God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Menyelamatkan Zhi Xiu Juan.


__ADS_3

Bab 256. Menyelamatkan Zhi Xiu Juan.


Guan Liqin dan kedua sahabatnya terus-menerus berteriak memanggil Ling An. Mereka mengikuti jejak potongan pakaian milik Yao Ningqiao sehingga menuju ke Tebing Azure.


Mereka tidak lagi menemukan potongan pakaian Yao Ningqiao saat berada di bibir jurang, dekat dengan pintu masuk ke gua. Mereka tidak bisa melihat gua karena tertutupi oleh akar-akar pohon dan semak belukar. Selain itu, energi Kekuatan Jiwa milik Ling An menghalangi pandangan mata.


Ling An yang akan menemui mereka dihentikan oleh Yao Ningqiao saat bertanya dengan nada genit, bahkan berani memeluk lengan kanannya dengan mesra.


"Bisakah kamu membantuku meningkatkan kekuatan seperti saudari Qiao?"


Zhi Xiu Juan segera menarik bahu kiri Yao Ningqiao agar jauh dari Ling An, ia jelas cemburu. Tapi Yao Ningqiao semakin erat memeluk lengan Ling An.


"Bukankah kamu memiliki guru? Minta saja kepadanya!" jawab Ling An yang tidak mengerti apa yang diinginkan oleh Yao Ningqiao.


"Guru tidak memiliki Mutiara Jiwa!" jelas Yao Ningqiao.


Akhirnya Ling An mengerti keinginan Yao Ningqiao. Dipikirannya muncul keinginan untuk menjadi Yao Ningqiao kekasihnya. "Apa untungnya bagiku?" Tanyanya dan melirik pinggang ramping Yao Ningqiao yang terlihat karena pakaiannya ia robekan sebelumnya.


"Apa yang kamu inginkan?" tantang Yao Ningqiao.


"Ling An tidak lagi memiliki Mutiara Jiwa!" sela Zhi Xiu Juan dengan nada kesal karena Yao Ningqiao tidak mau melepaskan lengan Ling An.


"Apakah kamu tahu?" sahut Yao Ningqiao bernada ketus dan terpaksa melepaskan lengan Ling An karena pinggangnya dicubit dengan keras oleh Zhi Xiu Juan.


Ling An memeluk pinggang Zhi Xiu Juan agar tidak kesal. Kekesalan Zhi Xiu Juan seketika hilang karena pelukannya, bahkan sengaja mencium bibir Ling An agar Yao Ningqiao cemburu kepadanya.


"Kenapa kau jadi genit seperti ini!" kekesalan Yao Ningqiao, ia menyilangkan kedua tangan ke dadanya sambil memalingkan wajah karena melihat mereka berciuman.


"Ling An, keluar! Lepaskan Ning Qiao dan juga Xiu Juan!"


Di luar gua, ketiga sahabat Yao Ningqiao dan Zhi Xiu Juan terus-menerus memanggil Ling An tanpa lelah, dan nada teriakannya dari waktu ke waktu semakin keras.


Ling An berhenti berciuman. Lalu ia melihat wajah Zhi Xiu Juan yang suam-suam kuku karena terhanyut dalam hasrat untuk berhubungan lebih dari sekedar berciuman.


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Yao Ningqiao yang tidak menyerah untuk mendapatkan Mutiara Jiwa, ia yakin Ling An memilikinya.


Ia melihat Zhi Xiu Juan menyandarkan kepala di bahu Ling An yang memeluk pinggang sahabatnya dengan tangan kanan. Zhi Xiu Juan menjulurkan lidah ke arahnya dengan maksud mengejek.


Ingin rasanya Yao Ningqiao meremat bibir sahabatnya ini yang berubah total sikapnya, tidak seperti dulu selalu tegas kepada pria yang mendekati. Bahkan selalu menghindari Tian Bo yang di anggap tampan di kalangan sesama murid.


"Tangan kananku untuk Xiu Juan, dan tangan kiriku bebas," kata Ling An, lalu melihat kecantikan Yao Ningqiao yang bisa dikatakan setara dengan Zhi Xiu Juan.


