God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Twins Ice, Queen Of Twin Ice Swords.


__ADS_3

Bab 14. Twins Ice, Queen of Twin Ice Swords


Dewa Binatang memperhatikan para petarung dengan lincah menghindar dan saling serang membuatnya tidak sabar untuk ikut bertarung, dia juga mempelajari gerakan mereka yang fleksibel walaupun pakaian besi mereka terlihat tebal dan kaku.


Setiap kali salah satu petarung kalah dan perlengkapan canggih hancur, setiap petarung selalu mengeluarkan kemampuannya sebagai seorang kultivator yang mengandalkan kekuatan spiritual. Akan tetapi, selalu saja dikalahkan karena lawan lebih unggul berkat perlengkapan canggih yang masih utuh.


Dapat disimpulkan bahwa kultivator di Planet Nibiru begitu besar bergantung kepada perlengkapan canggih jenis apapun untuk bertarung. Tanpa perlengkapan canggih, skill mereka dalam bertarung sangatlah rendah.


"Sehebat apapun teknologi diciptakan, pada akhirnya akan kembali pada energi yang berasal dari diri sendiri. Meskipun menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), mereka (Ai) masih tidak memiliki jiwa," gumam Dewa Binatang setelah menganalisis setiap teknologi yang dilihatnya.


"Hanya meninggalkan ketergantungan terhadap teknologi, lalu berusaha kembali mempelajari potensi diri sendiri, maka semua sumber pengetahuan akan mengalir," imbuhnya.


Apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang, bahwa teknologi canggih hanyalah alat bantu bagi kehidupan. Namun, jika terlalu bergantung kepada teknologi, itu sama saja menutup potensi diri yang lebih hebat dari teknologi secanggih apapun itu.


Karena propaganda akan rasa takut tidak mampu meningkatkan kekuatan, takut akan kematian dan sulit beradaptasi dengan lingkungan yang sewaktu-waktu mengancam, maka diciptakanlah teknologi sebagai upaya menutupi kelemahan diri.


"Tuan Muda!" sapa seorang pekerja wanita yang membawa meja dorong berisi minuman seger serta banyak camilan.


Dewa Binatang melihat minuman segar itu, lalu si pekerja menata di meja dan juga menuangkan air minum di gelas. Dewa Binatang mengambil gelas tersebut dan perlahan meminumnya untuk merasakan kesegarannya.


"Apakah ada yang diinginkan Tuan Muda?" tanya si pekerja dengan suara manja sambil duduk di sampingnya.


"Hari yang cerah dengan minuman segar di tangan, itu akan lengkap jika ada wanita yang cantik menemani sambil melihat pertarungan," kata Dewa Binatang sambil menyilangkan kaki kanan bertumpu pada paha kirinya.


Si pekerja wanita itu tersenyum karena merasa perkataan Dewa Binatang sedang memujinya, sambil menuangkan air minum ke gelas yang kosong, dia segera berbicara, "kalau hal itu, Nona Zyila yang lebih pantas menemani Tuan Muda. Beliau sebentar lagi kembali."


"Mereka bertarung antara hidup dan mati... Apakah layak dengan hasilnya?" tanya Dewa Binatang kepada pekerja wanita.


"Hadiah pemenang sangat besar dan layak untuk diperebutkan. Tapi, inti dari pertarungan itu untuk pembuktian diri serta menguji seberapa tangguh teknologinya!" jawab si pekerja wanita sambil menyentuh telinganya karena mendapat informasi dari rekannya.

__ADS_1


"Saya izin undur diri. Nona Zyila sudah berada di lift!" pamit si pekerja wanita itu sambil memberikan gelas kepada Dewa Binatang.


"Terima kasih!" ucap Dewa Binatang dan melihat si pekerja itu mengedipkan matanya, lalu meninggalkannya.


Tidak berselang lama, datang Zyila Miralen bersama seorang pekerja wanita, dia segera duduk di samping Dewa Binatang dan pekeja wanita itu melayaninya.


Kali ini, Dewa Binatang melihat Zyila Miralen telah mengganti pakaiannya yang sangat ketat, dari leher hingga ujung pakaiannya berwarna hitam metalik, dan juga menggunakan kacamata hitam seperti yang digunakan di dalam Orb Meta Immortal.


"Dalam waktu kurang dari setengah jam, kita harus bersiap-siap untuk bertarung," kata Zyila Miralen yang sudah mendaftarkan Dewa Binatang untuk berpartisipasi dalam Gladiator Cyber Supernatural.


"Kita? Apa kamu juga ikut?" tanya Dewa Binatang yang langsung menebak saat Zyila Miralen mengatakan 'kita'.


"Benar, tapi sebagai lawan. Tapi, jika kamu bisa bertahan dan menang berturut-turut, kemungkinan besar kamu akan melawanku!" jawab Zyila Miralen setelah minum.


Dewa Binatang tersenyum lebar karena harus bertarung dengan wanita cantik, dia tidak akan mengalah karena lawannya adalah wanita.


