God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Pengalaman Dewa Penghancur.


__ADS_3

Bab 128. Pengalaman Dewa Penghancur.


Dewa Binatang melihat Dewa Ilusi memimpin semua ahli Formasi Array dari Alam Suci.


Sebagai seorang ahli Formasi Array tertinggi, di tingkat Supreme Formasi God tahan Menengah, dan juga sebagai guru bagi semua Dewa, Dewa Ilusi memberikan instruksi kepada anggotanya untuk membuat Formasi Kurungan, Formasi yang dikhususkan untuk memenjarakan Dewa Binatang.


Yang perlu diketahui di setiap peringkat profesi, setelah tingkat Celestial Supreme tahap puncak, adalah tingkat Sovereign God (Alchemist, Formasi Array, Beast Tamer dan Smelting), setelah itu tingkat Supreme God, dan terakhir adalah tingkat Almighty God (seperti Almighty God Alchemist, Almighty God Formasi dan seterusnya).


Dibandingkan dengan Dewa Ilusi, Dewa Binatang memang kalah dalam hal peringkat keahlian, saat ini dia di tingkat Sovereign God Formasi tahap Puncak. Selisih dua tahap bukan sesuatu yang mudah untuk dilampaui oleh Dewa Binatang dan semua orang, membutuhkan waktu lama dan pengalaman untuk mencapai setiap tahapan.


Wajar saja Dewa Binatang kalah karena faktor usia yang lebih muda daripada Dewa ilusi. Tetapi, jika dibandingkan dengan kejeniusan, jelas Dewa Binatang jauh lebih jenius daripada Dewa Ilusi.


Dan, peringkat profesi tertinggi yang dicapai oleh Dewa Binatang dalam bidang Beast Tamer, berada di tingkat Almighty God Beast Tamer tahap puncak. Bergelar seorang Dewa bagi semua jenis binatang, jelas dia lebih unggul dari siapapun.


Sedangkan di dua prosesinya, Dewa Binatang berada di tingkat Supreme God Alchemist tahap Menengah, dan profesi Pandai Besi berada di tingkat Supreme Smelting God tahap puncak.


Secara keseluruhan di bidang keahlian dan juga sebagai Kultivator jenius, jelas Dewa Binatang bisa dikatakan sebagai over power. Itu tidak termasuk kekuatan jiwa yang dimilikinya. Pencapaiannya ini berkat memiliki Batu Keabadian, yang mana memberikan kekuatan jiwa yang lebih cepat dari semua kultivator di dunia manapun.


Dewa Binatang melihat dan mempelajari ilmu dan pengalaman yang dimiliki oleh Dewa Ilusi, berharap mendapatkan pencerahan untuk meningkatkan keahliannya dalam Formasi Array.


Saat ini, Dewa Ilusi tidak hanya membuat satu Formasi Kurungan di dasar Lubang Neraka, tetapi juga membuat Formasi yang sama di luar Lubang Neraka. Tujuannya, dengan Formasi berlapis, diharapkan Dewa Binatang tidak bisa kabur dari wilayah Gurun Pembakaran.


Seandainya, jika bukan atas nama Dewa Penghancur, Dewa Api jelas tidak memiliki wewenang untuk mengundang banyak ahli Formasi Array dari Alam Suci, dia hanya bisa mengundang Dewa Ilusi karena faktor persahabatan.


Nama Dewa Penghancur sebagai calon Pelindung Alam Semesta, jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi semua kultivator, bahkan statusnya lebih tinggi daripada Pengadilan Surga, dan termasuk Kaisar Langit itu sendiri.


Dulu, sewaktu berada di Galaksi Aurora, Dewa Binatang pernah berkata kepada istrinya, bahwa ada tiga kultivator yang kekuatannya setara dengannya. Ketiga calon Pelindung Alam Semesta itulah orangnya yang dibicarakan oleh Dewa Binatang.


Dewa Binatang mengetahui informasi itu dari keluarganya, waktu itu dia bertemu dengan keluarganya saat berada di Benua Jiang Shan. Ibunya yang bernama Zhi Xiu Juan, neneknya yang bernama Guan Shilla, kakeknya yang bernama Zhi Houcun yang dikenal dengan sebutan Kakek Excel sang penyelamat, dan ayahnya yang bernama Tian Bo.


Mereka berempat adalah orang yang memberikan informasi tentang ketiga lawan bagi Dewa Binatang di masa depan.

__ADS_1


Tetapi, Dewa Binatang belum mengetahui jika ada empat orang yang lebih kuat daripada ketiga calon Pelindung Alam Semesta, mereka adalah orang yang pertama menjabat sebagai Pelindung Alam Semesta. Hingga saat ini keempat orang tersebut tidak diketahui oleh siapapun, mereka akan muncul ketika Alam Semesta terancam punah.


Tetapi yang perlu diketahui, keempat orang itu berasal dari Alam Kudus, utusan langsung dari Kuil Alam Kudus. Entah siapa namanya, mereka sangat dirahasiakan, bahkan Tian Lihua dan ketiga saudarinya tidak mengetahui. Keluarga Dewa Binatang juga tidak pernah membicarakan tentang mereka berempat.


