
Bab 99. Mesin Waktu.
Dewa Binatang telah berada di depan pintu ruang kedua, yang mana untuk membukanya tetap menggunakan Pedang Penguasa Api. Seperti sebelumnya, dengan berubah wujud menjadi udara dia masuk melalui celah pintu.
Di ruang bagian kedua harta milik Dewa Api Phoniex, struktur bangunannya tidak jauh berbeda, hanya saja Roboman lebih kuat dari ruang pertama. Ada 8 Roboman yang menjaga pintu kedua, kekuatan berada di tingkat Half Gama level 30, lebih kuat dari 1.000 Roboman yang melindungi pintu kedua.
Kali ini, di ruang kedua ada bilik-bilik kamar yang berjumlah lebih dari 250 unit, dan lebih besar dari sebelumnya. Di depan pintu dijaga empat Roboman dengan kekuatan di level 40, di dalamnya ada 10 Roboman yang kekuatannya berada di level 50.
"Seperti dugaanku, kali ini di dalam setiap kamar menyimpan emas batangan," gumam Dewa Binatang setelah memeriksa seluruh kamar yang dijaga 10 Roboman.
Di kamar ruang pertama dikhususkan untuk menyimpan perak, perunggu dan tembaga dalam bentuk batangan, semua harta itu disimpan di dalam peti. Demikian juga dengan batangan emas yang disimpan di dalam peti.
Setelah melihat ruang kedua, Dewa Binatang bergegas menuju ke ruang ketiga. Lalu dia berhenti sejenak untuk melihat ada 3.000 unit Roboman yang memiliki kekuatan Half Gama level 60, mereka berbaris rapi dengan bentuk kolom-kolom yang terbagi menjadi dua.
Dan, untuk memasuki ruang ketiga, maka harus berhadapan dengan 3.000 unit Roboman. Menghadapi pasukan robot setingkat ini, seorang kultivator yang memiliki kekuatan True Resonansi akan dibuat kewalahan, dan jelas akan berpikir ulang untuk memasuki ruang ketiga.
Dewa Binatang menepis pikiran yang berandai-andai jika ada seseorang yang memasuki ruang harta milik Dewa Api Phoniex.
Setelah melewati 3.000 unit Roboman, dia tidak lagi melihat batu untuk meletakkan ujung Pedang Penguasa Api, Kali ini untuk membuka pintu ke ruang ketiga harus menggunakan kode angka yang berada di sebelah pintu.
Melihat itu, Dewa Binatang sudah memastikan bahwa Dewa Api Phoniex meniru teknologi masa depan, sebab kode angka seperti yang dilihat tidak asing lagi.
"Kenapa tidak menggunakan Formasi Array daripada keamanan seperti ini?" gumam Dewa Binatang yang tidak mengerti cara pikir Dewa Api Phoniex.
Dengan keamanan teknologi modern seperti saat ini, maka akan mudah diterobos olehnya melalui celah-celah dinding, karena pintu maupun struktur bangunan yang selalu memiliki celah. Seandainya menggunakan Formasi Array, kemungkinan sulit untuk diterobos, asalkan Formasi Array berada di tingkat yang lebih tinggi dari kemampuan Dewa Binatang.
Tanya kesulitan, Dewa Binatang telah masuk ke dalam ruang ketiga. Kali ini sedikit membuatnya takjub karena melihat Roboman yang bisa dikatakan sempurna seperti manusia.
Selain itu, ruang ketiga berbeda dengan ruangan sebelumnya, yang mana di tempat ini seperti berada di dalam kota. Ada Roboman pria, wanita dan anak-anak, ada juga yang memiliki penampilan orang tua lanjut usia.
Dan yang membuatnya lebih takjub, ada 10.000 unit Roboman yang beraktivitas seperti manusia, kekuatan terendah di level 70. Kemudian, kedua matanya tertuju di akhir ruang ketiga, di mana ada beberapa bangunan yang menyerupai barak militer, ada 5.000 unit Roboman yang memiliki kekuatan level 90.
Barak militer itu berada di depan pintu ke ruang keempat, dan 5.000 unit Roboman bertugas menjaga pintu menuju ke ruang berikutnya.
Di ruang ketiga ini seperti halnya kehidupan, di mana mereka beraktivitas seperti pada umumnya; ada yang menjadi pedagang, pembeli, prajurit keamanan dan lainnya sebagainya, bahkan ada yang menjadi pengganguran dan pencuri.
