God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Bahaya Bagi Kaum Wanita.


__ADS_3

Bab 84. Mata Yang Berbahaya Bagi Kaum Wanita.


Walaupun telah mengerahkan Ruan Fei dan 99 anak buahnya untuk merekrut anggota baru, Dewa Binatang jelas tidak akan berdiam diri. Dengan Buah Suci tingkat Surga sebagai pancingan minat banyak orang, maka setiap orang akan mencarinya dengan tujuan untuk memiliki Buah Suci tingkat Surga.


"Apa kamu juga akan melelang Pil Kultivasi tingkat Sovereign God Alchemist dari bahan Buah Suci tingkat Surga." Tiba-tiba Shuǐ Jingling muncul dan langsung berbicara.


Shuǐ Jingling jelas tidak akan ketinggalan dalam pesta seperti ini, dia selalu berusaha keras untuk mengalahkan Dewa Binatang dalam hal hubungan intim di ranjang, dan hal ini adalah cita-citanya sejak lama.


"Benar. Tingkat Surga hanyalah pancingan awal, setelah itu kalian sudah tahu kelanjutannya!" jawab Dewa Binatang yang tidak sedikitpun kewalahan dikeroyok istrinya.


Dewa Binatang dan istrinya tahu jika di Planet Arcadia jelas tidak memiliki seorang Alkemis tingkat tinggi. Dan, bisa dipastikan bahwa Buah Suci akan dimakan secara langsung tanpa perlu dijadikan pil.


"Ohh...!!" Lenguhan keras Yuna Aurora ketika mencapai puncak kenikmatan, dia langsung ambruk di dada bidang suaminya sambil nafas terengah-engah, tanpa melepaskan kejantanan suaminya yang masih bersarang di rahimnya.


Untungnya saja, setiap ruangan yang dikhususkan untuk orang kaya itu kedap suara dan anti Mata Dewa, sehingga suara apapun tidak akan bocor, apalagi Yuke membuat Formasi Perlindungan yang memblokir panca indera setiap orang yang berada di luar.


"Giliranku," kata Qin Diao Chin yang sudah lama menantikan hal ini, dia segera duduk untuk memberikan ruang bagi Yuna Aurora.


Yuna Aurora menggeser tubuhnya untuk menggantikan tempat Qin Diao Chin, tapi sedikit jauh agar Shuǐ Jingling menempati posisi Qin Diao Chin.


Kehadiran Shuǐ Jingling membuat ranjang makin sempit. Untungnya saja tubuh semua istrinya proposional sehingga ranjang kecil cukup untuk ditempati enam orang...


Akhirnya Buah Suci tingkat Dewa dimenangkan oleh Putri Yu Jie yang memiliki banyak uang, dengan harga tawaran tertinggi yang mencapai angka 20 juta keping emas.


"Aku tidak tahu siapa Anda. Tapi dipastikan, setelah keluar dari tempat ini, aku harap Anda kembali ke rumah dengan keadaan sehat!" ucap Pangeran Jia yang tidak terima dikalahkan oleh Putri Yu Jie.


Ancaman Pangeran Jia tidak sedikitpun membuat Putri Yu Jie ketakutan, dia mengembangkan senyuman sinis sambil melihat ke ruangan putra mahkota.


"Aku tunggu sambutannya!" tantang Putri Yu Jie.


"Paduka, biarkan Duke Manchu yang mengurusnya nanti!"


Sebelum Pangeran Jia membalas tantangan Putri Yu Jie, dia dicegah oleh Menteri Bendahara Negara. Putri Liangyi juga tidak kalah kesalnya dengan kemenangan Putri Yu Jie yang berhasil memiliki Buah Suci.


"Saya mohon maaf! Untuk lelang berikutnya ada hal yang tidak terduga yang akan mengejutkan Yang Mulia sekalian. Oleh sebab itu, untuk pengaturan hal ini, maka acara lelang di jeda selama 30 menit. Sekali lagi saya secara pribadi meminta maaf." Setelah Gong Fang berbicara, dia meninggalkan panggung lelang.


Semua peserta lelang jelas kebingungan karena tidak mengetahui apa yang akan dilelang nanti, hal ini baru pertama kali terjadi selama perhelatan lelang di Gedung Harta Langka. Bahkan Sha Meyleen, Chou Chen dan para pejabat lainnya juga kebingungan.

__ADS_1


Gong Fang segera menemui pemimpinnya. Setelah itu, dia menjelaskan perihal keinginan putra Cheng Bei yang ingin melelangkan Buah Suci tingkat Surga. Sontak Sha Meyleen dan bawahannya terkejut sekaligus kegirangan.


"Aku yang akan menemuinya!" ucap Sha Meyleen.


"Pemimpin, saja juga perlu ikut untuk mengenal spesifikasi dari Buah Suci ini!" sahut Gong Fang dan di anggukan oleh Sha Meyleen.


