God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Mengungkapkan Kebenaran.


__ADS_3

Bab 20. Mengungkapkan Kebenaran Diri.


Maksud dari perkataan Dewa Binatang, bahwasanya teknologi canggih tidak akan mengalahkan alam semesta yang merupakan cikal-bakal adanya kehidupan. Energi alam semesta tidak mungkin dikalahkan oleh kecerdasan buatan.


Sehebat apapun teknologi, akan kembali ke asalnya, yaitu kembali kepada kehidupan yang mampu memproduksi energi spiritual dan menggunakannya.


Sedangkan teknologi canggih atau Artificial Intelligence memanfaatkan syaraf-syaraf kehidupan agar bisa menggunakan energi spiritualnya. Dengan terhubung ke jaringan tulang belakang dan sistem syaraf, maka teknologi canggih mampu dioptimalkan.


Namun, ketiga wanita itu terlihat kebingungan, sebab tidak tahu bagaimana caranya menutupi kekurangannya untuk melawan invasi binatang monster. Dengan kekuatan mereka saat ini dan juga sudah membuktikannya, mereka tahu batas kemampuannya.


Karena sudah melihat kemampuan Dewa Binatang yang dengan mudah mengalahkan binatang monster, Zyila Miralen segera bertanya penuh harap, "apakah ada cara agar kekuatanku saat ini bisa dioptimalkan untuk melawan teknologi mereka?"


Twins Ice dan Astrella Xiosien segera mengikuti Zyila Miralen yang mendekati Dewa Binatang, mereka merasa jika pria tampan ini memiliki solusi.


Dewa Binatang membalikkan badan dan melihat ketiga wanita itu. Lalu dia mengeluarkan senjata pedang yang berkarat yang tiba-tiba sudah ada di tangan kanan dan kiri, lalu membagikan kepada mereka.


Ketiga wanita itu terlihat kebingungan dengan tujuan Dewa Binatang yang memberikan senjata pedang berkarat, senjata yang sangat tidak berharga bagi siapapun.


"Kalian sudah tahu caranya menggunakan energi spiritual, bukan? Gunakan senjata berkarat itu untuk membelah meja itu!" kata Dewa Binatang sambil menunjuk meja, dia ingin menguji seberapa besar kemampuan mereka tanpa perlengkapan canggih yang sering digunakan.


"Bagaimana mungkin pedang berkarat ini bisa membelah meja? Aneh-aneh saja kamu!" gerutu Twins Ice yang seakan-akan Dewa Binatang sedang mempermainkannya.


"Pedang ini mungkin bisa membunuh lalat jika dengan cara dipukul. Untuk membelah meja... tidak pernah aku membayangkannya!" kata Astrella Xiosien yang mengandung cemoohan.


Dewa Binatang tidak sedikitpun tersinggung, dia hanya tersenyum sambil menuju ke kamar yang sudah dibersihkan. Baginya, mereka meremehkan maupun tidak percaya itu bukan urusannya. Jika dengan ujian yang sederhana ini saja tidak mampu dilakukan, maka dia tidak akan repot-repot membantu mereka.


Sedangkan Zyila Miralen melihat pedang berkarat ditangannya, lalu ujung jarinya digoreskan pada mata pedang. Ujung jarinya saja tidak sedikitpun tergores, bagaimana mungkin bisa untuk membelah meja?


Karena mengetahui kehebatan Dewa Binatang mengoptimalkan senjata laras panjang, dia dengan berat hati mengikuti perkataannya untuk membelah meja. Awalnya dia tidak menggunakan energi spiritual dikarenakan enggan membuang tenaga, dia menebas meja dengan kekuatan normal.


Sayangnya, justru pedang berkarat itu membuat telapak tangannya kesakitan karena terpental dan menahan getaran. Meja tamu itu hanya sedikit goresan pada tepinya dan tidak ada retakan.


