God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Rahasia Tian She Meili (1).


__ADS_3

Bab 110. Rahasia Tian She Meili (1).


Saat ini, kedua mata milik Dewa Binatang telah berhasil menjadi Mata Surgawi. Namun, sebelum digunakan dan setelah proses operasi penyatuan itu, dia tidak diperbolehkan membuka mata selama 7 hari. Dan, kedua matanya dibalut dengan kain putih yang melingkari kepalanya.


Karena dia adalah seorang Dewa, kondisi seperti ini tidak membebaninya, dan bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Dan selama itu, dia tidak keluar dari dalam Dunia Jiwa karena adanya perbedaan waktu, yang mana waktu di dalam Dunia Jiwa lebih cepat daripada di dunia luar.


Leon Vendetta dan King Caldwell yang tidak menemukan jejak keberadaan Dewa Binatang, tidak sedikitpun mengendurkan kewaspadaannya, malahan setiap tempat penting dijaga ketat. Mereka yakin bahwa Dewa Binatang pasti akan muncul kembali.


Waktu 7 hari pun berlalu, dan semua orang mengelilingi Dewa Binatang yang akan membuka perban di matanya. Tian Chunhua dan Tian She Meili berkerja sama membuka perban itu.


Setelah itu, Dewa Binatang perlahan membuka matanya. Awalnya, pengelihatannya kabur, namun dengan cepat menjadi jelas. Saat ini, kedua matanya menjadi sangat unik. Sebelumnya, bola matanya bergambar Yin dan Yang, dan kini bertambah unik karena ada tiga titik berwarna Kuning membentuk segitiga.


Dewa Binatang melihat di depan matanya adalah Tian She Meili, yang mana dia melihat keseluruhan tubuh putrinya ini hingga mampu melihat struktur tubuh dalamnya dengan lebih jelas. Selain itu, dia juga melihat kelemahan dan kelebihan kekuatan yang dimiliki oleh putrinya ini.


Di dalam tubuh putrinya ini, layaknya seperti dunia yang dihuni oleh kehidupan apapun, hal yang pernah dilihatnya sewaktu menaklukkan Celestial Snake di Alam Tianwu.


Semua istrinya memandang bola matanya yang makin indah. Tian She Meili tersenyum penuh kebanggaan karena telah berhasil memberikan ayahnya hal yang luar biasa.


"Apakah ada perbedaan dengan Mata Langit?" tanya Tian She Meili yang seolah-olah bertanya kepada pasiennya.


"Tunggu sebentar, aku perlu adaptasi dengan mata baru ini!" jawab Dewa Binatang yang belum menggunakan kemampuan Mata Surgawi.


Kemudian, dia melihat struktur tubuh semua istrinya satu demi satu untuk membiasakan diri. Seperti halnya ketika melihat tubuh putrinya, semua struktur tubuh istrinya dengan jelas terlihat.


Belum puas dengan melihat saja, dia berkata kepada semua istrinya, "gunakan Teknik Perubahan Wujud secara maksimal. Aku ingin menguji, apakah Mata Surgawi bisa mengetahui keberadaan kalian!"


Dewa Binatang ingin mengetahui, apakah Teknik Perubahan Wujud memiliki kelemahan atau tidak. Jika iya, maka dia akan menyempurnakannya hingga tidak memiliki kelemahan, sebab teknik pasif ini merupakan andalannya dalam kondisi apapun.


Segera semua istrinya mengaktifkan Teknik Perubahan Wujud, bahkan putrinya juga mengikuti orang tuanya. Dalam sekejap mata, semua istrinya tidak terlihat.


Dewa Binatang segera mengaktifkan Mata Surgawi karena sebelumnya hanya melihat dalam keadaan normal. Ketika Mata Surgawi diaktifkan, pola Yin Yang dan tiga titik di bola matanya berputar serta mengeluarkan cahaya.


Kemudian, dia melihat semua istrinya yang dengan sengaja menyebar dan bersembunyi, hanya putrinya yang masih berdiri di depannya. Melihat teknik andalannya ini, dia mendapatkan pemahaman, yang mana tekniknya masih memiliki kelemahan, walaupun tidak akan dilihat oleh kultivator yang memiliki Mata Dewa dan Mata Neraka.


"Dengan mata ini, aku bisa melihat persembunyian kalian, dan Putri kita yang masih berdiri di depanku," kata Dewa Binatang kepada semua istrinya.


Semua istri kembali seperti semula dan menghampirinya. Sebelum mereka satu per satu bertanya, Dewa Binatang melihat ke luar Dunia Jiwa.


Saat ini, dia melihat Kota Living Moon yang dijaga ketat oleh prajurit khusus, kekuatannya rata-rata di atas tingkat Mahadewa. Kemudian, mata barunya menyusuri setiap tempat di kota.


