
Bab 44. Kedamaian Sebelum Bencana.
Karena Dewa Binatang telah menikahi Kepala Suku, maka dia menjadi pemimpin Suku Pohon yang baru. Dan ada ritual untuk menjadi pemimpin Suku Pohon.
Acara ritual diadakan di Jurang Kebenaran, tetapnya di Altar Cermin Kebenaran. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Dewa Binatang untuk menemui penjaga Istana Surga. Sayangnya, Cermin Kebenaran tidak membawa kesadarannya seperti sebelumnya.
Dewa Binatang menduga jika ingin terkait dengan seseorang yang membuat kekacauan di Negeri Atas Awan.
Ritual pergantian kepemimpinan akhirnya usai dan Dewa Binatang diberi tongkat komando Suku Pohon yang sebelumnya dimiliki oleh Dao Li Xia. Kini, Dao Li Xia menjadi penasihatnya karena lebih memahami tentang Mysterious Land, terutama tentang Bangsa Elves.
Waktu pun berlalu selama tiga hari, selama itu rakyat Suku Pohon telah merampungkan tempat tinggal barunya. Dewa Binatang juga bertanya kepada istrinya perihal Batu Elemental Stone dan Death Stone.
Dao Li Xia mengatakan jika kedua batu tersebut pemberi dari Cermin Kebenaran. Oleh tetua sebelumnya, kedua Batu Elemental Stone dan Death Stone dijadikan mata bagi patung manusia burung, dan patung tersebut sebagai simbol tanah dan udara, dan juga identitas diri bagi Suku Pohon.
"Apakah di Mysterious Land tidak ada batu sejenis itu?" tanya Dewa Binatang kepada Dao Li Xia.
Tanpa curiga akan tujuan Dewa Binatang yang bertanya tentang material langka, dia menjawab, "ada sebenarnya, tapi harus menggali tanah sedalam dua sampai tiga kilometer, dan itupun tidaklah mudah karena struktur tanah di sini sangat keras...,"
Dao Li Xia menjelaskan juga, jika saat menggali kurang dari 300 meter, struktur tanah masih lembek dan cocok untuk berkebun dan menanam segala jenis tanaman serta sayuran. Lebih dari itu, tanah menjadi keras sekeras logam.
Dia juga mengatakan jika tingkat kekuatan di wilayah Mysterious Land sama dengan Planet Nibiru. Dirinya saat ini berada di Ranah Raja Bijak level puncak. Sedangkan keempat tetua berada di Ranah Kaisar, tertinggi adalah tetua pertama di level 7.
Profesi di sini tidak jauh berbeda. Khususnya di bidang Alchemist, jika di Planet Nibiru menyebutkan hasil ramuan adalah pil, di Mysterious Land berbentuk cairan, atau yang dikenal dengan nama Elixir. Jenisnya bermacam-macam, ada Elixir Penyembuh, Pemulih Energi dan lain sebagainya
Tapi yang paling sulit dipelajari ada dua bidang, yaitu Formasi Array dan Penjinak Binatang (Beast Tamer), itu dikarenakan kekurangan bahan serta pengetahuan. Tertinggi hanya berada di tingkat Alchemist tingkat Master tahap menengah, itu sudah maksimal.
Sama halnya dengan Penjinak Binatang yang sulit dipelajari karena kekurangan sumber pengetahuan. Tertinggi di tingkat Grand Master tahap puncak. Untuk menjinakkan binatang, kebanyakan mengandalkan sihir. Tapi sihir memiliki dampak buruk bagi binatang yang dijinakkan.
Justru yang paling mudah dipelajari adalah bidang Pandai Besi (Smelting), Penyihir dan Petarung. Khususnya Pandai Besi yang menjamur di seluruh Mysterious Land.
__ADS_1
Tapi bagi Dewa Binatang yang memiliki semua kemampuan itu, dia berencana untuk melatih Suku Pohon, dari usia 5 tahun. Untuk perihal alat pembayaran, di tempat ini menggunakan metode kuno, yaitu koin emas sebagai alat pembayaran.
Selain koin emas, ada juga batu energi atau yang dikenal oleh Dewa Binatang sebagai Batu Roh dan Batu Mistik. Satu buah Batu Roh senilai 10.000 koin emas, dan satu buah Batu Mistik senilai 100.000 koin emas. Mahalnya Batu Roh dan Batu Mistik dikarenakan struktur tanah di seluruh wilayah Mysterious Land yang sangat keras.
"Dao Li Nuwa dan yang lainnya sudah siap untuk menjalani ritual pernikahan. Kapan jadwalnya?" tanya Dao Li Xia setelah menceritakan banyak hal tentang geografis alam Mysterious Land.
"Tunggu sampai semua anggota yang mencari temanku kembali!" jawab Dewa Binatang karena masih peduli dengan Evilyn, dia ingin menunggu kabar berita.
"Kemungkinan besok mereka sudah ada di sini! Bagaimana jika ritual pernikahan diadakan setelah anggota pencari kembali?" saran Dao Li Xia karena tidak enak hati dengan keinginan rakyatnya.
"Atur saja!" jawab Dewa Binatang singkat.
Lalu dia melihat ke arah langit di bagian utara, terlihat awan hitam yang mulai terbentuk, tanda hujan akan turun. Sedangkan Dao Li Xia segera turun dari rumah pohon untuk mengabarkan hal ini kepada Dao Li Nuwa.
Merasakan kehidupannya di Mysterious Land yang begitu damai, Dewa Binatang bukannya senang menjalaninya, dia merasakan kedamaian ini hanyalah sesaat sebelum terjadinya masalah besar.
"Siapa yang akan datang nanti, apakah musuh lama atau baru?" gumam Dewa Binatang yang penasaran dengan pihak luar yang akan memasuki wilayah Mysterious Land.
