
Bab 66. Dewa Binatang Vs Dewa Tombak Api.
Jenderal Mecha Leader memerintahkan kepada pasukannya untuk menghancurkan semua bangunan, tujuannya agar tidak digunakan untuk bersembunyi. Dia membagi pasukannya menjadi empat kelompok, setiap kelompok berjumlah 2.500 prajurit robot.
Namun, baru saja pasukan robot menyebar, Formasi Array mengeluarkan ribuan sinar seperti bilah pedang yang melesat dari atas. Pasukan robot pun kelabakan untuk menghindari serangan Formasi Pembunuhan.
Karena serangan Formasi Pembunuhan lebih cepat, banyak bagian tubuh robot yang dikendalikan itu terkena, terpotong dengan begitu mudahnya seperti mengiris roti. Ada yang terpotong tangannya, kaki, dan bahkan ada yang langsung terbelah dua.
Sebagai yang lolos segera mengaktifkan proyektor pelindung. Sayangnya, perisai pelindung robot tidak mampu menahan serangan Formasi Pembunuhan.
Jenderal Mecha Leader juga mengalami hal serupa, namun dia lebih beruntung daripada pasukannya. Dia segera memerintahkan pasukannya yang tersisa untuk kembali keluar dari Gerbang Timur.
Pasukan utama seperti Mecha Warrior, Mecha Beast yang menyerupai binatang, dan Mecha Angle masih bisa keluar dari Formasi Array berkat peralatan gelombang elektromagnetik.
Dewa Binatang yang berada di pusat ibukota tersenyum melihat Formasi Array buatannya berhasil mengurangi jumlah musuh. Dari 10.000 robot, tersisa kurang dari lima ribu.
Setelah Jenderal Mecha Leader dan pasukan utamanya keluar dari Formasi Array, Dewa Binatang segera mengambil robot-robot yang telah dihancurkan oleh Formasi Pembunuhan. Dia akan mendaur ulang robot-robot itu untuk dijadikan robot yang lebih kuat dan canggih.
Dia lakukan itu untuk persiapan Peperangan Global, walaupun dia tidak tahu kapan waktu itu tiba.
Jenderal Mecha Leader segera melaporkan kepada para pemimpin tentang yang dialaminya. King Pleidian Wing segera melapor kepada Dewa Tombak Api untuk mengatasi Formasi Array.
Dengan segera Dewa Tombak Api datang bersama pendukungnya. Dia segera memeriksa Formasi Array yang ternyata berada di tingkat Celestial Supreme tahap puncak. Mengetahui jenis Formasi Array, dia jelas terkejut karena tidak menyangka ada seorang ahli di Mysterious Land.
"Pantas saja teknologi tidak mampu mengatasi Formasi Array ini," kata Dewa Tombak Api.
"Bukankah Anda telah dipinjami oleh Maharaja Yaksa alat penghancur Formasi, gunakan saja itu!" ucap Jenderal utusan dari Kaisar Bowen yang mengingatkan Dewa Tombak Api.
Dewa Tombak Api segera mengeluarkan benda berbentuk cakram berwarna keemasan. Kemudian, dia mengalirkan energi spiritual untuk mengaktifkannya.
Setelah aktif, Dewa Tombak Api melemparkan ke atas Formasi Array. Cakram penghancur Formasi Array berputar-putar di atas Formasi. Lalu menyerap energi Formasi Array.
Dalam sekejap mata, Formasi Array menghilang, dan cakram tersebut kembali ke Dewa Tombak Api. Setelah itu, Dewa Tombak Api dan semua orang melihat seorang pria tampan yang sedang mengambil robot-robot yang rusak.
Melihat pria itu adalah Dewa Binatang, sontak mereka terkejut bukan main. Mereka pikir Dewa Binatang masih bersembunyi. Dan rencananya, setelah mengeploitasi alam Mysterious Land, baru mereka memburu Dewa Binatang.
Dewa Binatang juga terlihat terkejut karena Formasi Array tingkat Celestial Supreme dengan mudah dihilangkan, dia melihat Dewa Tombak Api.
__ADS_1
"Hahaha...! Aku tidak menduga bisa bertemu musuh alam semesta di sini, sungguh beruntung diriku!" ucap Dewa Tombak Api yang sangat senang.
Dewa Binatang mengunci alisnya karena tidak tahu telah menjadi musuh alam semesta, padahal dia hanya bermusuhan dengan dua penguasa Alam Suci dan beberapa penguasa galaksi.
"Musuh alam semesta? Apa fitnahan ini tidak terlalu berlebihan?" ujar Dewa Binatang yang kenal baik dengan banyak penguasa galaksi selain musuhnya.
Selama menjalani siklus Samsara, Dewa Binatang juga memiliki banyak teman, dan banyak orang yang diselamatkannya. Karena kebaikannya, teman dan banyak penguasa berjanji untuk mendukung Dewa Binatang dalam menghadapi Peperangan Global.