Calon Pelindung Alam Semesta, nama yang baru didengarkan oleh Dewa Binatang dan semua istrinya, mereka tidak tahu sejak kapan terbentuknya pelindung itu. Yang jelas, rumor mengatakan, terbentuknya pelindung itu untuk mengatasi dan menanggulangi Peperangan Global, yang akan terjadi 90 tahun lagi. (jika tidak adanya fenomena alam yang akan merubahnya, itu pernah terjadi ketika Dewa Binatang berada di Alam Tianwu).


Dewa Ilusi begitu sibuk dengan memberikan arahan kepada semua ahli Formasi Array, dia juga memberikan contoh secara langsung bagaimana membuat simbol-simbol Formasi Kurungan.


Setelah waktu satu hari berlalu, Dewa ilusi menyelesaikan satu Formasi Kurungan, tinggal satu lagi yang akan dipasang di luar Lubang Neraka. Saat ini, Formasi Kurungan di dasar Lubang Neraka tinggal diaktifkan. Rencananya, diaktifkan ketika yang berada di luar telah terselesaikan. Tujuannya, agar kedua Formasi tersebut saling terkoneksi.


Dewa Binatang yang selalu mengawasi, tidak pernah membuang kesempatan ini, dia selalu mempelajari dan juga praktik dengan menirukan gerakan tangan Dewa Ilusi.


Menurut keterangan dari Dewa Ilusi, Formasi Kurungan itu berada di tingkat Supreme Formasi God tahan Rendah, satu tahap berada di bawah pencapaiannya. Dewa Ilusi sengaja membuat setingkat itu, dikarenakan khawatir akan gagal, sebab pemahamannya tentang tingkat Supreme Formasi God tahan Menengah belum mencapai 100%.


Daripada membuat tahap menengah dan mengalami kegagalan, serta keburu Dewa Binatang keluar dari Dunia Jiwa, Dewa Ilusi tidak akan membuang kesempatan ini. Maka dari itu, dia membuat Formasi Kurungan di tingkat Supreme Formasi God tahan Rendah.


Menurutnya dan sesuai dengan pengalamannya, Formasi setingkat itu sudah mampu memenjarakan Dewa Binatang.


Nah, setelah Dewa Binatang berhasil ditangkap, baru Dewa Ilusi, Dewa Penghancur dan yang lainnya menuai hasilnya, dengan mendapatkan Batu Keabadian beserta semua harta yang dimiliki oleh Dewa Binatang.


Dewa Binatang tidak tahu bagaimana mereka begitu benci kepadanya, dan bagaimana caranya Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa berhasil membuat mereka terprovokasi. Tetapi yang diketahui oleh Dewa Binatang, semua ini terpicu karena Batu Keabadian dan Kekuatan Jiwa miliknya.


"Tidak semudah itu kalian bisa merebut apa yang sudah menyatu denganku! Walaupun kalian berhasil mendapatkannya, belum tentu bisa memilikinya!" cibiran Dewa Binatang setelah mengetahui rencana Dewa Ilusi dan Dewa Api.


Dewa Binatang melihat ke arah Dewa Api, yang mana kekuatan musuhnya ini tiba-tiba menurun, dari tingkat Half Super Omega level 12 menjadi Half Super Omega 2. Melihat itu, dia menduga jika kekuatan Dewa Api didapatkan dari Dewa Penghancur, kekuatan yang sementara.


"Hahaha! Sudah habis batas pemakaiannya, sayang sekali, sayang sekali!" ejek Dewa Ilusi saat kekuatan Dewa Api kembali seperti semula.


"Ini gara-gara penjahat itu. Seharusnya dia tidak sembunyi sebelum kekuatan kembali seperti semula!" alasan Dewa Api yang justru membuat Dewa Ilusi tertawa terpingkal-pingkal.


"Kamu ini sebenarnya cerdas, tetapi kadang-kadang menjadi tolol secara mendadak! Dan lebih sering tololnya yang keluar! Hahaha!" Dewa Ilusi kembali tertawa setelah mengejek sahabatnya.

__ADS_1


Dewa Api jelas malu diejek di depan Kepala Suku Dewa Api dan seluruh anggotanya. Namun, dia tidak membalas ejekan sahabatnya. Untuk mengalihkan pembicaraan, dia pura-pura berkultivasi, serta memblokir telinganya agar tidak mendengar ejekan.


Sebelum Formasi Kurungan diaktifkan, Dewa Binatang keluar dari dalam Dunia Jiwa, dengan wujud menjadi udara. Dia bergerak secara halus dengan merapatkan tubuh di dinding Lubang Neraka, menuju ke luar.


Sebenarnya, Dewa Binatang bisa saja keluar dengan wujud aslinya, tidak harus berubah menjadi udara, sebab basis kultivasinya lebih kuat dari mereka, bahkan Dewa Penghancur bukan lagi lawannya.


