God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Jebakan Pasir Laut.


__ADS_3

Bab 235. Jebakan Pasir Laut.


Karena dahsyatnya hisap portal dimensi, air laut perlahan mulai surut. Kemudian, satu titik portal dimensi yang lain, yang tidak jauh dari sebelumnya, mengeluarkan fluktuasi energi.


Dewa Abadi dan semua orang melihat titik portal dimensi yang perlahan terbuka. Sebelum portal dimensi itu membesar, Dewa Abadi berniat untuk menghentikannya, namun dia dicegah oleh Mahaguru Lu karena khawatir adanya jebakan yang telah disiapkan untuknya.


Karena titik-titik portal dimensi yang berada di wilayah Dinasti Anwuzhi belum dikurung dengan Formasi Array, bisa jadi berpotensi besar jika ada jebakan yang dikhususkan untuk Dewa Abadi.


Yang dipikirkan oleh Dewa Abadi, apakah musuhnya mengetahui kelemahannya? Jika iya, dia harus lebih berhati-hati dalam menghadapi lawan yang cerdas.


Portal dimensi yang pertama akhirnya telah menyerap air laut, lalu segera menutup dengan cepat, dan bersamaan dengan portal dimensi kedua yang telah terbuka maksimal.


Tak terhitung jumlahnya biota laut berukuran kecil menggelepar karena tidak adanya air. Melihat itu, ada rasa menyayangkan dibenak semua orang yang tidak menginginkan hal ini terjadi.


Kemudian, semua mata tertuju pada portal dimensi kedua yang terbuka. Mereka melihat banyak kultivator yang keluar dari dalam portal dimensi itu.


Para kultivator dunia lain tampak mengagumi kekayaan alam di Planet Tiga Alam yang sangat melimpah, kekayaan alam yang tidak pernah dirasakan maupun dilihat. Mereka tampak senang tanpa peduli tujuan mereka bisa ada di Tiga Alam.


Melihat kepolosan kultivator dunia lain, Dewa Abadi dan semua orang menghela nafas panjang karena merasa akan dijadikan umpan meriam oleh musuhnya.


Sebelum para pendatang itu menyebar ke segala arah untuk memburu kekayaan di Tiga Alam, Mahaguru Lu memerintahkan satu orang prajurit untuk berbicara kepada mereka.


Prajurit itu sebut saja namanya adalah Ahceng, dia bergegas menghampiri para pendatang dengan mengeluarkan aura kekuatan tingkat True Delta, dan senjata tombak berada di tangan kanannya.


Merasakan aura yang kuat, kultivator dari dunia lain itu menjadi serius dan tegang. Mereka melihat Ahceng yang terbang ke arahnya dengan sangat cepat. Kemudian, mereka juga melihat di pesisir Daratan Pagoda Berlian berkumpul banyak orang.


Banyak wanita yang baru datang ke Tiga Alam, melihat Ahceng yang tampak usia 30 tahun, telah mencapai tingkat kekuatan True Delta merupakan seorang yang sangat berbakat, mereka pun mengagumi Ahceng.


"Kembali kalian ke tempat asalmu!" hardik Ahceng dengan tegas saat melayang di hadapan para pendatang.


Kemudian, salah satu orang wanita muda berbisik kepada orang yang dipanggil sebagai Raja Hong. Raja Hong adalah orang tua segera melayang dan mendekati Ahceng, dia juga mengeluarkan kekuatan yang setara dengan lawannya.


Raja Hong dengan angkuhnya berkata, "Dewa memberikan jalan bagi kita sehingga berada di dunia kaya ini, dan pasti ada tujuannya! Kenapa kami harus kembali sebelum mendapatkan apapun?"


Ahceng geleng-geleng kepala karena orang dihadapannya tidak tahu jika akan dijadikan tumbal untuk membebaskan Dewa Perusak.


"Apakah kalian tahu tujuannya?" tanya Ahceng kepada Raja Hong.


