God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Dikejar-kejar.


__ADS_3

Bab 245. Dikejar-kejar.


Pengunjung kedai dan para pelayan keheranan melihat Yao Ningqiao menyeret Ling An seperti istri yang kesal kepada suami. Lalu mereka melihat seorang pria tampan masuk ke kedai dengan kawalan ketat dari empat orang berpenampilan kekar.


Pria muda itu adalah putra dari Kepala Suku Wuzhi, namanya Yao Zheng - Tuan Muda Zheng. Dia jauh-jauh datang ke Desa Yujie hanya untuk menemui Yao Ningqiao. Dan empat orang bertubuh kekar itu adalah pengawal khusus yang selalu melindunginya.


Melihat Yao Zheng, semua orang di kedai akhirnya tahu kenapa Yao Ningqiao begitu panik. Yao Zheng melihat sekelilingnya untuk mencari kekasihnya.


"Di mana dia?" tanya Yao Zheng kepada semua orang.


Semua orang menunjuk ke arah pintu belakang. Dengan segera Yao Zheng dan empat pengawalnya keluar dari pintu belakang. Setelah keluar, mereka melihat Yao Ningqiao yang menyeret Ling An menuju ke Hutan Dantian, dan menghilang karena pandangan mata terhalang pepohonan...


"Apa-apaan sih kamu! Aku kan sedang makan!!" kegeraman Ling An setelah keluar dari kedai melalui pintu belakang.


Dia menepis tangan kiri Yao Ningqiao dan segera melompat ke cabang batang pohon. Tapi, Yao Ningqiao mengikutinya dan berjongkok di sampingnya.


"Tadi ada orang yang mengerikan!" alasan Yao Ningqiao yang ditujukan kepada Yao Zheng.


Ling An melirik wanita yang menyebalkan ini. Jika tidak cantik, sudah pasti tidak mau diperlakukan seperti ini. "Katanya kuat, kenapa takut?" sindirnya.


"Siapa yang takut? Yang ku ... Sudahlah! Bagaimana dengan tawaranku?"


Disindir jelas Yao Ningqiao tidak terima, namun dia juga tidak mau menjelaskan apa yang membuatnya takut. Dia sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Tidak aku jual! Hahaha!" jawab Ling An dan segera kabur sambil tertawa, dia hanya memanfaatkan Yao Ningqiao agar mentraktirnya makan.


"Sialan, sudah jelek hatimu juga busuk?!" bentakan Yao Ningqiao sambil mengejarnya.


Ia tidak marah hanya karena mentraktir makan, melainkan tidak pernah dimanfaatkan oleh siapapun selama ini. Dan, justru dirinya yang sering memanfaatkan orang lain.


Dia mau bersentuhan dengan Ling An juga karena menginginkan Tombak Jiwa Berlian Petir, dan Ling An adalah pria yang pertama kali disentuhnya.


Yao Ningqiao mengayunkan cambuknya yang difokuskan pada pergelangan kaki Ling An. Namun, Ling An dengan lincah mengindari ujung cambuk berpisau.


"Ayo, tangkap aku wanita jelek!" ejekan Ling An sambil menoleh ke belakang, lalu menjulurkan lidahnya.


"Siapa yang jelek? Kamu yang jelek sedunia, pria menjijikkan, muak aku melihatmu?!" bentakan Yao Ningqiao sambil mengayunkan cambuknya.


Dia sangat semakin marah karena baru pertama kali dibilang jelek. Dengan sekuat tenaga Yao Ningqiao mengeluarkan kekuatan yang terfokus pada cambuknya. Tapi, Ling An selalu menghindari serangannya, bahkan meningkatkan kecepatannya.


Banyak cabang batang pohon besar yang patah setiap kali terkena ujung cambuk. Yao Ningqiao juga meningkatkan kecepatannya semaksimal mungkin agar tidak tertinggal jauh dari Ling An.


Ling An tertawa puas melihat kemarahan Yao Ningqiao, ia menoleh ke belakang, dan menjentikkan jari tangan kanan. Muncul lima bola energi kunang-kunang yang melesat ke arah targetnya.


Melihat serangan dari Ling An, Yao Ningqiao tidak sedikitpun panik. Tubuhnya meliuk-liuk saat menghindari bola energi kunang-kunang. Namun, saat bola energi itu meledak karena membentur pepohonan, ia merasakan sakit kepala dan membuat gerakannya melambat.


"Sialan dia!?" kegeraman Yao Ningqiao dan kembali meningkatkan kecepatan untuk menyusul Ling An yang sudah sangat jauh.