Sebagai pembawa acara lelang, jelas Gong Fang perlu mengetahui tentang barang yang akan dilelang, tujuannya agar bisa menjelaskan dengan lancar kepada para peserta lelang. Sha Meyleen, Gong Fang dan Chou Chen segera menemui Dewa Binatang.


Di ruang nomer 9 yang ditempati oleh Dewa Binatang. Semua istrinya segera masuk ke dalam Dunia Jiwa dengan wajah kesal karena belum puas bercinta. Dewa Binatang melambaikan tangan kanan untuk membersihkan ranjang yang berantakan.


Tidak butuh waktu lama, Dewa Binatang berhadapan dengan orang-orang penting Gedung Harta Langka. Sha Meyleen menggeser sofa hingga menutupi kaca.


Gong Fang sekilas menatap wajah tampan Dewa Binatang, lalu dia fokus melihat sesuatu di atas meja. Tetapi hatinya berkata lain, di mana ada getaran rasa yang selama ini telah dimatikan, yaitu rasa suka kepada lawan jenis.


Di depan mereka, ada 10 kotak kayu yang dilindungi Formasi Array. Ketiga orang itu merasakan hawa dingin yang berasal dari kesepuluh kotak kayu tersebut. Kotak kayu tersebut sangat dingin dan dibuat khusus untuk mengawetkan Buah Suci, serta untuk memblokir aura Buah Suci.


"Apakah di dalamnya terdapat Buah Suci tingkat Surga, jenis buah apa?" tanya Sha Meyleen yang tanpa basa-basi karena sudah dijelaskan oleh Gong Fang.


"Benar. Silakan diperiksa satu per satu nanti Anda akan tahu!" jawab Dewa Binatang.


Dewa Binatang melihat dua wanita cantik dan satu pria tua segera mengambil kotak kayu dengan tangan gemetaran. Namun, mereka kesulitan untuk membuka penutup kotak kayu tersebut karena terlindungi Formasi Array.


Sha Meyleen segera mengeluarkan energi spiritual dari kedua tangannya, lalu diikuti oleh Gong Fang dan Chou Chen. Ketika penutup kotak kayu sedikit terbuka, seketika itu pula keluar aroma buah yang sangat menyegarkan jiwa. Mereka bertiga memejamkan mata untuk merasakan kesegaran hawa dingin yang menerpa wajahnya.


"Luar biasa! Ini jauh dari Buah Suci tingkat Dewa!" seruan Sha Meyleen yang baru pertama kali merasakan aura Buah Suci setingkat ini.


"Benar, saya merasakan kekuatan akan meningkatkan hanya dengan mencium aroma buah ini. Sungguh luar biasa!" sahut Chou Chen seperti halnya Sha Meyleen.


Usia Chou Chen jauh lebih tua dari Sha Meyleen, dan selama itu dia baru pertama kali melihat serta merasakan aura Buah Suci tingkat Surga. Sedangkan Gong Fang mengembangkan senyuman bahagia karena yang dialami kedua pemimpin juga dirasakannya.


Kemudian, Sha Meyleen dan kedua bawahannya membuka lebar penutup kotak kayu. Mereka melihat buah sebesar ibu jari orang dewasa, bentuknya seperti buah ceri merah. Pada kulit buah ceri itu terselimuti air yang membentuk pola Yin Yang.


Kedua tangan mereka makin gemetaran saat melihat buah tersebut, dan kedua mata mereka tidak sedikitpun berkedip.


"Buah Suci tingkat Dewa terjual dengan harga 20 juta per buah... Setingkat Surga aku perkirakan seharga 100 juta keping emas jika dilelang, mungkin bisa lebih tinggi tergantung situasi keuangan para peserta lelang!" tebakan Dewa Binatang dengan acuan Buah Suci tingkat Dewa.


"Perkiraan Anda memang tepat. Darimana Anda mendapatkannya? Maaf, bukan maksud kami menyelidiki, tapi kita harus tahu asal usulnya untuk menetralisir masalah dikemudian hari!" ucap Sha Meyleen setelah menutup kotak kayu.

__ADS_1


"Samudera Obsidian, sedikit lebih jauh dari nelayan yang menemukan tulang dan Buah Suci tingkat Dewa. Anda tidak perlu mengetahui bagaimana proses aku mendapatkannya!" jawab Dewa Binatang yang enggan menjelaskan lebih detail karena Buah Suci tidak didapatkan dari tempat itu.


"Saya paham. Dengan adanya asal usul ini, kita bisa menjelaskan kepada para peserta lelang. Anda juga tahu bagaimana kita menjaga serikat Gedung Harta Langka agar tidak menjadi musuh banyak orang...," Sha Meyleen berhenti berbicara sambil bersandar di sofa dengan kaki kanan menyilang.


