God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Dewa Pemelihara Turun Tangan.


__ADS_3

Bab 205. Dewa Pemelihara Turun Tangan.


Bayi Naga Pelangi tidur di pelukan Long Fung Fen, sambil mulutnya menghisap jari telunjuk Dewa Abadi. Naga Pelangi menyerap energi Kekuatan Jiwa yang menjadi air asi.


Melihat anaknya seperti ini, membuat Dewa Abadi tidak tega menyakitinya. Hati terasa tercabik-cabik karena Kristal Energi bergambar Libra harus dimiliki anaknya ini.


Dia segera berkonsultasi dengan semua istrinya yang berada di dalam Dunia Jiwanya..


Setelah 116 wanita melahirkan, tiga hari berikutnya ada 135 wanita yang akhirnya melahirkan juga. Kemudian, satu per satu semua wanita yang jumlahnya mencapai lebih dari seribu akhirnya juga melahirkan, selang waktu sehari. Dalam satu bulan itu, semua pasangan Dao Dewa Abadi berhasil melahirkan dengan keadaan selamat.


Dari semua istrinya itu, hanya Long Fung Fen yang melahirkan bayi Naga Pelangi. Dan, hujan meteor adalah fenomena kelahiran Naga Pelangi. Semua bayi dalam wujud manusia yang memiliki tanduk Naga dan sayap angsa. Sedangkan pasangan Dao dari Kasta Jelata melahirkan bayi Naga bersayap Angsa.


Secara keseluruhan, semua anak Dewa Abadi masuk ke dalam Kasta Naga Angsa. Hanya Naga Pelangi yang memiliki Kasta tertinggi, lebih tinggi dari Kasta Naga Angsa. Namun, Raja Naga Azure dan para ilmuwan belum menentukan nama kasta untuk Naga Pelangi.


Raja Naga Azure mengadakan perayaan secara besar-besaran, lebih besar dari sebelumnya. Perayaan itu berlangsung selama satu bulan penuh.


Naga Pelangi menjadi sorotan publik karena keunikannya. Dia bisa berubah wujud menjadi bayi perempuan, tetapi lebih senang menjadi wujud Naga. Naga Pelangi tidak mau ditinggalkan oleh Dewa Abadi, sebab ayahnya ini memiliki Kekuatan Jiwa.


Setiap kali Dewa Abadi menggendong bayi lain, Naga Pelangi langsung marah dan mengusir saudaranya itu. Jika ayahnya mengabaikannya, dia akan berubah menjadi Naga besar dan menghancurkan apapun yang berada di dekatnya.


Satu-satunya orang yang bisa meredam kemarahan Naga Pelangi hanya ayahnya si Dewa Abadi. Sekali ayahnya melotot, Naga Pelangi langsung merubah wujudnya menjadi bayi perempuan yang imut.


Naga Pelangi yang mudah marah karena terlalu dimanja oleh nenek, kakeknya dan ibunya. Raja Naga Azure juga sering memanjakannya. Walaupun Naga Pelangi masih bayi, kecerdasannya mengalahkannya bayi seusianya. Cara berpikirnya seperti anak usia 3 tahun, dia belum bisa berbicara, tetapi bisa berkomunikasi telepati.


Karena bayi-bayi itu memiliki garis darah Ras Binatang dan garis darah dari Dewa Abadi, maka pertumbuhannya sangat cepat. Baru usia 1 bulan, fisiknya seperti bayi usia 1 tahun. Di Dunia Libra, pertumbuhan bayi-bayi itu masih tergolong normal, hanya saja kecerdasan yang melebihi anak di dunia ini.


Wanita bersuami telah kembali ke suaminya sambil membawa anak Dewa Abadi, mereka sangat bahagia. Dewa Abadi tidak melarang pasangan sementaranya ini. Yang terpenting, mereka harus menyayangi anaknya.


