
Bab 139. Sejarah Dewa Sihir.
Muncul di depan mereka lambang Yin Yang, yang melambangkan siang dan malam. Ada juga empat binatang mitologi, yang melambangkan empat unsur alam. Dewa Binatang melihatnya dan paham maksud dari perkataan gurunya.
"Kamu saat ini berada di tengah-tengah... Apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?" lanjutnya dengan bertanya.
"Hmm...!" Dewa Binatang menghela nafas panjang, setelah itu menjawab, ", entahlah... Ingin rasanya membalas perbuatan mereka, tetapi ... Biarkan situasi yang berbicara!"
Dewa Binatang tidak tahu harus bertindak seperti apa, sebab situasi bisa saja berubah tanpa diduga-duga. Lebih baik mengikuti suara hatinya, dan baru bertindak ketika bertemu dengan keluarganya.
"Lord Dark Matter dan Dewa Sihir? Apakah Guru mengetahuinya?" tanya Dewa Binatang sebelum Universe Lightning berbicara.
Universe Lightning menghela nafas berat, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya ketika muridnya bertanya tentang hal ini. Dewa Binatang melirik gurunya dan menduga jika ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakan.
"Dewa Sihir adalah muridku sebelum kamu, dan kamu mengenalinya ...,"
"Saya mengenalinya? Siapa dia, Guru?" sela Dewa Binatang karena terkejut, padahal gurunya belum selesai berbicara.
"Dia adalah pamanmu... Tian Wu - Dewa Tianwu!" jawab Universe Lightning yang membuat Dewa Binatang tercengang.
Universe Lightning pun mulai bercerita kisah masa lalu mengenai Dewa Sihir alias Dewa Tianwu. Dewa Binatang mendengarkan dengan seksama, walaupun banyak pertanyaan yang ingin diutarakannya.
Tian Wu memiliki keunikan tersendiri sehingga menarik perhatian Universe Lightning, di mana mampu memiliki dua tubuh, tetapi waktu itu belum sepenuhnya mampu dimaksimalkan.
Setelah Bencana Petir Semesta baru mereda, tanpa sepengetahuan keluarga besar Tian, Universe Lightning menjadikan Tian Wu sebagai muridnya (waktu itu belum menjadi seorang Dewa).
Tian Wu adalah adik dari Tian Bo, jelas senang diangkat sebagai murid. Tanpa pikir panjang dia menerima Universe Lightning sebagai gurunya, dengan tujuan ingin melampui kakaknya, sebab dirinya dianggap sebagai orang yang tidak berbakat seperti Tian Bo.
Selama bersama dengan Universe Lightning, kekuatannya meningkat pesat dalam waktu singkat, dan itu berkat kemampuannya yang memiliki dua tubuh dengan wajah berbeda, yang mana kedua tubuhnya secara bersamaan mampu berkultivasi.
Tetapi, dia lupa jika pencapaiannya saat ini berkat dukungan dari Universe Lightning, yang selalu memberikan banyak sumber daya tanpa pamrih.
Setelah kekuatannya berada di tingkat Half Resonansi, dan mampu memaksimalkan kemampuan dua tubuhnya. Kemudian, Tian Wu mendeklarasikan diri sebagai seorang Dewa dengan nama berbeda, yaitu Dewa Sihir dan Dewa Tianwu.
Universe Lightning memberikan tugas kepada muridnya ini, yaitu untuk mencari pengalaman dan meningkatkan kekuatan hingga mencapai tingkat True Omega.
Mendapatkan kebebasan setelah puluhan tahun tinggal di dalam Domain Universe Lightning, Tian Wu jelas senang karena dia sebenarnya sangat bosan dan jenuh, apalagi gurunya selalu keras terhadapnya selama menjadi murid.
__ADS_1
Mendapatkan kebebasan ini, Tian Wu yang memiliki dua tubuh, berencana untuk berpisah. Tubuh utama sebagai Dewa Tianwu kembali ke Alam Kudus, sedangkan tubuh kedua si Dewa Sihir berpetualang untuk meningkatkan kekuatan.
Dewa Sihir bergabung dengan Pengadilan Surga, waktu itu menjabat sebagai anggota. Tujuannya untuk meningkatkan kekuatan, mendapatkan kekayaan, serta menguasai Alam Suci dengan cara bertahap.
Setibanya Dewa Tianwu di Alam Kudus, dia yang baru berkumpul dengan keluarganya mendapatkan tugas, tugas dari ayahnya (Tian Ba) untuk mengawasi keempat keponakannya, yang tidak lain adalah Tian Lihua, Tian Shuwan, Tian Chunhua dan Tian She Meili. Dan berkumpul di satu tempat di Alam Suci, tetapi pura-pura tidak saling kenal.
Selama itu, Universe Lightning selalu mengawasi Tian Wu secara diam-diam. Dia selalu muncul untuk menegur muridnya ini ketika akan melakukan hal yang salah, dan kejadian ini selalu berulang-ulang.
