mesum!" bentakan Zhi Xiu Juan sambil menyerang Ling An, tapi tidak serius.


Namun Ling An segera kabur ke luar gua. Melihat punggungnya, kemarahan Zhi Xiu Juan seketika menghilang dan digantikan dengan senyuman bahagia.


"Bagaimana aku membalas kebaikanmu?" teriak Zhi Xiu Juan sebelum Ling An keluar.


"Jadilah kekasihku! Hahaha!"


Zhi Xiu Juan diam mematung sambil melihat Ling An yang telah keluar dari gua. Setelah tidak melihatnya, dia bergumam, "jangankan menjadi kekasih, nyawa pun kuberikan tanpa ada penyesalan!"


Sekali lagi, ia tersenyum bahagia dan melihat pakaiannya yang memang mengundang hasrat kaum pria. Pantas saja Ling An mengagumi tubuhnya. Seandainya Ling An adalah pria lain, kondisinya seperti ini sudah pasti dimanfaatkan oleh mereka. Hal yang tidak ingin dibayangkannya.


Zhi Xiu Juan segera melepaskan pakaiannya yang compang-camping. Lalu dia mengeluarkan pakaian baru dan segera pakai. Setelah itu, dia segera berkultivasi dengan menyerap energi dari lima kristal tingkat Dewa Mutlak...


Ling An segera menjauh dari guanya. Lalu menebaskan tombaknya ke arah Yao Ningqiao yang akan naik ke lereng menuju guanya. Merasakan adanya serangan, Yao Ningqiao dan ketiga sahabatnya segera melihat ke arah sumber serangan. Mereka segera terbang mundur sebelum bilah energi tombak mengenainya.


Boom...


Ledakan keras ketika serangan dari Ling An mengenai lereng sehingga menciptakan goresan panjang. Yao Ningqiao, Chen Huifen, Hu Yue Lian dan Guan Liqin melihat Ling An yang berbaring di atas Tombak Jiwa Berlian Petir.


"Apa kalian merindukanku?" tanya Ling An sambil mengacungkan jari telunjuk sebagai isyarat menantang untuk mendatanginya.


"Ling An...!" teriakan kemarahan dari Yao Ningqiao karena diserang secara tiba-tiba.


"Apa?" sahut Ling An tanpa ada rasa bersalah telah menyerang.


Yao Ningqiao dan ketiga sahabatnya terbang dengan kecepatan tinggi ke arah Ling An. Mereka melepaskan pukulan berenergi tinggi. Ling An tidak sedikitpun takut dengan serangan mereka, ia menjentikkan jari sehingga serangan mereka meledak sebelum mendekatinya.


Boom boom boom boom...


"Apakah aku terlalu tampan sehingga kalian begitu mengagumi wajahku?" goda Ling An sambil membelai wajahnya sendiri.


Yao Ningqiao dan ketiga sahabatnya semakin marah dan jijik karena Ling An sangat narsisme, dan belum pernah bertemu dengan orang seperti ini.


"Di mana Xiu Juan?" tanya Yao Ningqiao dengan nada tinggi sambil melihat Tombak Ilahi yang mengeluarkan serat-serat petir untuk menopang tubuh Ling An.


"Siapa dia, cewek apa cowok?" Ling An berpura-pura tidak mengenal dengan orang yang dicari oleh keempat wanita itu, melirik mereka yang perlahan mendekatinya.


"Xiu Juan adalah murid wanita Perguruan Heiwu, dia yang kau culik setelah membunuh kelima rekan kita!" jelas Hu Yue Lian sambil mengeluarkan pedangnya dari cincin dimensinya.


"Diculik? Siapa yang menculiknya? Apakah kalian juga mau aku culik?" Ling An heran dituduh menculik, ia segera duduk bersila di atas tombaknya dan matanya menjelajahi seluruh tubuh keempat wanita itu.


Yao Ningqiao dan ketiga sahabatnya bergidik saat melihat tatapan mata Ling An yang seakan-akan ingin memangsanya. Mereka dengan kompak memeriksa seluruh tubuhnya yang tidak memperlihatkan kulitnya, dan pakaiannya masih sangat sopan.