Hanya saja, dia melakukan ini untuk mempelajari teknik yang dimiliki oleh Dewa Ilusi. Bagi Dewa Binatang, mendapatkan ajaran serta pengetahuan dari orang yang ahli jelas sangat berharga, ini seperti menimba ilmu secara gratis.


Akan tetapi, gerakan udara yang sangat halus itu dirasakan oleh Dewa Api, dia mampu merasakan karena Formasi Sihir. Segera dia membuka matanya dan melihat lokasi Dewa Binatang yang menjadi udara. Tetapi, dengan Mata Dewa yang dimilikinya, dia tidak melihat wujud siapapun, semuanya yang dilihatnya tampak normal.


"Aneh! Apa aku terlalu khawatir saja!" gumam Dewa Api yang keheranan dengan dirinya sendiri.


Karena tidak menemukan apapun yang mencurigakan, dia kembali memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan Dewa Penghancur. Tetap, dia kembali membuka mata karena nalurinya mengatakan jika ada bahaya mendekati.


"Apakah Dunia Jiwa bisa digerakkan selama pemiliknya berada di dalam?" konsultasi Dewa Api dengan Dewa Penghancur, dia menduga-duga jika Dewa Binatang memiliki kemampuan untuk menggerakkan Dunia Jiwa.


"Tidak. Selama pemilik Dunia Jiwa tinggal di dalamnya, dia tidak akan mampu menggerakkan Dunia Jiwanya, tetap berada di tempatnya semula sebelum masuk. Menurut pengetahuan yang kuterima saat pendidikan di Kuil Alam Kudus, jika Dunia Jiwa yang telah berevolusi ke tingkat menengah, maka si pemilik mampu menggerakkan Dunia Jiwanya, namun masih dalam batas normal yang bisa terdeteksi oleh lawan...," jawab Dewa Penghancur dan menjelaskan sesuai apa yang diketahuinya selama ini.


Ya, Dewa Penghancur adalah satu-satunya orang dari Alam Suci yang pernah tinggal di Alam Kudus. Saat itu, dia sengaja dibuat pingsan terlebih dahulu sebelum singgah di Alam Kudus. Oleh karena itu, dia tidak tahu lokasi keberadaan Alam Kudus hingga kini.


Selama berada di Alam Kudus untuk menerima pendidikan, dia tidak pernah sekalipun keluar dari Kuil Alam Kudus, selalu belajar dan belajar. Tidak ada waktu untuk menjelajahi wilayah Alam Kudus.


Menurut pengalaman selama tinggal di Kuil Alam Kudus, suasananya sangat berbeda jauh daripada di Alam Suci, tempat yang bisa dikatakan masih alami, melimpah dengan oksigen, energi spiritual begitu padat.


Siapapun yang tinggal di sana, sudah dipastikan akan lebih mudah meningkatkan kekuatan. Yang membuatnya kagum dan terheran-heran, bayi yang baru lahir telah memiliki kekuatan setingkat Dewa Sejati, itu bayi dari rakyat biasa, bukan dari kalangan menengah.


Sayangnya, Dewa Penghancur tinggal di Kuil Alam Kudus tidak lama, hanya selama 1 tahun. Setelah itu, dia dikirim kembali ke Alam Suci dalam keadaan tak sadarkan diri. Oleh karena itu, dia tidak bisa menjelajahi wilayah Alam Kudus, hidupnya hanya untuk meningkatkan kekuatan. Pencapaiannya saat ini, berkat tinggal di Kuil Alam Kudus.


Yang diketahuinya, penghuni di Alam Kudus mayoritas bukan orang sembarang, walaupun hanya seorang rakyat biasa, mereka dengan mudah mengalahkan Dewa-dewi yang tinggal di Alam Suci.


"... Bisa dibayangkan betapa mengerikannya mereka jika dibebaskan untuk berkeliaran di Alam Semesta, aku sendiri tidak mau membayangkannya. Yang pasti, Dunia Jiwa di tingkat puncak... Menurut pengetahuanku selama pendidikan di sana, Dunia Jiwa di tingkat itu luasnya seperti Alam Semesta, sangatlah subur di dalamnya, mampu digerakkan tanpa terdeteksi oleh kultivator setingkat kita. Tetap, kamu jangan khawatir! Untuk mencapai Dunia Jiwa setingkat itu, membutuhkan waktu miliaran tahun, hidup dan mati harus dilewati secara berulang-ulang. Sungguh hidup membosankan jika harus mati dan hidup kembali melebihi sembilan siklus Samsara! Yang harus kamu ketahui, belum ada seorang pun yang mampu memiliki Dunia Jiwa tingkat puncak, bahkan di Alam Kudus tidak ada. Ya, itulah pengalamanku dan pengetahuan yang kudapatkan selama tinggal di sana."

__ADS_1


Dewa Penghancur akhirnya selesai menceritakan pengalamannya selama tinggal di Alam Kudus. Diakhir ceritanya, membuat Dewa Api sedikit lega, karena tidak lagi khawatir apa yang baru saja dirasakannya.


Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Dewa Penghancur tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa rahasia yang pasti tidak mungkin dipublikasikan oleh pihak Kuil Alam Kudus...


__ADS_2