"... Karena dia memiliki cara pemikiran yang berbeda dengan Gurumu ini... Sehingga dia memutuskan hubungan kita. Dia berambisi untuk menguasai Alam Semesta dengan cara yang salah... Tubuh keduanya bersekutu dengan Lord Dark Matter agar cita-citanya segera terwujud. Sedangkan Dewa Tianwu, tubuh aslinya, masih terus mengawasi keempat kakakmu sambil menikmati hidup...," Universe Lightning dan meneruskan kisah Dewa Tianwu yang masih panjang.
...****************...
Awal mula pertemuan dengan Lord Dark Matter. Waktu itu, Dewa Sihir menjalankan misi untuk menjadi dewan pelindung bagi Planet Peliades, dia bersama dengan ketiga seniornya, yang bernama Dewi Seribu Wajah, Dewa Api dan Dewa Ilusi.
Planet Peliades jauh dari Alam Suci, membutuhkan waktu lama untuk tiba. Untuk mencapainya dengan cepat, mereka berempat menggunakan Altar Dimensi.
Setibanya di Planet Peliades, keempat utusan itu melihat banyak korban jiwa setelah Bencana Petir Semesta mereda, bermunculan kabut hitam yang membangkitkan orang mati dengan kemampuan yang mengerikan.
Penghuni yang masih hidup, menjadi sasaran empuk dari orang mati itu. Sebelum korban bertambah banyak, mereka berempat segera bertindak dengan membantai orang mati yang dikendalikan oleh kabut hitam. Selama menjalankan misi, mereka tinggal di Planet Peliades selama 100 tahun.
Kabut hitam yang menjadi penyebab kekacauan di Planet Peliades, oleh keempat utusan itu dimasukan ke dalam lima kurungan yang terbuat dari Formasi Array (saat ini bernama Formasi Lima Elemen), dan kelima Formasi Array itu dibuat di tempat yang berbeda-beda; di wilayah Kerajaan Caladon, Kerajaan Hibernia, Kerajaan Anarym, Kerajaan Abotorus dan Kerajaan Datura (waktu itu masih dalam satu pemerintahan, yang dipegang oleh pemimpin Ras Nordic).
Dewi Seribu Wajah tidak menaruh curiga, ia pun kembali bersama dengan kedua rekannya ke Alam Suci. Sepeninggalan seniornya, Dewa Sihir memulai rencananya untuk menyerap energi kabut hitam, dia akan kembali ke Alam Suci setelah kekuatannya melampui dua penguasa Alam Suci.
Tetapi sebelum itu, Dewa Sihir yang khawatir rencananya diketahui oleh Pengadilan Surga, memutuskan untuk memelihara temuannya yang tidak diketahui oleh seniornya, yang tidak lain adalah bibit Api Semesta, Serpent Spirit yang masih dalam wujud bayi, Eagle Wizard King yang masih di dalam cangkang telur, Ghost Water yang masih dalam wujud gumpalan darah berwarna hitam, dan terakhir adalah Penyu Sihir Ilahi yang masih di dalam cangkang telur.
Dan, kelima temuannya itu terlahir dari kabut hitam. Awalnya Dewa Sihir tidak mengetahuinya, dia pikir kelima mahkluk anehnya muncul secara alami seperti Artefak Alami. Rencananya, setelah temuannya terlahir, maka akan menjadi binatang pelindung di Planet Peliades. Dengan begini, Pengadilan Surga tidak akan menaruh curiga dan berpikiran positif terhadapnya.
Sambil menunggu temuannya terlahir, Dewa Sihir mulai menyerap energi kabut hitam yang tersembunyi di Kerajaan Caladon. Kekuatannya meningkat dratis hingga menerobos ke tingkat True Omega dalam waktu singkat.
Demikian juga dengan Dewa Tianwu yang meningkatkan kekuatan karena saling terhubung, walaupun tidak ikut berkultivasi. Inilah keuntungan dari kemampuannya yang unik.
Ketika Dewa Sihir menerobos ke tingkat True Omega, dia baru sadar jika kabut hitam ini mempengaruhi kultivasinya, yang mana pencapaiannya saat ini adalah akhir, dalam arti mengalami hambatan (gagal menerobos ke tingkat berikutnya).
Saat itulah kelima temuannya terlahir, demikian juga munculnya Lord Dark Matter di dalam tubuh Dewa Sihir. Dewa Sihir jelas panik karena Lord Dark Matter mengambil alih tubuhnya, tetapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah terlanjur menyerap energi kabut hitam.
Akibatnya, Dewa Tianwu juga mendapatkan dampaknya, tubuhnya lemah seperti terluka parah, dan kebetulan dia baru bertempur dengan ras cerdas dan pasukan dari Dinasti Yaksa, bertempur di Alam Tianwu.
__ADS_1
Ketika dalam kendali Lord Dark Matter, Dewa Sihir seperti boneka, dia menuju ke Alam Suci untuk mewujudkan cita-citanya menjadi penguasa tunggal.