Raja Hong tertawa dan diikuti oleh rombongannya. Bagi mereka, seorang Dewa adalah orang suci, dan tidak mungkin menampakkan dirinya dihadapan manusia biasa seperti mereka.


"Sebelum lorong dimensi ini ada di dunia kami, sudah ada ramalan dari Dewa Surga. Beliau mengatakan, jika muncul lorong dimensi dan terbuka pada waktunya, itu tandanya kesejahteraan bagi kami yang diberkahi. Ternyata ramalan itu benar! Lihatlah, dunia ini sangatlah subur dan kaya akan sumber daya alamnya!" jawab Raja Hong yang mengagungkan Dewa Surga.


Dewa Abadi dan semua orang yang berada di dekatnya dengan jelas mendengar pembicaraan mereka. Semua orang langsung menebak jika Dewa Surga adalah Dewa Surgawi. Sesuai dengan perkataan Raja Hong, Dewa Surgawi telah lama merencanakan hal ini di dunia mereka.

__ADS_1


"Darimana Anda berasal?" selidik Ahceng.


Sebelum Raja Hong menjawab, muncul di sampingnya seorang wanita cantik. Dilihat dari penampilannya serta mahkota di kepalanya, wanita itu seperti seorang ratu. Raja Hong sedikit mundur karena hadirnya wanita itu yang lebih kuat darinya.


"Aku Ratu Bulan. Kami berasal dari Planet Beruang Besar. Kita sekarang berada di mana?" Ratu Bulan memperkenalkan dirinya dan asalnya.


Ratu Bulan berpikir lebih bijaksana daripada Raja Hong. Dia berada di Tiga Alam yang memiliki kekayaan alam melimpah, jelas dengan sadar mengetahui jika nanti akan ada resikonya. Sebelum hal buruk terjadi, apalagi melihat Ahceng seorang prajurit memiliki kekuatan yang tinggi, dia segera mengambil ahli pembicaraan.


"Beruang Besar? Di mana itu?" tanya balik Ahceng yang memang tidak tahu, "kalian berada di Galaksi Pengadilan Jagat Raya, tepatnya berada di pusat galaksi, di Planet Tiga Alam!" lanjutnya yang menjawab pertanyaan Ratu Bulan.


Dewa Abadi dan rombongannya juga tidak tahu di mana itu Planet Beruang Besar, sebab banyak galaksi di Alam Jagat Raya. Di setiap galaksi, sudah pasti banyak planet-planet.


Pihak Ratu Bulan juga tidak tahu tentang Galaksi Pengadilan Jagat Raya. Namun, saat Ahceng menyebutkan nama Tiga Alam, mereka segera saling berpandangan penuh arti.


"Apakah benar Tiga Alam adalah tempat asal-muasal lahirnya Dewa, Manusia dan Iblis?" tanya Ratu Bulan dengan antusias, demikian juga dengan semua orang yang baru datang ke Tiga Alam.


Ahceng mengangguk sebagai jawaban, dia tidak mau menjelaskan tentang rahasia Tiga Alam kepada mereka. Lalu dia menjelaskan tentang tujuan mereka bisa ada di sini. Mendengarkan penjelasannya, Ratu Bulan dan rombongannya tampaknya tidak mempercayai, sebab yang memberikan ramalan adalah Dewa Surga.


Saat Ahceng bertanya tentang Dewa Surga yang diagungkan oleh mereka, Ratu Bulan menjawab jika dia dan rombongannya tidak pernah bertemu. Hanya mendengar suaranya yang terdengar di dalam hati setiap pemimpin di Planet Beruang Besar.


"Lebih baik kalian kembali daripada mati sia-sia di tempat ini. Segera kembali" perintah Ahceng kepada Ratu Bulan dan semua orang yang baru datang.


