
Bab 259. Kotak Kayu Dunia Sihir (Omniverse World Magic).
...****************...
Silsilah keluarga besar Tian Zhi Shimo si Dewa Binatang Yang Abadi. Dari pihak keluarga besar Zhi dari Kasta Bangsawan.
Zhi Houcun si Dewa Alam menikah dengan Guan Shilin. Pernikahan mereka dikaruniai anak 3 anak, satu pria dan dua wanita. Anak pertama diberi nama Zhi Kun. Anak kedua seorang terpaut jarak 3 tahun, namanya Zhi Liuju. Anak ketiga yang terakhir adalah Zhi Xiu Juan, terpaut 2 tahun dari kakak keduanya.
Zhi Kun menikah dengan Chen Ning dan dikaruniai anak laki-laki yang diberi nama Zhi Weiheng. Zhi Liuju belum menikah, tapi sudah memiliki calon suami yang bernama Hu Song, mereka sepakat akan menikah setelah kekuatannya berada di True Delta, dan saat masih berada di tingkat True Gama.
Sedangkan Zhi Xiu Juan, lebih memilih untuk tidak terburu-buru menikah karena lebih nyaman sendiri. Selain itu, dia ingin berkultivasi tanpa ada beban di hatinya.
(Jika Dewa Abadi tidak datang ke masa depan) Pada akhirnya Zhi Xiu Juan harus dipaksa menikah dengan Tian Bo di Alam Kudus. Pernikahan mereka melahirkan empat wanita dan satu pria.
Mereka adalah Tian Lihua anak pertama, anak kedua adalah Tian Chunhua, Tian Shuwan, Tian Mei Yin, dan terakhir adalah Tian Zhi Shimo si Dewa Binatang. Kelima anak-anaknya itu terlahir dengan cara yang unik karena Tian Bo menggunakan Teknik Kultivasi Ganda yang belum disempurnakan.
Dari pihak keluarga besar Tian dari Kasta Kesatria. Tian Ba si God Of Partikel menikahi kerabat jauh yang bernama Tian Fangsu. Pernikahan mereka dikaruniai seorang putra yang bernama Tian Bo si Dewa Langit.
Tian Ba begitu menyayangi putra tunggalnya itu, memanjakannya sehingga membentuk karakter yang sulit dikendalikan, semuanya sendiri, dan apapun yang diinginkan harus didapatkan.
Tian Bo menjadi seperti ini juga karena didikan Tian Ba ayahnya. Bahkan pernah suatu hari Tian Bo menampar Tian Fangsu ibu kandungnya sendiri hanya karena ditegur. Tian Bo ditegur setelah memukuli Yao Zheng anak dari Yao Li Kepala Suku Yao Li, saat itu mereka belum satu perguruan.
Tian Ba sebagai seorang suami dan ayah, justru membela putranya, dan hampir saja menampar pipi Tian Fangsu istrinya sendiri. Semenjak masalah itu, hubungan antara Tian Ba dan Tian Fangsu menjadi renggang.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah demi mengejar mimpi menjadi yang terkuat. Saat Zhi Fangsu berpisah dengan suaminya, usia masih sangat muda, baru menginjak usia 43 tahun.
Sedangkan Tian Bo, kedua orang tuanya berpisah saat usianya 16 tahun. Tian Ba yang usianya 57 tahun, hingga sekarang tidak berpikiran untuk mencari yang lain, sebab dia terfokus menciptakan ilmu yang mampu menjelajahi masa lalu dan masa depan.
Di dunia kultivator yang mengejar keabadian, usia 43 tahun bahkan ratusan tahun tergolong belia. Kultivator usia jutaan tahun, masih terlihat sangat muda karena menyerap energi alam yang mampu meregenerasi sel-sel kulit mati.
Untuk mengetahui usia dari kultivator, bisa diketahui melalui tulang sebagai indikator pengukurannya, dan banyak alat khusus untuk mengetahui usia mereka.