Yang tidak diketahui oleh semua orang, Dewa Abadi tidak dengan sembarangan membuahi rahim wanita. Ketika berhubungan intim, dia memblokir garis darah Yin Yang, dan memberikan gen garis darah manusia.


Walaupun hanya garis darah manusia, karena dirinya seorang Dewa, maka hasilnya lebih dari ras lainnya. Yang pasti, lebih unggul dari Kasta Angsa dan Kasta Jelata. Dan garis darah manusia diberikan kepada wanita bersuami.


Dewa Abadi akan memilih pasangan Dao yang mau mengikutinya, seperti Putri Long Yun dan Long Fung Fen. Hasilnya, lahir Naga Pelangi karena garis darah Yin Yang dan Naga 12 Elemen, Naga Pelangi diberi nama Tian Long Fen.


Putri Long Yun juga melahirkan bayi yang jenius, diberi nama Tian Long Yun. Anaknya ini cenderung pendiam seperti ibunya. Kemampuannya yang tersembunyi, Tian Long Yun bisa berteleportasi sejauh satu meter. Sebenarnya, Tian Long Yun bisa berubah wujud seperti adiknya si Naga Pelangi.


Saat berubah menjadi Naga, ditubuhnya memiliki tiga warna kombinasi, putih, biru dan kuning, memiliki dua pasang sayap dan dua pasang tanduk. Tian Long Yun mau berubah wujud jika dihadapan ayahnya saja. Bersamaan ayahnya, ia selalu manja.


Ratu Angsa dan Raja Naga Azure memberikan nama kepada bayinya, namanya adalah Shima Long Mei. Jika bayinya adalah laki-laki, maka akan menggunakan nama depan Shimo. Bayinya ini masuk ke dalam Kasta Naga Angsa, dan sifatnya cenderung meniru Ratu Angsa.


Saat ini, Dewa Abadi berada di taman belakang istana bersama dengan semua istri dan bayinya. Para pelayan istana selalu mendampingi istri dan bayinya.


Tian Long Fen dan Tian Long Yun berbaring di samping ayahnya dengan mulut penuh dengan jarak telunjuk, kedua bayi itu menyerap energi Kekuatan Jiwa. Oleh karena itu, Dewa Abadi tidak bisa kemana-mana karena menjadi sumber air asi.


Kedua bayinya ini tidak mau asi dari ibunya. Putri Long Yun dan Long Fung Fen telah berusaha keras agar anaknya mau meminum asi yang asli. Tetapi, setiap kali meminum air asi, mereka selalu muntah-muntah.


Karena asi yang tidak dikeluarkan, membuat Putri Long Yun dan Long Fung Fen menderita, dadanya terasa sakit. Sebagai gantinya, Dewa Abadi yang menjadi pengganti kedua bayinya agar istrinya tidak kesakitan.


Dewa Abadi selalu menceritakan apapun yang dialami kepada istrinya yang tinggal di dalam Dunia Jiwanya. Tian Lihua mengusulkan agar menunggu Naga Pelangi usia 7 tahun.


Dengan usianya di saat itu, Naga Pelangi bisa diajak berdiskusi tentang Kristal Energi bergambar Libra. Untuk saat ini, Dewa Abadi disarankan untuk melihat perkembangan anak-anaknya, siapa tahu ada jalan lain.


Dewa Abadi menuruti semua saran istrinya. Tetapi dia tetap mencari jalan keluar lain yang lebih cepat tanpa menyakiti Naga Pelangi. Menunggu Naga Pelangi usia 7 tahun bagi Dewa Abadi bukan waktu yang lama, bahkan ribuan tahun juga tidak masalah menunggu. Sebagai seorang Dewa, ribuan tahun waktu yang sangat singkat.


"Apakah sudah puas?" gerutu Dewa Abadi karena Tian Long Yun dan Tian Long Fen tak henti-hentinya menyerap energi Kekuatan Jiwanya.

