
Bab 115. Kedatangan Dewa Api Asyura dan Dewa Api Neraka.
Qin Diao Chin mendampingi putrinya agar tidak ceroboh dan dalam bahaya ketika pertempuran sedang berlangsung. Di kanan dan kirinya didampingi oleh karakter-karakter yang berasal dari Benua Jiang Shan (Galaksi Asal Muasal).
Mereka adalah, Daji dari Ras Iblis, Chang'e yang dijuluki si Gadis Kotor, Seng Huaran si Gadis Naga, dan Fang Yin si Gadis Angsa. Sebelum bertemu dengan Dewa Binatang (Excel Shimo), mereka berempat adalah wali penjaga Benua Jiang Shan.
Steward Yan segera mundur karena takut melihat wanita-wanita itu, terutama kepada Qin Diao Chin. Walaupun kekuatan istri-istri Dewa Binatang tidak dikeluarkan, samar-samar dia masih dirasakannya, jauh lebih kuat darinya.
Leon Vendetta dan Revan Blade tidak mampu berkata-kata saat mengetahui kekuatan militer milik Dewa Binatang sangat mengerikan, lebih kuat dan tangguh dari pasukan pembunuh bayaran yang telah dilatihnya.
"Kita lebih unggul dalam jumlah, tetapi apakah mampu mengalahkan mereka?" tanya Revan Blade kepada Leon Vendetta.
"Mereka kurang dari 250 ribu prajurit. Secara teknis, tidak mungkin mengalahkan 1 juta prajurit. Masalahnya, lawan lebih unggul dalam hal basis kultivasi dan perlengkapan perang. Kurasa, kita hanya bisa bertahan sampai bala bantuan tiba. Aktifkan Formasi Perlindungan dan Patung Dewa Alam Suci!" jawab Leon Vendetta yang telah mengukur kekuatan lawannya, dan diakhiri perintah kepada Revan Blade.
Kekuatan militer Kota Moon memang berjumlah lebih dari satu juta prajurit, belum termasuk persenjataan canggih. Dan, apa yang dikatakannya memang benar, memang jumlah prajurit tetapi kalah dalam basis kultivasi serta perlengkapan perang.
Tanpa banyak bicara, Revan Blade segera melaksanakan perintah dari Leon Vendetta...
"Jika kalian tidak ingin mati hari ini, tinggalkan Living Moon, dan jangan melakukan kejahatan lagi!" hardik Daji kepada semua penduduk dan kultivator.
Tanpa banyak bicara, banyak penduduk yang sudah ketakutan segera berlarian menjauhi medan perang. Namun sebagian masih bertahan karena mengharapkan hadiah dari pemimpin Living Moon.
"Paman Ma Xiniu, pimpinan pasukan penghancur Formasi pertahanan lawan!" perintah Chang'e si Gadis Kotor.
Ma Xiniu adalah Unicorn Badak yang juga berasal dari Benua Jiang Shan. Statusnya saat ini sebagai seorang jenderal pasukan darat, memimpin pasukan binatang Unicorn Badak yang spesialisnya merusak pertahanan lawan.
Dia juga mengenakan zirah perang bersayap, demikian juga dengan pasukannya yang memiliki persenjataan canggih seperti roket dan rudal. Senjata-senjata itu terpasang di bagian kedua sisi perut dan punggung.
Sebelum Ma Xiniu memerintahkan pasukannya untuk memulai penyerangan, Steward Yan terlebih dahulu memerintahkan penduduk dan kultivator yang masih bertahan untuk menyerang.
"Serbu!!" teriakan Steward Yan yang memberikan perintah.
Karena hadiah besar, rasa takut pun menghilang. Kemudian, penduduk dan kultivator menyerang sambil berteriak-teriak untuk menyemangati diri sendiri.
"Hancurkan barisan pertama!" perintah Ma Xiniu kepada seluruh pasukan Unicorn Badak.
Segera, pasukan Unicorn Badak bergerak dan melewati Qin Diao Chin dan yang lainnya. Kemudian, mereka berhenti di depan sambil mengunci targetnya.
Ketika jarak musuh telah memasuki jarak tembakan. Persenjataan Unicorn Badak meluncurkan roket dan rudal ke arah targetnya...
__ADS_1
Boom boom boom boom...
Rentetan ledakan ketika roket dan rudal mengenai targetnya. Penduduk dan kultivator yang kurang persiapan dalam perang ini, seketika mereka meregang nyawa, sebagian terpental ke berbagai arah dengan luka parah.
Dalam sekali serangan, barisan terdepan lawan menjadi kocar-kacir. Yang masih hidup dan terluka, segera mundur. Saat ini, barisan kedua lawan adalah robot dan drone, jumlahnya lebih dari pasukan binatang.