Tetapi kedua wanita itu tidak mengalahkan kecantikan Putri Mahatma, apalagi Dewi Semesta. Ling An tidak lagi memikirkan Putri Mahatma karena dirinya bukan pria pilihan.


Baginya, mengejar satu wanita yang tidak memilihnya hanya akan membuang-buang waktu dan pikiran, dan masih banyak wanita lain yang bisa menjadi kekasihnya. Ketika Putri Mahatma mengungkapkan pria pilihan kepada Dewi Semesta, Ling An menjadi teringat dengan Zhi Xiu Juan dan menghilangkan kesedihannya.


Sebelum Zhi Xiu Juan marah karena menginginkan Yao Ningqiao menjadi kekasihnya, Ling An berbisik, "kamu tetap yang pertama. Percayalah, aku selalu mengutamakan kamu di hatiku!"


Zhi Xiu Juan tersenyum manis dan mengangguk paham.


Yao Ningqiao paham dengan ucapan Ling An, dia memikirkan keinginannya itu. Melihat wajah Ling An yang seperti ini, jelas bukan pria idamannya, masih jauh dari Yao Zheng yang tidak disukainya.


"Tunjukkan wajah aslimu?" pinta Yao Ningqiao sebelum memutuskan pilihannya.


Ling An dan Zhi Xiu Juan melihat Yao Ningqiao yang begitu serius, mereka tidak paham dengan ucapan. Khususnya Ling An, ia memang tidak tahu wajah aslinya. Wajah asli keluar akibat Kitab Kultivasi Ganda yang akan aktif ketika birahinya muncul.


"Ini wajah aslinya! Jika kau melihat seseorang dari penampilannya saja, mata hatimu buta! Saudari Qiao, dari penampilannya yang buruk, ada sesuatu yang sangat baik dan mulia dibaliknya. Hilangkan pikiranmu yang selalu menghina orang!?" kegeraman Zhi Xiu Juan.


"Inilah diriku yang sebenarnya. Jika kamu ingin aku memiliki wajah tampan, maaf, aku tidak sanggup!" sambung Ling An dan segera berjalan keluar untuk berurusan dengan ketiga wanita di luar gua.


"Kamu di sini saja!" pinta Ling An kepada Zhi Xiu Juan tanpa peduli lagi dengan Yao Ningqiao.


"Kalian salah paham, bukan begitu maksudku!" Yao Ningqiao sulit untuk menjelaskan keinginannya.


Segera Yao Ningqiao menghadang jalan Ling An. Dengan tiba-tiba, ia mencium bibir Ling An dan memegang tongkat kejantanannya. Ling An jelas kaget bukan karena dicium, melainkan kebanggaannya di pegang oleh tangan kanan Yao Ningqiao, terasa lembut dan nikmat.


Sontak membuat Zhi Xiu Juan marah. Namun, sebelum membentak sambil mendorong tubuh Yao Ningqiao, ia melihat wajah Ling An yang berubah total menjadi sangat tampan.


Melihat wajah Ling An yang menjadi tampan, Yao Ningqiao segera melepaskan tongkat yang dipegangnya terasa mulai mengeras dan membesar, ia juga segera melepaskan ciumannya. Karena tindakannya yang memalukan ini, dan juga baru pertama kali dilakukannnya. Ia membalikkan badannya karena malu.


Dugaannya ternyata benar, jika wajah asli Ling An akan muncul manakala birahinya naik. Dia sengaja melakukan hal memalukan ini untuk membuktikan bahwa ucapannya sesaat lalu tidak bermaksud untuk menghina Ling An.


"Wajahmu...!" seruan Zhi Xiu Juan sambil memegang pipi Ling An dengan kedua tangannya.


Seketika wajah Ling An kembali menjadi jelek saat birahinya mereda. Dia tidak menyangka Yao Ningqiao memegang kebanggaannya. Zhi Xiu Juan kebingungan karena wajah Ling An menjadi jelek lagi.


"Kenapa dengan wajahku?" tanya Ling An sambil menatap mata Zhi Xiu Juan.