Di Alam Suci, Dewa Sihir membuat kekacauan, banyak membunuh orang yang tidak berdosa, merusak apapun yang dilihatnya. Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, dan semua Dewa-dewi harus bekerja sama untuk mengalahkan Dewa Sihir.
Dewi Seribu Wajah, Dewa Api dan Dewa Ilusi tahu Dewa Sihir dipengaruhi oleh kabut hitam, karena mereka melihat tubuh juniornya mengeluarkan kabut hitam. Mereka tidak menyangka juniornya ini mampu meningkatkan kekuatan dengan pesat, bahkan kekuatannya saat ini jauh lebih mengerikan daripada ketika menyelesaikan misi di Planet Peliades.
Ketiga orang itu segera melaporkan kepada pemimpin Pengadilan Surga - Kaisar Langit. Mereka mengatakan bahwa Dewa Sihir dalam pengaruh dari kabut hitam. Karena kemampuan Dewa Ilusi dalam Formasi Array tidak akan mampu mengatasi Dewa Sihir, maka satu-satunya jalan dengan menggunakan Pagoda Emas untuk memenjarakannya.
Akhirnya, Kaisar Langit menggunakan Pagoda Emas dan berhasil memenjarakan Dewa Sihir. Ketika berada di dalam Pagoda Emas, Dewa Sihir berkata kepada semua orang, bawah dirinya memang dikendalikan oleh kabut hitam. Dan, Pagoda Emas tidak akan mampu memenjarakan untuk selamanya.
Dalam keadaan setengah sadar, Dewa Sihir meminta agar dirinya dipenjara di Planet Peliades, dengan menggunakan lima binatang peliharaannya sebagai segel. Dewa Sihir berkata seperti itu karena tidak mau tubuhnya dikendalikan oleh Lord Dark Matter.
Awalnya Kaisar Langit dan Maharaja Yaksa tidak mempercayai ucapan Dewa Sihir, karena mereka khawatir jika ini adalah jebakan. Selain itu, Pagoda Emas selalu bergetar setiap waktu, tanda tidak akan bertahan lama untuk mengurung Dewa Sihir.
Segera kedua penguasa bersama dengan Dewa-dewi berdiskusi, bagaimana caranya untuk memusnahkan Dewa Sihir?
Sekian lama mencari cara serta menguji berbagai metode Formasi Array, mereka masih belum menemukan solusi.
Mereka semakin panik karena Pagoda Emas muncul retakan, menandakan Dewa Sihir sewaktu-waktu bisa keluar.
Di saat-saat keputusasaan seluruh penghuni di Alam Suci, datang utusan dari Kuil Alam Kudus yang akhirnya membantu. Mereka dengan susah punya memisahkan Dewa Sihir dari pengaruh jahat kabut hitam.
Dewa Sihir berhasil keluar dari Pagoda Emas. Tetapi kabut hitam masih berada di dalam Pagoda Emas dan terus menerus berusaha untuk keluar. Masalah belum selesai.
Karena kesalahan Dewa Sihir yang hampir menghancurkan Alam Suci, maka utusan itu memberikan hukuman. Sebagai tempat hukuman, utusan dari Kuil Alam Kudus dan atas usulan Dewa Ilusi, mereka membuat Formasi Lima Elemen di Planet Peliades yang menjadi sumber masalah.
Akhirnya, lima altar dibuat di tempat berbeda, dinamakan sebagai Altar Dewa Sihir. Sebagai sumber energi altar, maka menjadikan unsur alam yang telah dimiliki oleh Planet Peliades sebagai sumber energi.
Untuk mengantisipasi hal-hal buruk terjadi, maka Dewa Sihir berinisiatif untuk menjadikan binatang peliharaannya sebagai penjaga altar-nya, sekaligus sebagai bentuk untuk menebus kesalahannya.
Utusan dari Kuil Alam Kudus tidak banyak bicara, melakukan apa yang harus dilakukannya tanpa harus Dewa Sihir meminta. Mereka memang berniat menjadikan lima bintang peliharaan itu sebagai penjaga Lubang Neraka.
Akhirnya Dewa Sihir dan Lord Dark Matter berhasil dipenjara. Namun, sebelum Altar Dewa Sihir disegel, Lord Dark Matter berbicara, "aku bukan Lord Dark Matter, melainkan bawahannya dari kasta terendah. Aku adalah The King Of Dark Matter. Lord Dark Matter adalah tuanku, dan beliau akan segera bangkit. Kebangkitan beliau adalah kebebasan kita... Hahaha!"
Utusan dari Kuil Alam Kudus, Kaisar Langit, Maharaja Yaksa dan banyak orang jelas ketakutan. The King Of Dark Matter dari kasta terendah sudah sangat merepotkan, bagaimana dengan kasta di atasnya, bukankah lebih merepotkan lagi!
...****************...
__ADS_1
(Note : Dewi Seribu Wajah bertemu dengan Dewa Binatang saat bereinkarnasi menjadi Kaisar Api Asyura. Ia juga adalah nenek moyang dari Permasuri Drusilla.)