Tetapi, ada kalanya kultivator berpenampilan tua manakala basis kultivasinya terhenti, atau kesulitan untuk meningkatkan kekuatannya. Namun, penampilan tua sering digemari oleh kultivator karena terkesan berwibawa, bijaksana, dan dianggap banyak pengalaman.
Semenjak berpisah, Tian Fangsu berpetualang demi meningkatkan kekuatannya, dan juga untuk menambah pengalamannya. Setelah 3 tahun berpisah, ia bertemu dengan Zhi Liuju yang hingga saat ini menjadi adik angkatnya. Mereka berdua tak terpisahkan, selalu bersama saat berpetualang menjelajahi Tiga Alam.
Di Tiga Alam, keluarga besar Zhi keturunan dari marga Hu, sedangkan keluarga besar Tian dan Yu berasal dari marga Chen. Keluarga besar Guan berasal dari marga Yao.
...****************...
Kembali ke Kota Baojie di Pegunungan Dantian wilayah Suku Fanchen.
Banyaknya Omniverse yang tidak terkendali dan menyebar ke segala arah. Yang mengejutkan semua orang, ternyata Omniverse Mata Tiga mampu terbang seperti kultivator, namun kecepatannya lambat karena tubuhnya yang terlampau besar.
Omniverse Mata Tiga terbang menuju ke lubang segitiga karena mengejar dua orang kultivator yang memiliki kekuatan tingkat Half Resonance, setara dengannya. Kultivator itu adalah Tian Fangsu dan Zhi Liuju.
Kecuali Hu Samhok, semua orang belum mengetahui jika Omniverse Mata Tiga adalah inang dari Omniverse Mata Empat dan Lima. Saat ini, di Kota Baojie tak terhitung banyaknya Omniverse Mata Empat dan Lima.
Hu Samhok dan teman seperguruannya terbang mengincar Omniverse Mata Empat yang dekat.
"Berikan energimu!" perintah Hu Samhok kepada temannya seperguruannya.
Dengan kompak, teman-temannya menempelkan telapak tangan di punggung Hu Samhok, mengalirkan energi spiritual. Hu Samhok merentangkan tangan kanannya ke arah Omniverse Mata Empat yang mendekatinya, sedang tangan kirinya menyentuh kotak kayu di perut yang disembunyikan di balik pakaian.
Yao Li Kepala Suku Wuzhi dan Hu Jing Kepala Suku Shanhu melihat tangan kanan Hu Samhok mengeluarkan energi spiritual yang menyelimuti tubuh Omniverse Mata Empat. Mereka terkejut karena ukuran tubuh Omniverse Mata Empat dengan cepat menjadi kecil, lalu dalam sekejap mata menghilang.
Hu Samhok melirik ke arah Kepala Suku yang terlihat kagum kepadanya. Lalu dia menepuk perut seolah-olah kekenyangan, padahal sedang berpura-pura.
__ADS_1
"Awas di kananmu, Senior!" peringatan salah satu murid Perguruan Heiwu saat Omniverse Mata Empat yang lain mendekati Hu Samhok.
Dengan segera, Hu Samhok mengarahkan telapak tangan kanannya ke Omniverse yang mendekatinya. Seperti sebelumnya, Omniverse itu menjadi kecil dan menghilang masuk ke dalam kotak kayu dunia sihir (Omniverse Magic World).
Hu Samhok terus-menerus memasuki Omniverse Mata Empat yang diincarnya terlebih dahulu sesuai perintah gurunya. Tindakan mereka disaksikan oleh banyak kultivator. Mereka berdecak kagum akan kehebatan murid-murid Perguruan Heiwu.
Yang paling mengagumkan semua orang, murid-murid itu mampu menghilangkan Omniverse yang kekuatannya jauh di atasnya. Mereka menebak jika kehebatan murid Perguruan Heiwu dikarenakan bantuan dari Guru Yao Shen.
"Aku lelah, cepat mundur!" perintah Hu Samhok kepada semua temannya setelah menangkap 20 Omniverse Mata Empat.
Dia dan temannya segera mundur menjauhi Omniverse yang terus berdatangan. Mereka berkumpul dengan dua Kepala Suku yang langsung memberikan acungan jempol sebagai bentuk apresiasi terhadap jasanya.