__ADS_1


"Wajahmu tadi berubah namun hanya sesaat. Apa kamu menggunakan skill penyamaran fisik?" jawab Ling An yang masih membelai kedua pipi Ling An karena penasaran.


"Tidak. Memangnya kenapa dengan wajahku?" Ling An makin penasaran dengan dirinya sendiri.


"Jika sesuatu yang buruk terjadi kepada sahabatku, kemanapun kau bersembunyi, aku pasti akan memburumu!"


Teriakan keras dari Chen Huifen yang masih mencari keberadaan Ling An, mereka bertiga masih menyusuri Tebing Azure yang dicurigai digunakan sebagai tempat persembunyian Ling An.


"Biarkan aku mengurus mereka. Nanti kita bicarakan lagi," kata Zhi Xiu Juan yang kesal karena teriakan ketiga sahabatnya itu.


Ling An mengangguk sebagai jawaban, ia ingin menyelidiki seluruh tubuhnya untuk mencari tahu keanehannya.


"Urusan kita belum selesai! Ayo ikut!" ancam Zhi Xiu Juan yang telah mengklaim bahwa Ling An adalah miliknya seorang, ia segera memegang tangan Yao Ningqiao agar tidak lagi mendekati Ling An.


"Maaf, aku hanya ingin membuktikannya saja, tidak ada maksud lebih!" dalih Yao Ningqiao, ia sebenarnya mulai suka kepada Ling An setelah tahu wajah aslinya yang sangat tampan.


Setelah mereka pergi, Ling An segera duduk bersila dan memejamkan mata. Kesadarannya memeriksa seluruh jaringan sel-sel organ tubuhnya. Tidak butuh waktu lama, ia melihat jaringan sel-sel darahnya tidak hanya berwarna merah, melainkan ada yang berwarna merah muda.


Setelah tahu penyebab wajah berubah, Ling An akhirnya mengerti bahwa wajahnya berubah karena Kitab Kultivasi Ganda yang telah dimilikinya. Dia segera mengaktifkan Kitab Kultivasi Ganda. Seketika keluar dari pori-pori kulit aroma afrodisiak.


Ling An melambaikan tangan kanannya dan muncul cermin. Dia melihat wajahnya yang berubah total menjadi tampan. Lalu dia menutup pori-pori kulit agar tidak mengeluarkan aroma afrodisiak. Seketika wajahnya kembali seperti semula, menjadi jelek...


Di luar gua, Zhi Xiu Juan sengaja mengajak Yao Ningqiao untuk menjauhi gua sebelum menemui ketiga temannya yang berada di kaki Tebing Azure. Setelah jauh dari gua, mereka berdua terbang menuju ke arah belakang ketiga temannya itu.


"Apakah dia masih memiliki Mutiara Jiwa?" tanya Yao Ningqiao yang ingin tahu dan memastikan bahwa keyakinannya benar.


"Tidak tahu! Apakah tidak ada cara lain untuk membuktikannya? Dia adalah pria satu-satunya yang kucintai, dan aku belum bertindak lebih selain berciuman!" jawab Zhi Xiu Juan dengan nada ketus, dan meminta penjelasannya.


"Aku sudah melihat wajah aslinya tiga kali. Karena kamu tidak percaya, ya terpaksa aku melakukan hal itu!" alasan Yao Ningqiao.


"Sudahlah, jangan dibahas lagi. Awas kalau kamu mencuri kekasihku!" ancaman Zhi Xiu Juan.


"Tangan kirinya masih kosong," kata Yao Ningqiao, lalu mengembangkan senyuman sambil menaikturunkan kedua alisnya.


"Kamu... Oke, kita bersaing secara sehat! Kita tunjukkan siapa yang terbaik untuk Ling An!" tantangan Zhi Xiu Juan tanpa pikir panjang, ia tidak ingin kehilangan Ling An.


"Setuju!" Yao Ningqiao menerima tantangannya.


"Bagaimana dengan Yao Zheng?" tanyanya dan berhasil menjebak Yao Ningqiao.


