God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kekalahan Demon Rabbit Mythical.


__ADS_3

Bab 42. Kekalahan Demon Rabbit Mythical.


Dewa Binatang yang tidak tahu siapa Mulut Besar itu, segera dia bertanya kepada Dao Li Nuwa. Dao Li Nuwa menceritakan tentang legenda Demon Rabbit Mythical, di mana binatang jadi-jadian ini sangat mengerikan dan brutal.


Setelah banyak memburu mangsanya dan kenyang, maka dia akan kembali hibernasi. Dan setelah itu, bencana tiba. Hal ini sesuai dengan petunjuk dari Cermin Kebenaran, jika akan ada invasi pihak luar yang ingin mengeploitasi Mysterious Land.


"Kenapa di saat binatang itu hibernasi tidak dimusnahkan saja?" tanya Dewa Binatang yang keheranan, sebab waktu hibernasi ada saat-saat yang tepat untuk memusnahkan Demon Rabbit Mythical.


"Jika tahu tempatnya, sudah sejak dulu kita musnahkan. Berhubungan tidak ada yang tahu, dan juga kendala luasnya wilayah Mysterious Land... kita tidak bisa berbuat apa-apa!" jawab Dao Li Nuwa.


Karena kemampuan Demon Rabbit Mythical dalam berkamuflase dan menyamar, maka jejaknya sulit ditemukan, apalagi dalam bentuk kecil seperti kelinci, dia pandai memanjat pohon untuk dijadikan jalan kabur. Jika berubah wujud menjadi besar melebihi ukuran Suku Giant, maka semua orang akan bekerja sama untuk mengalahkannya.


"Semuanya, sekarang berkumpul di Jurang Kebenaran. Aku khawatir Mulut Besar itu sedang menyamar!" perintah tetua pertama.


Segera empat tetua memimpin jalan, dan anggota yang menjadi keamanan menggiring semua penduduk menuju Jurang Kebenaran. Dan, kebetulan Demon Rabbit Mythical yang menyamar sebagai Dao Meimei mengikuti.


Dao Meimei tidak tahu kenapa semua orang menuju ke Jurang Kematian, dia pikir pernikahan dilaksanakan di sana. Dengan senang hati dia mendekati Dewa Binatang yang berjalan bersama Kepala Suku.


"Kakak, kamu mau menikah... pasti menikah denganku, kan?" tanya Demon Rabbit Mythical yang terlihat begitu semangat.


Melihat Dao Meimei lagi dengan pertanyaan yang konyol, membuat Dewa Binatang tertawa. Dao Li Xia melihat kedua pupil Dao Meimei yang berbeda dan membuatnya curiga, dan juga tidak melihat kedua orang tuanya yang selalu mengikuti.


Sebelum Dao Meimei mendekati Dewa Binatang, Kepala Suku Dao Li Xia menarik pergelangan tangan Dewa Binatang dan maju membelakanginya.


"Siapa kamu?" tanya Kepala Suku dengan membentak keras kepada Dao Meimei.


Bentakan Kepala Suku membuat semua orang berhenti berjalan dan melihat Dao Meimei yang terlihat ketakutan (Demon Rabbit Mythical sedang berpura-pura).


"Aku... Aku Dao Meimei, Kepala Suku!" jawab Demon Rabbit Mythical dengan terbata-bata.


"Ke mana orang tuamu?" selidik Kepala Suku.


Demon Rabbit Mythical tidak tahu harus menjawab apa karena kedua orang tua Dao Meimei telah menjadi korbannya semalam. Lalu dia melihat tatapan mata semua orang yang menaruh curiga.


Tiba-tiba Demon Rabbit Mythical yang menyamar tertawa, lalu tubuhnya bergetar. Semua orang buru-buru mundur dan waspada, mereka melihat tubuh Dao Meimei menjadi kekar sehingga pakaiannya kekecilan.


Setelah itu, telinganya memajang, mulutnya menjadi lebar dibarengi dengan tubuh yang makin membesar. Lengan dan kakinya juga memajang bersamaan dengan kukunya.


"Dia... Dia Mulut Besar...! Bersiap untuk bertarung!!" perintah tetua pertama yang hafal dengan perubahan Demon Rabbit Mythical yang akan berubah menjadi raksasa.


Dengan segera penduduk yang tidak bisa bertarung berlarian menjauhi Demon Rabbit Mythical. Sedangkan yang mampu bertarung mengeluarkan senjata andalannya.

__ADS_1


Dewa Binatang memegang tangan Kepala Suku untuk menjauhi Demon Rabbit Mythical, bukan berarti dia takut, melainkan ingin mengetahui wujud asli binatang yang ditakuti oleh banyak penghuni Mysterious Land.


