God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Mengungkapkan Diri.


__ADS_3

Bab 96. Mengungkapkan Diri.


Dewa Binatang tidak tertarik dengan pertempuran itu. Saat ini, dia bersama istrinya yang dipimpin oleh Putri Liangyi sudah berada di dalam Kota Chu. Melihat Putri Liangyi bersama pria tampan, banyak orang yang ingin mendekat tetapi selalu dihalangi oleh pengawal keluarga kerajaan.


Melihat banyak orang berjualan mainan dan juga kembang gula, Tian She Meili turun dari punggung ayahnya, lalu ia berserta ibu-ibunya membeli apapun yang menarik mata.


Lan Qisheng mengikuti Tian She Meili karena tidak tahu jika orang tuanya telah mendampingi putrinya. Ia keheranan melihat Tian She Meili berbicara dengan seseorang yang seakan-akan ada di sisi kanan dan kiri, padahal tidak ada orang di sisinya.


Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Putri Liangyi dengan berjalan beriringan dengan Dewa Binatang, lalu ia berbicara, "oh iya, Tuan Muda bagaimana dengan kesepakatan kita?"


"Kamu lihat kan gadis kecil itu? Dia adalah Ular Surgawi...," jawab Dewa Binatang dan berhenti berbicara, saat melihat Putri Liangyi berhenti berjalan karena terkejut.


Putri Liangyi tak pernah menduga jika gadis kecil itu adalah perwujudan dari Ular Surgawi. "Pantas saja gadis itu sangat kuat!" batinnya dan kembali berjalan.


"Untuk masalah menanggani Roh-roh iblis, aku sudah memiliki solusi lain. Aku memiliki peliharaan yang mampu menyerap Roh-roh iblis. Jika kamu mau, aku akan memberikannya secara gratis sebagai ganti kesepakatan kita. Untuk masalah Raja Arwah, biar menjadi urusan pengawalku!" lanjutnya dengan memberikan solusi kepada Putri Liangyi.


Putri Liangyi tidak segera menjawab tawaran Dewa Binatang, sebab sedang berpikir. Di dalam hatinya, ia kecewa karena tidak mendapat Ular Surgawi, tapi mau bagaimana lagi, ia juga belum tentu mampu menaklukkan Ular Surgawi. Selain itu, ia juga tidak berhak memaksa kehendaknya sendiri hanya untuk kepentingan pribadi.


Peliharaan yang dikatakan oleh Dewa Binatang adalah Tapir Pemangsa Jiwa, binatang yang sudah lama dimilikinya. Walaupun tidak sekuat Ular Surgawi, Tapir Pemangsa Jiwa masih mampu mengalahkan Roh-roh iblis dengan mudah, baginya roh iblis dan jiwa kehidupan adalah makanannya.


"Peliharaan jenis apa itu?" tanya Putri Liangyi sebelum menerima tawaran.


"Tapir Pemangsa Jiwa. Binatang ini mudah dijinakkan, penurut, tetapi berbahaya bagi roh iblis dan jiwa penasaran. Kamu cukup memberikan makan seekor domba setiap hari!" jawab Dewa Binatang yang sedikit memberikan penjelasan kepada Putri Liangyi.


"Tapir Pemangsa Jiwa? Bukankah itu juga salah satu binatang suci kasta prajurit?" seruan Putri Liangyi yang tampak mengetahui tentang binatang ini.


"Benar. Apakah kamu mau?"


"Tentu... Tentu aku mau! Kapan aku bisa memilikinya?" jawab Putri Liangyi dengan tergesa-gesa karena bersemangat.


Segera Dewa Binatang mengeluarkan cincin dimensi yang mampu menampung mahkluk hidup, di dalamnya ada sepasang Tapir Pemangsa Jiwa yang siap untuk dikembangbiakkan.


"Ada dua pasangan di dalamnya. Kamu tinggal memberikan energi spiritual ke dalam cincin dimensi sebagai bentuk kontrak jiwa!" terang Dewa Binatang sambil memberikan cincin dimensi kepada Putri Liangyi.


Dengan senang hati Putri Liangyi menerima cincin dimensi yang sangat indah. Hatinya sangat bahagia karena memiliki dua ekor Tapir Pemangsa Jiwa. Selain itu, ia tidak memiliki cincin dimensi dikarenakan ahli Pandai Besi di kerajaan tidak mampu membuatnya.


"Terima kasih!" ucap Putri Liangyi setelah menerima cincin dimensi, ia segera memegang erat sambil mengalirkan energi spiritual ke dalam cincin dimensi.


Waktu pun berlalu dengan cepat, tidak terasa hari akan menjelang malam. Tian She Meili dan ibu-ibunya telah puas membeli apapun yang dilihatnya. Saat ini, mereka sudah dekat dengan kediaman Ye Jiali.