Perkataan Dewa Binatang seolah-olah tidak yakin akan mampu bertemu dengan Zyila Miralen di arena pertarungan, tapi pertanyaannya yang menjadi intinya. Akan tetapi, Zyila Miralen memiliki cara pandang lain dengan perkataan Dewa Binatang, dia menganggap lawannya ini sudah menyerah sebelum berhadapan.


Dengan percaya diri, dia berkata, "setiap kali petarung menang, dia akan mendapatkan hadiah menarik, yaitu 10.000 RoboBee untuk sekali kemenangan, itu akan meningkat dua kali lipat jika menang lagi, dan kelipatannya jika kembali menang berturut-turut. Mampu bertahan di fase tengah atau 10 kali kemenangan, maka hadiah akan bertambah, yaitu mendapatkan teknologi canggih yang didapatkan secara random melalui Magic Wheel...,"


Panjang lebar Zyila Miralen menjelaskan tentang aturan Gladiator Cyber Supernatural. Sayangnya, Dewa Binatang tidak tertarik, justru dia tertarik untuk mendapatkan Zyila Miralen, dia merasa wanita ini bukanlah wanita biasa.


"Bagaimana jika kita bertaruh secara pribadi?" tantang Dewa Binatang.


Zyila Miralen tertawa kecil dengan tantangan dari Dewa Binatang. Setelah berhenti tertawa, dia berkata, "jika kamu mampu melewati semua lawan, atau secara kebetulan langsung berhadapan denganku. Ketika itu benar terjadi, kita bicarakan di arena."


"Baiklah. Ayo, kita ke sana!" ajak Dewa Binatang yang sudah tidak sabar untuk bertarung.


"Gunakan ini terlebih dahulu sebagai bukti peserta petarung." Zyila Miralen memberikan sebuah gelang perak kepada Dewa Binatang.

__ADS_1


Dewa Binatang menerimanya, lalu dia memeriksanya sejenak dan memakai di pergelangan tangan kirinya. Kemudian, mereka berdua keluar dari ruangan pribadi.


Dia mengikuti Zyila Miralen ke satu sudut ruangan yang berbentuk lingkaran berdiameter 3 meter. Lalu berdiri di tengah lingkaran tersebut. Tiba-tiba sinar turun dari atas menyelimuti mereka berdua dan menghilang dari pandangan para pekerja.


Sesaat kemudian, Dewa Binatang muncul di ruangan lain, dia melihat banyak peserta petarung yang sedang menunggu giliran, ada peserta wanita dan pria yang dicampur. Dia tidak lagi bersama Zyila Miralen, tampaknya di teleportasi ke tempat lain.


Kemunculan Dewa Binatang tidak mengejutkan siapapun, sebab para peserta sudah terbiasa dan juga tidak mengenalinya. Hanya saja, melihat Dewa Binatang yang tidak menggunakan perlengkapan perang, itu yang menjadi perhatian mereka.


"Kamu salah tempat!" teguran salah satu peserta karena Dewa Binatang hanya berpakaian biasa, celana panjang ketat berwarna hitam dan kaos panjang putih.


"Kamu dari Ras Thunderbird White jangan menganggap mampu mengalahkan kita hanya dengan mengandalkan petir dan kecepatan, itu tidak akan berarti apa-apa!" sindiran dari peserta lain yang terlihat iri melihat wajah tampan Dewa Binatang.


Ya, karena Dewa Binatang memiliki dua pasang sayap yang merupakan khas dari Ras Thunderbird, maka semua orang menduga demikian. Padahal, Dewa Binatang menggunakan sayap malaikat kasta bangsawan.


Dewa Binatang tidak menanggapi mereka, dia duduk di bangku untuk melihat pertarungan. Semua orang terlihat jengkel dengan sikapnya yang acuh tak acuh, terkesan meremehkan.


"Orang memanggilku, Queen of Twin Ice Swords, panggil saja Twins Ice!"


Seorang wanita cantik berambut pirang memperkenalkan dirinya, Dewa Binatang melihatnya dan menyambut jabatan tangannya. Twins Ice juga mengenakan perlengkapan canggih pada tubuhnya, dengan warna kebiruan dan juga mengeluarkan hawa dingin dari tubuhnya. Usianya 25 tahun, tinggi badan 172 cm, tubuhnya sangat menggoda pria, dada besar dan juga bagian bawahnya.


"Zhi Shimo!" balas Dewa Binatang memperkenalkan namanya dengan singkat, lalu Twins Ice duduk di sisi kirinya.


Tindakan Twins Ice memicu kecemburuan para peserta, tampaknya sengaja dilakukannya agar Dewa Binatang dimusuhi oleh banyak peserta. Salah satu peserta tinggi besar dengan senjata palu gagang panjang menghampiri Dewa Binatang.


"Jangan dekati dia jika tidak ingin menjadi musuh kita!" ucap pria itu yang seluruh tubuhnya berlapis baja, dia dikenal dengan sebutan Hammer Man.


Karena malas berdebat, Dewa Binatang pindah ke tempat duduk yang kosong. Akan tetapi, Twins Ice mengikutinya.


"Wanita ini!" batin Dewa Binatang yang geram dengan kelakuan Twins Ice.

__ADS_1


__ADS_2