Yao Ningqiao segera berhenti terbang dan diikuti oleh sahabatnya yang tersenyum penuh kemenangan. "Dia... Aku tidak menyukainya seperti yang kamu ketahui! Aku bebas memilih apapun yang kuinginkan. Jika aku memilih Ling An, sudah pasti itu hasil finalnya!" jelasnya dengan tegas.


Tidak berselang lama, kelima wanita itu berkumpul dengan hati gembira. Melihat Yao Ningqiao dan Zhi Xiu Juan yang baik-baik saja, membuat Guan Liqin dan kedua temannya mencecar banyak pertanyaan.


"Kami lolos darinya saat dia lengah!" alasan Zhi Xiu Juan yang sengaja berbohong.


"Aku sudah memutuskan sejak lama keluar dari Perguruan Heiwu!" lanjutnya.


"Apa alasannya?" tanya Hu Yue Lian.


"Kitab Alam Melahap Jiwa tidak cocok untukku dan justru menghambat kultivasi-ku!" ungkap Zhi Xiu Juan dengan jujur.


Energi spiritualnya selalu bentrok dengan energi kabut hitam. Akibatnya, basis kultivasi terhambat sehingga tertinggal jauh dari teman-temannya. Jika dia tidak diberi Mutiara Jiwa oleh Ling An, sudah pasti sulit untuk menyelesaikan masalahnya.


"Aku juga sebenarnya sama. Tapi... Kalian tahu aku kan dari kalangan Kasta bangsawan yang kurang diperhatikan... Guru yang bisa memenuhi kebutuhanku!" Chen Huifen mengutarakan permasalahannya yang sama.


Demikian juga dengan Hu Yue Lian yang memiliki kendala dalam kultivasi dikarenakan dua energi saling berbenturan di dantian-nya. Sedangkan Guan Liqin tidak ada masalah, masalahnya hanya sulit untuk mempelajari Kitab Alam Melahap Jiwa.


Yao Ningqiao hanya mendengar keluh kesah temannya, sebab tubuhnya mampu menerima segala macam energi yang dikonversi menjadi kekuatan. Masalahnya adalah sulit mempelajari Kitab Alam Melahap Jiwa. Namun, tanpa teknik dari gurunya itu, dia memiliki ilmu sendiri yang lahir secara alami semenjak terlahir di dunia ini.


"Hei...! Kalian sudah berkumpul, kenapa tidak melapor ke guru. Lihatlah guru masih mencari kalian berdua!" teguran dari Yu Tien yang jengkel mengetahui teman seperguruan justru dengan santainya mengobrol.


"Aku keluar dari perguruan!" ungkap Zhi Xiu Juan sekali lagi.


Dia segera meninggalkan semua temannya karena memutuskan untuk tinggal bersama dengan Ling An seumur hidupnya. Kecuali Yao Ningqiao, semua temannya jelas terkejut dan segera mencegah Zhi Xiu Juan.


Yu Tien dengan paksa meminta Zhi Xiu Juan untuk menghadap Guru Yao Shen dan menjelaskan tentang keputusannya ini, tidak dengan cara seperti ini. Caranya ini sama saja tidak menghormati gurunya.


Akan tetapi, Zhi Xiu Juan bersikukuh untuk tidak menemui gurunya tanpa memberikan alasannya. Alhasil, Yu Tien dan Hu Samhok menjadi kegeraman. Mereka segera memegang tangan Zhi Xiu Juan.


Zhi Xiu Juan yang kesal karena hampir saja disentuh oleh mereka, dia terpaksa mengeluarkan basis kultivasinya sehingga membuat Yu Tien dan Hu Samhok terhempas ke belakang. Selain Yao Ningqiao, kelima murid Perguruan Heiwu syok melihat kekuatan Zhi Xiu Juan yang telah meningkat dratis.


"Kau memaksaku!" kemarahan Yu Tien yang tidak takut dengan kekuatan Zhi Xiu Juan.


Di telapak tangan Yu Tien muncul sehelai rambut milik gurunya. Dia mengalirkan energi kabut hitam ke rambut pemberian. Zhi Xiu Juan dan semua temannya melihat rambut itu berubah wujud, menjadi mahkluk aneh seperti boneka berwarna merah darah.