Wujud Demon Rabbit Mythical tidak lagi menyerupai Dao Meimei, ukuran tubuhnya makin besar dan setinggi pepohonan. Sebelum wujudnya sempurna, dia meraung-raung menunjukkan dominasinya sebagai binatang legenda.


"Lepaskan anak panah!" perintah Kepala Suku sebelum Demon Rabbit Mythical berubah wujud menjadi sempurna.


Suku Pohon yang mengepung Demon Rabbit Mythical segera melepaskan anak panahnya. Ratusan anak panah energi spiritual melesat menghujani tubuh Demon Rabbit Mythical.


Dewa Binatang melihat tubuh Demon Rabbit Mythical tidak mampu tertembus anak panah, fisik yang sangat keras seperti logam. Lalu dia melihat Kepala Suku dan empat tetua membentuk Formasi, kedua tangan mereka membuat gerakan mantra seperti saat mengaktifkan Altar Cermin Kebenaran.


Muncul lingkaran di atas kepala Demon Rabbit Mythical. Sebelum terkena sihir, Demon Rabbit Mythical mengayunkan ekornya untuk menghancurkan Formasi yang mengarah kepada Kepala Suku Pohon.


Kepala Suku dan beberapa orang di belakangnya segera melompat mundur sebelum ekor Demon Rabbit Mythical mengenai tubuhnya, dan membuat Formasi gagal diaktifkan.


Empat tetua mengeluarkan senjata tongkat sihir dan melepaskan serangan. Lalu diikuti oleh anggota Suku Pohon yang kembali melepaskan anak panah energi spiritual. Dao Li Nuwa, Dao Li Chunhua dan semua wanita yang akan menjadi pasangan Dao Dewa Binatang tidak tinggal diam, mereka menggunakan pedang, busur sebagai senjata andalannya.


Demon Rabbit Mythical telah sempurna segera mengayunkan cakar tangan kanannya, serangannya gagal mengenai targetnya dan menghantam tanah, namun dampaknya membuat banyak orang terpental.


Dia meraung-raung keras karena merasakan sakit terkena sihir, dan membuatnya makin marah. Lalu dia memilih Kepala Suku karena sumber kekuatan bagi Suku Pohon. Demon Rabbit Mythical membuka mulutnya lebar-lebar dan menyemburkan cairan magma.


Kepala Suku segera menghindari semburan magma yang tertuju kepadanya, namun area target lingkaran semburan magma membuat siapapun yang berada di dalamnya melambat.


Sebelum semburan magma mengenai Kepala Suku dan banyak orang, Dewa Binatang menghilang dan muncul di depan mata Demon Rabbit Mythical. Kepalan tangan kanannya melesat ke arah mata Demon Rabbit Mythical.


Boom...


Kepala Suku dan semua orang bernafas lega melihat Dewa Binatang turun tangan. Awalnya mereka ketakutan saat tubuhnya melambat karena serangan Demon Rabbit Mythical. Dan di saat genting, Dewa Binatang menjadi penyelamatnya.


Kepala Suku dan semua anggotanya melihat Dewa Binatang melayang sambil melihat ke arah jatuhnya Demon Rabbit Mythical. Berhubung keadaan yang mengancam nyawa, Dewa Binatang yang melayang tidak dilarang.


Demon Rabbit Mythical segera bangkit, dia meraung-raung kesakitan karena mata kanannya terluka parah sehingga tidak bisa melihat lagi. Lalu dia menghancurkan apapun disekitarnya sebagai pelampiasan.


Dewa Binatang tidak tinggal diam sebelum kediaman banyak orang dihancurkan, dia mengeluarkan Pedang Semesta dan menebas ke arah Demon Rabbit Mythical. Seperti bulan sabit, serangan Dewa Binatang melesat ke arah leher sasarannya.


Merasakan bahaya mengancam jiwa, secara naluri Demon Rabbit Mythical menghindari serangan Pedang Semesta dengan memutar tubuhnya. Sayangnya, tetap saja bagian kaki belakang hingga ekornya terbelah karena terlambat menghindar.


Karena terluka parah dan sebelum Dewa Binatang menyerang kembali, Demon Rabbit Mythical segera berubah wujud menjadi kecil, menjadi bentuk kelinci. Lalu dia memanfaatkan pepohonan yang belum tumbang untuk jalan kaburnya.


Dewa Binatang tidak mengejarnya, namun dia masih merasakan jejak energi Pedang Semesta yang menempel di tubuh Demon Rabbit Mythical. Kemudian, dia mengayunkan pedangnya ke arah jalan kabur Demon Rabbit Mythical.


Boom...

__ADS_1


Ledakan energi ketika serangan Dewa Binatang mengenai titik rute kabur targetnya. Pepohonan hancur berkeping-keping dan serpihan kayu bertebaran di mana-mana.