"Istirahatlah, biar kami yang menahan Omniverse! Ini untuk kalian!" perintah Yao Li Kepala Suku Wuzhi, ia memberikan cincin dimensi yang berisi Pil Pemulih Energi Yang
Dengan berpura-pura kelelahan, Hu Samhok menerimanya cincin dimensi, padahal dia dan temannya tidak sedikitpun kelelahan. Energi spiritual hanya jembatan penghubung antara Omniverse dan kotak kayu dunia sihir.
Yao Li dan Hu Jing mengajak semua kultivator yang menyaksikan kehebatan Hu Samhok. Mereka segera menyebar ke Omniverse banyak yang terpencar di wilayah Suku Fanchen.
Ling An terkejut melihat Hu Samhok mencium pipi teman prianya sambil memberikan botol giok berisi Pil Pemulih Energi Yang. Setiap kali membagi botol giok, Hu Samhok selalu mencium pipi temannya. Teman-temannya juga tampak senang dicium. Sungguh menjijikkan bagi Ling An.
Ling An jijik karena tidak menyangka murid pria Perguruan Heiwu penyuka sesama jenis. Untungnya saja di sekitar mereka tidak ada yang melihat, sebab semua orang kuat sibuk mengurung Omniverse Mata Empat dan Empat di Kota Baojie.
Kurang dari setengah batang dupa, Hu Samhok dan teman-temannya segera kembali menangkap Omniverse Mata Empat yang menjadi incarannya. Yang membuat semua orang keheranan, kenapa murid Perguruan Heiwu tidak mengincar Omniverse Mata Lima, padahal jaraknya sangat dekat.
Melihat tatapan curiga dari Kepala Suku Wuzhi, Hu Samhok segera berteriak keras, "Yang Mulia Li, Omniverse Mata Lima tidak mampu membelah diri lagi. Bunuh saja mereka!"
"Apakah ucapanmu ini benar?" selidik Yao Li karena tidak ingin tertipu oleh murid Perguruan Heiwu.
"Sumpah!" jawab Hu Samhok dengan sangat menyakinkan.
Ledakan keras ketika Hu Jing Kepala Suku Shanhu melepaskan pukulan berenergi tinggi ke arah Omniverse Mata Lima. Dada Omniverse Mata Lima berlubang akibat pukulan berenergi itu. Namun, dia masih belum tumbang, bahkan tidak merasakan kesakitan.
Melihat darah dan daging dari dada Omniverse Mata Lima tidak menjadi entitas-entitas baru, Yao Li, Hu Jing dan semua orang kuat sangat senang.
"Hancurkan kepalanya agar tumbang, Yang Mulia!" seruan Hu Samhok dengan suara keras.
"Bunuh!" perintah Hu Jing Kepala Suku Shanhu kepada semua orang.
Boom boom boom boom...
Semua orang segera terbang seperti burung yang memburu mangsa berukuran besar. Suara ledakan energi ketika kepala Omniverse Mata Lima dihancurkan dengan sekali serangan.
Ling An terus melihat para kultivator membalikkan keadaan. Namun, karena Omniverse masih sangat banyak, ia belum bertindak untuk menggagalkan rencana Hu Samhok. Dia akan bergerak saat Omniverse Mata Empat tinggal sedikit.
Lalu dia kembali melihat ke arah lubang segitiga, yang mana ada dua wanita dikejar oleh Omniverse Mata Tiga. Dua wanita itu masuk ke dalam lubang segitiga dan terus dikejar oleh Omniverse. Ada sekitar 13 Omniverse Mata Empat yang juga ikut masuk.
Ling An tersenyum saat membayangkan Tian Bo kewalahan menghadapi Omniverse Mata Tiga yang bisa menjadi banyak. Lalu dia kembali melihat Hu Samhok. Dia terkejut karena Omniverse Mata Empat memiliki emosi saat anak-anaknya dibantai kultivator.