Yu Tien melemparkannya ke tanah. Seketika boneka aneh itu dengan cepat berubah menjadi besar. Zhi Xiu Juan dan semua temannya segera mundur menjauhi mahkluk itu yang memiliki tiga mata.

__ADS_1


Zhi Xiu Juan dan Yao Ningqiao tercengang melihat boneka itu menjadi besar, tingginya mencapai 150 meter, hampir setinggi pepohonan purba, memiliki empat tangan, seluruh kulitnya berwarna merah darah. Dan itu adalah Omniverse Mata Tiga.


Walaupun tidak mengeluarkan aura kekuatannya, Zhi Xiu Juan dan Yao Ningqiao merasakan kekuatan Omniverse Mata Tiga berada di tingkat Half Resonance level 1.


"Tangkap dia!" perintah Yu Tien sambil menunjuk Zhi Xiu Juan sebagai target.


"Roarr...!" raungan Omniverse Mata Tiga yang sangat keras.


Hembusan nafasnya menghempas angin kencang sehingga membuat pepohonan purba bergoyang-goyang. Zhi Xiu Juan dan Yao Ningqiao sampai terhempas ke belakang.


Zhi Xiu Juan segera kabur karena tidak mungkin mengalahkan Half Resonance. Dia seperti semut yang mudah dibunuh jika memaksa diri untuk melawannya. Namun, Omniverse Mata Tiga dengan sangat cepat meriah tubuh kecil Zhi Xiu Juan.


"Arghhh...!!" teriakan kesakitan dari Zhi Xiu Juan saat tubuhnya ditangkap, hampir seluruh tulangnya hancur saat dipegang oleh Omniverse Mata Tiga.


Dari tujuh lubang tubuhnya mengeluarkan darah segar. Sudah dipastikan pegangan tangan dari Omniverse Mata Tiga sangatlah kuat.


"Lepaskan dia!?" bentakan Yao Ningqiao kepada Yu Tien. Dia tidak tega melihat sahabatnya kesakitan seperti ini.


"Hahaha...!" Yu Tien tertawa puas melihat Zhi Xiu Juan kesakitan seperti ini. "Inilah akibatnya tidak menghormati guru!"


Swosh... Boom...


Ledakan keras ketika tangan Omniverse yang memegang tubuh Zhi Xiu Juan terkena serangan mendadak dan sangat cepat. Akibat serangan itu, tangan Omniverse Mata Tiga terputus dan melepaskan Zhi Xiu Juan yang pingsan.


Swosh...


Sinar melesat sangat cepat sebelum Zhi Xiu Juan jatuh ke tanah. Ling An muncul dan memeluk pinggangnya dengan tangan kiri, di tangan kanannya memegang Tombak Jiwa Berlian Petir yang mampu membelah tangan Omniverse Mata Tiga seperti memotong kue.


Ling An sangat marah melihat Zhi Xiu Juan yang pingsan karena terluka parah. Ia merasakan seluruh tulang di tubuh Zhi Xiu Juan hampir hancur total.


Melihat Ling An yang dengan mudah memotong lengan Omniverse Mata Tiga, jelas membuat Yu Tien dan rekan-rekannya tercengang. Mereka tidak menyangka Tombak Ilahi memiliki kekuatan mengerikan.


Potong tangan Omniverse Mata Tiga segera menyambung. Dan dalam sekejap bekas luka potongan tidak terlihat. Yu Tien dan semua temannya melongo melihat kehebatan Omniverse Mata Tiga.


Seandainya Guru Yao Shen tidak membatasi kehebatan Omniverse Mata Tiga, maka potongan tangannya itu akan menjadi entitas baru, yaitu Omniverse Mata Empat. Hal yang tidak diinginkan oleh Guru Yao Shen karena akan menyerap energinya, dan juga akan disalahgunakan oleh muridnya.


Ling An mencium bibir Zhi Xiu Juan. Dari dalam mulutnya keluar Mutiara Jiwa, dan memasukkan ke dalam mulut Zhi Xiu Juan. Mutiara Jiwa mencair di dalam tenggorokan Zhi Xiu Juan.


