
Bab 56. Mendapatkan Batu Alam 14 Jenis.
Dao Li Bai melihat Dao Li Xia, dia terkejut karena tidak bisa lagi memiliki kekuatannya. Bisa ditebak jika Kepala Suku Pohon telah meningkatkan kekuatan melebihinya. Padahal terakhir bertemu masih berada di Ranah Raja Bijak. Kemudian, dia melihat Dewa Binatang dan kedua istrinya, dia kembali terkejut karena tidak mampu melihat kekuatannya.
"Sejak kapan kekuatanmu melejit, apakah kekuatan yang kamu dapatkan dari petunjuk Cermin Kebenaran? Karena petunjuknya kamu ingin berbagi dengan kita, kan?" tanya Dao Li Bai yang ingin tahu dan penuh semangat, dia segera menghampiri Dao Li Xia.
Dao Li Xia tertawa sambil memeluk Dao Li Bai. Setelah berpelukan, dia berkata, "kekuatanku melejit berkat suamiku. Perkenalkan, dia adalah suamiku dan kedua wanita ini adalah saudariku!"
Dewa Binatang menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan kepada Kepala Suku Penjaga Makam dan semua orang. Lalu diikuti oleh Evilyn dan Angela yang memperkenalkan diri.
Dao Li Bai dan semua penjaga makam jelas terkejut karena Dao Li Xia telah menikah. Dengan rasa penasaran, Dao Li Bai mengajak Dao Li Xia untuk berbicara secara pribadi, semua penjaga makam mengikuti pemimpinnya.
Tinggallah Dewa Binatang dan kedua istrinya, mereka kebingungan harus berbuat apa sebagai tamu.
"Sudahlah, yang penting mereka baik-baik saja," kata Dewa Binatang yang tidak tersinggung karena dihiraukan.
"Ayo, kita ke sana saja!" ajak Evilyn yang ingin duduk dan bersantai selama Dao Li Xia berbicara dengan penjaga makam.
Dewa Binatang mengangguk dan mengikuti Evilyn dan Angela. Setelah itu mereka duduk di bawah nisan besar. Saat baru saja mereka bertiga meletakkan pantat, tiba-tiba mereka masuk ke dalam lubang.
Evilyn dan Angela yang kaget jelas berteriak. Dewa Binatang segera meraih tangan kedua istrinya yang langsung memeluknya. Mereka terperosok ke dalam lubang yang dalam...
Panjang lebar Dao Li Xia menceritakan awal bertemu dengan suaminya, lalu mendapatkan petunjuk dari Cermin Kebenaran. Dao Li Bai jelas terkejut jika Mysterious Land akan mendapatkan bencana, apalagi munculnya Demon Rabbit Mythical sebagai pertanda buruk.
Mereka belum mengetahui jika Dewa Binatang dan kedua istrinya terperosok ke dalam lubang, lubang yang sangat dalam. Setelah panjang lebar membicarakan hal penting, mereka keluar untuk menemui Dewa Binatang.
Sesampainya di luar, mereka tidak lagi melihat Dewa Binatang, Angela dan Evilyn. Dao Li Bai segera memerintahkan anggotanya untuk mencari keberadaan Kepala Suku Pohon, dia terlihat cemas karena musuh telah tiba.
"Kepala Suku, tampaknya beliau masuk ke makam Guru Agung!" lapor seseorang penjaga makam saat melihat jejak tempat di mana Dewa Binatang terperosok.
"Astaga!! Berarti benar Cermin Kebenaran mentakdirkan dia sebagai pelindung kita!" seruan Dao Li Bai yang awalnya sedikit skeptis terhadap perkataan Dao Li Xia.
Nisan yang dijadikan sebagai tempat duduk oleh Dewa Binatang adalah makam Guru Agung yang telah meninggal puluhan ribuan tahun lalu. Waktu itu semua ras masih bersatu menjaga Mysterious Land.
Setelah meninggalnya beliau karena faktor usia, setiap ras akhirnya bersaing dengan segala hal, dan setiap ras terpecah belah. Konon katanya, sebelum Guru Agung meninggal, beliau berpesan kepada semua penghuni Mysterious Land, jika suatu hari nanti makamnya menelan seseorang, maka dialah yang akan menjadi penggantinya.
Pesan beliau tertulis di nisannya, dan Dewa Binatang tidak membaca pesan tersebut sehingga tidak mengetahuinya.
__ADS_1
"Apa kita bisa masuk ke dalam?" tanya Dao Li Xia yang ingin tahu suaminya mendapatkan apa dari Guru Agung.
"Tidak bisa. Tapi jangan khawatir, Kepala Suku Pohon pasti baik-baik saja. Kita tunggu saja di sini sampai dia keluar dari makam ini!" jawab Dao Li Bai.