Dia terus mengejar Ling An hingga masuk ke area tengah dari Pegunungan Dantian. Saat tahu keberadaannya saat ini, Yao Ningqiao segera berhenti dikarenakan khawatir dengan binatang mistik.


Dia mengaktifkan Mata Dewa untuk mencari keberadaan Ling An. Namun, dia tidak menemukannya di radius 500 meter dari posisinya. Yao Ningqiao memperluas visi Mata Dewa agar lebih jelas dan mudah menemukan Ling An.


Sayangnya, dia tidak menemukan Ling An walaupun pengelihatannya telah mencapai sejauh 3 km. Justru dia melihat Naga Azure turun dari puncak Gunung Dantian. Dari arah utara, ada seekor Macan Putih yang sedang berburu mangsa juga menuju ke arahnya.

__ADS_1


Sedangkan dari belakangnya, Yao Zheng dan empat pengawal juga mendekati posisinya. Mereka bisa secepat ini menyusul karena melihat jejak-jejak yang ditinggalkan oleh Yao Ningqiao.


Melihat dua binatang yang bermusuhan bergerak mendekatinya, Yao Ningqiao jelas tidak ingin berurusan dengan dua binatang itu dikarenakan kalah dalam hal basis kultivasi.


Karena kedua binatang itu sudah sangat dekat, dan juga Yao Zheng menuju ke arahnya, Yao Ningqiao mencari tempat untuk bersembunyi karena tidak ada jalan kabur.


Secara kebetulan, dia melihat lubang di pohon purba berukuran besar. Ia segera melesat ke arah lubang seukuran tubuh. Setelah tiba, dia mengangkat batu besar dengan energi spiritual, batu itu dijadikan penutup lubang.


Kemudian, dia menghilang jejaknya. Setelah dirasa aman, Yao Ningqiao segera masuk ke dalam lubang kayu. Dia melihat di dalam lubang kayu dipenuhi dengan sarang laba-laba, dan tercium bau kotoran kelelawar.


Ukuran di dalam lubang kayu sangat luas, diameter luasnya mencapai 8 meter, tinggi lubang kayu mencapai 34 meter. Melihat lubang cukup nyaman digunakan untuk bersembunyi, Yao Ningqiao menggunakan energi spiritualnya untuk menarik batu besar sehingga penutup lubang kayu.


Dia tidak terlalu teliti memeriksa apa saja yang ada di dalam lubang dikarenakan aura kedua binatang itu sudah sangat dekat.


Baru saja menutup lubang kayu, ia mendengar suara raungan Naga Azure dan Macan Putih. Lalu terdengar suara ledakan energi ketika kedua binatang itu bertarung. Dari celah-celah batu besar, ia melihat Yao Zheng lari terbirit-birit karena pertarungan dua binatang itu.


Ia menghela nafas lega karena Yao Zheng segera diamankan oleh pengawal. Dia kembali melihat pertarungan dua binatang mistik yang sangat menegangkan.


Di belakang Yao Ningqiao, ada sepasang mata unik yang sedang memperhatikannya, namun hanya sesaat saja dan menghilang.


"Semoga salah satu dari binatang itu kalah!" harapan Yao Ningqiao yang ingin mendapatkan keuntungan dari pertarungan dua binatang mistik yang ditakuti oleh kultivator. Ia ingin mendapatkan Inti Binatang yang bisa meningkatkan kekuatannya.


Kedua binatang itu memiliki kekuatan tingkat Dewa Mutlak (Absolute God / Dewa Absolute). Jika Yao Ningqiao mendapatkan salah satu Inti Binatang itu, kekuatannya jelas akan meningkat dratis dengan menyerap energi yang terkandung di dalam Inti Binatang tingkat Absolute God.


Boom...


Ledakan energi spiritual ketika dua binatang itu memuntahkan bola energi yang saling berbenturan. Gelombang kejut energi menggetarkan pohon purba yang digunakan oleh Yao Ningqiao untuk bersembunyi. Saking dahsyatnya gelombang kejut energi, tubuhnya sampai berguling-guling ke belakang.


Yao Ningqiao tidak mengetahui jika ada sepasang mata unik yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia segera kembali mendekati pintu Lubang kayu, dan kembali mengintip pertarungan kedua binatang itu.


Kedua binatang itu segera mundur perlahan. Setelah jauh dari rivalnya, kedua binatang itu kembali ke tempatnya masing-masing, tempat kekuasaannya.