__ADS_1


Tian Long Fen si Naga Pelangi hanya melirik ayahnya, malahan semakin cepat menyerap energi Kekuatan Jiwa. Demikian juga dengan Tian Long Yun, mengedipkan mata dan mengikuti adiknya. Jika kedua bayi itu tidak dipisahkan, sudah pasti Tian Long Fen mengusir Tian Long Yun.


Putri Long Yun dan Long Fung Fen tertawa melihat suaminya yang tidak bisa bebas berinteraksi dengan siapapun. Akhirnya, kedua bayinya ini tertidur. Dewa Abadi segera menarik kedua jari telunjuk yang basah dengan air liur bayinya.


Akan tetapi, Putri Long Yun dan Long Fung Fen sudah menunggu jatahnya. Setelah bayinya ini tidur, giliran Dewa Abadi menghisap asi kedua istrinya ini.


"Anak dan Ibu sama saja!" gerutu Dewa Abadi sambil berdiri dan menuju ke kamar untuk memenuhi tugasnya, menyedot air asi.


Putri Long Yun tertawa karena kekesalan suaminya, ia segera mengendong bayinya. Demikian juga dengan Long Fung Fen. Mereka segera menyusul Dewa Abadi.


Di kamar, Dewa Abadi menghajar lubang kewanitaan istrinya secara bergantian. Setelah mereka terkapar karena kelelahan, dia bisa bebas keluar dari istana. Namun, istrinya tidak hanya dua, melainkan lebih dari seribu.


Dan mereka juga sudah menunggu giliran untuk dipuaskan. Dewa Abadi hanya bisa tertawa melihat istri-istrinya ini. Karena tidak lagi perlu memiliki anak, dia menggunakan Teknik Penggandaan Tubuh...


7 tahun waktu pun berlalu di Dunia Libra.


Saat ini, Dewa Abadi bersama dengan Tian Long Fen si Naga Pelangi. Dia mengeluarkan semua Kristal Energi bergambar dan meletakkan di tanah di hadapan putrinya.


Tian Long Fen tersenyum melihat banyak Kristal Energi bergambar seperti miliknya, hanya saja berbeda warna dan gambar di tengah Kristal Energi itu.


"Semenjak dulu, Fen'er tahu Ayah ingin keluar dari dunia ini!" ungkap Tian Long Fen.


Dewa Abadi tersenyum karena sering membaca pikiran putrinya ini. "Apakah Fen'er bisa membantu Ayah?" tanyanya.


"Bisa. Tapi, tunggu setelah usia Fen'er 17 tahun. Fen'er ingin menikmati hidup ini sebebas-bebasnya sebelum memberikan ...!" jawab Tian Long Fen sambil menunjuk ke keningnya.


Dewa Abadi meneteskan air mata sambil memeluk putrinya. Dia tahu maksud perkataan putrinya ini. Artinya, Tian Long Fen akan melepaskan Kristal Energi bergambar Libra yang tertanam di keningnya. Tindakannya sama seperti Fu Zhu, bunuh diri.


Akan tetapi, Fu Zhu dan Tian Long Fen berbeda. Jika Fu Zhu masih hidup kembali setelah melepaskan Kristal Energi bergambar, tidak dengan Tian Long Fen. Ketika Tian Long Fen melepaskan Kristal Energi bergambar Libra, maka jiwanya juga ikut musnah dan tidak bisa hidup kembali.


Inilah yang dikehendaki oleh pihak musuh di Alam Kudus. Dewa Abadi harus membunuh putrinya sendiri jika ingin keluar dari Dunia Libra. Jika tidak membunuh putrinya, selamanya dia akan berada di sini.


"Demi Ayah, Fen'er mau melakukan apapun! Selama bayi, Ayah selalu merawat Fen'er," kata Tian Long Fen sambil mengusap air mata Dewa Abadi.


"Ini sudah kewajiban seorang Ayah, Fen'er! Kita lupakan masalah ini! Ayah minta maaf karena yang terlalu egois!" ucap Dewa Abadi dengan tulus dan kembali memeluk putrinya. Ucapan putrinya ini sangat menyayat hatinya.


