God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Tewasnya Dewa Surgawi.


__ADS_3

Bab 257. Tewasnya Dewa Surgawi, Lahirnya Omniverse Mata Empat.


Ling An berada di dalam gua sambil memeluk pinggang Zhi Xiu Juan yang belum sadarkan diri. Ia melambaikan tangan kanannya. Muncul tanaman jiwa yang dulu menjadi tempat kelahirannya dan juga tempat tidurnya.


Ia membaringkan tubuh Zhi Xiu Juan di tengah bunga jiwa. Delapan daun bunga jiwa membungkus Zhi Xiu Juan. Di dalam, tubuhnya diselimuti oleh energi kekuatan jiwa.


Yao Ningqiao yang menyusul Ling An, melongo melihat tanaman jiwa yang tidak pernah dilihatnya di Tiga Alam. Ia merasakan jiwanya menjadi damai karena pengaruh energi tanaman itu.


"Jaga dia selama proses pemulihan!" pinta Ling An kepada Yao Ningqiao.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Yao Ningqiao.


"Baik-baik saja, hanya butuh waktu dua hari paling lama untuk memulihkan kondisinya!" jelas Ling An.


"Syukurlah. Aku masih terngiang-ngiang mendengar tulangnya saat diremukkan mahkluk itu!" ujar Yao Ningqiao sambil membayangkan bagaimana Zhi Xiu Juan mengalami rasa sakit yang teramat sangat.


"Mahkluk apa itu?" selidik Ling An.


"Aku tidak tahu dan tidak pernah melihatnya!" jawab Yao Ningqiao.


Tapi, ia sebenarnya mendengar ketiga sahabatnya saat membicarakan rambut pemberian dari gurunya. Ia sengaja tidak memberitahukan kepada Ling An karena khawatir akan membalas dendam kepada gurunya. Selain itu, dia juga belum jelas mengenai mahkluk itu.


Ling An menatap mata Yao Ningqiao yang bergerak-gerak dan tidak berani melihatnya saat menjawab. Ia menduga wanita ini menyembunyikan sesuatu darinya.


"Pria itu ... Hari ini adalah hari terakhirnya. Jika kau tidak terima apa yang akan kulakukan nanti, katakan sekarang dan kita bisa buat perhitungan!" ujar Ling An yang akan membunuh Yu Tien.


"Terserah apa yang akan kamu lakukan kepadanya, itu tidak ada hubungannya denganku! Jika bisa, kau bunuh juga Yao Zheng yang selalu dikawal oleh empat orang pilihan Kepala Suku Wuzhi!" tandas Yao Ningqiao dan berharap Ling An juga membunuh calon suami yang tidak dicintainya.


Seandainya Yao Zheng tewas, ia bisa bebas dan bersaing dengan Zhi Xiu Juan dalam merebutkan hati Ling An. Dia ingin menggunakan tangan Ling An untuk membunuh Yao Zheng. Dengan begitu, ia tidak menimbulkan kemarahan gurunya dan pihak keluarga besar Suku Wuzhi.


"Tolong jaga dia!" tekan Ling An sambil berjalan menuju pintu keluar gua.


"Tunggu!" cegah Yao Ningqiao yang ingin bertanya tentang Mutiara Jiwa, ia memegang tangan kiri Ling An.


Ling An membalikkan badan dan tiba-tiba mencium bibir Yao Ningqiao. Jelas Yao Ningqiao kaget dengan mata melotot melihat wajah Ling An. Namun anehnya, ia merasakan ciumannya kali ini begitu lembut, tidak seperti sebelumnya yang kasar.


Karena kelembutannya, Yao Ningqiao membalas ciumannya sambil memejamkan mata untuk menikmatinya. Ia merasakan lidah Ling An memasuki mulutnya. Namun, ia dengan jelas merasakan Ling An memberikan sesuatu benda dengan mulut. Benda itu terasa kenyal, manis, berbentuk bulat dan seukuran ibu jari orang dewasa.


