God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Tantangan.


__ADS_3

Bab 175. Tantangan.


Banyak binatang air keluar dari laut, sungai, rawa dan danau. Di saat keluar dari air, fisik binatang air berubah, memiliki kaki untuk berjalan di daratan, dan tangan untuk memegang senjata. Binatang-binatang itu bergerak menuju ke tempat Guan Zhui.


Dewa Abadi dan rombongannya dengan jelas melihat dan mendengar suara langkah kaki yang diseret dari banyak binatang air. Binatang air itu berhenti karena terhalang oleh api unggun. Kemudian, binatang air itu menyemburkan air untuk memadamkan api.


Pasukan humanoid air siap untuk menyerang musuhnya. Setelah semua api unggun padam, dari tubuh Yuna Aurora mengeluarkan cahaya benderang yang menyilaukan mata. Guan Zhui dan pasukannya jelas terkejut dan spontan memejamkan mata.


Binatang-binatang air yang akan menyerang menjadi panik karena cahaya itu tidak hanya menyilaukan mata tetapi membuat tubuhnya juga melepuh. Dewa Abadi memerintahkan semua Tubuh Gandanya untuk menyerang.


Boom boom boom...


Ratusan ribu pukulan berenergi dari Tubuh Ganda meledakkan tubuh binatang air. Kemudian, Dewa Abadi dan rombongannya segera menyerang binatang air, kecuali Yuna Aurora yang tetap diam sambil mengeluarkan cahaya dari tubuhnya.


Guan Zhui dan pasukannya dengan jelas mendengar suara ledakan energi, mereka ingin sekali melihat tetapi cahaya menyilaukan matanya. Namun, suara pertempuran itu hanya sesaat dan cahaya pun menghilang.


Guan Zhui dan pasukannya membuka mata. Mereka tercengang melihat tumpukan mayat binatang air yang tidak lagi memiliki kepala. Mereka melihat Dewa Binatang dan rombongannya membersihkan tangan setelah mengalahkan binatang air dalam waktu singkat.


"Makan malam yang melimpah," kata Tian She Meili dan segera mengeluarkan api untuk memanggang binatang air. Lalu diikuti oleh semua saudarinya.


Guan Zhui dan pasukannya tidak bisa berkata-kata melihat keganasan tamunya, bahkan menjadikan binatang air sebagai hidangan makan malam.


Guan Zhui turun dari punggung kura-kura, dengan tubuh sedikit gemetaran karena menahan rasa takut kepada tamunya.


"Bagaimana ... Kalian hebat!" Guan Zhui tidak bisa berkata-kata lagi untuk menggambarkan kejadian yang baru saja dialaminya.


"Kami sudah terbiasa melawan raksasa jenis apapun, apalagi binatang air menjadi lemah ketika berada di daratan!" jelas Pang Shui sambil menyodorkan piring berisi daging binatang air yang sudah matang.


Guan Zhui menolak pemberian Pang Shui karena tidak memakan sesama binatang air, dia berkata, "aku mendengar Peperangan Global beberapa tahun yang lalu. Kita ingin sekali membantu, tetapi terhalang oleh kabut hitam...,"


Peperangan Global di Planet Peliades yang terjadi waktu itu, terdengar hingga ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Banyak kultivator yang ingin bergabung dalam peperangan itu.


Dewa Abadi yang mendengar cerita dari Guan Zhui, hanya mendengar saja tanpa berkomentar, sebab dia tahu siapa orang yang menyebabkan semua kejadian ini.


"Ayo, kita lanjutkan lagi perjalanannya!" ajak Tian She Meili setelah selesai makan, dia ingin segera bertemu dengan Chen Yeon dan Hu Yue Yan.


Guan Zhui memimpin perjalanan menuju ke pusat pemerintahan bangsa air. Selama perjalanan, banyak binatang air yang menyerang, tetapi dengan mudah dikalahkan karena Yuna Aurora selalu mengeluarkan cahaya benderang dari tubuhnya.


Ketika siang hari, Dewa Abadi dan rombongannya telah tiba di pusat pemerintahan bangsa air. Banyak penduduk yang penasaran dan mendekati wanita-wanita cantik, namun dihalangi oleh pasukan humanoid air.