"Huff!!" Yao Ningqiao membuang nafas lega karena pertarungan binatang itu membuatnya tegang.


Dia segera mendorong batu penutup untuk melanjutkan mencari Ling An, dia sangat menginginkan Tombak Jiwa Berlian Petir. Di saat baru saja keluar, dia melihat Yao Zheng sedang menuju ke arahnya bersama dengan empat pengawal.


Dengan kesal, Yao Ningqiao segera mengumpulkan rumput dan dedaunan untuk menutupi pintu gua. Setelah terkumpul, dia kembali masuk ke dalam lubang kayu, lalu menarik batu besar dengan energi spiritual. Batu besar itu ia menutupi dengan rumput serta dedaunan agar tidak diketahui oleh Yao Zheng dan empat pengawalnya.


Sepasang mata unik itu selalu memperhatikan gerak-gerik dari Yao Ningqiao, giginya terlihat saat tersenyum.


Karena tidak ada sinar yang masuk ke dalam lubang kayu, Yao Ningqiao mengeluarkan Batu Cahaya sebagai penerangan. Setelah terang, dia melihat tempat persembunyiannya sangat kotor.


Dengan lambaian tangan kanan yang mengeluarkan energi, semua kotoran seketika menghilang, di dalam lubang menjadi bersih. Setelah itu, dia mengeluarkan alas duduk yang terbuat dari kulit binatang berukuran besar, ukurannya 3 meter persegi.


Yao Ningqiao duduk dan mengaktifkan Mata Dewa. Dia melihat Yao Zheng dan empat pengawal itu naik ke pohon purba yang menjadi tempat persembunyiannya.


Mereka ketakutan karena berdatangan banyak kalajengking akibat pengaruh dari pertarungan Naga Azure dan Macan Putih. Yao Zheng dan pengawalnya tidak takut kepada binatang kalajengking jika hanya ada dua atau tiga ekor.


Berhubung ratusan kalajengking berdatangan, mereka lebih baik bersembunyi. Ukurannya lebih besar dari seekor banteng pada umumnya. Sengatannya mampu membunuh kultivator dalam waktu singkat, tergantung kekuatan korbannya.


Jika kultivator kuat yang disengat seekor kalajengking, mampu bertahan selama dua hari. Tepati, jika disengat ratusan kalajengking, kultivator setingkat Sang Void sudah pasti akan tewas dalam waktu dua batang dupa (30 menit).


Namun, hal itu jarang terjadi dikarenakan kalajengking selalu menghindari kultivator, kecuali terpaksa. Kalajengking juga memiliki Inti Binatang, dan seringkali menjadi perburuan banyak kultivator.

__ADS_1


"Pria itu mendatangkan kesialan!?" gumam Yao Ningqiao yang menyalahkan Ling An karena dirinya terjebak di kaki Pegunungan Dantian, di dalam lubang kayu purba.


Pemilik sepanjang mata unik itu kembali tersenyum mendengar kekesalan Yao Ningqiao. Dia adalah Ling An yang menggunakan penyamaran menjadi udara.


Ling An - lah yang sengaja memancing Naga Azure dan Macan Putih keluar dari sarangnya, tujuannya agar Yao Ningqiao tidak mengejar. Namun, justru persembunyiannya juga digunakan oleh Yao Ningqiao untuk bersembunyi. Sama-sama terjebak di tempat ini.


Dia tidak keluar dari dalam lubang kayu juga dikarenakan adanya empat pengawal pribadi Yao Zheng, kekuatan mereka berada di tingkat Sang Void. Dengan kekuatan mereka yang jauh di atasnya, jelas penyamarannya akan mudah diketahui oleh mereka.


Dengan Mata Dewa, Yao Ningqiao melihat Yao Zheng dan empat pengawal naik hingga ke puncak pohon purba, lalu dia melihat ratusan kalajengking mengelilingi pohon purba, menunggu manusia itu turun dari pohon.


Yao Zheng dan empat pengawalnya tidak berani terbang dikarenakan banyak binatang udara pemangsa kultivator, salah satu adalah Burung Rajawali. Dan yang paling ganas adalah burung pemakan bangkai.


"Setidaknya aku di sini lebih nyaman daripada mereka," gumam Yao Ningqiao sambil mengeluarkan bantal dan membaringkan tubuhnya.


Tiba-tiba Batu Cahaya padam membuat di dalam lubang kayu menjadi gelap. Namun, Yao Ningqiao tidak mempedulikannya, sebab memiliki Mata Dewa yang bisa melihat apapun di dalam kegelapan.