Namun, tiba-tiba portal dimensi yang membawa mereka ke Tiga Alam tertutup. Setelah itu, pasir laut mengikat kaki semua orang yang baru tiba. Ahceng segera terbang ke arah Daratan Pagoda Berlian sebelum dirinya dijerat oleh pasir laut.


Sebagian orang segera terbang setinggi mungkin. Namun, saat ketinggian mencapai 30 meter, mereka juga membentur dinding tak kasat mata. Dengan panik, mereka yang lolos dari jeratan pasir laut segera mengikuti Ahceng yang sudah berada di Daratan Pagoda Berlian.


Mereka yang kedua kakinya dijerat oleh pasir laut berusaha sekuat tenaga untuk melepaskannya, dan menggunakan semua kemampuannya. Sayangnya, jeratan pasir laut begitu kuat, dan semakin menyakitkan kulit ketika berusaha untuk lepas.


Ratu Bulan, Raja Hong dan rombongannya yang memiliki kekuatan tinggi, meliuk-liuk saat terbang menuju ke Daratan Pagoda Berlian. Mereka berusaha untuk menghindari jeratan pasir laut yang seperti tangan.


Mereka juga mengerahkan seluruh kekuatan untuk menghancurkan pasir laut yang akan menangkapnya. Suara ledakan energi terus menerus terdengar di laut kering.


Pasir laut yang menjerat para pendatang, segera menyelimuti tubuh korbannya, memasuki tubuhnya dan mengambil ahli. Saat pasir masuk ke dalam tubuh, mereka berteriak kesakitan tanpa bisa menggerakkan tubuh.


Setelah pasir laut mengendalikan tubuh mangsanya, tubuh korbannya membesar, dengan tinggi badan mencapai 3 meter. Para korban yang menjadi manusia pasir segera berbaris rapi ala prajurit.


Dewa Abadi dan semua orang dengan sengaja tidak segera menolong mereka, sebab ingin tahu apa yang akan terjadi di laut kering. Melihat jika ada jebakan di laut, mereka akhirnya sedikit mengetahui rencana musuhnya.


Setelah kultivator dari dunia lain tiba, maka portal dimensi akan tertutup. Setelah itu, pasir laut akan menjerat mereka untuk dijadikan pasukan umpan meriam. Itulah sebagian rencana musuh yang ingin membebaskan Dewa Perusak.


Dewa Abadi segera terbang sambil meninju berkali-kali ke arah pasir laut yang akan menjerat mangsa. Bai Ge terbang di atas kepalanya sambil mengeluarkan petir untuk menghancurkan pasir laut.


Ratu Bulan berpapasan dengan Dewa Abadi yang menyelamatkannya, dia meliriknya sekilas dan buru-buru ke Daratan Pagoda Berlian. Baru kali ini sepanjang umurnya melihat seorang pria yang sangat tampan dan juga sangat kuat, kekuatan yang tidak diketahui peringkatnya.

__ADS_1


Mahaguru Lu dan semua orang yang kuat segera membantu Dewa Abadi. Mereka tidak mungkin membiarkan pendatang baru itu mati. Kematian mereka sama saja mempercepat keluarnya Dewa Perusak.


Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya juga ikut membantu Dewa Abadi, mereka selalu berada di belakangnya sambil menghancurkan pasir laut yang akan menjerat para pendatang baru.


Saat pasir laut terkena serangan energi, langsung kembali ke asalnya, namun hanya sesaat dan kembali keluar membentuk sulur-sulur menjerat tubuh mangsanya.


"Gunakan elemen air dan api untuk melemahkan pasir laut!" perintah Dewa Abadi kepada semua orang yang berada di belakangnya, dia segera menggunakan kemampuannya dalam mengendalikan elemen air.


Dengan elemen air, pasir laut yang kering menjadi berat sehingga gagal menjerat mangsa. Sedangkan elemen api yang membakar pasir, membuat pasir kehilangan kecepatannya untuk menjerat mangsa.


