
Bab 93. Ular Surgawi Versus Ruan Fei.
Ular Surgawi tidak tersinggung karena ditertawakan, sebab ia tidak tahu apa artinya ekspresi hati dan pikiran. Ia menantang ayah dan ibunya dikarenakan perbedaan wujud, tubuhnya besar dan kenapa orang tuanya bertubuh sangat kecil?
Seperti yang dikatakan oleh Dewa Binatang sebelum Ular Surgawi lahir, Ular Surgawi sudah memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute saat berada di dalam cangkang telur.
Walaupun kekuatan terbilang lemah dengan tolak ukur para pemimpin Galaksi Arcadia, bukan berarti bisa dikalahkan dengan mudah, sebab tubuh Ular Surgawi sangatlah kuat untuk menahan gempuran kekuatan setingkat Half Alfa, itu baru usai 7 tahun.
Ketika Dewa Binatang bertarung dengan Celestial Snake yang usianya mencapai jutaan tahun, dia harus menggunakan Pedang Semesta untuk merobek kulit Ular Surgawi.
Bisa dipastikan Ular Surgawi yang baru lahir ini juga memiliki kemampuan yang sama. Sayangnya, ada kelemahannya di mana berukuran besar menyulitkan untuk bergerak bebas ketika bertarung.
Saat ini, semua orang yang dekat dengan Pegunungan Larswood bisa melihat sosok binatang suci yang baru lahir. Mereka jelas ketakutan melihat ukuran Ular Surgawi yang sangat besar, bahkan setingkat Mao Zedong sampai menggigil karena rasa takut.
Sedangkan Lei Jihan dan ibunya, mereka seketika pingsan melihat Ular Surgawi.
Semua orang mendengar Ular Surgawi berbicara dengan Dewa Binatang, mereka kebingungan karena tidak melihat ibu yang dikatakan oleh Dewa Binatang.
Sha Meyleen dan rombongannya juga tidak melihat wanita yang menjadi ibu bagi Ular Surgawi, jelas mereka kebingungan dan dipenuhi dengan banyak pertanyaan di hati.
Sebelum Putri Liangyi bertanya kepada Sha Meyleen, Ular Surgawi menatapnya. Sontak tubuhnya menggigil hebat karena ketakutan, seolah-olah sedang diincar oleh binatang buas.
Ruan Fei segera berbicara kepada Dewa Binatang melalui komunikasi telepati, "Yang Mulia, izinkan hamba bertarung dengan Putri Anda!"
"Siapa kamu?" tanya Ular Surgawi yang bisa mendengar suara telepati.
Dewa Binatang dan rombongan terkejut dengan kemampuan Ular Surgawi. Baru kali ini ada yang bisa mendengar suara telepati selain yang bersangkutan.
"Maaf, Nona Muda! Hamba adalah pengawal orang tua Anda. Perkenalkan nama hamba Ruan Fei, panggil saja Paman Fei!" jawab Ruan Fei dengan nada sopan sambil meletakkan tangan kanan di dada kiri.
"Paman... Paman Fei... Apa itu paman?" tanya Ular Surgawi yang tidak paham dengan nama silsilah panggilan yang lebih tua.
"Putriku, paman adalah nama yang ditujukan kepada orang yang lebih tua darimu. Paman dalam arti lain bisa dikatakan kerabat dekat, bisa adik maupun kakak dari ayahmu. Dan itu dilihat dari silsilah kelahiran sebelum mendapatkan sebutan paman, bibi, kakek dan yang lain sebagainya...," dengan sabar Qin Diao Chin menjelaskan agar Ular Surgawi cepat belajar.
Dengan wujud Ular Surgawi yang sangat besar, saat Qin Diao Chin menjelaskan, kepalanya selalu mengangguk sebagai respon. Terlihat lucu bagi Dewa Binatang dan istrinya, bagi orang lain jelas aneh.
"Paman Fei yakin bisa mengalahkan Putri ayah ini?" tanya Ular Surgawi dengan polosnya sambil melihat Ruan Fei.
Dewa Binatang dan istrinya kembali menertawakan kelucuan Ular Surgawi. Sedangkan Ruan Fei hanya bisa menahan tawanya karena tidak ingin menyinggung perasaan Ular Surgawi.
"Nona Muda, Paman tidak yakin bisa mengalahkan Anda. Tetap Paman akan berusaha sekuat tenaga untuk melawan Anda. Nona Muda, jangan ragu-ragu saat bertarung!" jawab Ruan Fei dengan nada sopan dan tidak mau mengakui bahwa kekuatan melebihi Ular Surgawi.
Tujuannya, agar Ular Surgawi memiliki kepercayaan diri saat bertarung nanti. Selain itu, dia juga ingin membimbingnya agar mampu melihat situasi pertarungan, sebab saat bertarung pasti akan ada hal-hal yang tidak terduga.
