
Bab 19. Teknologi Canggih Bisa dikalahkan.
Dewa Binatang ternyata tidak menambal atap rumah yang bocor, justru dia menancapkan banyak bendera yang melingkar rumah. Itu adalah bendera Formasi Array, dia akan membuat Formasi Perlindungan.
Dengan Formasi Perlindungan, maka binatang monster yang memiliki teknologi canggih tidak akan mendeteksinya, sebab Formasi Array tidak mengeluarkan gelombang elektromagnetik. Selain itu, Formasi Perlindungan mampu menahan kondisi cuaca yang selalu berubah-ubah.
Jika dilihat dari luar Formasi Array, maka hanya terlihat hutan dan tidak terlihat ada rumah tua. Setelah Formasi Array aktif, Dewa Binatang kembali ke dalam rumah untuk membantu bersih-bersih.
Setelah masuk, dia justru melihat tiga wanita sedang mengobrol, entah apa yang mereka bicarakan. Dewa Binatang melihat ruangan masih belum dibersihkan. Dia melambaikan tangan kanannya, dan desiran angin dirasakan oleh ketiga wanita malas itu.
Dalam sekejap mata, rumah yang tadinya kotor menjadi bersih dan tampak baru. Perbuatannya mengejutkan ketiga wanita itu, mereka melihat Dewa Binatang dengan tatapan kagum.
Dewa Binatang masuk ke kamar tidur, dia melakukan hal yang sama agar ruangan bersih. Dia melakukan hal yang sama sehingga semua ruangan bersih dari kotoran.
"Kamu menggunakan energi spiritual dengan sia-sia hanya untuk membersihkan rumah," kata Twins Ice sambil menyentuh meja untuk memeriksa apakah ada debu yang menempel.
Umumnya setiap kehidupan di Planet Nibiru akan menghemat energi spiritual, mereka hanya menggunakan energi sewaktu mengendalikan perlengkapan canggih.
"Kata siap sia-sia? Semakin sering menggunakan energi spiritual, lambat laun lautan dantian akan meluas dan melimpah akan energi spiritual. Dengan begitu tidak perlu khawatir kehabisan energi saat dikeluarkan secara berlebihan. Akan tetapi, jika hanya digunakan untuk mengontrol teknologi canggih yang ada batasannya, itu sama saja menutup potensi diri!" terang Dewa Binatang agar ketiga wanita ini mengerti.
Ketiga wanita itu merenungkan perkataan Dewa Binatang, dan baru kali ini mendengar jika dantian bisa diperluas.
Zyila Miralen menepis perkataan Dewa Binatang yang sulit diterima oleh akal sehat, lalu dia mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih penting mengenai kejadian hari ini.
__ADS_1
"Kejadian hari ini seperti pemusnahan massal dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih dari yang diciptakan oleh para ilmuwan di Planet Nibiru. Aku perkirakan ini perbuatan Ras Annunaki yang mengaku sebagai pencipta semua kehidupan," kata Zyila Miralen yang menduga-duga kejadian hari ini perbuatan mereka.
"Mungkin saja! Apakah Senior pernah membaca catatan sejarah Peperangan Asgard? Aku juga pernah membacanya sejarah tentang Ras Custodians. Ras ini dikatakan lebih hebat dari Ras Annunaki. Jutaan tahun lalu kedua ras ini pernah berperang, namun dihentikan oleh Ras Pleidian dalam Peperangan Asgard....," sahut Twins Ice dan berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada Zyila Miralen dan Astrella Xiosien mengingat sejarah masa lalu.
Dewa Binatang mengunci alisnya karena apa yang dikatakan oleh Twins Ice berbeda dengan catatan sejarah milik Ras Manusia. Menurut catatan Ras Manusia, Ras Pleidian adalah musuh bebuyutan dari Ras Annunaki, sedangkan Ras Custodians yang menghentikan Peperangan Asgard dikarenakan sebagai Penjaga atau pelindung alam semesta.
Ketiga wanita itu berdebat karena catatan sejarah yang mereka ketahui berbeda. Dewa Binatang yang meragukan semua sejarah segera menghentikan perdebatan mereka.
"Tidak penting siapa yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini, entah itu Ras Custodians, Annunaki atau Pleidian yang menjadi dalangnya. Yang harus kita pikirkan adalah tujuan mereka, apa yang mereka rencanakan dan inginkan. Jikalau pun kita mengetahui tujuan mereka, langkah apa yang harus kita lakukan untuk menghentikan semua ini agar tidak memusnahkan kehidupan di Planet Nibiru!"
Perkataan Dewa Binatang membuat ketiga wanita itu terdiam dan mulai berpikir. Memang benar yang dikatakannya, bagaimana mengatasi invasi binatang monster yang keluar dari lubang hitam?
Bagi Dewa Binatang, hidup dan mati kehidupan di Planet Nibiru bukan urusannya, dia hanya memikirkan ketiga istrinya yang belum diketahui keberadaannya, serta menemukan jiwa kakak perempuannya.