Seluruh tulangnya yang hancur mulai meregenerasi, memulihkan kondisi Zhi Xiu Juan. Selain Ling An, tidak ada orang yang tahu ia memberikan Mutiara Jiwa untuk menyembuhkan Zhi Xiu Juan. Kemudian, Ling An menatap Omniverse Mata Tiga.


"Bunuh dia!" perintah Yu Tien yang menargetkan Ling An.


Omniverse Mata Tiga segera mengayunkan tangan kanan untuk menangkap Ling An. Namun, dengan cepat Ling An menghindar sambil mengayunkan tombaknya.


Boom...


Ledakan keras saat bilah sinar tombak menghancurkan lengan Omniverse Mata Tiga yang akan menangkap tubuhnya. Kali ini tangan itu menjadi daging cincang dalam sekali serangan.


"Roarr...!" Omniverse Mata Tiga meraung-raung keras karena tangannya dengan mudah dihancurkan.


Namun yang mengejutkan Ling An dan semua orang, daging cincang itu kembali menyatu dan melesat ke bahu kanan Omniverse Mata Tiga. Dengan kecepatan mata memandang, tangan Omniverse Mata Tiga kembali pulih, seperti tidak pernah dihancurkan.


Kembali Omniverse Mata Tiga mengayunkan tangan kanan untuk menangkap tubuh kecil Ling An. Tanah bergetar hebat ketika hentakan kakinya, dan membuat semua orang yang berada di sekitarnya terhuyung-huyung.


Akan tetapi, dengan Tombak Jiwa Berlian Petir, Ling An dengan mudah menghindari tangan Omniverse. Tanpa tombaknya, Ling An jelas tidak mungkin mampu memotong tubuh yang memiliki kekuatan tingkat Half Resonance.


Yao Ningqiao dan temannya terbang menjauhi Omniverse. Mereka melihat Ling An yang kembali mengayunkan tombaknya saat jauh dari jangkauan tangan Omniverse. Kali ini, Ling An menargetkan kepala Omniverse.


Tapi Omniverse menggunakan tangan kirinya untuk menahan serangan Ling An.


Boom...


Sekali lagi suara ledakan energi ketika serangan Ling An menghancurkan lengan kiri Omniverse. Seperti sebelumnya, ia dan semua orang melihat tangan itu kembali pulih setelah hancur berkeping-keping.


Karena Zhi Xiu Juan dalam proses pemulihan, Ling An segera kabur sebelum Omniverse kembali menyerangnya. Melihat Ling An pergi, Yao Ningqiao diam-diam menyelinap tanpa diketahui oleh teman-temannya. Dia tahu kemana tujuan Ling An.


Yu Tien tertawa puas melihat Ling An melarikan diri. Lalu dia bertepuk tangan sebanyak tiga kali. Seketika Omniverse Mata Tiga dengan cepat berubah menjadi rambut. Yu Tien melihat rambut gurunya menjadi lebih pendek dari sebelumnya.


Ia tidak tahu rambut gurunya menjadi pendek merupakan indikator waktu penggunaan. Omniverse telah digunakan selama 10 menit, tersisa 50 menit.


"Kemana Ning Qiao?" tanya Yu Tien yang tidak melihatnya.


Guan Liqin dan kedua temannya baru sadar Yao Ningqiao sudah tidak berada di sampingnya. Mereka menduga Yao Ningqiao kembali kabur dan mengikuti Ling An.


"Gadis nakal!" kegeraman Hu Samhok.


"Dengan pemberian guru, kita tidak perlu lagi takut dengannya. Ayo, kita cari kera itu!" ajak Yu Tien dengan semangat tinggi karena telah membuktikan kehebatan rambut gurunya.

__ADS_1


Kali ini, Guan Liqin dan kedua sahabatnya menyebar. Tidak lagi khawatir dengan Ling An. Demikian juga dengan Hu Samhok dan Yu Tien yang menyebar, menyusuri Tebing Azure.


__ADS_2