Dewa Binatang tidak mengalihkan pandangannya ke arah Demon Rabbit Mythical yang kabur. Kemudian, dia menyimpan kembali Pedang Semesta ke dalam Dunia Jiwanya.


Perlahan dia turun sambil membalikkan badannya dan melihat semua orang menatapnya dengan kekaguman.


"Hebat... Dewa kita hebat!!" sorakan seseorang anggota Suku Pohon dan diikuti oleh banyak orang yang memuji kehebatan Dewa Binatang.


Sebelum Dewa Binatang menginjakkan kaki di tanah, Kepala Suku dan calon pasangannya menghampiri dan membentuk lingkaran. Setelah Dewa Binatang mendarat, dia segera dipeluk oleh Kepala Suku. Dao Li Nuwa, Dao Li Chunhua dan yang lainnya tidak berani mencegah tindakan Kepala Suku.


"Apakah kamu berhasil membunuhnya?" tanya Kepala Suku Dao Li Xia karena tidak mengetahui apakah Demon Rabbit Mythical mati atau berhasil kabur.


"Dia berhasil meloloskan diri, tapi dalam keadaan terluka parah! Kemungkinan, dia tidak akan bertahan hidup lama," jawab Dewa Binatang.


Kepala Suku dan anggotanya tidak kecewa karena Dewa Binatang gagal membunuh Demon Rabbit Mythical, sebab mereka tahu begitu sulitnya membunuh Mulut Besar.


"Jika dia bertahan hidup, dia tidak akan berani lagi menginjakkan kaki di wilayah kita. Ini akan membuat wilayah kita aman! Kemungkinan besar wilayah lain yang akan menjadi sasarannya," kata Kepala Suku sambil membersihkan kotoran di bahu kiri Dewa Binatang.


Dewa Binatang mengangguk sebagai respon sambil melihat sekitarnya yang berantakan dan banyak pepohonan tumbang, rumah pohon bagi kediaman Suku Pohon.


"Kita akan pindah lokasi yang lebih dekat dengan Jurang Kematian. Memang sudah sejak lama kita ingin pindah, namun selalu diurungkan," ucap tetua pertama.


"Untuk acara pernikahan, tetap kita lanjutkan tanpa adanya perayaan!" lanjutnya, dia ingin sesegera mungkin Dewa Binatang menjadi pemimpin Suku Pohon.


Melihat kehebatan Dewa Binatang dan sesuai dengan Cermin Kebenaran, tetua Suku Pohon dan semua anggotanya akan memiliki perlindungan. Memiliki seorang pemimpin yang kuat merupakan hal utama dalam pemerintahan.


"Lebih baik Kepala Suku yang menikah terlebih dahulu. Setelah situasi kondusif dan kembali seperti sediakala, baru pernikahan berikutnya dilaksanakan," sambungan tetua kedua.


Dengan Kepala Suku menikah dengan Dewa Binatang, maka tampuk kekuasaan akan berpindah tangan. Dengan begitu, semua tetua dan anggotanya lebih terjamin keselamatan dan kesejahteraannya.


Dewa Binatang tersenyum masam, dia pikir dengan situasi kacau seperti ini pernikahan akan ditunda. Lalu dia melihat Kepala Suku mengatur rakyatnya untuk pindah tempat pemukiman.


Dewa Binatang hanya duduk dan melihat kesibukan Suku Pohon yang bekerja sama. Memikirkan Demon Rabbit Mythical yang menyamar sebagai Dao Meimei, dia tidak menyangka akan bisa tertipu.


"Sesuai dengan namanya!" gumam Dewa Binatang yang penasaran siapa orang yang pertama kali menemukan Mysterious Land, suatu wilayah yang memblokir kemampuan Mata Langit dan sejenisnya.


Wilayah seperti ini yang banyak misteri membuat Dewa Binatang betah berlama-lama tinggal di Mysterious Land. Selain itu, di tempat inilah jiwa kakaknya bersembunyi.


Satu hal yang membuatnya bertanya-tanya di dalam hatinya, kenapa jiwa kakaknya harus bersembunyi di Mysterious Land? Ada apa sebenarnya?


Dewa Binatang mengikuti Kepala Suku dan anggotanya yang berjalan menuju ke Jurang Kebenaran. Rencananya, pemukiman akan didirikan di atas Jurang Kebenaran dengan mengelilinginya.

__ADS_1


Dengan Demon Rabbit Mythical yang dikalahkan di wilayah Suku Pohon, menjadi kebanggaan dan prestasi baru bagi sejarah Suku Pohon. Sambil bekerja membuat rumah pohon, banyak orang yang tidak bosan-bosannya membicarakan kehebatan Dewa Binatang.


__ADS_2