"Lubang hitam itu kemungkinan adalah portal dimensi, dan Ras Pleidian hebat dalam hal ini. Jika benar kejadian ini ulah mereka, maka satu-satunya jalan adalah menghancurkan portal dimensi itu. Untuk selanjutnya apa tujuan dan rencana mereka, biarkan para penguasa yang menyelidikinya," kata Zyila Miralen yang berencana untuk menghancurkan lubang hitam agar tidak mengeluarkan binatang monster.
"Jangan terburu-buru! Lebih baik kita berkomunikasi dengan orang-orang penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, dan rencana apa yang akan mereka lakukan untuk menghentikan semua ini!" Twins Ice akhirnya angkat bicara setelah berpikir secara matang, dia akan kembali ke Kerajaan Phoniex Es agar lebih jelas mengetahui semua kejadian hari ini.
Zyila Miralen dan Astrella Xiosien mengangguk setuju saran dari Twins Ice, lebih baik mencari tahu Infomasi kepada orang-orang penting.
Dewa Binatang tersenyum tipis ketika teringat akan masa lalunya. Dulu dia pernah mengalami kejadian seperti ini, di mana musuh bebuyutan si Wei Yan pernah membuka lubang hitam dan keluar binatang monster. Hanya saja, binatang monster kali ini dipadukan dengan teknologi canggih, ukurannya juga lebih besar serta memiliki kecerdasan.
Ketiga wanita itu langsung berhenti berbicara ketika mendengar suara dengungan yang berasal dari teknologi binatang monster. Mereka bertiga buru-buru keluar dari dalam rumah untuk melihat ke luar.
__ADS_1
Sedangkan Dewa Binatang tetap duduk, dia cukup menggunakan Mata Langit untuk melihat situasi di luar Formasi Perlindungan. Di luar Formasi Perlindungan, atau tepatnya di atas pepohonan datang ikan paus raksasa bertubuh baja mengeluarkan ribuan serangga pelacak. Ada dua jenis serangga berteknologi canggih, yaitu nyamuk dan semut.
Nyamuk bertugas untuk mencari kehidupan yang bersembunyi di pepohonan maupun di daratan tinggi. Sedangkan semut untuk bertugas mencari kehidupan yang bersembunyi di daratan rendah dan bawah tanah.
Ketiga wanita itu terlihat panik karena nyamuk dan semut itu mengarah ke rumah, mereka segera menutup pintu dan jendela dengan tergesa-gesa. Mereka bertiga mengintip melalui celah jendela dan pintu dengan jantung berdebar-debar karena khawatir.
Namun mereka tercengang karena kedua serangga tersebut melewati rumah, seperti keberadaan mereka di dalam rumah tidak diketahui. Anehnya, serangga pelacak seperti memutari rumah lalu menyebar.
Ketiga wanita itu langsung melihat Dewa Binatang yang duduk sambil tiduran tanpa ada rasa khawatir. Mereka curiga jika pria tampan inilah yang mengacaukan sensorik dari serangga pelacak.
"Kenapa serangga pelacak tidak mengetahui adanya rumah di sini?" tanya Astrella Xiosien sambil mendekati Dewa Binatang.
Tanpa membuka mata, Dewa Binatang menjawab, "sehebat apapun teknologinya, tidak akan mengalahkan energi alami yang dimiliki oleh alam semesta. Seperti energi spiritual yang tidak bisa diproduksi atau digunakan oleh Artificial Intelligence (AI)."
Astrella Xiosien duduk di sisi kanannya, lalu diikuti oleh Twins Ice dan Zyila Miralen yang duduk di kiri. Mereka mengerti apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang.
"Shimo, apakah energi spiritual bisa mengalahkan teknologi canggih milik mereka?" tanya Twins Ice.
"Senjatamu itu, bagaimana caranya mudah mengalahkan binatang monster, apakah kamu juga menggunakan energi spiritual?" sambung Zyila Miralen.
"Oh iya, aku lupa! Terima kasih sudah menyelamatkanku!" imbuhnya, dia menjadi malu karena terlambat mengucapkan rasa terima kasih telah diselamatkan.
Ketiga wanita itu melihat Dewa Binatang yang tertawa sambil membuka mata, mereka menunggu jawabannya.
__ADS_1
"Seperti yang aku katakan tadi, energi spiritual itu sama saja dengan alam semesta. Jadi... Ya benar, mereka bisa dikalahkan dengan energi spiritual, tapi harus dalam skala besar. Dengan kekuatan kalian saat ini, akan sulit untuk menembus pertahanan mereka...!" jawab Dewa Binatang sambil berdiri dan berjalan ke arah jendela ruang tamu, dia mengintip situasi di luar rumah.
Ikan paus raksasa berhenti tepat di atas Formasi Perlindungan dan memindai sekitarnya. Tapi tidak mengetahui adanya Formasi Perlindungan yang mengacaukan sensorik sistem pendeteksian.