Kedua matanya tertuju pada sebuah patung besar di tengah kota, patung itu bukanlah patung biasa yang dijadikan dekorasi untuk memperindah kota. Kedua mata patung itu tampak hidup dan melihat apapun disekitarnya. Tingginya 10 meter, penyangga kakinya berdiameter 4 meter.

__ADS_1


Mata Surgawi milik Dewa Binatang melihat ke dalam patung, dan terfokus di bagian perut. Dewa Binatang tersenyum melihat di dalam perut patung ada pintu dimensi antar galaksi.


"Patung itu tidak biasa, ada pintu dimensi di dalam perutnya. Apakah dibuat hanya sekedar sebagai alat transportasi cepat, atau sebaliknya!" gumam Dewa Binatang yang belum mengetahui tujuan patung itu dibuat.


Semua istrinya termasuk Tian She Meili melihat apa yang dilihat oleh Dewa Binatang, dan memang terlihat aneh dan bukan sekedar patung hiasan saja.


"Apakah Mata Surgawi milikmu bisa melihat kelemahan setiap orang?" tanya Dewa Binatang kepada putrinya, dia yang ingin membandingkan dengan mata barunya.


"Tidak. Jika mampu melihat kelemahan lawan, She'er sudah pasti mengalahkan Ayah...," jawab Tian She Meili secara spontan, dan berhenti berbicara karena tahu maksud pertanyaan ayahnya, "apakah mata milik Ayah bisa melihat kelemahan setiap orang?" lanjutnya dengan bertanya balik dengan nada antusias.


"Iya. Aku juga bisa menggunakan kemampuan She'er yang mampu membekukan lawan, bahkan durasinya lebih lama, lebih dari 6 detik. Waktu yang cukup untuk mengeliminasi lawan yang lebih kuat dariku!" jawab Dewa Binatang dengan jujur, walaupun belum mencoba kelebihan mata barunya.


"Coba praktikan sekarang!" pinta Tian She Meili yang ingin tahu.


Dewa Binatang mengangguk dan melihat semua orang yang berada di dekatnya. Kemudian, kedua matanya mengeluarkan cahaya. Cahaya itu dalam sekejap membekukan siapapun yang dilihatnya sesaat lalu, termasuk putrinya yang memiliki Mata Surgawi.


Seperti yang dikatakannya sesaat lalu, Tian Lihua, Tian Shuwan, Tian Chunhua dan Tian Mei Yin, yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari semua istrinya juga menjadi patung. Namun mereka kembali normal setelah waktu 4 detik berlalu, dan semua istrinya yang lain masih menjadi patung selama durasi 6 detik.


Khususnya Tian She Meili yang memiliki Mata Surgawi, ia kembali normal setelah waktu 4 detik berlalu, sama seperti Tian Lihua dan ketiga ibunya yang paling kuat. Ia mampu menghilangkan pengaruh dari Mata Surgawi milik Dewa Binatang karena kemampuan matanya sendiri.


"Mata Surgawi milik Ayah lebih hebat dariku karena penyatuan dengan Mata Langit!" pujian Tian She Meili sambil duduk di pangkuan ayahnya.


"Ini juga berkat She'er. Sebagai hadiah, apa yang She'er inginkan akan Ayah turuti, asal Ayah mampu! Katakan saja apa yang diinginkan She'er?" ucap Dewa Binatang sambil memeluk putrinya.


"Ada apa? Kenapa She'er jadi murung?" tanya Qin Diao Chin sambil berjongkok di depan putrinya yang duduk di pangkuan suami.


"Katakan saja, Ayahmu pasti akan mengabulkan permintaan She'er!" sambung Dao Li Xia yang perutnya kini terlihat membuncit, tanda jika sedang hamil tua.


Selain Dao Li Xia yang saat ini mengandung anak dari Dewa Binatang, semua wanita yang berasal dari Galaksi Nebula, atau tepatnya dari Mysterious Land juga dalam masa-masa hamil tua, seperti Zyila Miralen, Twins Ice, Astrella Xiosien, Angela dan yang lainnya, bahkan Dao Li Bai yang menjadi muda lagi, saat ini dalam keadaan hamil muda. Bisa dikatakan, Tian She Meili sebentar lagi akan memiliki adik.


"She'er sebenarnya memiliki rahasia. Permintaanku, sebelum She'er mengungkapkan rahasia, Ayah dan semua Ibuku tidak boleh marah. Itu permintaan She'er. Apakah bisa dikabulkan?" jawab Tian She Meili sambil mendongakkan wajah untuk melihat ayahnya.


Dewa Binatang tertawa mendengar permintaan putrinya yang sangat sepele ini, semua istrinya juga tersenyum dan ingin rasanya memeluk putrinya yang menggemaskan ini.