Ye Jiali dan Lei Jihan sudah menunggu kedatangan Dewa Binatang dan Putri Liangyi. Ternyata, Ye Jiali menyewa banyak tenaga kerja untuk membantu mempersiapkan jamuan makan malam untuk Putri Liangyi dan Dewa Binatang.


Lei Jihan melihat kedua tangan Tian She Meili yang sedang memegang kembang gula, secara bergantian memakan kembang gula.

__ADS_1


"Apakah kakak Jihan mau?" tawaran Tian She Meili saat disambut oleh ibu dan anak


"Itu kembang gula kesukaanku!" Lei Jihan malu harus menerima tawaran Tian She Meili.


Lei Jihan terkejut melihat banyak kembang gula bermunculan di depan matanya.


"Itu untuk kakak, aku baru beli banyak," kata Tian She Meili.


Kemudian, Ye Jiali mempersilakan Dewa Binatang dan rombongannya masuk. Kediaman Ye Jiali telah berubah total dan berbeda saat pertama kali kunjungan Dewa Binatang.


Saat berada di dalam rumah, Putri Liangyi dan Lan Qisheng terkejut bukan main saat melihat kemunculan 20 wanita cantik. Tian She Meili segera memperkenalkan ibunya kepada Putri Liangyi dan Lan Qisheng.


Setelah Putri Liangyi dan Lan Qisheng tenang dan bisa menerima kehadiran 20 istri Dewa Binatang, suasana malam menjadi makin meriah dikediaman Ye Jiali.


"Apa yang akan kamu lakukan jika Galaksi Arcadia tiba-tiba terjadi bencana?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu pemikiran Putri Liangyi, sebab kedatangannya di planet ini untuk membalas dendam atas perbuatan Kaisar Bowen dan Dewa Api Phoniex.


Karena tidak tahu tujuan Dewa Binatang yang sebenarnya, Putri Liangyi menjawab tanpa ada keseriusan, "bencana bisa saja terjadi di benua manapun. Jikalau memang terjadi bencana, rakyat jelata jelas dan keluarga kerajaan menjadi prioritas utama untuk diungsikan terlebih dahulu!"


"Bagaimana jika bencana itu terjadi dengan disengaja?" tanya Dewa Binatang yang ingin tahu tindakan Putri Liangyi.


Putri Liangyi tidak segera menjawab karena berpikir. Setelah beberapa waktu merenung, ia pun angkat bicara, "apa kesalahan kami harus menerima bencana yang disengaja?"


"Karena kesalahan seorang pemimpin, bisa saja bencana yang disengaja itu terjadi. Karena perbuatan satu orang, imbasnya sudah pasti dirasakan oleh ribuan orang. Apakah kamu tahu siapa orang itu?"


Putri Liangyi menatap wajah Dewa Binatang, di dalam pikirannya bermunculan banyak pertanyaan. Lalu ia mengaitkan apapun yang selama ini sudah terjadi di Galaksi Arcadia.


Pertanyaan Dewa Binatang, seketika membuka pemikiran Putri Liangyi, di mana pertanyaan sebelumnya tertuju kepada Kaisar Bowen. Raut wajahnya berubah menjadi sangat serius sambil menatap wajahnya, lalu melihat semua istrinya.


"Kalian ... Siapa kalian yang sebenarnya?" sambil bertanya, Putri Liangyi segera menjauhi Dewa Binatang dan istrinya.


Tiba-tiba muncul seorang wanita yang kecantikannya tidak kalah dengan istri Dewa Binatang, dan wanita itu adalah Bao Yaoyao nenek moyang Galaksi Arcadia.


Kemunculannya membuat Putri Liangyi dan Lan Qisheng tercengang melihat nenek moyang Kerajaan Arcadia masih hidup. Baru saja Bao Yaoyao keluar dari dalam Dunia Jiwa, datang Sha Meyleen dan rombongannya, mereka juga tercengang melihat nenek moyang mereka ada di sini.


Segudang pertanyaan bermunculan di pikiran mereka. Apa hubungan antara putra pedagang Cheng Bei dengan Bao Yaoyao? Itu salah satu pertanyaan besar dibenak mereka.


Sedangkan Putri Liangyi, pemikirannya langsung memahami perkataan Dewa Binatang, di mana bencana yang disengaja terjadi karena perbuatan Kaisar Bowen.


"Dewa Binatang... Anda adalah Dewa Binatang yang ditakuti oleh Kaisar Bowen!" tebakan tepat dari Putri Liangyi.


Sha Meyleen dan rombongannya yang baru tiba kembali tercengang mendengar perkataan Putri Liangyi, dua peristiwa dalam satu waktu yang sulit untuk diterima akal pikiran mereka.


"Iya, akulah Dewa Binatang!" ungkap Dewa Binatang sambil menghampiri putrinya yang terlihat mengantuk karena kekenyangan.