Segera bermunculan gelembung air yang berasal dari kelembaban udara di atas permukaan pasir laut. Gelembung air berkumpul dengan cepat dan menerjang pasir laut yang akan menjerat mangsa.


Melihat Dewa Abadi mampu menekan pasir laut untuk tidak bisa bergerak lagi, semua orang yang mengikutinya, mengendalikan elemen air dari kelembaban udara. Sebagian orang menggunakan elemen api untuk membakar habis pasir laut.


Banyak pendatang yang diselamatkan segera terbang ke arah Daratan Pagoda Berlian. Mereka sangat takut karena ucapan Ahceng telah terbukti. Mereka datang ke Tiga Alam hanya untuk dijadikan tumbal oleh Dewa Surga (Dewa Surgawi).


Namun, sebagian besar orang yang tidak berhasil lolos dari jeratan pasir laut, dan menjadi manusia pasir segera menyerang Dewa Abadi yang berada di dekatnya.


Akan tetapi, belum sempat menyerang, Dewa Abadi yang telah mengumpulkan berton-ton air di udara, mengendalikan air untuk menerjang tubuh manusia pasir. Manusia pasir tenggelam setelah diterjang air.


Sayangnya, para pendatang juga ikut mati, bukan mati karena air, melainkan pasir laut telah masuk ke dalam tubuh mereka. Dewa Abadi segera mundur karena tidak ada yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa para pendatang.


Demikian juga dengan semua orang yang ikut dalam penyelamatan. Mereka segera kembali ke Daratan Pagoda Berlian sebelum pasir laut mengering dan pulih setelah terbakar.


Dewa Abadi dan semua penyelamat telah berada di pesisir pantai Daratan Pagoda Berlian, melihat ke arah lokasi korban yang tergeletak di pasir. Dari tubuh mereka keluar energi kematian yang berwarna abu-abu.


Ratu Bulan memberanikan diri untuk mendekati Dewa Abadi, namun dihalangi oleh Hu Yue Lian dan ketiga sahabatnya.


"Terima kasih telah menyelamatkan kami!" ucap Ratu Bulan sambil membungkukkan badan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasihnya. Lalu diikuti oleh semua orang yang telah diselamatkan.


"Mahaguru Lu, kembalikan mereka pulang!" pinta Dewa Abadi karena tidak ingin ada korban jiwa di tempat ini.


Semakin sedikit korban jiwa, maka hal itu akan menggagalkan rencana musuhnya. Inti dari permasalahan ini adalah Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Dengan membunuh mereka, semuanya akan berakhir.


Mahaguru Lu memerintahkan bawahannya untuk mengirim mereka ke Planet Beruang Besar dengan menggunakan cara yang sama, menggunakan portal dimensi.


Ratu Bulan menatap punggung Dewa Abadi untuk terakhir kalinya sebelum kembali ke asalnya, dia ingin mengenal sosok yang sangat disegani oleh orang-orang kuat ini. Tetapi, apalah daya karena dirinya lemah, hanya bisa mengikuti pengaturan dari para Mahaguru. Dan masih banyak lagi yang ingin diketahui tentang Tiga Alam dan Dewa Abadi.


"Jadi ini jebakan mereka? Gunakan saja Api Semesta untuk membakar pasir laut!" saran dari Bai Ge yang ingin jebak pasir laut menghilang.


Dengan menghilangnya jebakan, maka titik-titik portal dimensi bisa disegel dengan menggunakan Formasi Kurungan, tanpa dihalangi oleh pasir laut saat proses pembuatan Formasi Array.


Sedangkan untuk energi tak kasat mata yang menghalangi para pendatang terbang tinggi, itu dikarenakan mereka lemah, bukan karena adanya Formasi Array maupun yang lainnya. Oleh sebab itu, saat penyelamatan, Dewa Abadi dan semua pendukungnya tidak terhalangi oleh energi tak kasat mata itu.

__ADS_1


__ADS_2