__ADS_1
Tetapi, walaupun Roboman menyerupai manusia, bagi orang biasa akan dengan mudah mengetahui mereka adalah robot, sebab mereka tidak memiliki aura kehidupan yang dimiliki oleh manusia.
"Ayah, aku ikut!" pinta Tian She Meili yang melihat situasi di luar Dunia Jiwa, ia ingin bermain-main karena dipikirnya para robot itu adalah manusia.
Tian Lihua segera membujuk Tian She Meili agar tidak mengikuti ayahnya. Awalnya Tian She Meili bersikeras mengikuti ayahnya, namun ia tiba-tiba mengurungkan niat karena hidungnya mencium sesuatu yang menggugah selera makan. Kedua matanya melihat sosok yang aneh. Sosok aneh itu menyerupai ginseng yang sedang mengendap-endap mendekati ibunya yang bernama Qiaofeng.
Qiaofeng adalah mantan murid Dewa Binatang, kini ia telah menjadi istrinya. Buah hasil cinta mereka melahirkan seorang putri.
"Itu Kaisar Ginseng!" jelas Qiaofeng saat melihat tatapan putrinya.
Kaisar Ginseng sudah lama mengikuti Dewa Binatang saat berada di Galaksi Aurora. Selama itu, kelakuannya tidak pernah berubah, yang mana selalu tertarik dengan kecantikan.
Seandainya Kaisar Ginseng bukanlah bagian dari keluarga besar Dewa Binatang, sudah semenjak lama akan menjadi buruan banyak orang karena khasiatnya, di mana setiap akar ginseng mampu meningkatkan vitalitas tubuh, memperpanjang umur dan masih banyak manfaatnya bagi kehidupan.
Oleh karena bagian dari Dewa Binatang, Kaisar Ginseng bisa dengan bebas berkeliaran di dalam Dunia Jiwa. Tetapi, dia sangat takut kepada putri-putri tuannya yang selalu dengan paksa meminta akar-akarnya untuk dijadikan bahan pembuatan sup.
"Wow! Kayaknya enak kalau dijadikan sup!" seruan Tian She Meili dengan mata berbinar-binar.
Sebagai perwujudan Ular Surgawi, ginseng juga sangat digemarinya. Segera ia melesat ke arah Kaisar Ginseng yang akan mendekati ibunya.
Merasakan bahaya, Kaisar Ginseng melihat Tian She Meili yang selalu membasahi bibir. Dia buru-buru kabur dengan cara menggali tanah secepat mungkin.
Jelas Kaisar Ginseng tidak tahu perihal Tian She Meili, sebab dia tidak peduli dengan situasi di luar Dunia Jiwa. Saat ini, nalurinya mengatakan jika Tian She Meili lebih ganas daripada putri-putri tuannya.
Semua istri Dewa Binatang menertawakan kesialan Kaisar Ginseng yang sedang diburu oleh Tian She Meili. Mereka melihat tumbuhan cabul itu sangat ketakutan karena kesulitan untuk menggali tanah di Dunia Jiwa yang terkenal keras.
"Fung... Tolong aku!" teriakkan Kaisar Ginseng yang meminta bantuan Raja Fung si Burung Gajah yang menjadi sahabatnya.
Dia berlarian sangat kencang sambil berkelok-kelok saat Tian She Meili mendekatinya. Sedangkan Tian She Meili menertawakannya sambil terus mengejar.
Dewa Binatang geleng-geleng kepala mengetahui Kaisar Ginseng diburu putrinya, lalu dia kembali fokus melihat kehidupan di ruang ketiga. Dengan Mata Langit, dia memeriksa satu per satu kediaman Roboman, di mana seperti ruang sebelum yang menyimpan peti berisi benda berharga.
Peti kali ini bukan berisi emas batangan, melainkan berlian, Batu Roh, Batu Mistik dan macam-macam bebatuan alam yang sangat berharga bagi seorang ahli Formasi Array dan Pandai Besi (Smelting).
Setelah selesai memeriksa ruang ketiga, dia segera melesat ke arah pintu keempat tanpa diketahui oleh Roboman. Saat berada di depan pintu keempat, Dewa Binatang berhenti untuk memeriksa pintu.
__ADS_1
Kali ini, pintu keempat lebih tinggi tingkat keamanannya, menggunakan dua cara untuk masuk; menggunakan kode angka dan Formasi Array.
Dewa Binatang tersenyum tipis melihat Formasi Array yang berada di tingkat Dewa Kaisar Surgawi tahap puncak, jauh dibawahnya. Jika orang lain yang berada di Galaksi Arcadia, Formasi Array setingkat ini sulit untuk dibobol karena di bidang ini hanya berada di bawah tingkat God Ancestor.