__ADS_1


Ratu Guan Zhui berdiri di depan pintu istana untuk menyambut kedatangan Dewa Abadi dan rombongannya, dia didampingi oleh Chen Yeon dan Hu Yue Yan. Dan pejabat istana juga ikut menyambut kedatangan Dewa Abadi.


Hu Yue Yan segera menghampiri Tian She Meili sambil tertawa lepas. "Kita sama-sama terjebak di planet ini!" ujarnya sambil memeluk Tian She Meili.


"Dewa Abadi, saya sudah lama mendengar nama Anda. Selamat datang di Kerajaan Air!" sambutan hangat dari Ratu Guan Bihai.


Melihat kecantikan Ratu Guan Bihai, tidak sedikitpun membuat Dewa Abadi kagum, sebab semua istrinya tidak kalah cantik.


"Tempat ini sangat indah dan penghuni yang ramah!" pujian Dewa Abadi.


Kemudian, Ratu Guan Bihai mengajak semua tamunya berbicara di dalam istana. Tanpa basa-basi lagi, Ratu Guan Bihai berbicara kepada Dewa Abadi untuk mengatasi permasalahan di Planet Air.


"Saya pernah bertemu dengan seorang yang misterius. Dia berkata, ada cara untuk mengembalikan semua keadaan ini seperti sediakala, tetapi...," Ratu Guan Zhui melihat ke arah ajudan wanita dari Ras Ikan Duyung.


Kemudian, ajudan itu mendekati Dewa Abadi dan memberikan kulit binatang. Dewa Abadi menerimanya, lalu membuka kulit binatang yang terlipat, ternyata ada dua kulit binatang.


Dewa Abadi membacanya, Tian Lihua dan Yuna Aurora yang berada di sisinya juga ikut membacanya.


"Selamat datang di Galaksi Sembilan Rasi! Saya tahu Anda semua yang terjebak di galaksi ini sudah pasti marah dan segudang pertanyaan dipikiran. Intinya, untuk keluar dari galaksi ini, Anda harus mengalahkan mahkluk sembilan rasi bintang yang berada di bawah Gunung Berlian. Yang harus Anda semua ketahui, setelah memasuki dunia bawah tanah di Gunung Berlian, tidak akan bisa kembali. Dan, nyawa semua kehidupan di Galaksi Sembilan Rasi berada di tangan Anda. Selamat mencoba dan semoga berhasil!"


Membaca itu, Dewa Abadi tersenyum tipis karena sudah memperkirakan bahwa tidak akan mudah untuk menuju ke Observable Universe. Lalu dia memberikan kulit binatang yang telah dibaca kepada Yuna Aurora.


"Ini sudah terencana. Benar-benar licik!" kegeraman Qin Diao Chin setelah membaca pesan di kulit binatang.


"Saya juga tahu pesan itu bukan untuk kami, dan kami hanyalah sandera. Oleh sebab itu, kami menunggu kedatangan pihak lain yang terjebak di Galaksi Sembilan Rasi...," Ratu Guan Bihai bercerita kepada Dewa Abadi dan rombongannya.


Selama ini, sudah banyak kultivator yang terjebak di Planet Air. Rata-rata yang terjebak adalah kultivator yang menuju ke Observable Universe dan Laniakea Super Cluster. Setiap kultivator selalu disambut oleh Ratu Guan Bihai, dan menunjukkan kulit binatang kepada mereka.


Setelah mengetahui telah terjebak, setiap kultivator yang ingin segera keluar, mau tidak mau harus mengalahkan sembilan rasi bintang di dunia bawah tanah. Tetapi, tidak ada satupun kultivator yang berhasil, dan mereka juga tidak pernah keluar dari dunia bawah tanah. Dengan kata lain, mereka tewas.


Sambil mendengar Ratu Guan Bihai berbicara, Dewa Abadi melihat kulit bintang yang kedua, yang mana terdapat aturan yang membatasi ruang gerak setiap kultivator. Sederhananya, mahkluk sembilan rasi harus dikalahkan.


Setelah membacanya, Dewa Abadi memberikan kulit binatang kepada istrinya. Tian Chunhua yang menerimanya dan membaca aturan dunia bawah tanah.


"Apakah Anda sudah pernah memasuki dunia bawah tanah?" selidik Dewa Abadi yang ditujukan kepada Ratu Guan Bihai.


"Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita adalah sandera. Jadi, selain pihak luar, kita tidak bisa memasuki dunia bawah tanah!" jawab Ratu Guan Bihai.


"Kalau begitu, antar kami ke tempat itu!" pinta Dewa Abadi yang ingin segera menyelesaikan masalah ini.

__ADS_1


"Apakah Anda tidak beristirahat terlebih dahulu? Kami ingin menjamu Anda sebelum melewati tantangan ini!" tawaran Ratu Guan Bihai, dia melakukan ini sebagai bentuk penghormatan kepada setiap kultivator.


"Terima kasih! Kami tidak bisa berlama-lama berada di tempat ini, masih ada urusan penting yang harus diselesaikan!" tolak Dewa Abadi.


Ratu Guan Zhui menghela napas panjang karena tidak bisa menjamu tamu sebelum menyelesaikan tantangan ini. Kemudian, dia mengantar tamunya menuju ke dunia bawah tanah. Chen Yeon dan Hu Yue Yan juga ikut dalam tantangan ini.


Setelah keluar dari dalam istana, Dewa Abadi dan rombongannya melihat ke arah puncak menara.


"Apa yang terjadi jika berlian di puncak menara itu hancur?" tanya Tian She Meili kepada Ratu Guan Bihai.


Ratu Guan Bihai berhenti dan membalikkan badan, lalu menjawab, "planet ini juga hancur! Berlian itu adalah pondasi alam ini, dan menekan kekuatan di atas True Omega agar tidak mengintimidasi penghuni di sini!"


Setelah menjawab, Ratu Guan Bihai kembali memimpin jalan. Menuju ke dunia bawah tanah, Ratu Guan Bihai telah membuatkan jalan khusus bagi kultivator yang bertarung dengan mahkluk sembilan rasi bintang.


Dewa Abadi dan rombongannya masuk ke dalam gua. Tidak berselang lama, mereka telah tiba di ujung gua dan melihat pintu gerbang besar yang menjadi salah satu-satunya ke dunia bawah tanah.


"Jika sudah siap, Anda bisa berdiri di atas lingkaran itu," kata Ratu Guan Bihai sambil menunjuk ke arah depan pintu gerbang.


Dewa Abadi melihat lingkaran, lalu mengeluarkan energi kekuatan jiwa untuk menyelimuti rombongannya, termasuk Chen Yeon dan Hu Yue Yan. Dalam sekejap mata, semua orang menghilang dan muncul di dalam Dunia Jiwanya.


Ratu Guan Zhui, Guan Zhui dan pejabat istana tidak terkejut karena tahu ke mana mereka yang menghilang, karena mereka juga memiliki Dunia Jiwa.


"Jika berhasil, apapun permintaan Dewa Abadi pasti saya kabulkan. Sampai jumpa lagi!" ucap Ratu Guan Bihai.


Dewa Abadi tersenyum sambil berjalan menuju ke lingkaran. Ketika berada di tengah lingkaran, dia membalikkan badan dan melihat Ratu Guan Bihai.


"Jika berhasil ... Permintaanku sederhana, jadilah istriku!" goda Dewa Abadi dan menghilang dari hadapan semua orang.


Ratu Guan Zhui terdiam membeku, wajahnya menjadi semerah tomat, ia tidak menyangka dengan permintaan dari Dewa Abadi.


"Itupun jika Anda berhasil!" gumam Ratu Guan Bihai.


Guan Zhui dan para pejabat istana tersenyum melihat ratunya yang tidak pernah bertingkah laku seperti ini, biasanya selalu tegas dan akan menghukum siapapun orang yang menggodanya.


"Yang Mulia Ratu, apakah Dewa Abadi akan berhasil?" tanya Guan Bihai.


"Tidak tahu. Semoga saja!" jawab Ratu Guan Bihai, lalu membalikkan badan dan keluar dari gua. Semua bawahannya mengikutinya.


Kedua mata dari Ratu Guan Bihai mengeluarkan sekelebatan cahaya, terlihat gambaran dua ekor ikan Koi yang berwarna hitam dan putih. Dia tersenyum tipis tanpa diketahui oleh bawahannya.

__ADS_1


__ADS_2