God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Zyila Miralen. Kota Metrolit Phoniex.


__ADS_3

Bab 11. Zyila Miralen.


Tiga hari berlalu di dunia luar, selama itu Dewa Binatang dengan gencar meningkatkan kekuatan fisiknya agar mampu mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya. Di dalam Dunia Jiwanya, dia tidak kekurangan apapun karena memiliki kekayaan melimpah, kekayaaan yang diperoleh ketika bereinkarnasi.


Setelah 8 hari berlalu, dia memberikan kabar berita kepada Shan Jian jika telah berada di Bird Nibiru dengan selamat. Shan Jian dan semua orang merasa lega mendapatkan kabar baik dari Shan Tian. Mereka berpesan agar selalu waspada terhadap apapun, dan selalu menghindari keramaian agar penyamaran tidak diketahui oleh siapapun.


"Fisik tingkat Saint, sudah cukup untuk melawan Ranah Penguasa Alam," gumam Dewa Binatang setelah berkomunikasi dengan Shan Jian.


Dia segera keluar dari Dunia Jiwanya dengan penyamaran yang sama. Bird Nibiru merupakan tempat favorit bagi semua ras untuk menguji kemampuannya, menguji teknologi terbaru atau yang telah ditingkatkan.


Di tempat ini, menjadi ajang setiap ras untuk mendapatkan prestasi dalam segala bidang, dan juga untuk mendapatkan kekayaan. Wilayah Bird Nibiru yang luas terbagi beberapa tempat besar, dan semua tempat selalu diberi nama burung dominan, seperti Phoniex, Merak, Suzaku, Elang dan masih banyak kota yang menggunakan nama burung sebagai bentuk identitas.


Dewa Binatang tidak menentukan tujuannya karena hanya ingin mencari informasi terkait istrinya dan menambah pengetahuan. Tapi yang jelas tujuannya pada kota terdekat sesuai arahnya saat ini, ke arah selatan.


Selama perjalanan, dia sering berpasangan dengan jenis burung lainnya, adanya yang menggunakan perlengkapan besi pada tubuhnya, ada yang berbentuk humanoid, adapula yang berwujud aslinya tapi memiliki ukuran tubuh yang besar.


Selama berpapasan, Dewa Binatang yang menyamar sebagai burung Elang selalu disapa oleh jenis lain, dan selalu dibalas dengan ramah. Karena selalu mendapatkan tanggapan baik, dia merasa jika penyamarannya merupakan sosok yang disegani atau dikenali jenis lainnya.


"Bodoh amat!" pikir Dewa Binatang yang tidak peduli jika orang terkenal yang digunakan sebagai penyamarannya.


Jikalau memang benar, Robotec Dolphin sudah pasti mengenalinya terlebih dahulu. Karena itu dia tidak peduli jika mendapatkan musuh baru.


Akhirnya dia melihat kota setelah melintasi perbukitan dan hutan. Kota tanpa adanya tembok pertahanan seperti dikehidupan galaksi lain. Namun, di kota ini dibangun gedung pencakar langit, dengan pondasi lebar dan sangat kokoh. Lebarnya pondasi agar mampu menahan beban berat di atas, ada yang berbentuk segitiga, kotak pada umumnya, ada yang berbentuk heksagon dan macam-macam bentuk pondasinya.


Setiap gedung sudah memiliki sistem canggih, ada senjata untuk pertahanan, sistem pengawas dan mengintai, sistem pendeteksi ancaman bahaya, bahkan sistem pendeteksi bencana juga ada.


Dewa Binatang berjalan sambil melihat hal yang tidak pernah diketahuinya. Dia sering berhenti untuk mempelajari setiap teknologi. Orang lain yang melihatnya tersenyum, mereka pikir Dewa Binatang orang terpelosok yang baru keluar dari kediamannya.


Lalu Dewa Binatang kembali berjalan setelah cukup mempelajari, dia terkejut melihat seorang pria manusia di kota ini. Namun setelah melihat dengan cermat, ternyata manusia itu memiliki tonjolan di punggungnya. Dengan Mata Langitnya, dia akhirnya tahu jika tonjolan itu adalah sayap yang disembunyikan.


"Pembenci manusia tapi menirukan fisik!" gumam Dewa Binatang dengan sinis.


Lalu dia melihat sebuah lorong sempit yang jarang dilalui oleh siapapun. Setelah berada di tempat sempit, dia memeriksa sekitarnya untuk memastikan tidak ada kamera pengintai.

__ADS_1


Setelah aman, dia segera memakan dua butir Pil Penyamaran. Dengan pikirannya, dia segera berubah wujud menjadi sosok manusia yang memiliki dua pasang sayap berwarna seputih salju.


Dia menggunakan wajah aslinya sebagai Dewa Binatang yang sangat tampan, dengan adanya dua pasang sayap semakin meningkatkan pesonanya. Lalu dia keluar dari lorong sempit dan menjadi perhatian orang-orang disekitarnya.


Dewa Binatang tidak peduli dengan tatapan mereka, tapi makin percaya diri karena semakin banyak ras lain yang menggunakan wujud Ras Manusia. Seperti sebelumnya, dia selalu berhenti saat melihat hal-hal yang baru.


Lalu dia dihampiri oleh seorang gadis muda usia 18 tahun, sayapnya berwarna-warni, wajahnya cantik menyerupai manusia, rambutnya berwarna biru sepanjang punggung, kulit putih dengan bibir sensual, tinggi badan 170 cm dengan pakaian ketat lapis besi yang fleksibel berwarna keperakan, sepatu high heel berwarna hitam, dadanya berukuran 34C. Tubuh proporsional dengan lekukan terlihat jelas.