Tidak ingin berlama-lama di ruang ketiga, Dewa Binatang menerobos pintu ketiga yang dilindungi oleh Formasi Array, tanpa memicu gangguan pada sistem perlindungan.
Saat ini, dia telah berada di ruang keempat. Hal yang mengejutkan Dewa Binatang dan istrinya, mereka tidak lagi melihat Roboman, melainkan hutan lebat yang dihuni oleh binatang robot menyerupai binatang purba seperti Theropods.
Theropods adalah dinosaurus pemakan daging yang memiliki panggul seperti kadal, kaki yang besar dan kuat, serta tangan yang pendek. Ada banyak jenis Theropods di ruang keempat, seperti; Albertosaurus, Allosaurus, Coelophysis, Deinonychus, Oviraptor, Spinosaurus, Tyrannosaurus, dan Velociraptor. Dan semua binatang purba itu adalah robot.
Di ruang keempat tidak ada harta yang berharga seperti ruang sebelumnya. Akan tetapi, binatang purba itulah yang berharga karena di dalam tubuhnya dikendalikan oleh Roboman.
"Robot dikendalikan oleh robot... Menarik!" gumam Dewa Binatang setelah melihat binatang purba itu.
Kekuatan binatang robot itu mengikut kekuatan si pengendali, dan kekuatan Roboman pengendali berada di tingkat True Gama level 10. Semua istrinya menghitung jumlah binatang robot, total ada 5.000 unit. Secara keseluruhan jika dihitung dengan Roboman pengendali, jumlahnya dua kali lipat.
"Itu adalah Roboman True Gama!" jelas Bao Yaoyao yang masih mengingat namanya
Setelah menganggukkan kepalanya, Dewa Binatang bergegas menuju ke pintu kelima. Seperti sebelumnya, ada dua cara untuk memasuki ruang kelima. Tanpa kesulitan, dia masuk melalui celah-celah pintu itu.
Di ruang kelima, tidak seperti yang sudah-sudah, kali ini adalah hamparan padang gurun yang sangat panas bagi manusia biasa. Tidak ada satupun binatang maupun Roboman di ruang ini.
Karena penasaran, Dewa Binatang memeriksa ke dalam pasir dengan Mata Langit. Seperti dugaanya, di dalam pasir ada banyak Roboman yang bersembunyi untuk mencegah siapapun yang akan memasuki ruang keenam.
Dihitung-hitung, ada 3.500 lebih Roboman yang memiliki kekuatan tingkat True Gama level 20. Setelah pemeriksaan, dia bergegas menuju ke pintu keenam dan masuk tanpa kesulitan.
Di ruang keenam, Dewa Binatang dan istrinya melihat rumah-rumah berlantai dua, setiap rumah dihuni oleh 20 Roboman yang tingkat kemiripan hampir 99 persen seperti manusia. Kekuatan mereka jelas lebih kuat dari sebelumnya, terendah di level 40 dan tertinggi di level 60. Total keseluruhan Roboman ada 1.000 unit.
"Mereka adalah teknisi yang dikhususkan untuk merawat fusi nuklir dan semua Roboman. Kalau tidak salah ingat, mereka juga yang melindungi mesin waktu!" terang Bao Yaoyao dengan komunikasi telepati.
"Mesin waktu? Kenapa tidak dibawa padahal itu berharga?" tanya Dewa Binatang.
"Aku tidak tahu, sebab dia telah memblokir pandanganku dengan Formasi Array!" jawab Bao Yaoyao dengan nada sedikit kesal yang ditujukan untuk Dewa Api Phoniex.
Setelah pembicaraan singkat, Dewa Binatang bergegas menuju ke ruang terakhir. Tidak berselang lama sudah berada di dalam ruang ketujuh tanpa adanya halangan yang berarti.
__ADS_1
Di dalam ruang terakhir, Dewa Binatang dan istrinya melihat bungker berisi tabung yang menyerupai roket, jumlahnya ada 12 tabung fusi nuklir. Di dalam tabung itulah yang memberikan energi kepada semua Roboman.
Ada beberapa Roboman teknisi yang sedang mengontrol fusi nuklir, layaknya seorang ilmuwan yang mengenakan pakaian serba putih. Dan yang menarik perhatian Dewa Binatang serta istrinya, tatapan mereka tertuju pada mesin waktu yang berukuran sangat-sangat besar berbentuk lingkaran.