
Bab 61. Raja Long Ying, Bloodlust Axe.
Ketika hari menjelang malam, Dewa Binatang bersama istrinya telah berkumpul di rumah makan. Saat ini mereka berada di lantai tiga, tempat duduknya berada di dekat jendela kaca sambil melihat ke arah tenggara.
Di arah itu terlihat kelap-kelip kembang api yang menyala, tapi itu bukanlah kembang api, melainkan itu adalah ledakan energi dan juga ledakan senjata para robot.
Kehadiran pemimpin Ras Elf menarik perhatian banyak orang. Dalam pikiran mereka, mereka pikir kedatangan para pemimpin itu terkait serangan dari Ras Giant.
Selama seharian ini, Dewa Binatang dan istrinya telah memborong bahan pangan dan tanaman obat. Dia dan istrinya melihat menteri pertahanan Han Zixuan yang terluka, dan digantikan oleh jenderal penjaga gerbang timur untuk melawan Ras Giant.
Awalnya penduduk masih tenang walaupun sudah diperingatkan oleh pengawas menara. Namun, saat melihat Han Zixuan terluka, banyak penduduk yang mulai panik dengan segera menutup dagangannya, lalu mereka keluar dari ibukota untuk mengungsi.
Karena banyak rakyat yang sudah mengungsi, Dewa Binatang dan istrinya tidak perlu lagi membantu rakyat. Tapi tidak semua rakyat ikut mengungsi karena masih mempercayai Raja Long Ying akan mampu mengalahkan Ras Giant.
Dan, Dewa Binatang beserta istrinya akan selalu siap menolong rakyat yang dalam bahaya ketika musuh memasuki Gerbang Timur.
"Keadaan tidak baik-baik saja, kenapa Raja Long Ying tidak mengerahkan seluruh pasukannya untuk melindungi Gerbang Timur?" Evilyn keheranan dengan sikap Raja Long Ying yang tampak tidak khawatir.
"Seharusnya mereka sudah tahu, tidak mungkin Ras Giant mampu menerobos benteng pertahanan pertama tanpa adanya dukungan... Aneh semua pemimpin di sini!" imbuh Angela.
"Mungkin saja karena Bloodlust Axe yang membuat Raja Long Ying tidak khawatir dengan musuhnya," kata Putri Hua.
"Bloodlust Axe, apa itu?" tanya Dewa Binatang yang memang tidak tahu.
"Itu adalah Artefak Bintang 5 tahap puncak. Dulu ...." Dao Li Xia berhenti berbicara saat melihat seorang Kasim istana datang, padahal dia ingin menceritakan sejarah Bloodlust Axe.
__ADS_1
Dewa Binatang dan istrinya melihat ke kasim yang tampak tergesa-gesa. Lalu melihat si Kasim menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan.
"Maaf, menganggu kenyamanan Anda! Yang Mulia Raja mengundang semua pemimpin suku. Tolong, ikuti hamba!" pinta si Kasim istana dengan nada sopan.
Semua wanita melihat Dewa Binatang yang membuat keputusan untuk menerima undangan Raja Long Ying atau tidak. Dan, Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban sambil berdiri.
"Pimpin jalan!" pinta Dewa Binatang yang sedikit mengejutkan si Kasim istana karena tidak mengenalinya.
Kasim istana kenal dengan Dao Li Xia sebagai Kepala Suku Pohon, kenal dengan Ming Lien-Hua sebagai Kepala Suku Angin sementara, kenal dengan Bian Fen sebagai Kepala Suku Air. Dia juga tidak kenal dengan Dao Li Bai karena perubahan fisiknya yang telah menjadi muda kembali.
Tanpa banyak bicara, si Kasim istana memimpin jalan dan diikuti oleh Dewa Binatang bersama istrinya...
Saat ini, Dewa Binatang telah berada di depan Istana Naga yang menjadi kebanggaan. Dia melihat empat patung naga yang diletakkan di setiap sudut istana. Lalu dia dan istrinya masuk ke halaman istana yang sangat dijaga ketat oleh prajurit Naga.
Ketika masuk ke dalam istana, sudah banyak para pejabat, para bangsawan yang berkumpul, wajah mereka tampak tegang. Mereka melihat kedatangan kasim yang diikuti oleh para pemimpin suku. Putra mahkota Long Bowen juga hadir dan selalu memperhatikan wajah cantik Evilyn, dia berkumpul bersama keluarga besar kerajaan.