Terlihat belahan pahanya yang dilirik oleh Dewa Binatang. Lalu tindakannya diikuti oleh Gong Fang yang dilirik juga olehnya, dan kedua wanita itu setara dengan kecantikan Evelyn dan Zyila Miralen.


"Trik sihir wanita akhirnya keluar!" batin Dewa Binatang yang tahu tindakan mereka disengaja untuk memicu kejantanannya.


Chou Chen yang mengetahui tindakan kedua wanita ini tapi pura-pura tidak tahu dengan tetap melihat ke dalam kotak kayu. Hal biasa baginya karena ini bentuk dari rayuan tapi tidak lebih dari itu.


"Bagaimana jika yang dilelang cukup dua buah saja. Sisanya aku beli dengan harga tinggi sesuai dengan harga akhir lelang buah ini!" Sha Meyleen ingin meningkatkan kekuatannya dengan dukungan Buah Suci tingkat Surga, dia jelas tidak akan melepaskan buah ini yang sudah berada di depan mata.


Buah Suci tingkat Surga tidak hanya untuknya, tapi juga untuk bawahannya. Dengan dirinya kuat dan juga bawahannya, maka tidak lagi khawatir dengan orang yang memusuhi Gedung Harta Langka.


"Digunakan pribadi, kan? Jika dikonsumsi secara langsung, itu tidak mengeluarkan potensi secara maksimal. Anggap saja peningkatan kekuatan yang kalian dapatkan hanya 10%. Lebih baik diproses menjadi pil, satu buah minimal menjadi 10 butir pil, dengan peningkatan lebih baik dari persentasi 10%!" terang Dewa Binatang.


Chou Chen menahan rasa keterkejutannya karena pria muda dihadapannya tampak biasa tapi ucapannya seperti seorang ahli Alkemis. Sedangkan Gong Fang tersenyum masam sambil menggelengkan kepalanya karena tidak ada seorang Alkemis tingkat Prajurit Surgawi, tingkatan seorang ahli yang mampu merubah Buah Suci menjadi pil.


Ucapan Dewa Binatang membuat Sha Meyleen tertawa. Entah kenapa dia bisa selalu tertawa saat pertama kali bertemu dengannya, dan dia tidak mengerti isi hatinya. Padahal selama ini tidak pernah tertawa dihadapan pria manapun, hanya memberikan senyuman jika bertemu dengan klien.


"Tuan Muda, Anda jangan bergurau! Di Benua Arcadia mana ada ahli Alkemis tingkat Prajurit Surgawi, tertinggi berada di tingkat God Ancestor tahap rendah. Dan hanya ada satu orang yang mencapainya, dia adalah Ancestor Gong Yao, paman dari saudariku ini...," jelas Sha Meyleen, dia berhenti berbicara sambil menatap lekat kedua mata Dewa Binatang yang unik dan menarik hatinya.


Ancestor Gong Yao adalah paman dari Gong Fang, menggunakan nama Ancestor karena mengacu pada tingkat Alkemis-nya. Oleh karena itu, marga Gong ingin mendirikan sebuah pemerintahan sendiri yang lepas dari Kerajaan Arcadia.


"Kedua matanya sangat berbahaya!" batin Sha Meyleen yang langsung tidak lagi melihat kedua mata Dewa Binatang, sebab saat melihat jiwanya seakan-akan ditarik.


Jika Sha Meyleen terus memandangi kedua bola mata Dewa Binatang, dia khawatir akan terjadi sesuatu pada dirinya. Kedua mata Dewa Binatang tampak menenangkan hati tapi juga mengacaukan sensorik sistem seluruh tubuhnya. Dia merasa terbawa arus ilusi, di mana melihat tempat yang damai, sekaligus membuatnya enggan meninggalkan tempat itu.


Lalu Sha Meyleen melihat Gong Fang yang juga menatap bola mata Dewa Binatang. Melihat reaksi Gong Fang yang terbius, dia langsung menendang kaki kirinya agar tersadar dari ilusi mata Dewa Binatang.


Gong Fang segera tersadar dan memalingkan wajah dengan berpura-pura melihat ke luar kaca.


"Apa kamu juga terbawa ilusi mata?" tanya Sha Meyleen dengan komunikasi telepati.


"Benar, saudari Leen! Sungguh tempat yang damai sekaligus ... Apa Anda juga melihatnya?" jawab Gong Fang dan bertanya balik karena ingin tahu apa yang dialami oleh Sha Meyleen barusan.


"Iya, aku hampir saja terbawa arus matanya yang berbahaya. Ayo, kita fokus lagi!" ungkap Sha Meyleen dan kembali mengembangkan senyuman hangat kepada Dewa Binatang.

__ADS_1


"Memandang mataku lebih baik dua detik, aku jamin kalian akan selalu terbayang-bayang," ucap Dewa Binatang karena tahu yang barusan dialami kedua wanita itu.


__ADS_2