"Mesum...!?" bentakan Yao Ningqiao yang segera menyerah Ling An dengan mengayunkan cambuknya.


Lalu diikuti oleh Guan Liqin dan kedua sahabatnya. Mereka menggunakan senjata andalannya untuk menyerang Ling An. Ketika ujung cambuk milik Yao Ningqiao dekat dengan leher, Ling An dengan segera memegang ujung cambuk.


Merasakan kekuatan Ling yang melemahkan energinya, Yao Ningqiao kaget karena senjatanya adalah Artefak Bintang 5 tahap Menengah, seharusnya dalam kendalinya. Belum sempat Yao Ningqiao bereaksi, Ling An menari cambuknya dengan hentakan cepat.


Akibatnya Yao Ningqiao tertarik ke depan dan jatuh di pelukan Ling An. Dia segera berontak agar lepas dari dekapan Ling An. Namun, Ling An dengan cepat melilitkan cambuk untuk mengikat kedua tangannya.


Lalu kedua kakinya juga diikat hingga tertekuk ke belakang menempel di pantatnya. Tidak berhenti di situ, Ling menyatukan tangan dan kakinya yang terikat. Yao Ningqiao dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri namun cambuknya menolak untuk kendur.


"Lepaskan aku baji ... Hmm!!"


Tiba-tiba, Ling An mencium bibir Yao Ningqiao sebelum selesai memaki, ia memegang tengkuk Yao Ningqiao agar tidak berontak dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Tubuh Yao Ningqiao bergetar hebat karena baru pertama kali dicium oleh pria. Kedua matanya terbelalak melihat wajah Ling An yang sangat dekat. Dia merasakan lidah Ling An berusaha untuk masuk ke dalam mulutnya. Ia ingin berteriak keras namun bibirnya diblokir oleh bibir Ling An.


Guan Liqin, Hu Yue Lian dan Chen Huifen untuk sesaat syok melihat Ling An yang mencium bibir Yao Ningqiao sahabatnya. Mereka segera kembali menyerang Ling An dengan kemarahan meluap-luap.


Dengan pikirannya dan tanpa melepaskan ciumannya, Ling An memerintahkan kepada Tombak Jiwa Berlian Petir untuk menjauh dari ketiga wanita itu sebelum senjata mereka mengenai lehernya.


Tombak Jiwa Berlian Petir melaju dengan segera, tidak terlalu cepat agar ketiga wanita itu terus melihat Ling An mencumbu Yao Ningqiao. Dengan segala kemampuan dan kekuatan penuh, ketiga wanita itu melepaskan serangan jarak jauh ke arah Ling An.


Namun, Tombak Jiwa Berlian Petir dengan mudah menghindari serangan mereka, bahkan berhenti sejenak setelah serangan mereka gagal, lalu kembali melesat dengan kecepatan sedang.


Di kejauhan, Yao Zheng sangat murka melihat calon istrinya dicium oleh Ling An. Dia memerintahkan pengawalnya untuk membunuh Ling An. Keempat pengawalnya dengan segera mengejar Ling An, mereka juga ikut murka karena perlakuan Ling An sangat tidak terpuji.


Yao Ningqiao melotot karena dada kanannya dipegang oleh Ling An dengan cara kasar sehingga terasa sakit. Dia dengan segera berusaha untuk menggigit bibir Ling An yang mengunci mulutnya. Namun, selalu gagal untuk menggigit bibirnya.


Yao Ningqiao tidak menyerah, terus berusaha menggigit bibir Ling An, demikian juga dengan Ling An yang menghindar dan kembali menciumnya. Jadilah mereka berdua bertarung gigit untuk bisa saling menggigit.


Swosh Swosh Swosh Swosh...


Empat pengawal Yao Zheng mengepung Ling An. Sebelum mereka menyerang, Tombak Jiwa Berlian Petir berputar-putar, lalu mengeluarkan serat-serat petir yang melesat ke arah keempat pengawal itu. Kali ini daya rusak petir lebih kuat dari sebelumnya.


Cedarrr... Cedarrr...