Tapi kedua matanya terfokus pada senjata kapak yang diletakkan di dinding belakang kursi singgasana, itu adalah Bloodlust Axe yang melegenda. Dewa Binatang merasa kekuatan Bloodlust Axe yang masih tertidur, tapi memancarkan aura kematian.
"Salam, Yang Mulia!" sapa Dao Li Xia mewakili semua rombongannya.
Kecuali Dewa Binatang, semua istrinya menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada seorang pemimpin, mereka tidak membungkuk karena statusnya bisa dikatakan sama.
Raja Long Ying mengangguk sebagai respon, tapi matanya tertuju kepada Dewa Binatang yang tampak tidak menghormatinya. Tapi, dia samar-samar merasakan aura kuat yang menindas garis darahnya sebagai Naga.
"Siapa dia?" batin Raja Long Ying penasaran karena tidak pernah melihatnya, lalu dia terkejut saat melihat tongkat komando Suku Pohon yang tiba-tiba muncul di tangan kiri Dewa Binatang.
__ADS_1
Setelah mengetahui jika tongkat komando Suku Pohon berada di tangan Dewa Binatang, Raja Long Ying dan semua pejabat akhirnya tahu identitas pria tampan itu.
"Silakan duduk terlebih dahulu!" pinta Raja Long Ying.
Si kasim istana mengarahkan Dewa Binatang dan istrinya ke tempat duduk para tamu terhormat, tempat duduknya berada di sebelah kiri para menteri istana.
"Aku akan langsung berbicara tujuanku mengundang Anda sekalian. Sejujurnya, aku sudah terlalu tua untuk berperang. Karena keterbatasanku ini, siapapun orangnya yang merasa bisa memegang dan menggunakan Bloodlust Axe di belakangku ini, silakan ambil! Tapi sebagai syaratnya, siapapun yang bisa mengambilnya harus mengalah musuh, melindungi keluarga kerajaan beserta rakyatnya!" ungkap Raja Long Ying sambil melihat ke semua orang yang telah hadir di istana.
Pernyataan Raja Long Ying membuat keributan orang yang ada di istana. Tampak wajah-wajah mereka yang murung menjadi berseri-seri karena diberikan kesempatan untuk memiliki Bloodlust Axe.
Sayangnya, semua orang yang hadir tidak tahu rencana Raja Long Ying yang akan menirukan perbuatan leluhur Naga untuk melindungi kerajaannya.
Evilyn segera bertanya kepada Dao Li Xia mengenai Bloodlust Axe. Dao Li Xia bercerita secara singkat dengan nada lirih, dia tidak menceritakan peristiwa pilu yang membuat Bangsa Elves terpecah belah.
Menurut catatan sejarah, Bloodlust Axe adalah senjata andalan Guru Agung. Waktu itu digunakan saat melawan Ras Undeed yang hampir menguasai Mysterious Land. Setelah Ras Undeed dikalahkan dan dikurung di wilayah timur, Guru Agung memberikan Bloodlust Axe kepada leluhur Ras Naga untuk melindungi Mysterious Land.
Karena waktunya kurang tepat untuk menceritakan secara detail sejarah Bloodlust Axe, Dao Li Xia hanya mengatakan jika Artefak Bintang 5 itu sangat hebat, siapapun yang mampu menggunakannya akan memiliki kekuatan luar biasa.
Setelah mengetahui Bloodlust Axe merupakan Artefak Bintang 5, membuat semua wanita yang telah mengetahui Dunia Jiwa menjadi tidak tertarik, sebab mereka tahu suaminya memiliki banyak Artefak Bintang, dari bintang satu hingga binatang 6.
"Yang Mulia Raja, kapan sayembara ini dimulai?" tanya Menteri Dalam Negeri.
"Hari ini juga. Ini berlaku bagi kalian yang berada di sini, dan tidak berlaku bagi orang luar!" jawab Raja Long Ying dengan tegas.
Sebelum jenderal Gerbang Barat berbicara, Raja Long Ying melanjutkan jawabannya, "dimulai terlebih dahulu dari para bangsawan, pejabat istana, dan terakhir pemimpin Suku Elf."
__ADS_1
Para pejabat jelas senang mendapatkan kesempatan pertama untuk menaklukkan Bloodlust Axe. Lalu mereka melihat enam Kasim istana mengangkat singgasana yang diduduki oleh rajanya. Singgasana itu digeser agar tidak menutupi jalan untuk mendekati Bloodlust Axe.
Kecuali Dewa Binatang, semua wanitanya tampak biasa dan tidak tertarik untuk mendapatkan Bloodlust Axe. Tapi berbeda dengan Dewa Binatang, di mana hatinya menginginkan Bloodlust Axe.