__ADS_1


"Aku penguasa Galaksi Aurora, namaku Yuna Aurora, istrinya!" ungkap Yuna Aurora yang juga memiliki dendam kepada Kaisar Bowen.


Serempak semua orang berlutut di hadapan Dewa Binatang karena ketakutan, takut kesalahan Kaisar Bowen dilimpahkan kepada mereka. Mereka tidak menyangka malam ini berhadapan langsung dengan Dewa Binatang dan istrinya.


"Jangan takut! Kami datang hanya untuk Song Bowen dan Sun Quan. Berdiri!" perintah Qin Diao Chin tanpa beranjak dari tempat duduknya.


Setelah itu, Yuke kembali mengeluarkan domain energi untuk memblokir kediaman Ye Jiali. Lalu ia berbicara kepada semua orang tentang tujuan datang ke Galaksi Arcadia.


...****************...


Di tempat lain, pertempuran dua kerajaan akhirnya dimenangkan oleh Mao Zedong, di mana dia mengalahkan Dewa Api dan Dewa Air. Awalnya dia kewalahan sebelum kedua Dewa itu menunjukkan jati dirinya yang telah dikendalikan oleh Raja Arwah.


Sebagai pemilik garis darah Ras Iblis, dominasinya lebih kuat dari Roh-roh iblis yang mengendalikan kedua Dewa itu. Pedang Penguasa Api dan peta kuno pun masih mampu dipertahankan.


Sedangkan Raja Guang, dia melarikan diri sebelum detik-detik utusan dari Alam Suci dikalahkan oleh Mao Zedong. Yang mengenaskan, Duke Manchu terbunuh di tangan Raja Genjo dengan mudah.


Kerugian besar jelas dialami oleh pihak Raja Guang, kehilangan dukungan dan seorang Duke. Berita kekalahan Raja Guang di Pegunungan Larswood terdengar penduduk Kota Chu, berita itu dengan cepat menyebar...


Kekalahan Dewa Api dan Dewa Air jelas diketahui oleh Raja Arwah yang sedang bersembunyi setelah dikalahkan oleh pasukan khusus Kekaisaran Dewa Binatang.


Saat ini, Raja Arwah bersembunyi jauh dari wilayah kedua kerajaan, tepatnya di bagian selatan Galaksi Arcadia, masuk wilayah Samudera Obsidian. Dia berada pulau yang tidak berpenghuni, hanya ada binatang buas yang tidak bisa keluar dari pulau.


"Sial... Sial... Kenapa Dewa Binatang tiba-tiba muncul di saat aku sedikit lagi menjadi penguasa di tempat ini!?" kemarahan Raja Arwah sambil menghancurkan apapun di sekitarnya.


Karena amarahnya, kabut hitam membunuh banyak binatang buas di pulau itu. Dia tahu tentang Dewa Binatang karena mendapatkan informasi dari rekannya yang jauh dari Galaksi Arcadia, rekannya itu telah berhasil menguasai Galaksi Kecebong karena Ancestor Adalvino Altair telah pergi ke Alam Suci.


Ancestor Adalvino Altair membawa banyak pasukan yang berjumlah hampir 500 juta prajurit, dia juga membawa serta keluarga besarnya. Bisa dikatakan ini adalah perpindahan skala besar.


Raja Arwah telah diperingatkan oleh rekannya agar tidak mengusik Dewa Binatang, namun dia enggan meninggalkan Galaksi Arcadia karena sudah mengeluarkan banyak upaya.


Raja Arwah membuang nafas secara kasar karena tidak menerima semua ini. Setelah itu, dia menenangkan pikirannya.


"Lord Dark Matter... Apa yang harus hamba lakukan?" gumamnya yang berharap mendapatkan bantuan dari penguasanya untuk mengalahkan Dewa Binatang.


"Kembali. Belum waktunya kita menunjukkan jati diri!"


Terdengar suara Lord Dark Matter dibenak Raja Arwah. Seketika dia berlutut sambil membenturkan kepalanya di tanah berulangkali


"Baik, Yang Mulia!" jawabnya dan langsung berubah menjadi kabut hitam yang melesat ke langit.


Raja Arwah meninggalkan Galaksi Arcadia karena perintah dari Lord Dark Matter...


...****************...

__ADS_1


Yuke dan Bao Yaoyao telah selesai berbicara dan juga memberikan perintah kepada Sha Meyleen dan Putri Liangyi. Setelah tahu tujuan kedatangan Dewa Binatang, Sha Meyleen, Putri Liangyi beserta rombongan sedikit lega.


Kemudian, suasana pun kembali meriah dikediaman Ye Jiali. Dan aktor utama yang membuat suasana menjadi meriah jelas karena Tian She Meili yang sekarang akrab dengan Lei Jihan.


__ADS_2