"Jika aku bisa mengalahkan Paman, apa aku nanti bisa bertarung dengan Ayah dan Ibu?" tanya Ular Surgawi kepada Dewa Binatang.
"Iya. Ayah dan Ibu akan bermain denganmu!" jawab Dewa Binatang sambil mengelus kepala Ular Surgawi.
"Hore...! Ayah harus pegang janji, tidak boleh berbohong!" Ular Surgawi kegirangan mendengar kata-kata bermain karena nalurinya sebagai anak kecil.
__ADS_1
"Tentu Ayah memegang janji kita! Ayahmu ini adalah orang terjujur di dunia ini, baik hati, penyayang, tidak sombong, royal dan pria sejuta pesona!" jawab Dewa Binatang yang narsis.
Tian Lihua dan semua saudari menahan tawa karena suaminya membual dihadapan Ular Surgawi. Ruan Fei dan 99 rekannya sampai memalingkan wajah untuk menahan tawa...
Setelah Dewa Binatang dan istrinya mengobrol dengan Ular Surgawi. Saat ini, Ruan Fei berhadapan dengan Ular Surgawi di atas puncak Gunung Larswood.
Semua orang yang melihat akan terjadi pertarungan sengit, segera menjauhi Pegunungan Larswood karena pertarungan setingkat ini sangat mengerikan. Sedangkan Lei Jihan dan ibunya telah dimasukkan ke dalam Dunia Jiwa karena masih pingsan.
"Paman Fei, aku bergerak dulu!" izin Ular Surgawi yang ingin menguji kekuatan Ruan Fei.
"Silakan, Nona Muda, hamba sudah siap!" jawab Ruan Fei.
Ular Surgawi mengayunkan ekornya sehingga memicu gelombang angin kencang yang menghempaskan apapun. Ruan Fei sedikit terkejut karena kecepatan serangan Ular Surgawi, dia segera mengepalkan tangan kanan untuk meninju ekornya.
Dumm...
Dentuman keras ketika ekor Ular Surgawi berbenturan dengan kepalan tangan. Benturan itu memicu gelombang kejut angin yang mampu menghancurkan apapun. Untungnya, Yuke telah mengantisipasi hal-hal seperti ini dengan membuat domain energi spiritual.
Yang mengejutkan setelah benturan itu, Ruan Fei sampai terdorong mundur beberapa meter setelah meninju, tangannya terasa nyeri, tulang jarinya terasa kaku.
"Kuat sekali fisiknya!" batin Ruan Fei yang tidak menyangka kekuatan tingkat Dewa Absolute mampu menahan pukulan.
Ular Surgawi tidak memberikan kesempatan kepada Ruan Fei, ia kembali mengayunkan ekornya yang lebih cepat dari sebelumnya. Melihat serangannya lebih cepat, Ruan Fei tidak lagi meremehkan kekuatan Ular Surgawi, dia mengeluarkan kekuatan sebesar 50 persen.
Dumm...
Dentuman keras kembali terdengar ketika tinju membentur ekor. Kali ini, Ruan Fei sampai sampai berguling-guling di udara. Sedangkan Ular Surgawi, ia tetap berada di tempatnya tanpa bergeser sedikitpun.
"Maaf, Nona Muda. Hamba tidak akan sopan lagi!" sesal Ruan Fei karena masih meremehkan Ular Surgawi.
Boom...
Akhirnya, Ruan Fei mengeluarkan basis kultivasinya yang berada di tingkat True Alfa level puncak (level 99). Karena kekuatan ini, dia menjadi komandan dari 99 pasukan khusus Kekaisaran Dewa Binatang. Sedangkan 99 rekannya, kekuatan level jelas berada dibawahnya, terendah di level 50.
Kekuatan Ruan Fei mengejutkan banyak orang yang melihatnya. Mereka tidak menyangka putra pedagang Cheng Bei memiliki seorang pengawal setingkat True Alfa. Itu baru satu dan belum 99 pengawal lain yang mengelilingi Gunung Larswood.
Tubuh Ruan Fei menghilang dan muncul di tengah tubuh Ular Surgawi. Sebelum tinjunya mengenai perut lawannya, Ular Surgawi sudah mengantisipasi dengan mengayunkan ekornya terlebih dahulu.
Ruan Fei buru-buru menghindari ekor Ular Surgawi, dia tidak menyangka lawannya memiliki kecepatan seperti ini, padahal dia sudah mengeluarkan seluruh kekuatan.
Saat ini, Ruan Fei sudah berada di atas punggung Ular Surgawi, tujuannya untuk meninju punggung lawan. Akan tetapi, Ular Surgawi telah membuka mulut terlebih dahulu, di mana dari dalam mulutnya keluar bola api.
