
Bab 18. Menyelamatkan Zyila Miralen.
Setelah menyelamatkan Zyila Miralen dari serangan binatang Wyvern, Dewa Binatang memantau setiap wanita yang ikut berjuang, dia berharap menemukan istrinya di situasi kekacauan di Planet Nibiru.
Dia melihat banyak gedung-gedung pencakar langit runtuh karena serangan dari ikan paus, banyak juga serangan binatang monster memakan korban. Para petarung juga tidak luput dari keganasan binatang monster yang memiliki pertahanan kuat yang didukung dengan senjata canggih.
Berbagai jenis kapal angkasa berjatuhan dan armada darat hancur terkena serangan binatang monster. Lambat laun binatang monster bergerak ke pusat Kota Metrolit Phoniex mengikuti targetnya yang mundur.
Melihat serangan binatang monster yang tertuju pada perlengkapan canggih, Dewa Binatang sedikit menyimpulkan, bahwa serangan ini bertujuan untuk memusnahkan teknologi dari Planet Nibiru.
Dengan Mata Langit, Dewa Binatang memeriksa tempat persembunyian Ras Manusia. Untung saja masih aman dan hanya dilewati oleh ikan paus raksasa. Dia segera memberikan kabar kepada Shan Jian mengenai invasi binatang monster.
Ternyata, Shan Jian sudah mengetahui situasi di luar melalui satelit luar angkasa yang masih dimiliki oleh Ras Manusia. Shan Jian hanya berpesan, agar tidak menggunakannya Mechanical Robotec, sebab setiap teknologi canggih memiliki gelombang elektromagnetik yang mampu dideteksi oleh teknologi binatang monster.
"Apakah ayah tahu siapa penyebab kejadian ini?" tanya Dewa Binatang kepada Shan Jian.
Setelah beberapa saat menunggu, Shan Jian memberikan jawaban.
"Melihat teknologi yang dimiliki binatang monster, kemungkinan besar ini perbuatan Ras Custodians, Ras Annunaki atau Ras Pleidian. Hanya mereka bertiga yang teknologinya lebih canggih dari ras manapun di Planet Nibiru."
Dewa Binatang menjadi teringat dengan sejarah manusia di Bumi, di mana setiap manusia memiliki teknologi canggih, selalu saja dimusnahkan dan menyisakan 20% kehidupan di muka Bumi. Hingga saat ini tidak diketahui siapa dalang penyebabnya.
Setelah pemusnahan itu, manusia di Bumi kembali menjalani hidup dari nol, dengan kata lain kembali ke zaman batu. Dengan proses waktu yang lama sekitar 2.000 tahun, manusia kembali ke masa jayanya, namun lagi-lagi dimusnahkan. Kejadian itu selalu berulang-ulang tanpa diketahui siapa penyebab pemusnahan itu dan apa tujuannya.
Dewa Binatang selesai berkomunikasi dengan Shan Jian, lalu dia kembali fokus pada tujuannya. Dia melihat dari lubang hitam keluar sebuah benda yang aneh, bentuknya lingkaran besi berteknologi canggih.
Di tengah lingkaran besar itu terdapat bola yang menjadi pusat komando. Ukuran lingkaran itu jauh lebih besar dari ikan paus.
__ADS_1
Dewa Binatang mendengar suara tanah yang terbelah seperti gempa, lalu dia melihat di pusat pemerintahan Kota Metrolit Phoniex yang menjadi pusat terjadinya gempa.
Ternyata, muncul lubang di dalam tanah. Dari lubang itu keluar banyak kapal angkasa berbentuk anak panah. Setelah kapal angkasa itu keluar, keluar 5 robot yang ukurannya melebihi tinggi gedung.
Gerakan robot tersebut sangat lincah dan bergerak ke arah binatang monster. Namun, walaupun ukuran kelima robot tersebut besar, tetap saja tidak mampu mengalahkan binatang monster yang unggul dalam segala aspek; dari jumlah yang lebih banyak, serta lebih canggih teknologinya.
"Jenis sistem teknologi apa yang diciptakan oleh ketiga ras itu?" gumam Dewa Binatang yang penasaran.
Lalu dia melihat lingkaran besi raksasa yang keluar dari lubang hitam mengeluarkan sinar. Setiap kali sinar mengenai tanah, maka tanah itu meledak dan gelombang kejutnya menyebar menghancurkan gedung-gedung.
"Pada akhirnya, secanggih apapun teknologi, kehidupan akan kembali pada diri sendiri. Energi spiritual adalah hal utama bagi kehidupan agar terus berkembang," gumamnya setelah melihat Kota Metrolit Phoniex tidak akan bertahan lama dari serangan binatang monster.
Lalu dia melihat Twins Ice dan Astrella Xiosien tidak menggunakan perlengkapan canggih, mereka melepaskannya dan menggunakan kemampuan asli sebagai seorang kultivator. Dengan energi spiritual, mereka berdua mampu mengalahkan binatang monster berukuran kecil.
Sedangkan dengan binatang monster berukuran besar, mereka berdua tidak mampu menembus pertahanannya dikarenakan basis kultivasinya yang rendah. Aksi kedua wanita itu diikuti banyak orang, mereka mengandalkan kekuatan spiritual karena teknologi canggih tidak berpengaruh pada pertahanan binatang monster.