Tian Long Fen tersenyum sambil memeluk erat leher ayahnya. Dia berkata, "beruntung Fen'er hidup di dunia ini bersama Ayah!"


Dewa Abadi menatap langit, langit yang seakan-akan menjauhinya, langit yang sulit untuk digapai olehnya.


"Apakah salahku sehingga kalian membenciku!" batin Dewa Abadi yang ditujukan kepada pihak di Alam Kudus.


Tidak ingin hatinya berlarut-larut dalam situasi pelik, dia mengendong putrinya dan kembali ke istana. Sambil berjalan, dia berpikir. "Apakah aku harus mengeluarkan Guci Air Mata Dewi?"


Seandainya Dewa Abadi menggunakan cara ini, musuhnya pasti akan membuatnya lebih sulit untuk keluar dari Galaksi Sembilan Rasi Bintang. Di kehidupannya kali ini seperti dikurung di dalam bola, dan di luar bola masih ada kurungan lagi. Dia memang tidak diperbolehkan untuk datang ke Alam Kudus.


Ketika tiba di istana, Dewa Abadi meminta waktu untuk berkultivasi tertutup. Semua istrinya jelas mengizinkan karena ini juga hal yang penting bagi siapapun.


Kemudian, Dewa Abadi menuju ke gua yang sering digunakan oleh Raja Naga Azure. Tidak jauh dari Ibu Kota Kerajaan Naga Angsa, terdapat Gunung Bertebing, di sanalah gua itu.


Akan tetapi, diam-diam Tian Long Fen mengajak Tian Long Yun membuntuti ayahnya. Mereka tidak ingin jauh dari Dewa Abadi. Sayangnya, Raja Naga Azure dan Ratu Angsa segera mencegah cucunya ini agar tidak menganggu kultivasi Dewa Abadi.


Saat berada di dalam gua, Dewa Abadi duduk bersila. Lalu keluar satu Tubuh Ganda untuk menggantikan posisinya. Tubuh aslinya berubah menjadi udara dan menghilang.


Dewa Abadi berada di depan dinding energi pelindung Dunia Libra, dia menyentuh permukaan dinding energi. Lalu mengeluarkan energi Kekuatan Jiwanya. Ketika dua energi bertemu, dinding energi pelindung itu bergetar hebat.

__ADS_1


Segera Dewa Abadi menghentikan tindakannya yang akan diketahui oleh musuh. Energi pelindung ini tidak hanya untuk melindungi Dunia Libra, tetapi juga sebagai alat pendeteksian gerak.


Kemudian, kedua tangan Dewa Abadi merobek udara di depannya, dia ingin keluar dari dunia ini melalui kehampaan. Sayangnya, kehampaan juga tidak bisa dibuka.


"Kalian memaksaku ...!" ucap Dewa Abadi yang tidak ingin dipermainkan seperti ini.


Kedua tangannya terkepal erat. Kemudian, muncul sembilan gelang di lengannya. Dampak dari keluarnya Kekuatan Jiwa Semesta, Dunia Libra bergetar hebat.


Semua orang segera merasakan aura yang sangat mengerikan yang berasal dari langit. Mereka melihat ke langit dan tercengang melihat Dewa Abadi diselimuti energi warna-warni, berbentuk lingkaran.


"Ayah marah!" ungkap Tian Long Fen sambil melihat Dewa Abadi.


Raja Naga Azure, Ratu Angsa, Long Fung Fen dan semua orang melihat Tian Long Fen yang berubah menjadi Naga Pelangi. Naga Pelangi terbang ke arah Dewa Abadi.


Boom...


Ledakan keras ketika Dewa Abadi memukul dinding energi pelindung dunia ini. Dinding energi itu bergerak sangat hebat sehingga muncul retakan. Gelombang kejut benturan itu membuat Naga Pelangi terdorong.