Tindakan Zyila Miralen membuat Twins Ice dan Astrella Xiosien tertawa. Setelah itu, mereka berdua mengikutinya, dan hasilnya juga sama, di mana merasakan telapak tangannya sakit, dan meja hanya sedikit tergores pada tepinya.

__ADS_1


"Kita gunakan energi spiritual, tapi jangan sampai melebihi setengah energi kita," kata Zyila Miralen yang menghemat tenaganya untuk berjaga-jaga.


"Apa sih tujuannya?" sungut Twins Ice yang tidak tahu jalan pikiran Dewa Binatang, dia hanya mengangguk sebagai respon.


Kedua wanita itu melihat Zyila Miralen mengalirkan energi spiritual pada pedang berkarat. Pedang itu mengeluarkan cahaya keputihan dan disusul getaran, tapi getaran pedang itu mampu dikendalikannya.


Zyila Miralen dengan kekuatan setengah energi spiritual segera menebas bagian tengah meja. Seketika pedang berkarat mampu memotong meja, tapi tidak sampai terbelah, hanya setengahnya.


Astrella Xiosien dan Twins Ice terpesona dengan kehebatan Zyila Miralen yang mengeluarkan setengah kekuatannya. Mereka segera mengikutinya, hasilnya bisa dikatakan hampir sama.


"Membelah meja ini dengan kekuatan penuh, kita membutuhkan waktu satu hari untuk memulihkan energi spiritual agar kembali seperti semula" ujar Zyila Miralen, dia berpikir apakah harus menggunakan seluruh energi spiritual yang membutuhkan waktu untuk pulih.


Di dalam kamar, Dewa Binatang melihat ketiga wanita manja itu, dia hanya geleng-geleng karena semua orang di Planet Nibiru terbiasa menggunakan teknologi canggih dan menjadi ketergantungan. Membutuhkan waktu untuk kembali menggunakan energi spiritual seperti layaknya seorang kultivator.


"Kemalasan kalian dimanfaatkan oleh teknologi, sungguh konyol!" gumam Dewa Binatang.


Tujuan dari diciptakannya teknologi untuk mempermudah kehidupan dalam menjalani aktivitasnya. Sayangnya, justru teknologi membuat mereka malas, dan pada akhirnya menutup potensi diri dan menjadi ketergantungan terhadap teknologi.


Akhirnya Zyila Miralen berhasil membelah meja menjadi dua bagian dengan kekuatan penuh. Tidak terlihat bangga telah berhasil, sebab dia harus memulihkan energi spiritual selama satu hari. Satu hari sangat lama dalam keadaan seperti ini.


Sebenarnya, ada cara lain untuk memulihkan energi spiritual, yaitu dengan mengkonsumsi obat yang berbentuk tablet. Akan tetapi, harganya sangat mahal. Dan ternyata, Zyila Miralen memilikinya, dia menelan sebutir. Dalam sekejap wajahnya kembali ceria.


Demikian juga dengan Twins Ice, dia juga memilikinya. Dengan helaan napas panjang karena menyayangkan tablet pemulih energi spiritualnya, dia dengan berat hati menelan satu tablet seukuran jari kelingking anak-anak.


Astrella Xiosien juga mengkonsumsi sebutir tablet, dan wajahnya seketika menjadi ceria. Lalu mereka bertiga melihat Dewa Binatang keluar dari kamar sambil melihat meja tamu menjadi enam bagian.


"Dengan pedang biasa yang tidak berguna ini, kalian bisa menggunakan secara maksimal, itu luar biasa!" pujian Dewa Binatang sebagai bentuk apresiasi.


"Apa tujuanmu?" tanya Twins Ice dengan nada yang terdengar kesal.


"Pernahkah kalian menjelajahi planet lain?" tanya Dewa Binatang sebelum menjelaskan tujuannya memberikan ujian.


Ketiga wanita itu geleng-geleng karena tidak pernah keluar dari Planet Nibiru, hanya orang-orang penting serta tentara yang pernah keluar dari dunia ini.

__ADS_1


"Apakah kalian pernah mendengar ada kultivator di atas Ranah Penguasa Alam?" tanya Dewa Binatang sekali lagi.