"Hancurkan besi-besi itu!" perintah Ma Xiniu setelah barisan pertama lawan dikalahkan.
Unicorn Badak segera berlari ke depan sambil mengunci targetnya, jumlahnya mencapai angka 50 ribu binatang.
Pasukan robot dan drone yang dikendalikan oleh manusia, segera bergerak menargetkan pasukan Unicorn Badak...
Boom boom boom boom...
Kembali, suara ledakan terdengar keras ketika kedua belah pihak saling melepaskan tembakan. Karena Unicom Badak dilengkapi dengan sayap, mobilitasnya lebih tinggi ketika menghindari serangan lawan. Sebaliknya dengan lawan yang pergerakannya kaku, terlambat untuk menghindari serangan.
Tian She Meili buru-buru menghabiskan kembang gula karena ingin ikut bertempur. Akan tetapi, sebelum ia maju, Qin Diao Chin mencegahnya sambil berkata, "robot-robot itu mudah untuk ditangani oleh Unicorn Badak! Tunggu sampai barisan kedua dikalahkan. Lawanmu adalah barisan ketiga, prajurit itu cocok dijadikan latihan!"
Tian She Meili mengurungkan niat karena ucapan ibunya memang benar. Ma Xiniu sebagai Jenderal Darat, tidak ikut bertempur dan hanya memantau pasukan Unicorn Badak.
Dewa Binatang dan Tian bersaudari tetap berada di tengah Lembah Dinding Merah, mereka melihat dan berkomentar tentang lawannya. Mereka tidak sendirian, ada Loi Annchi si Thunderbird, Bao Xue si White Tiger Snow, Bao Yu Ratu Rubah Bulan, ada juga Han Xing dan Han Chun, Jing Jiao si Ratu Phoniex, dan ada sekitar 20 istrinya yang ikut melihat. Ada juga Lotus Bao, Xi He dan Qin bersaudari.
Wanita-wanita itu berasal dari Benua Jiang Shan, mereka tidak dibawa oleh orang tuanya karena telah berkumpul saat Dewa Binatang menjalani siklus Samsara.
"Kapan pasukan kedua bergerak?" tanya Loi Annchi yang saat ini berubah wujud asli menjadi Thunderbird, dan bertengger di bahu suaminya.
"Kapanpun bisa menyerang. Tergantung perintah Qin Lianshi!" jawab Dewa Binatang yang tidak terlalu tertarik mengalahkan Distrik Dota II karena lawannya tak sebanding dengan pasukan kekaisarannya.
Dewa Binatang hanya terfokus kepada Kota Moon karena patung Dewa Alam Suci. Sedangkan untuk Leon Vendetta dan Revan Blade, cukup dilawan oleh Qin Diao dan keempat istrinya, maka 99% sudah dipastikan akan menang.
Ketika Qin Diao Chin memulai peperangan, Qin Lianshi juga telah bergerak ke Distrik Dota II. Saat ini, pasukan Jenderal Sun Yao si Raja Kera Emas telah memulai penyerangan tanpa menunggu perintah dari Qin Lianshi.
Dengan brutal, pasukan binatang kera memporak porandakan Distrik Dota II yang memiliki pasukan militer sebanyak 600 ribu prajurit, sedang pasukan binatang kera hanya berjumlah 150 ribu ekor...
Setelah waktu lewat setengah jam, pasukan Unicorn Badak berhasil mengalahkan barisan kedua lawan. Robot dan drone menjadi barang rongsokan yang tidak berguna, menumpuk di medan perang. Sedangkan pasukan Unicorn Badak, mengatur barisan dan bersiap untuk menyerang kembali.
Steward Yan yang melihat kekalahan pasukannya, selalu menoleh ke belakang untuk melihat adik iparnya, berharap ada perintah untuk mundur.
Saat ini, barisan ketiga yang tersisa yang akan selalu mengikuti Steward Yan sebagai pemimpinnya, jumlahnya lebih dari satu juta prajurit yang siap mati, walaupun ada rasa takut di hati ketika melihat keganasan pasukan Unicorn Badak.
__ADS_1
"Komandan, perang terbuka seperti ini sangat merugikan pihak kita. Alangkah baiknya strategi berikutnya, bertahan di dalam Formasi Perlindungan dan melancarkan serangan balik ketika lawan kelelahan!" saran seorang Jenderal Besar, namanya adalah Blanc Jeon.
Steward Yan berpikir sejenak mendapatkan saran dari Blanc Jeon. Sebelum mengalami kerugian besar dan mati konyol, saran ini memang langkah yang tepat karena lawannya jauh dari ekspetasinya.