Dia memejamkan mata untuk beristirahat, daripada memikirkan situasi di luar lubang. Dia yakin bahwa kalajengking akan segera pergi jika tidak mendapatkan mangsa di atas pohon purba.


Melihat Yao Ningqiao tertidur, Ling An berniat untuk menggunakan skill teleportasi. Namun, saat akan pergi, dia melihat pakaian bawah Yao Ningqiao tersingkap sehingga memperlihatkan paha mulusnya.


Ling An menelan salivannya tanpa berkedip melihat paha putih dan mulus. Naluri sebagai lelaki pun keluar. Tanpa disadarinya, Kitab Kultivasi Ganda aktif, akibatnya aroma afrodisiak secara perlahan keluar dari pori-pori tubuhnya.


Yao Ningqiao mencium aroma wangi dari afrodisiak, nafasnya perlahan mulai tidak beraturan, tubuhnya bergerak ke kanan kiri karena gelisah. Keringat dingin mulai keluar dan membuatnya melepaskan pakaiannya karena gerah.


Ling An meneguk salivanya saat melihat Yao Ningqiao melepaskan pakaian. Terlihat punggungnya yang indah, halus, pinggang yang ramping. Tanpa sadar, wujudnya tidak lagi menjadi udara karena pengaruh hasratnya sebagai pria.


Karena pengaruh aroma afrodisiak, Yao Ningqiao semakin tidak karuan pikirannya yang menginginkan seseorang pria untuk menyentuhnya. Merasakan dirinya menjadi aneh tanpa sebab, ia segera duduk bersila dan bermeditasi untuk menghilangkan semua pikiran negatifnya yang ingin bersetubuh.


Untungnya saja dia segera menyadari kondisi diri yang aneh sehingga pengaruh aroma afrodisiak tidak sampai merusak akal sehatnya. Nafasnya kembali teratur dan hasrat perlahan menghilang.


Baru setelah pengaruh aroma afrodisiak hilang, dia mendengarkan nafas seseorang di belakangnya. Dia segera menoleh ke belakang dan syok saat melihat seorang pria yang sangat tampan sedang memandangi tubuhnya.


Anehnya, saat pria itu melihat kedua mata Yao Ningqiao, wajahnya dalam sekejap mata berubah menjadi jelek.


"Ling Annn....?!" teriakan Yao Ningqiao yang sangat marah karena tubuhnya dilihat, dan akhirnya tahu penyebab keanehan yang baru dialaminya.


Karena teriakannya sangat keras, Yao Zheng dan pengawalnya dengan jelas mendengarnya. Tahu jika itu suara Yao Ningqiao, dengan panik Yao Zheng segera turun dari puncak pohon purba.


Ling An dengan panik berusaha menghindari serangan Yao Ningqiao, dia berkata, "tubuhmu indah dan jangan kenakan pakaian."


Ucapannya seketika membuat Yao Ningqiao berhenti menyerang, dia segera mengenakan pakaiannya dengan panik. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ling An untuk kabur.


Boom...


Ling An menghancurkan penutup pintu lubang kayu dengan sekali pukulan berenergi. Dia langsung melesat seperti angin menuju ke arah timur.


Yao Zheng dan pengawalnya terkejut melihat ratusan kalajengking memberikan jalan kepada Ling An yang keluar dari lubang kayu. Setelah Ling An jauh dari pohon purba, kalajengking itu kembali merapatkan barisan dan bergerak menuju ke lubang kayu.


Sebelum kalajengking masuk ke lubang kayu, Yao Ningqiao segera keluar dari lubang mengejar Ling An. Karena sangat marah, dia tidak peduli dengan ratusan kalajengking yang akan memangsanya. Dia dengan lincah menghindari sengatan kalajengking, melompat ke punggung kalajengking.


Yao Zheng segera melompat turun dari batang pohon purba, ia tidak ingin orang yang disukai terluka. Mau tidak mau, keempat pengawalnya juga ikut turun untuk melindunginya.


"Pria ini melecehkan diriku! Tangkap dia!?" teriakan Yao Ningqiao yang memfitnah Ling An.

__ADS_1


Boom boom boom...


Ledakan energi spiritual ketika empat pengawal itu menyerang kalajengking yang akan melukai Yao Zheng. Yao Ningqiao meningkatkan kecepatannya untuk mengejar. Mendengar perkataan Yao Ningqiao, jelas Yao Zheng sangat marah, ia segera menyusulnya.


__ADS_2