Ruan Fei mengurungkan niatnya untuk memukul punggung lawan karena bola api terlebih dahulu mendekatinya. Segera dia mengayunkan pukulan berenergi.
Boom...
Ledakan energi ketika bola api berbenturan dengan pukulan berenergi. Akibat benturan itu, bola api seperti kembang api, di mana percikan api berjatuhan di hutan.
Sebelum api membakar hutan, 99 pasukan khusus memadamkan api dengan melambai tangan. Lalu mereka kembali melihat pertarungan itu, dan mengejutkan mereka karena punggung Ruan Fei terkena serangan ekor Ular Surgawi.
__ADS_1
Boom...
Ruan Fei menghantam pepohonan dan terhenti ketika membentur tanah. Ular Surgawi tersenyum tipis melihat lawan pertamanya berhasil terkena serangannya.
Lalu, ia melihat Dewa Binatang yang tersenyum sambil mengacungkan jari jempol sebagai bentuk apresiasi terhadap kehebatannya.
"Sekarang, Ayah!" tantangan Ular Surgawi yang belum puas sebelum mengalahkan Dewa Binatang.
"Dia seperti Celestial She," kata Yuna Aurora yang melihat kemiripan dengan Ular Surgawi.
"Aku juga merasa begitu, sifatnya serta ucapannya mirip dengan saudari Celestial She!" sahut Qin Diao Chin yang sepemikiran.
"Setelah putri kita puas bermain-main, nanti juga akan tahu!" sela Dewa Binatang sebelum Yuke ikut berargumen.
"Paman Fei masih belum menyerah... Lihat, dia sudah menyerangmu lagi!" peringatan Dewa Binatang sebelum menjawab tantangan Ular Surgawi.
Ruan Fei sudah sangat dekat dengan kepala Ular Surgawi, kepalan tangannya melesat sangat cepat. Ular Surgawi tidak panik dengan serangan itu, dari kedua matanya mengeluarkan sinar yang menyilaukan mata.
Ruan Fei yang paling dekat dengan Ular Surgawi seketika kedua matanya terpejam karena silau. Yang mengejutkannya, seluruh tubuhnya seperti menjadi patung. Untungnya saja kondisi yang membatu hanya sesaat.
Namun dia terlambat menghindar serangan bola api yang lebih kuat dari sebelumnya...
Boom...
Ruan Fei terkena telak serangan Ular Surgawi, tubuhnya kembali menghantam tanah sehingga menciptakan kawah. Untungnya, dia menggunakan zirah perang sehingga serangan itu tidak melukainya.
Ruan Fei segera bangkit dan melihat Ular Surgawi yang melayang di atas puncak Gunung Larswood dengan gagah.
"Anda menang, Nona Muda!" pengakuan Ruan Fei yang tidak mampu menyentuh lawannya.
"Roarrr...!!" Ular Surgawi meraung keras karena bangga bisa mengalahkan lawannya.
Mao Zedong menelan ludah karena kekuatan binatang suci di luar ekspektasinya, dia tidak menyangka sekuat True Alfa dengan mudah dikalahkan.
Untuk menutupi kelemahan fisik yang berukuran besar, Ular Surgawi memiliki kemampuan dalam hal kecepatan serangan, kulit sangat keras dan kuat, serta memiliki Mata Surgawi yang sudah dirasakan oleh Ruan Fei, di mana seluruh panca indera gagal fungsi dan menjadi patung dalam sesaat.
Oleh sebab itu, walaupun kekuatan jauh berada di bawah Ruan Fei, ia masih mampu mengalahkan lawannya dengan mudah.
"Sekarang, Ayah. Ayo kita bertarung!" tantangan Ular Surgawi yang selalu mengincar Dewa Binatang yang mengaku paling kuat.
Dewa Binatang tersenyum melihat kelucuan Ular Surgawi, lalu dia melihat Yuke. "Blokir pandangan mata mereka!" pintanya yang tidak ingin kemampuannya diketahui oleh banyak orang.
Si Yuke mengangguk paham, lalu ia meningkatkan kekuatan domain energi untuk menghalangi Mata Dewa, bahkan Mata Neraka tidak akan mempu menebusnya.
Setelah domain energi diperkuat, Dewa Binatang menghilang dan muncul di depan Ular Surgawi, terpaut jarak tiga meter.
"Ayo, serangan Ayah terlebih dahulu!" pintanya.
"Dengan senang hati!" jawab Ular Surgawi yang diberikan kesempatan untuk menyerang.
__ADS_1
Segera ia membuka mulutnya untuk mengeluarkan bola api. Dengan jarak Dewa Binatang yang begitu dekat, tubuhnya sangat kecil dibandingkan dengan ukuran bola api.