Petir menggelegar keras ketika menghujani tubuh keempat pengawal itu. Mereka tidak sempat menghindar karena kalah cepat. Alhasil, mereka berteriak kesakitan karena sekujur tubuhnya seperti tertusuk ribuan jarum yang membara.


Guan Liqin dan kedua sahabatnya berhenti mendadak, tertegun melihat empat pengawal itu setingkat Sang Kekosongan dengan mudahnya dilukai, walaupun tidak sampai terbunuh.


Ketiga wanita itu melihat tubuh keempat pengawal itu banyak jejak lubang karena tersambar petir, lubang di tubuh mereka mengeluarkan darah segar.


Swosh...


Tombak Jiwa Semesta Petir melesat sebelum para pengawal itu kembali menyerang. Ketiga wanita itu buru-buru mengejarnya karena tidak ingin Yao Ningqiao sahabatnya dilecehkan terus oleh Ling An.


"Bodoh, cepat kejar!?" bentakan Yao Zheng kepada pengawalnya yang gagal menyelamatkan calon istrinya yang belum pernah disentuhnya, tetapi sudah disentuh oleh pria lain.


Empat pengawal itu segera mengejar Ling An sambil menelan Pil Penyembuh. Di dalam hati mereka, jelas kaget karena Ling An telah mencapai kekuatan yang setara dalam waktu lebih dari 10 tahun. Padahal, terakhir bertemu, kekuatan Ling An sangat jauh di bawahnya.


Munculnya Ling An dan Tombak Ilahi di Pegunungan Dantian segera disebarkan oleh Yu Tien dan ketiga temannya. Dalam waktu singkat, berita itu tersebar luas di Kota Baojie.


Beberapa penduduk kota dengan semangat menyebar berita ini, mereka berharap Kota Baojie kembali ramai seperti dulu sebelum munculnya lubang segitiga. Penduduk Kota Baojie melihat Tombak Jiwa Berlian Petir melintasi kotanya.


Mereka terbelalak melihat tombak yang dianggap suci digunakan tempat bagi Ling An dan Yao Ningqiao untuk bermesraan. Mereka tidak tahu jika Yao Ningqiao berusaha untuk melepaskan diri dari Ling An.


Karena desas-desus Tombak Ilahi diciptakan oleh Dewa Tertinggi sehingga dianggap suci. Dan seharusnya diperlakukan dengan benar dan dihargai, bukan dijadikan tumpuan tubuh untuk bermesraan seperti ini.


"Lepaskan aku, bajingan?!" bentakan Yao Ningqiao yang akhirnya berhasil lepas dari ciuman Ling An.


Namun, Yao Ningqiao terpesona melihat wajah Ling An berubah drastis, menjadi sangat tampan melebihi ketampanan gurunya. Kemarahannya perlahan sirna melihat wajahnya yang sangat tampan.


Namun, itu hanya sesaat saja, dan Ling An kembali jelek dengan banyak bulu di wajahnya. Yao Ningqiao tersadar dari keterkejutannya. Ia kembali berusaha untuk melepaskan tangan yang diikat dengan cambuknya sendiri, pandangan kembali tajam melihat Ling An.


"Kamu cantik kalau marah!" pujian Ling An dengan tulus.


"Guruuu...!!" teriakan Yao Ningqiao yang sangat keras agar gurunya menyelamatkannya.


Ling An kembali mencium bibir Yao Ningqiao agar tidak berteriak. Di belakangnya banyak orang yang mengejarnya, hal yang selalu dirindukan olehnya saat berkultivasi, rindu dikejar-kejar oleh banyak orang, terutama dikejar oleh wanita.


Tombak Jiwa Semesta Petir menukik ke bawah. Saat berada di hutan, tombak meliuk-liuk setiap kali menghindari pepohonan di depannya. Orang-orang yang mengejar tertinggal jauh, tapi mereka melihat ke mana arah tombak melaju.


Diam-diam, tangan kiri Ling An merobek pakaian Yao Ningqiao sedikit demi sedikit, lalu menempelkan setiap robekan pakaian di ranting pohon. Dia memberikan tanda untuk orang yang dikehendakinya...

__ADS_1


__ADS_2