"Ayah, jangan! Apakah Ayah lupa ucapan sendiri!" cegah Naga Pelangi yang mengingatkan perkataan Dewa Abadi yang akan selalu menemaninya di dunia ini.


Mendengar suara putrinya, Dewa Abadi segera menyembunyikan kekuatannya. Lalu dia melihat putrinya yang berubah wujud menjadi Naga Pelangi.


"Maaf!" sesal Dewa Abadi yang hatinya masih ada rasa dendam kepada musuhnya di Alam Kudus.


"Fen'er mengerti, Ayah!" ucap Naga Pelangi dan kembali menjadi wujud gadis kecil usia 7 tahun.


Dewa Abadi mengendong putrinya dan melihat dinding energi pelindung yang kembali pulih seperti sediakala. Seandainya dia sekali lagi memukul dinding energi itu, sudah pasti akan hancur berkeping-keping.


Kemudian, Dewa Abadi menemui Ratu Angsa. Tanpa memberikan kesempatan semua orang bertanya,, dia terlebih dahulu bertanya, "mengenai obrolan kita waktu itu, apakah sudah diputuskan?"


Ratu Angsa menatap ke arah Raja Naga Azure. Dia sudah membicarakan tentang pemindahan semua orang ke dalam Dunia Jiwa.


"Sebagian orang ingin tetap di sini. Saya sudah berusaha membujuk mereka agar mau pindah!" ucap Raja Naga Azure tanpa berani melihat Dewa Abadi karena tidak bisa memenuhi keinginannya.


Semua istri Dewa Abadi dan mertuanya jelas akan mengikuti. Tetapi, orang-orang yang memasuki usia senja ingin menghabiskan sisa hidupnya di dunia ini. Termasuk wanita bersuami yang memilih tetap tinggal.


Dewa Abadi memahami perkataan Raja Naga Azure. Jika dia menghancurkan dinding pelindung Dunia Libra, maka hal itu akan membahayakan penduduk yang tinggal.


Lalu, apa yang harus dilakukan oleh Dewa Abadi agar bisa keluar dari sini tanpa harus menyakiti putranya dan semua orang? Memikirkan hal ini, Dewa Abadi sakit kepala.


"Guru ada solusi! Apakah Anda mau mendengarnya?"


Terdengar suara Dewa Pemelihara dibenak Dewa Abadi.


"Katakan saja, Guru!" jawab Dewa Abadi yang kini memiliki harapan dari permasalahan ini.


"Guru ingin Naga Pelangi putrimu itu menjadi muridku, dan Guru akan membantumu keluar dari galaksi buatan ini! Apakah Anda bersedia menyerahkan Naga Pelangi?" ungkap Dewa Pemelihara yang selalu mengawasi Dewa Abadi dan tahu kesulitan murid ini yang sedang dipermainkan oleh musuh.


Seketika Dewa Abadi melihat ke langit dan diikuti oleh semua orang termasuk anak-anaknya. Jika ini solusinya, Dewa Abadi jelas akan menyerahkan putrinya.


Dia sangat percaya bahwa gurunya pasti melindungi Tian Long Fen si Naga Pelangi, bahkan lebih baik darinya.


"Guru, saya senang dengan solusi ini! Sebelum saya menyerahkan Naga Pelangi, tolong segel ingatan Naga Pelangi agar bisa jauh dari saya!" keputusan Dewa Abadi.


"Dikabulkan!" jawab Dewa pemelihara.

__ADS_1


Lalu muncul cahaya terang melebihi matahari yang membuat semua mata terpejam. Dalam sekejap mata, semua penduduk di Dunia Libra tidak mengingat Naga Langit dan Dewa Abadi.


Sedangkan Dewa Abadi, dia telah keluar dari Galaksi Sembilan Rasi Bintang, dan dia juga tidak mengingat semua istrinya di Dunia Libra dan juga anak-anaknya. Dia hanya ingat telah berhasil menyelesaikan semua tantangan ini....


__ADS_2