Ketika masuk ke tenggorokannya, benda itu mencair, meresap ke seluruh jaringan sel-sel darahnya dan organ tubuh. Yang mengejutkannya, benda itu meningkatkan kekuatan jiwanya. Dia merasakan tubuhnya menjadi ringan, damai, penuh dengan energi.


Perasaan yang dialaminya ini belum pernah dirasakannya. Kedua lengan Yao Ningqiao melingkar di leher Ling An, dan tidak ingin ciuman yang nikmat ini berakhir. Ia berharap lebih dari sekedar berciuman.


Bai Ge yang melihat apapun di luar Dunia Jiwa milik Dewa Abadi, selalu mendengus kesal karena cemburu. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat Dewa Abadi yang berciuman.


"Hmm...!" lenguhan teredam saat Yao Ningqiao merasakan dada kanannya dipegang oleh Ling dengan lembut.


Namun, tiba-tiba Ling An berhenti melepaskan pelukannya. Yao Ningqiao merasakan enggan lepas dari pelukannya. Namun, dia segera mengerti kenapa Ling berhenti mencium.


"Apa yang kamu berikan ke dalam mulutku adalah Mutiara Jiwa?" tanya Yao Ningqiao karena akan menerobos naik level.


"Benar. Sekarang, tangan kiriku sudah menjadi milikmu, selamanya! Berkultivasi lah dan jaga dia!" jawab Ling An.


Yao Ningqiao mengangguk paham, lalu ia berinisiatif untuk memeluk erat tubuh Ling An karena sangat bahagia, namun hanya sesaat.


"Kamu mencuri hatiku! Tolong, jangan pernah dilukai dan jaga hati ini!" pinta Yao Ningqiao dengan kedua lengannya melingkar di leher Ling An.


"Dengan nyawaku selalu menjagamu!" jawab Ling An tanpa keraguan.


Lalu ia segera keluar dari gua sambil melambaikan tangan kiri kepada Yao Ningqiao. Yao Ningqiao tersenyum hangat sambil melihat punggung Ling An. Segera ia membalikkan badan dan melihat delapan daun tanaman jiwa terbuka.


Buru-buru ia masuk dan duduk bersila di samping Zhi Xiu Juan yang terbaring dengan damai. Setelah itu, delapan daun kembali menutup menjadi kuncup bunga...

__ADS_1


Ling An berubah menjadi udara saat keluar dari gua. Dengan Mata Surgawi, ia cepat menemukan keberadaan Yu Tien yang tidak jauh dari lokasi guanya. Ia segera menuju ke arahnya karena Yu Tien sendirian, kesempatan baik untuk membunuhnya.


Ling An berada di belakang Yu Tien, ia memegang tombak siap menusuk tulang belakangnya. Namun, ia berhenti saat Yu Tien berbicara sendiri tentang Tian Bo.


"Kenapa kau meninggalkan Tiga Alam? Seandainya kau tahu kekasihmu direbut oleh manusia kera itu, sudah pasti aku akan tertawa di hadapanmu!"


Yu Tien tertawa setelah bergumam sendiri. Lalu dia kembali berbicara sendiri sambil melihat ke lereng yang belum dijelajahinya.


"Kenapa pengelihatan masa depan itu ada sosok guruku, apakah pengelihatanku ini untuk guru?"


Yu Tien kebingungan dengan apa yang dilihatnya saat berkultivasi, pengelihatannya selalu terjadi berulang-ulang. Di pengelihatannya tentang masa depan, ia melihat guru bertarung dengan dua orang kuat.


Dia tidak tahu jika dua orang yang bertarung dengan gurunya adalah Dewa Pemelihara dan Dewa Pencipta. Di dalam pengelihatannya itu, gurunya kesulitan untuk mengalahkan kedua orang kuat itu.


"Oughh... Arghhh..!!"


Tulang belakang Yu Tien tertusuk benda tajam. Ia berteriak kesakitan dan melihat tubuhnya tertembus oleh tombak. Ia menoleh ke belakang dan melihat siapa pelakunya.