"Tentu Ayah bisa. Ibu dan Ayahmu berjanji tidak akan marah. Ayo, katakan rahasia She'er!" janji Dewa Binatang yang sudah menunggu hal ini.


Tian She Meili turun dari pangkuan ayahnya, lalu berjalan menuju Yuna Aurora, ibunya. Yuna Aurora mengendongnya dan menunggu putrinya ini mengungkapkan rahasia.


"She'er adalah... Istri Dewa Binatang yang saat ini menjadi Ayahku!" ungkap Tian She Meili sambil menundukkan wajah, ia takut jika rahasia ini membuat orang tuanya terkejut.


"Celestial She? Aku sudah mengetahuinya. Kami sudah curiga ketika berada di Pegunungan Larswood waktu itu." ucap Dewa Binatang dengan nada lembut, dia beranjak dari tempat duduknya untuk mendekati putrinya.

__ADS_1


Tian She Meili melihat ayahnya serta ibunya yang tidak terkejut, tampak biasa dan sedang mengembangkan senyuman hangat.


"Jadi Ayah sudah tahu? Tapi aku malu karena menjadi anak-anak lagi dan putri kalian!" ungkap Tian She Meili sambil meneteskan air mata.


Dewa Binatang memeluk erat putrinya yang masih dalam gendongan Yuna Aurora, lalu dia berkata dengan lembut, "kenapa harus malu! Justru kami senang bisa bertemu denganmu, tanpa harus susah payah mencari. Menjadi anak kecil merupakan berkah, masih murni dan bisa memperbaiki kesalahan masa lalu! Jangan menangis, air matamu menyakitkan hatiku!"


Tian She Meili memeluk Dewa Binatang. Kesedihannya seketika lenyap dan berganti senyuman bahagia.


"Ceritakan bagaimana semua ini terjadi?" pinta Dewa Binatang.


Semua wanita duduk dan menunggu Tian She Meili bercerita. Demikian pula dengan Dewa Binatang yang duduk sambil memangku putrinya.


"Singkat cerita, ini--"


"Dari awal kita berpisah juga tidak masalah. Kita memiliki banyak waktu untuk mendengarkan kisahmu!" sela Dewa Binatang yang ingin tahu cerita tentang Celestial She.


Tian She Meili tertawa ringan. Ia berdehem sebelum bercerita...


...****************...


Setelah peperangan di Alam Tianwu, Dewa Binatang yang waktu itu mengejar Dewa Perang karena membawa pergi Dewi Shiwu. Akan tetapi, dia dihalangi oleh Maharaja Yaksa yang menggunakan tubuh ganda, sehingga Dewa Perang lolos darinya.


Karena Maharaja Yaksa lebih kuat waktu itu, dia tidak mengejar Dewa Perang, tapi bukan berarti melepaskan musuhnya yang membawa Dewi Shiwu.


"Dewi Shiwu adalah adik dan putri dari Maharaja Yaksa, wajar jika mereka tidak menginginkan putrinya menjadi bagian dari keluargamu," kata Celestial She yang ikut mengejar Dewa Perang.


"Kamu tahu, Shiwu terlihat menderita, sudah pasti ada masalah dalam keluarganya. Tebakanku, pasti masalah perjodohan sepihak...," jawab Tian Zhi Shimo (Dewa Binatang) sambil melihat kapal angkasa yang ditumpangi oleh Dewa Perang dan tubuh palsu Maharaja Yaksa.


"Setelah ini, apa rencanamu?" tanya Celestial She.


"Aku akan menolong Dewi Shiwu. Aku sebagai kekasih, tidak mungkin membiarkannya menderita!" jawab Tian Zhi Shimo.


"Tidak semudah itu membawa Dewi Shiwu! Tetapi, jika kamu bersikeras untuk menculiknya, aku akan tetap membantumu. Sebelum itu, aku akan pergi dulu untuk mempersiapkan diri dalam misi penyelamatan. Tunggu aku di Galaksi Petir, dan jangan pergi dulu ke Alam Suci sebelum aku menemuimu!" rencana Celestial She.


"Aku paham. Aku juga tidak mungkin ceroboh dalam bertindak. Iya, aku akan menunggumu di sana. Ke mana kamu akan pergi?" tanya Tian Zhi Shimo.


"Setelah bertemu, nanti akan kuceritakan!" jawab Celestial She dan memeluk erat tubuh Tian Zhi Shimo sebelum berpisah.


"Hati-hati! Aku akan selalu menunggumu!" ucap Tian Zhi Shimo dan di anggukan oleh Celestial She.


Setelah itu, mereka berdua pun berpisah. Tian Zhi Shimo melihat punggung Celestial She yang melesat sangat cepat ke arah Alam Suci.

__ADS_1


Kemudian, Tian Zhi Shimo segera kembali ke Alam Tianwu karena ada beberapa hal yang belum beres setelah peperangan dengan ras cerdas...


__ADS_2