"Halo! Apa kamu bukan berasal dari dekat wilayah ini!" sapa gadis muda itu dan bertanya.


Dewa Binatang melihat gadis itu, dia memperhatikan dari kepala hingga ujung kaki. Segera dia menjawab setelah tahu gadis di depan matanya dari Ras Burung Phoenix.


"Iya, aku seorang petualang yang suka melakukan perjalanan jauh untuk belajar!"


Gadis itu mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri, "namaku Zyila Miralen. Siapa namamu?"


Dewa Binatang menyambut hangat tangan gadis itu. "Zila Miralen, aku Zhi Shimo!" ucapnya yang juga memperkenalkan diri dengan nama asli, tapi tanpa nama Tian.


Zyila Miralen tersenyum karena Dewa Binatang salah pengucapan namanya, tanpa berniat melepaskan jabatan tangan dia meralatnya dengan lebih jelas, "bukan Zila, tapi Z... Yi... La, Zyila Miralen."


"Kamu ternyata lucu! Berarti kamu baru di tempat ini... Jika mau, aku bersedia menjadi pemandunya agar kamu tidak tersesat," kata Zyila Miralen.


"Tersesat? Apa yang terjadi jika aku tersesat?" tanya Dewa Binatang sambil melepaskan tangannya.


"Jelas kamu akan dirampok karena terlihat bukan berasal dari sini!" jelas Zyila Miralen dengan niatan baik.


"Dirampok? Jika aku tersesat dan dirampok, justru berharap tersesat di hatimu!" goda Dewa Binatang.


Seketika wajah Zyila Miralen menjadi merah karena digoda, dia mengembangkan senyuman malu-malu sambil membuang muka. Dewa Binatang tertawa ringan dan meninggalkan Zyila Miralen, dia menuju ke pusat kota.


Zyila Miralen segera mengejar Dewa Binatang. Setelah berjalan sejajar, dia berkata, "sepertinya ucapanmu sesaat lalu juga butuh di upgrade."


Dewa Binatang tertawa ringan sambil melihat wajah cantik Zyila Miralen yang langsung membuang muka, lalu dia bertanya, "kota apa ini?"

__ADS_1


"Kamu juga tidak tahu kota terkenal ini? Ini adalah Kota Metrolit Phoniex, salah satu kota besar di Bird Nibiru. Di sini, kamu akan banyak menemui hal-hal yang sangat menarik. Setelah melihat itu, aku pastikan kamu enggan untuk berpetualang lagi!" jawab Zyila Miralen dengan rasa bangga menjadi penduduk Kota Metrolit Phoniex.


Dewa Binatang mengeluarkan peta, dia menggambarkan dan mencatat tentang Kota Metrolit Phoniex, Zyila Miralen ikut melihat petanya. Dengan Zyila Miralen mendekatinya, aroma wangi khas wanita tercium hidungnya.


"Aku paling benci aroma seperti ini!" ucap Dewa Binatang yang mengejutkan Zyila Miralen yang segera menjauh.


Bagi Zyila Miralen, baru kali ini ada pria yang tidak suka aroma wangi, padahal dia sudah menggunakan parfum terbaik dan mahal.


"Kamu aneh! Baru kamu pria yang tidak suka aroma wangi!" ucap Zyila keheranan.


"Bukan itu maksudku, aku memang tidak suka aroma wangi tubuhmu... Apa kamu tahu karena apa?" jelas Dewa Binatang agar tidak ada kesalahpahaman, dan bertanya sebelum menjelaskan maksud perkataannya.


"Karena apa?" tanya Zyila Miralen yang terdengar tersinggung.


"Aku tidak suka wangi tubuhmu karena sulit dilupakan!"


Zyila Miralen yang tadinya tersinggung langsung tertawa karena ini semua ternyata rayuan gombal. Dewa Binatang dan Zyila Miralen menjadi pusat perhatian banyak orang yang berada di sekitar mereka.


"Ternyata kamu ada perbedaannya...," kata Dewa Binatang.


Zyila berhenti tertawa, dia melihat Dewa Binatang dengan hati yang telah siap jika terkena rayuan gombal.


"Setiap orang ada perbedaannya. Tapi perbedaan itu indah dan menjadi ciri khas. Kamu juga berbeda dari pria manapun, itu tidak ada salahnya!" ucap Zyila Miralen yang menjelaskan perbedaan itu baik.


Dewa Binatang menghela napas berat, seolah-olah ada beban berat dipikirannya. Kali ini membuat Zyila Miralen ingin tahu apa yang telah dialami oleh Zhi Shimo.


"Ada apa? Apa perkataanku tadi salah?"


"Tidak.... Bukan perkataanmu yang salah. Hanya saja, karena kamu berbeda itulah yang makin membuatku ingin tahu...," terang Dewa Binatang yang membingungkan Zyila Miralen.


"Ingin tahu apa? Aku tidak mengerti maksudmu, karena kita juga baru berkenalan!"


"Aku ingin tahu... Karena kita sama-sama berbeda, apakah kita bisa saling menutupi perbedaan itu jika menjadi pasangan!"

__ADS_1


Seketika wajah Zyila Miralen yang awalnya kebingungan menjadi merah karena tidak menyangka masuk lagi ke dalam rayuan gombal. Dia baru kali ini bertemu pria yang rayuan selalu tidak terduga.


__ADS_2