"Kau... Kera bajin--" Yu Tien tidak sanggup lagi berkata-kata karena tombak itu menyerap jiwanya.


Sebelum memejamkan mata untuk selamanya, di telapak tangannya muncul rambut pemberian gurunya, lalu mengalirkan energi kabut hitam.


Boom...


Ledakan keras ketika rambutnya itu berubah menjadi Omniverse Mata Tiga. Ling An yang sangat dekat dengan Yu Tien, tubuh terpental ke belakang karena membentur mata kaki dari Omniverse.


"Roarr...!!"


Raungan Omniverse Mata Tiga yang lepas kendali karena Yu Tien tewas setelah memanggilnya. Keempat tangannya meninju apapun di sekitarnya secara acak.


Boom boom boom boom...


Ledakan keras ketika tinju berenergi kekuatan Half Resonance menghancurkan pepohonan purba hingga hancur berkeping-keping. Suara ledakan keras itu terdengar hingga puluhan kilometer, bahkan terdengar jelas di Kota Baojie.


Omniverse Mata Tiga membalikkan badan saat merasakan seseorang di belakangnya, ia melihat Ling An dan segera mengangkat kaki kanannya untuk menginjaknya.


Sebelum terinjak, Ling An segera mundur menghindar telapak kaki raksasa itu. Lalu menebaskan tombaknya ke arah pergelangan kaki Omniverse.


Boom...


Ledakan keras sebelum telapak kaki Omniverse menghantam tanah. Pergelangan kakinya hancur menjadi daging cincang. Ling An kembali mundur sebelum darah hitam Omniverse membasahi tubuhnya.


Setelah mundur sejauh 70 meter, ia yang akan menyerang segera berhenti saat melihat tetesan darah dan daging cincang itu bergerak-gerak. Namun, kali ini tidak menyambung ke kaki Omniverse, melainkan membentuk entitas kehidupan baru, bentuknya seperti janin.


Sedangkan kaki Omniverse Mata Tiga yang hancur, segera tumbuh kaki baru tanpa penyatuan seperti sebelumnya. Ling An syok melihat mahkluk mengerikan ini bisa membelah diri dan menjadi kehidupan baru.


Karena syok, ia tidak bereaksi. Dia melihat puluhan ribu entitas baru dengan cepat menjadi dewasa. Setelah terbentuk sempurna, Ling An melihat tubuh mahkluk itu setinggi 100 meter, memiliki empat mata, dua pasang tangan, dan satu tanduk badak.


Omniverse Mata Empat itu lebih pendek 50 meter dari inangnya, dan kekuatan juga lebih rendah satu tingkat, di tingkat True Delta level 1. Ling An gemetaran karena melihat kengerian di depannya matanya ini.


Ia tidak tahu jika Omniverse Mata Tiga kehilangan kendali atas pemiliknya karena tewas. Tewasnya Yu Tien akan membuka batasan yang dibuat oleh Guru Yao Shen. Akibatnya, bagian tubuh Omniverse yang terluka bisa hidup dan tanpa kendali.


Yang bisa mengendalikan Omniverse Mata Empat dan Omniverse Mata Tiga, hanya Guru Yao Shen si Dewa Perusak yang mampu.


"Grorrr...!!" raungan dari puluhan ribu Omniverse Mata Empat saat menjadi sempurna.


"Roarrr...!!" raungan Omniverse Mata Tiga yang memerintahkan kepada anak-anaknya untuk menyerang Ling An karena telah membunuh tuannya (Yu Tien).


Raungan keras dari puluhan ribu Omniverse mengundang perhatian banyak orang sehingga berdatangan ke arah Tebing Azure. Guan Liqin, Hu Yue Lian, Chen Huifen dan Hu Samhok, mereka tidak jauh dari Tebing Azure, jelas melihat banyaknya Omniverse, mereka mengigil ketakutan dan buru-buru melarikan diri ke arah Kota Baojie.