Dao Li Xia dan semua penjaga makam menggelar tikar di depan makam Guru Agung, mereka dengan sabar menunggu Dewa Binatang keluar dari makam Guru Agung...
Sedangkan Dewa Binatang dan kedua istrinya hampir terjatuh ke dalam air setelah melewati lubang yang panjang. Untung saja mereka adalah seorang kultivator sehingga mampu melayang di atas permukaan air.
Baru saja lega karena melewati lubang yang panjang, Evilyn dan Angela kembali terkejut saat melihat banyak Roh-roh berkeliaran. Mereka segera memegang tangan suaminya karena takut terhadap Roh-roh tersebut.
"Jangan khawatir!" ucap Dewa Binatang yang tidak takut dengan Roh-roh tersebut.
Saat ini, mereka berada di sebuah gua raksasa. Dinding gua tersebut sangat keras dan terbuat dari Batu Alam, batu yang dicari-cari oleh Dewa Binatang. Dinding gua tersebut mengeluarkan cahaya berwarna-warni.
Dewa Binatang mengembangkan senyuman bahagia melihat Batu Alam; ada Strom Stone berwarna biru muda dengan pola bintang, Space Stone berwarna biru tua dengan pola bunga, Shadow Stone berwarna oranye dengan pola mata, Infinite Stone berwarna kuning dengan pola angka delapan horisontal, Elemental Stone berwarna hijau dengan pola ketupat.
Ada juga Soul Stone berwarna oranye gelap dengan pola segitiga sebanyak tiga buah, Gravity Stone berwarna merah tua dengan pola mata berapi-api. Time Stone berwarna hijau tua dengan pola jam pasir, Death Stone berwarna merah api dengan pola dua sabit.
Lalu ada juga Star Stone berwarna putih kebiruan dengan pola anak panah, Anger Stone berwarna merah muda dengan pola kepalan tangan, Blood Stone berwarna merah darah dengan corak tiga tetes air, Curse Stone berwarna ungu dengan corak kepala rubah dan terakhir adalah Solid Stone berwarna hijau daun dengan gambar segitiga.
Guru Agung duduk bersila di atas altar berbentuk segitiga, setiap ujung segitiga itu terdapat tugu, di ujung tugu terdapat bola berlian seukuran kepala manusia dewasa. Walaupun wujudnya adalah roh, Guru Agung masih mengenakan pakaian serba putih, dia adalah seorang wanita cantik, lebih cantik dari Dao Li Xia.
"Apakah Anda bisa berkomunikasi?" tanya Dewa Binatang kepada Guru Agung yang duduk bersila sambil memejamkan mata.
Tanpa membuka mata Guru Agung tersenyum, lalu dia berkata, "akhirnya jiwaku bisa bereinkarnasi. Aku sudah lama menunggu Anda, kemari jangan takut, anak muda!"
Dewa Binatang tersenyum tipis karena dipanggil anak muda, padahal jika dihitung-hitung usianya telah melampaui Guru Agung. Lalu dia melihat Guru Agung melambaikan tangan kirinya. Seketika ribuan Roh-roh tersebut memasuki Batu Alam yang tersebar di dalam gua.
Setelah ribuan Roh-roh memasuki Batu Alam, terlihat jelas di dalam gua banyak sekali tanaman langka. Seandainya tidak bertemu dengan Dewa Binatang yang memiliki kekayaan, Evilyn dan Angela sudah pasti menjadi serakah melihat tanaman langka.
Dewa Binatang dan kedua istrinya segera mendekati Guru Agung, lalu di depannya muncul alas tempat duduk. Lalu mereka bertiga duduk di alas itu.
"Maaf, Saya mau bertanya, apakah benar Anda menunggu kami?" tanya Dewa Binatang yang membuka pembicaraan.
"Bukan kalian, tapi Anda yang aku tunggu!" jawab Guru Agung yang memiliki tugas untuk menemui Dewa Binatang.
Dewa Binatang jelas kebingungan dengan perkataannya, dia merasa tidak pernah bertemu dengan Guru Agung. Dia pikir, sosok roh wanita cantik ini menunggu Angela atau Evilyn karena juga seorang wanita.
__ADS_1
"Apakah kita pernah bertemu?" selidik Dewa Binatang yang mungkin melupakannya.
"Tidak. Tapi, pemilik Mysterious Land yang memberikan tugas kepadaku untuk menunggu Anda. Ya, Anda adalah Dewa Binatang yang mencari jiwa saudari Anda, bukan?"
Seketika Dewa Binatang kegirangan karena menebak jiwa Guru Agung adalah orang utusan dari kakaknya. Berbeda dengan Evilyn dan Angela yang terlihat kebingungan karena tidak tahu apa yang dibicarakan suaminya, tapi mereka tidak berani menyela pembicaraan suaminya.