"Iya, aku pernah mendengar, tapi itu hanyalah mitos?" jawab Twins Ice sambil duduk dan menyilangkan kaki kiri bertumpu pada paha kanannya, lalu menjadi paha kirinya sebagai tumpuan siku tangan kiri dan telapak tangan menyangga dagunya.


"Sama!" sahut Astrella Xiosien dan di anggukan kepala oleh Zyila Miralen.


Dewa Binatang menghela napas panjang, dia sudah menduga jika para penguasa di Planet Nibiru menyembunyikan kebenaran tentang kehidupan di luar angkasa.


"Itu bukan mitos, memang benar ada kekuatan di atas Ranah Penguasa Alam...," jelas Dewa Binatang dan berhenti berbicara karena melihat raut wajah ketiga wanita itu yang sudah tidak mempercayai perkataannya.


"Bagaimana kamu bisa tahu segalanya, bukankah kamu juga berasal dari dunia ini?" tanya Twins Ice yang merasa aneh dengan pengetahuan Dewa Binatang.


"Seandainya aku bukan dari Ras Burung, apakah kalian percaya? Seandainya aku adalah manusia, apa yang akan kalian lakukan kepadaku?" Dewa Binatang ingin mengetahui isi pikiran mereka.


Dia sebenarnya mampu membaca pikiran serta hati ketiga wanita itu, dia tidak melakukannya karena enggan mengetahui rahasia mereka.


Twins Ice dan Astrella Xiosien spontan menertawakannya. Berbeda dengan Zyila Miralen yang segera berdiri dan menghampiri Dewa Binatang, dia melihatnya dari ujung rambut hingga ujung kaki, lalu memutari tubuhnya. Zyila Miralen sedang memeriksa tubuh Dewa Binatang, dia menduga jika pria ini bukan wujud aslinya.


Zyila Miralen pernah mendengar desas-desus bahwa Ras Manusia menciptakan formula yang digunakan untuk penyamaran. Namun yang namanya desas-desus selalu tidak terbukti dan belum tentu benar.


"Seandainya kamu bukan Ras Burung, aku tidak berubah seperti awal kita jumpa. Bukan karena kamu telah menolongku, tapi ini dari hati kecilku. Bagiku, semua kehidupan itu sama, yang membedakan hanyalah ciri-ciri tubuh dan sifat. Namun, perbedaan itu baik menurutku karena kita akan mudah untuk saling mengenal!" ucap Zyila Miralen dengan tulus.


Walaupun sikapnya sesaat lalu seperti orang pada umumnya, dia memiliki hati yang baik dan tidak membenci Ras Manusia dan lainnya. Berbeda dengan Twins Ice dan Astrella Xiosien, mendengarkan perkataannya membuat raut wajah mereka menjadi menekuk.


Dewa Binatang melihat Twins Ice dan Astrella Xiosien karena ingin tahu pendapat mereka tentang Ras Manusia. Demikian juga dengan Zyila Miralen yang ingin tahu sikap mereka.


"Bagaimana jika aku manusia?" tanya Dewa Binatang sekali lagi kepada kedua wanita itu.


Sayangnya, kedua wanita itu tidak menjawab, dan terlihat kebingungan harus berkata apa. Karena terdoktrin semenjak belia bawah Ras Manusia itu buruk, di dalam pikiran mereka sulit menerima jika benar Dewa Binatang adalah manusia sejati.


Dewa Binatang tersenyum dan tidak mengejar jawaban mereka, lalu tubuhnya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata ketiga wanita itu. Setelah beberapa saat, cahaya memudar dan membuat kedua mata mereka pulih.


Ketiga wanita itu tercengang melihat wujud asli pria tampan yang ternyata adalah manusia, tidak lagi memiliki sayap, tapi wajah tetap sama tampan, dengan tinggi badan tidak berubah, tercium bau keringat khas Ras Manusia.

__ADS_1


__ADS_2