Seperti yang dikatakan oleh Shan Jian, setelah perlengkapan canggih tidak digunakan lagi, maka binatang monster kebingungan dalam mencari targetnya. Binatang monster itu mencari sasaran yang masih mengeluarkan gelombang elektromagnetik.
Kemudian, Dewa Binatang melihat Orb Meta Immortal milik Zyila Miralen terkena serangan dari benda berbentuk lingkaran besar. Segera dia terbang ke arah Zyila Miralen sambil melepaskan tembakan ke arah binatang monster yang menyerangnya.
Dewa Binatang terbang melewati Twins Ice dan Astrella Xiosien, aksinya juga dilihat oleh banyak orang. Terlihat kedua wanita itu tampak menyesal telah membuat Dewa Binatang tersinggung, bahkan tidak sedikitpun membantunya ketika diserang.
Tiba-tiba Dewa Binatang berhenti dan membalikkan badan, lalu menembak binatang monster berbentuk cacing bedi yang akan menyerang Twins Ice dan Astrella Xiosien.
Dengan mudahnya senjata milik Dewa Binatang meledakkan tubuh binatang itu. Setelah itu dia kembali terbang ke arah Zyila Miralen. Twins Ice dan Astrella Xiosien mengikuti Dewa Binatang, mereka merasa hanya dia yang mampu melindunginya.
Hammer Man dan timnya mengurungkan niat untuk mengikuti pujaannya karena diserang oleh binatang monster, mereka mundur ke arah basis pusat militer Kota Metrolit Phoniex
__ADS_1
Setibanya di lokasi Orb Meta Immortal jatuh, Dewa Binatang kembali melepaskan tembakan ke arah binatang monster sebelum mendekati Zyila Miralen. Kemudian, dia membuka paksa pintu Orb Meta Immortal, dan melihat Zyila Miralen yang sudah tidak sadarkan diri dengan kepala mengeluarkan darah segar.
Segera Dewa Binatang melepaskan sabuk pengaman, lalu menggendong Zyila Miralen.
"Terima kasih sudah menolong kita!" ucapan tulus keluar dari mulut Twins Ice ketika Dewa Binatang keluar dari Orb Meta Immortal.
Dewa Binatang tersenyum sinis, lalu dia berkata dengan nada ketus, "seandainya aku manusia, apakah kalian mau mendekatiku, bahkan berbicara seperti ini?"
Twins Ice tersenyum masam, tidak tidak tahu harus berkata apa. Sedangkan Astrella Xiosien ingin membantu Zyila Miralen, namun Dewa Binatang menjauhinya.
"Tapi kamu kan bukan manusia! Kita sama dari satu golongan, sudah seharusnya saling tolong menolong!" ucap Twins Ice tanpa pikir panjang.
Dewa Binatang melirik Twins Ice, lalu dia mengeluarkan Pil Pemulih Energi yang sudah ada di tangannya, lalu memasukkan ke dalam mulut Zyila Miralen.
Seketika luka yang dialami oleh Zyila Miralen sembuh. Kedua wanita itu terkejut melihatnya. Sebelum bertanya, Dewa Binatang terbang meninggalkan mereka.
Kedua wanita itu sangat kesal dicampakkan begitu saja, tapi tetap saja mengikuti Dewa Binatang dengan tergesa-gesa karena binatang monster berdatangan.
Zyila Miralen perlahan membuka matanya, pandang pertama melihat sosok pria yang baru dikenalinya yang telah menolongnya. Namun dia kembali menutup mata seolah-olah belum sadarkan diri.
Dewa Binatang terbang menjauhi Kota Metrolit Phoniex, dia menuju ke arah hutan karena tidak mengeluarkan gelombang elektromagnetik. Saat berada di hutan, dia melihat rumah yang tidak terawat, dipenuhi rerumputan liar dan ditumbuhi lumut, model rumah minimalis dan terkesan kuno, berbanding terbalik dengan dunia yang sudah maju seperti saat ini.
Dewa Binatang mendarat, lalu diikuti oleh Twins Ice dan Astrella Xiosien. Dia tidak melarang kedua wanita itu mengikutinya. Astrella Xiosien buru-buru membuka pintu rumah, dengan sekali hentakan rantai pengunci rumah hancur dan pintu terbuka.
"Rumah ini tidak memiliki teknologi yang mengeluarkan gelombang elektromagnetik, cocok untuk kita bersembunyi," kata Dewa Binatang sambil melihat sekitarnya.
Rumah tersebut memiliki beberapa ruang, dua ruang kamar tidur, ruang dapur, ada satu kamar mandi dan ruang tamu. Banyak jaring laba-laba di setiap sudut rumah, banyak juga daun kering, lantai yang berdebu dan plafon rumah yang sudah bocor.
__ADS_1
"Kalian rawat dia dan juga bersihkan seluruh rumah agar nyaman ditinggali. Aku akan menambal atap yang bocor, serta memeriksa sekitarnya agar kita aman," kata Dewa Binatang sambil meletakkan tubuh Zyila Miralen di kursi sofa yang berdebu.
Twins Ice merasa risih dengan keadaan rumah yang kotor. Berbeda dengan Astrella Xiosien yang tampak sudah terbiasa, dia segera merawat Zyila Miralen. Sedangkan Twins Ice dengan berat hati mulai membersihkan rumah, pekerjaan yang tidak pernah dilakukan sebagai seorang Putri.