Dikarenakan sibuk membuat rencana, dia tidak menyadari jika istrinya telah kembali bersama Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua. Dao Li Xia duduk di sebelahnya dan memahami apa yang ditulis oleh suaminya.
"Lakukan sesuai rencana yang sudah aku buat untuk kebaikan Suku Pohon," kata Dewa Binatang sambil menyodorkan kertas berisi rencana.
Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua berdiri di belakang Dao Li Xia, dia membaca rencana Dewa Binatang. Di luar rumah, cuaca sedang turun hujan disertai angin kencang.
Rencana pertama, membuat tempat persembunyian untuk rakyat Suku Pohon jika terjadi bencana atau peperangan. Kedua, mengumpulkan banyak sumber daya, terutama makanan yang diawetkan selama persembunyian. Ketiga, melatih rakyat untuk bisa bertarung, memiliki kemampuan dalam berbagai profesi. Keempat, membuat pembatas yang melindungi wilayah Suku Pohon. Dan masih banyak rencana yang ditulis oleh Dewa Binatang.
"Untuk masalah tempat persembunyian, kita, Suku Pohon berlindung di bawah Bapak Pohon. Di sana keamanan lebih terjamin. Untuk masalah bahan pangan, kita sudah memiliki banyak persediaan. Ketiga dan keempat, itu yang sulit terealisasi seperti yang sudah aku katakan tadi!" ungkap Dao Li Xia sebagai mantan Kepala Suku Pohon.
Dewa Binatang tersenyum bukan karena meremehkan istrinya, melainkan apa yang direncanakan semua keperluan telah dipersiapkannya. Dia segera mengeluarkan lima buku tebal berisi tentang pengetahuan;
__ADS_1
Pertama, buku ilmu Formasi Array yang isinya tidak jauh dari pengetahuan tentang sihir. Kedua, ilmu pengetahuan tentang menjinakkan binatang. Ketiga, ilmu pengetahuan tentang Alchemist yang mempelajari sampai tingkat Saint tahap puncak. Keempat, tentang pengetahuan bela diri, berisi tentang teknik bertarung fisik, melatih kecepatan dan teknik pasif yang dikhususkan untuk melarikan diri.
Dan yang terakhir, tentang ilmu berkultivasi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan Suku Pohon. Pengetahuan untuk meningkatkan kekuatan. Ini berbeda dengan yang diberikan kepada Evilyn dan Angela.
Lalu dia mengeluarkan cincin dimensi berisi koin emas, Batu Roh dan Batu Mistik, itu untuk pengeluaran bagi keberlangsungan hidup Suku Pohon. Nilainya membuat Dao Li Xia tercengang setelah memeriksa isi cincin dimensi.
Dao Li Xia tidak mampu berkata-kata dengan kekayaan suaminya, dia hanya memeluknya sambil meneteskan air mata bahagia.
Sebagai mantan Kepala Suku Pohon, dia terbebani dengan acara hari suci yang setiap tahun diadakan. Segala biayanya ditanggung oleh Suku Pohon. Sedangkan suku dan ras lainnya hanya datang tanpa memberikan sumbangan.
"Cermin Kebenaran selalu benar. Kamu adalah seorang Dewa bagi kaum tertindas!" ungkap Dao Li Xia.
Dewa Binatang tertawa ringan karena tidak merasa menjadi seorang penolong. Apapun yang dilakukannya sesuai dengan kehendak hati. Jika hatinya sedang buruk, dia tidak akan peduli dengan siapapun, dan sebaliknya.
"Kalian... Maksudku untuk semua istriku... Pelajari kelima buku pengetahuan ini sebelum melatih rakyat kita. Setelah paham betul, bisa disalin dan disebarkan khusus untuk Suku Pohon. Ini akan menjadi identitas baru Suku Pohon sebagai pelindung Altar Cermin Kebenaran. Menjadi pelindung dan memimpin acara hari suci tidaklah mudah, kalian harus memiliki kemampuan melebihi suku dan ras lainnya. Tujuanku, kalian pasti sudah mengerti!" jelas Dewa Binatang.
Dao Li Xia menyelinap cincin dimensi di tangan kiri jari manis dengan tangan gemetaran, dia segera membuka salah satu buku pengetahuan. Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua juga mengambil satu buku untuk dipelajari.
Setelah membuka buku, di lembaran pembuka sudah membuat mereka senang karena pengetahuan ini yang dibutuhkan.
Segera ketiga wanita itu menghujani Dewa Binatang dengan ciuman. Dao Li Xia mencium bibirnya, sedangkan kedua wanita muda itu mencium pipi kanan dan kiri.
Setelah Dao Li Xia melepaskan ciuman, Dewa Binatang bertanya "aku ingin, apa kalian siap?"
"Tidak!" Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua langsung menolak ajakan Dewa Binatang yang ingin bercinta, padahal sudah tahu aturan Suku Pohon.
Ada aturan ketat di Suku Pohon dan jika dilanggar berakibat kematian. Jika menikah dan acaranya adakan di bawah Bapak Pohon, dan kedapatan sudah tidak perawan, maka si wanita itu akan dihisap jiwanya oleh Bapak Pohon, termasuk jasadnya.
"Dia suamiku, aku yang akan melayaninya sampai puas," kata Dao Li Xia tanpa malu, sebab hal ini bukan hal tabu bagi Suku Pohon.
__ADS_1
Dewa Binatang tersenyum dan melihat istrinya membuka pakaian tanpa menunggu kedua wanita itu keluar dari rumah. Dao Li Nuwa dan Dao Li Chunhua duduk sambil melihat hubungan intim, bagi mereka ini adalah pengetahuan sebelum menikah.