"Mundur!" perintah Steward Yan yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
Sebelum pasukannya diperintahkan untuk mundur ke dalam Formasi Perlindungan kota, patung Dewa Alam Suci mengeluarkan cahaya benderang dan bunyi dengungan.
Kemudian, muncul lubang hitam yang keluar dari perut patung Dewa Alam Suci. Dari lubang hitam itu, keluar dua pria tua utusan dari Maharaja Yaksa, lalu keluar pasukan Iblis yang jumlahnya lebih dari dua juta prajurit.
Utusan itu adalah Dewa Api Neraka, dan Dewa Api Asyura. Kekuatan mereka melebihi Leon Vendetta, berada di tingkat True Omega level 90. Sedangkan pasukan Iblis, kekuatan terendah di tingkat Dewa Absolute hingga True Gama, sungguh kekuatan yang mengerikan bagi siapapun.
Kedatangan bala bantuan, membuat Leon Vendetta dan seluruh pasukannya kegirangan. Steward Yan kembali mengurungkan niat untuk mundur. Kedatangan bala bantuan dari Alam Suci, membuatnya bersemangat.
Qin Diao Chin memerintahkan Ma Xiniu untuk mundur di belakangnya bukan karena takut, melainkan mempersiapkan diri sebelum bertempur dengan pasukan Iblis.
Kedua utusan itu mengangguk-anggukkan kepala setelah disambut oleh Leon Vendetta dan Revan Blade, setelah itu mereka melihat pasukan Kekaisaran Dewa Binatang.
"Terima kasih sudah mau menerima permintaan kami! Ya, seperti yang sudah Yang Mulia sekalian lihat, mereka adalah musuh kita, pasukan milik Dewa Binatang...!" sapa Leon Vendetta dengan tulus dan sedikit menerangkan kekuatan lawan.
Melihat bala bantuan dari Alam Suci telah tiba, Dewa Binatang dan istrinya tidak terkejut maupun gentar menghadapi lawannya, malahan dia tersenyum tipis karena yang datang bukan tandingannya, cukup istri-istrinya saja yang melawan kedua utusan itu, Dewa Api Neraka dan Dewa Api Asyura.
Qin Zhu segera berdiri, lalu ia berkata, "biarkan kita yang melawan kedua Dewa itu. Sisanya, biar saudari Qin Diao Chin yang menanggani!"
Qin Yang ikut berdiri dengan semangat, sudah lama tidak bertarung seperti ini. Kemudian, disusul oleh Loi Annchi, Bao Yu, Bao Xue, Jing Jiao dan yang lainnya, mereka juga ikut berdiri, tidak mungkin mereka berdiam diri melihat kesenangan ini.
"Sesuaikan kekuatanmu, jangan terlalu terekspos!" pesan Dewa Binatang yang tidak ingin lawannya tahu kekuatan Qin bersaudari yang berada di tingkat Half Super Omega (Ranah Tanpa Batas), lebih kuat dari True Omega.
"Aku paham!" jawab Qin Yang dan segera melesat ke arah Qin Diao Chin, lalu disusul oleh saudari-saudarinya.
Di Distrik Dota II, Qin Lianshi telah berhasil menguasai kota itu, dan banyak lawan yang menyerah sebelum terbunuh. Jenderal Sun Yao menduduki Distrik Dota II setelah Qin Lianshi kembali berkumpul di Lembah Dinding Merah.
Saat ini, Qin Lianshi memberikan laporan hasil kemenangan. Dewa Binatang memberikan pujian serta pelukan sebagai bentuk apresiasi. Qin Lianshi melihat saudari-saudarinya siap untuk melawan pasukan Iblis, ia segera bergabung.
"Kekuatan militer dari Alam Suci ini, apakah sudah yang terbaik?" tanya Yuna Aurora yang tiba-tiba setelah keluar dari dalam Dunia Jiwa, ia telah selesai berkultivasi.
Dewa Binatang tersenyum melihat Yuna Aurora, Yuke dan semua istrinya yang baru keluar. Kedua istrinya ini telah memulihkan seluruh kekuatannya yang berada di tingkat True Omega, setara dengan Qin Diao Chin.
"Perkiraanku, mereka hanya umpan meriam untuk melihat kekuatan kita!" jawab Dewa Binatang sambil melihat kedua utusan dari Maharaja Yaksa.
__ADS_1
"Waktu yang tepat untuk menguji kekuatanku. Suami, aku akan ikut berpartisipasi!" pamit Yuna Aurora dan di anggukan oleh Dewa Binatang.
Yuna Aurora dan yang lainnya segera menyusul Qin Diao Chin yang menunggu lawan menyerang terlebih dahulu...