Ling An yang mengetahui proses terbentuknya Omniverse Mata Empat, jelas tidak ingin melakukan tindakan bodoh sekali lagi dengan menyerang. Karena menjadi incaran Omniverse, ia segera berteleportasi dan muncul di guanya.

__ADS_1


"Roarr...?!" raungan Omniverse Mata Tiga karena Ling An menghilang, ia memerintahkan anak-anaknya untuk menghancurkan semua kehidupan.


Puluhan ribu Omniverse Mata Empat menyebar ke segala arah untuk memangsa seluruh kehidupan yang bergerak. Omniverse Mata Tiga menuju ke arah Kota Baojie karena merasakan aura banyak orang berdatangan.


"Yu Tiennn...!!" Teriakan keras dari Guru Yao Shen yang sangat marah karena tindakan bodoh muridnya itu.


Dia berada di puncak Gunung Dantian dan jelas melihat Yu Tien tewas terinjak Omniverse Mata Tiga. Tubuhnya menjadi lemah karena energi kabut hitam dan spiritual diserap oleh Omniverse Mata Empat.


"Bawa aku kembali!" perintah Guru Yao Shen kepada Naga Azure yang menjadi sahabatnya semenjak remaja.


Guru Yao Shen naik ke leher Naga Azure yang segera terbang ke arah kediamannya. Di kediamannya, ada ruang bawah tanah menuju ke tempat yang dipenuhi dengan energi kabut hitam. Tujuannya untuk memulihkan energinya yang terkuras habis...


Ling An geleng-geleng kepala karena tidak tahu akan menjadi seperti ini, tindakan tanpa disengaja. Dia pikir Omniverse Mata Tiga tidak akan menjadi banyak setelah diserang. Jika tahu jadinya seperti ini, jelas dia tidak akan bertindak ceroboh.


"Penguasa, kenapa harus takut dengan mahkluk lemah itu? Bukankah Anda memiliki kami!" teguran Tombak Jiwa Berlian Petir yang diletakkan di pangkuan Ling An.


Tombak Jiwa Berlian Petir mampu menghancurkan Omniverse jika Ling An si Dewa Abadi mengeluarkan semua kemampuannya, seperti Kuasi Petir Semesta dan Api Semesta. Dengan gabungan dua elemen itu, maka Omniverse tidak akan mampu membelah diri dan meregenerasi.


"Aku masih kaget sehingga tidak berpikiran ke sana! Tunggu, biarkan aku tenang dulu!" alasan Ling An yang sebenarnya belum mengingat tentang kehidupan di masa depannya.


"Walaupun basis kultivasi Anda rendah, dengan adanya kami, Anda tidak perlu khawatir jika berhadapan dengan musuh yang jauh lebih kuat. Yang harus Anda ketahui, kita mampu melukai kultivator tingkat The Great Creator!" Urai Tombak Jiwa Berlian Petir agar Ling An tuannya memahami kehebatannya.


"Kamu memang hebat!" pujian Ling An agar tombaknya tidak terus-menerus melebihkan diri sendiri, sebab ia sudah tahu.


Jika tidak memahami senjatanya, jelas Ling An tidak mampu memprovokasi orang kuat seperti Dewi Semesta yang kekuatannya jauh di atasnya.


Tombak Jiwa Semesta Petir kegirangan karena dipuji dan dibelai oleh tuannya, ia segera terbang memutari tubuh Ling An yang duduk di tanah. Setelah puas, ia menempel di punggung tuannya, lalu mengeluarkan serat-serat petir agar mengikat dirinya dengan tuannya.


Ling An melihat bunga tanaman jiwa, yang mana di dalamnya Yao Ningqiao terhanyut dalam kultivasi. Kekuatannya telah meningkat dua level. Sedangkan Zhi Xiu Juan, ternyata sudah siuman dan ikut berkultivasi karena mendapatkan lagi Mutiara Jiwa darinya.


"Kekasihku yang cantik-cantik! Bahagianya hidup ini memiliki mereka dan tombak hebat!" rasa syukur Ling An yang beruntung mendapatkan anugerah ini.