"Benar-benar, aku memang mencari jiwa kakakku. Apakah Anda mengetahui keberadaan saudariku? Mysterious Land... Apakah juga milik saudariku?" tanya Dewa Binatang dengan tergesa-gesa karena sudah sangat merindukan kakaknya.
"Iya, Mysterious Land memang memiliki tuanku, Cermin Kebenaran juga memiliki beliau. Ada pasti sudah bertemu dengan penjaga Istana Surga, bukan?" jawab Guru Agung dan balik bertanya sebelum menjawab.
"Anda tahu semuanya. Memang benar saya sudah bertemu dengannya. Saat akan membuka Kitab Perjanjian Lama, tiba-tiba ada kekacauan sehingga saya gagal mengetahui kebenaran yang tersembunyi! Siapa dia apakah ada hubungannya dengan saudariku?" Dewa Binatang kagum karena roh wanita ini tahu segalanya.
"Tidak perlu tahu siapa dia karena tidak penting. Ya, memang saya dan dia ada hubungannya. Tapi intinya, kita menunggu Anda sudah sangat lama. Sekarang, jika Anda ingin bertemu dengan tuanku, selamatkan dulu Mysterious Land dari penjajah. Setelah itu, Anda bisa kembali ke sini dan saya akan mengantarkan Anda menemui tuanku. Ambil apapun yang ada di sini sebagai modal untuk melawan mereka!" jawab Guru Agung yang memberikan tugas kepada Dewa Binatang, tugas yang sama dengan permintaan Cermin Kebenaran.
Dewa Binatang menghela nafas kecewa karena tidak bisa menemui jiwa kakaknya, padahal tinggal selangkah lagi. Dia menjadi geram terhadap Ras Pleidian dan bersumpah untuk memusnahkan mereka.
Merasakan kekecewaan Dewa Binatang, Guru Agung kembali berbicara, "tuanku sudah mengetahui apa yang akan terjadi kepada Anda saat akan mengetahui kebenaran. Oleh karena itu, beliau membuat banyak rencana agar Anda tidak dalam bahaya. Intinya, kebenaran itu sangat menyakitkan sekaligus membahayakan jiwa Anda. Anda tidak perlu bertanya kebenaran itu demi kebaikan. Nanti, saat bertemu dengan tuanku, Anda bisa puas untuk bertanya!"
Dewa Binatang mengangguk sebagai jawaban. Ya, sejujurnya mentalnya belum siap jika harus mengetahui kebenaran saat ini. Yang terpenting baginya, dia hanya ingin bertemu dengan jiwa kakaknya. Dengan bertemu kakak perempuannya, dia bisa siap untuk mengetahui segalanya.
"Baiklah, setelah saya memusnahkan mereka, saya akan kembali. Tolong, tunggu saya!" ucap Dewa Binatang yang ingin sesegera mungkin menyelesaikan tugasnya.
"Saya akan selalu berada di sini menunggu Anda. Silakan Anda ambil apapun yang ada di sini. Setelah selesai, saya akan keluarkan kalian dari sini," kata Guru Agung dengan nada lembut.
Dewa Binatang melihat kedua istrinya secara bergantian. Tahu artinya, Angela dan Evilyn dengan semangat keluar dari altar segitiga untuk mengambil Batu Alam dan tanaman langka.
Dewa Binatang tidak segera berdiri karena masih banyak yang ingin dibicarakan. Namun, sudah diperintahkan untuk pergi, dia mengurungkan niatnya.
Kemudian, dia dan istrinya mengambil apapun yang berharga di dalam gua ini. Setelah selesai, muncul lubang hitam di tengah gua. Tahu jika itu adalah jalan keluar, Dewa Binatang dan kedua istrinya masuk ke dalam lubang hitam...
Di luar gua, Dao Li Xia dan semua penjaga makam masih dengan setia menunggu Dewa Binatang keluar dari makam Guru Agung. Lalu melihat melihat nisan Guru Agung bersinar.
Tidak berselang lama, muncul Dewa Binatang bersama kedua istrinya. Mereka melihatnya yang tersenyum bahagia, sudah bisa ditebak jika mendapatkan sesuatu yang berharga dari Guru Agung.
Dao Li Xia segera menerjang ke arah suaminya yang baik-baik saja. Sedangkan Kepala Suku Penjaga Makam Dao Li Bai dengan sabar menunggu mereka berpelukan, dia ingin bertanya tentang pertemuannya dengan Guru Agung.
Ternyata, mereka sudah setengah hari berada di dalam makam Guru Agung. Saat ini hari sudah siang...
__ADS_1