Omniverse Mata Empat meraung-raung keras, setelah itu Omniverse Mata Lima segera melarikan diri dari serangan para kultivator. Mereka kabur ke hutan untuk berlindung.
Hu Samhok terlihat kebingungan karena incarannya tidak mau mendekat lagi, dan berinisiatif untuk melarikan diri. Hal ini tidak sesuai dengan informasi dari gurunya. Guru Yao Shen mengatakan bahwa Omniverse tidak memiliki pemikiran rumit seperti manusia, dipikirannya hanya butuh makan untuk meningkatkan kekuatannya.
Berhubungan jumlah Omniverse masih sangat banyak dan berukuran besar, maka semua orang masih bisa melihat persembunyiannya tanpa menggunakan Mata Dewa.
Ling An berdiri, lalu merenggangkan lehernya yang kaku karena terlalu lama mendongak. Dua tersenyum tipis sambil terbang ke arah tujuh Omniverse Mata Empat yang melarikan diri ke arah Tebing Azure. Di tangan kanannya memegang Tombak Jiwa Berlian Petir.
Swosh... Boom boom boom boom...
__ADS_1
Ling An menebaskan tombaknya ke arah Omniverse Mata Empat yang kabur. Kemudian, disusul suara rentetan ledakan energi ketika tebasan tombak mengenai tujuh kepala Omniverse dalam satu kali serangan.
Tubuh Omniverse ambruk ke depan sehingga tanah bergetar. Namun, mereka tidak mati. Kepalanya yang hancur dengan cepat tumbuh. Sedangkan darah, otak, dan daging dari tujuh Omniverse Mata Empat menjadi entitas-entitas baru.
Jumlahnya mencapai ribuan Omniverse Mata Lima. Ling An segera bersembunyi sebelum tindakannya diketahui oleh siapapun.
Di belakangnya, datang Hu Samhok bersama dengan semua temannya, mereka berniat untuk membunuh tujuh Omniverse Mata Empat yang bergerombol. Mereka segera kabur karena Omniverse Mata Lima mengejarnya atas perintah inangnya.
Mereka tidak mungkin mampu memenjarakan mereka dalam satu waktu. Jika hanya ada dua Omniverse, Hu Samhok masih mampu memenjarakannya. Sedangkan yang mengejarnya ada ribuan raksasa merah.
Omniverse Mata Empat mengira Hu Samhok adalah pelaku yang menyerang dari belakang. Ling An tertawa puas melihat murid-murid itu panik. Walaupun Omniverse bertubuh besar dan menjadi lambat, berhubungan kekuatan Hu Samhok dan teman-temannya berada jauh di bawah Omniverse, maka mereka dengan cepat disusul oleh Omniverse Mata Lima.
Ling An melihat tujuh Omniverse Mata Empat yang kabur ke arah jurang di bawah Tebing Azure. Dia segera berteleportasi dan muncul di atas tujuh targetnya itu. Tangannya yang memegang tombak mengeluarkan serat-serat Kuasi Petir Semesta petir dan Api Semesta dalam skala kecil. Lalu dia mengayunkan tombaknya.
Cedarrr... Cedarrr...
Ledakan keras ketika Ling An menghancurkan kepala ketujuh Omniverse Mata Empat dalam sekali tebasan tombaknya. Kuasi Petir Semesta merusak sel-sel jaringan darah Omniverse Mata Empat, dan Api Semesta membakar tubuhnya hingga menjadi abu.
Dalam waktu singkat, ketujuh Omniverse Mata Empat musnah tanpa tahu siapa yang membunuhnya. Ling An mengerutkan keningnya karena melihat kilauan sinar di dalam abu Omniverse.
Dengan rasa penasaran, dia menggunakan telekenisis untuk menarik benda berkilauan itu. Di telapak tangan terdapat bola energi seperti milik kultivator yang kekuatannya telah diekstrak, hanya saja berbeda warna.
Bola kristal energi milik kultivator berwarna putih susu, sedangkan bola energi milik Omniverse Mata Empat berwarna merah pekat, hampir seperti perpaduan hitam dan merah.