Ujung tombak mengangguk sebagai respon terhadap pujian tuannya. Ling An tertawa melihat tingkah tombaknya seperti orang saja.


Yao Ningqiao dan Zhi Xiu Juan tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar. Mereka bahkan tidak mendengar apapun di luar karena kuncup bunga tanaman jiwa memblokir kebisingan. Di dalam kuncup bunga, mereka ingin selamanya berkultivasi karena sangat damai dan nyaman.


"Karena aku sudah memiliki kalian, maka ketiga wanita itu sebagai cadangan saja," kata Ling An yang membicarakan tentang Guan Liqin, Hu Yue Lian dan Chen Huifen.


Seandainya Yao Ningqiao tidak menjadi kekasihnya, dia berencana menjadikan ketiga wanita sebagai pasangan Dao. Dia membutuhkan wanita untuk dijadikan pasangan Dao saat berkultivasi ganda.


Energi Yin wanita yang dibutuhkan Ling An untuk mengisi energi Kekuatan Jiwanya. Karena energinya masih penuh dan jarang digunakan, untuk saat ini dia tidak perlu berkultivasi ganda.


Ling An segera memeriksa cincin dimensi milik Yu Tien. Di dalamnya, terdapat lebih dari 10.000 koin emas, beberapa botol giok berisi Pil Kultivasi, Penyembuh dan Pemulih Energi Spiritual. Semua pil itu baginya tidak bermanfaat, sebab tubuhnya mampu meregenerasi jika terluka, bahkan bisa lebih cepat daripada Omniverse saat meregenerasi.


Namun, dari semua harta Yu Tien yang tidak banyak, ada benda yang menarik perhatian Ling An. Ia segera mengambil benda berbentuk bundar diameternya 12 cm.


Ling An belum ingat jika benda itu adalah Cakram Bintang seperti miliknya yang tersimpan di dalam Dunia Jiwa. Yu Tien dan Tian Bo memiliki Cakram Bintang dari seseorang utusan Dewa Perusak.


"Akhirnya aku membunuhnya!" gumam Ling An sambil mengotak-atik Cakram Bintang.


Setelah membunuh Yu Tien si Dewa Surgawi, Ling An merasakan kepuasan di hatinya. Seandainya tidak ada puluhan ribu Omniverse, sudah pasti dirinya akan tertawa.


Bai Ge yang sehati, sejiwa dan raga dengan Dewa Abadi, sampai tidak bisa membendung air mata bahagia. Dia merasakan bagaimana hati Dewa Abadi ketika istri-istrinya waktu itu menjadi korban kekejamanmu Dewa Surgawi dan Dewa Langit.


Yang tidak diketahui oleh Ling An dan Bai Ge, Yu Tien yang telah menjadi daging cincang menjadi serpihan kunang-kunang yang dalam sekejap menghilang. Oleh karena itu, Guru Yao Shen tidak bisa mengambil mayat muridnya itu.


Yu Tien tidak akan bisa bereinkarnasi lagi dikarenakan Tombak Jiwa Berlian Petir menyerap jiwanya. Sedangkan Yu Tien di kehidupan masa depan, telah diurus oleh para Kitab Suci untuk menjalani hukum berat, yaitu hukuman mati tanpa bisa bereinkarnasi.


Yu Tien si Dewa Surgawi telah membunuh miliaran kehidupan demi ambisi pribadi dan atas perintah Dewa Perusak. Perbuatannya tidak bisa diampuni, dan tidak ada grasi.


Bahkan, historis kehidupan Dewa Surgawi dihapus dari catatan sejarah oleh Kitab Suci, keturunannya dihilangkan ingatannya agar tidak menjadi bibit-bibit baru yang mengacaukan seluruh alam semesta.

__ADS_1


Saat ini, tinggal Dewa Langit yang belum dibunuh oleh Dewa Abadi. Seorang Dewa yang kekejamannya melebihi Dewa Surgawi...


__ADS_2