Ling An merasakan ada dua energi besar yang terkandung di dalam bola kristal Omniverse, yaitu energi kabut hitam dan energi spiritual. Karena penasaran apakah energi Omniverse bermanfaat, dia menyerap dua energi itu. Ternyata, dantian-nya menerima dua energi milik Omniverse.
Karena bermanfaat baginya untuk meningkatkan kekuatan, terbesit di pikiran Ling An untuk memperbanyak Omniverse. Setelah menyimpan tujuh bola energi Omniverse Mata Empat, dia melesat ke arah Hu Samhok yang masih dikejar-kejar.
Ling An berencana untuk mengambil kotak kayu Omniverse World Magic. Dia tidak ingin Hu Samhok memenjarakan Omniverse sebelum kekuatannya mencapai puncak.
Dengan berubah menjadi udara, Ling An berteleportasi dan muncul di belakang Hu Samhok yang terbang ke arah Kepala Suku Wuzhi. Dengan mengeluarkan aura kekuatannya di tingkat Sang Kekosongan, Ling An membuat Hu Samhok dan teman-temannya berjatuhan akibat tekanan kuat dari auranya.
Sebelum Hu Samhok menghantam tanah, Ling An buru-buru mengambil kotak kayu Omniverse World Magic di balik pakaiannya. Dalam waktu singkat, dia mendapatkan kotak kayu dan segera berteleportasi.
Hu Samhok dan teman-temannya menghantam tanah dengan keras. Namun mereka tidak terluka karena aura kekuatan tingkat Sang Kekosongan tiba-tiba menghilang. Mereka bingung karena tidak melihat pelakunya.
"Siapa orang itu?" kegeraman Hu Samhok sambil melihat sekelilingnya, tapi tidak menemukan si pelakunya.
"Berikan energimu tanpa bergerak!" perintahnya saat ribuan Omniverse Mata Lima mendekati. Dia sempat melupakan Infomasi dari gurunya karena panik dikejar-kejar oleh ribuan Omniverse Mata Lima.
Karena terjatuh yang membuatnya ingat sehingga tidak lagi takut dengan ribuan Omniverse Mata Lima. Teman-temannya segera saling meletakan telapak tangan di punggung rekannya, lalu mengalirkan energi spiritual sehingga terpusat ke Hu Samhok.
Karena tidak ada kultivator kuat yang melihat, Hu Samhok tidak lagi setengah-setengah dalam mengeluarkan kemampuannya. Namun, dia syok saat kotak kayu di perutnya menghilang.
"Kotak kayu pemberian guru hilang, cepat cari di sekeliling kita!" perintah Hu Samhok dengan panik, sebab kotak kayu Omniverse World Magic adalah andalannya.
Tanpa itu, dia tidak ubahnya kultivator lemah yang siap mati dibunuh oleh Omniverse dengan mudah. Semua teman-teman buru-buru mencari kotak kayu di lokasi ketika terjatuh. Namun, mereka tidak menemukannya.
"Jangan bergerak!" perintah Hu Samhok saat Omniverse sudah sangat dekat, dia dan teman-temannya segera diam mematung, tidak bernafas, dan mengeluarkan auranya.
Ribuan Omniverse Mata Lima berhenti mendadak karena kehilangan targetnya. Padahal, Hu Samhok dan teman-temannya berada di bawahnya. Mereka mendengar suara perut Omniverse bergemuruh tanda sedang lapar.
Karena lapar, ribuan Omniverse Mata Lima segera bergerak untuk mencari mangsa untuk dimakan. Hu Samhok dan teman-temannya baru bisa bernafas lega karena Omniverse telah menjauh.
Segera Hu Samhok dan teman-temannya mencari kotak kayu menurut jalur yang dilewati sebelumnya. Mereka terlihat panik karena takut mendapatkan hukuman berat dari gurunya.
Di tepi Tebing Azure, Ling An tertawa puas melihat kepanikan murid Perguruan Heiwu yang sedang mencari kotak kayu dunia sihir. Dia segera masuk ke dalam gua untuk memeriksa kotak kayu...
__ADS_1