Selama ini, musuh utamanya adalah Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, Hernandes Celosia, Kaisar Kun, Ancestor Adalvino Altair, Kaisar Bowen, Kaisar Lei dan beberapa lainnya.
"Jelas tidak, itu sesuai dengan perbuatanmu yang mampu memicu kehancuran. Serahkan Batu Keabadian, Artefak Mahkota Maharaja dan lainnya. Aku janji akan mengampunimu!" ungkap Dewa Tombak Api sambil mengeluarkan senjata andalan yang sesuai dengan julukannya, yaitu Tombak Api.
Tombak Api merupakan Artefak Bintang 7 tahap puncak. Dia mendapatkannya senjata itu dari kakaknya, si Maharaja Yaksa. Saat dikeluarkan membuat semua orang merasakan tekanan kuat dari senjata itu.
"Kalian...!" Dewa Binatang tak habis pikir kenapa musuhnya masih saja menginginkan sesuatu yang tidak mungkin didapatkan.
Karena percuma saja selalu mengelak jika memiliki Batu Keabadian, dia menantang Dewa Tombak Api, "jika kamu mampu, ambil dariku!"
Dewa Tombak Api tertawa, setelah itu dia berkata, "di sini, kekuatan tertinggi kita ditekan. Aku perkirakan, kekuatanmu juga berada di tingkat Half God level 9. Tapi, jika reinkarnasi kali ini mengalami penurunan kekuatan, kamu bukan lawanku. Perhubungan aku lebih kuat, cukup rekan-rekanku yang menangganimu!"
Kali ini, Dewa Binatang yang tertawa, dia pikir Dewa Tombak Api mengeluarkan senjatanya untuk bertarung, nyatanya hanya untuk dipamerkan. Lalu dia melihat Dewa Tombak Api memerintahkan utusan dari penguasa galaksi untuk menangkapnya.
Dia hanya perlu waktu untuk menempa fisiknya hingga mencapai tingkat Body Immortal, untuk saat ini masih berada di tingkat Fisik Suci.
Walaupun tidak sepenuhnya mampu mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya, dia masih sanggup mengalahkan Dewa Tombak Api di Mysterious Land, asal bertarung satu lawan satu.
"Kau telah membunuh putra Kaisar Lei, saatnya untuk pembalasan!" ujar Jenderal utusan penguasa Galaksi Petir, dia sangat dendam kepada Dewa Binatang.
Waktu itu, saat berada di Alam Tianwu, memang Dewa Binatang telah membunuh putra mahkota dari Galaksi Petir, dia adalah Dewa Petir generasi ke-5 yang bernama Lei Ziran. Kematian Lei Ziran membuat Kaisar Lei dan seluruh keluarga besar Dinasti Lei murka.
"Aku hanya membela diri. Siapa suruh dia dan kaisar bodoh itu menyelinap untuk membunuhku, padahal situasi waktu itu dalam peperangan dengan mahkluk aneh di belakangmu!" sahut Dewa Binatang yang membela dirinya.
Kaisar bodoh yang dimaksud oleh Dewa Binatang adalah Kaisar Lei, dan mahkluk aneh itu adalah Ras Reptilian dan Ras Elohiim. Kedua ras itu memang telah berhasil menemukan Benua Qi, namun karena bantuan Dewa Binatang sehingga mereka gagal mendapatkan Anti Materi.
Singkat cerita, kedua ras itu keluar dari Benua Qi dan bergabung dengan utusan dari Maharaja Yaksa untuk menyelamatkan putranya yang ke-11 dan putrinya, yaitu Di Shiyi Yecha dengan julukan si Dewa Perang dan Dewi Shiwu - Shiwu Yecha.
Setelah Dewi Shiwu berpisah dengan kakaknya si Dewa Perang, dia terjebak ke dalam portal dimensi yang menuju ke Galaksi Ghoul. Di sana, dia diselamatkan oleh Dewa Binatang dari kepungan Fiend Spirit. Sedangkan Dewa Perang berhasil keluar dari Benua Qi dengan menumpang Interstellar Plane milik Ras Reptilian.
__ADS_1
Peperangan pun terjadi di Alam Tianwu, tiga kekuatan melawan Dewa Binatang yang didukung oleh penguasa Benua Qi, Istana Awan Surgawi dan teman-temannya.
Ketika peperangan itu, Kaisar Lei dan putranya menyerang Dewa Binatang dari belakang sehingga mengalami luka parah. Mau tak mau, Dewa Binatang membunuh Lei Ziran si Dewa Petir. Para Kitab Suci yang ingin menyelamatkan Dewa Petir terlambat mencegahnya.
Beruntung Kaisar Lei berhasil lolos dari amukan Dewa Binatang berkat bantuan dari Kitab Suci. Hingga saat ini, Kaisar Lei masih hidup, dan tetap memburu Dewa Binatang untuk membalas dendam.
Karena Kitab Suci menyelamatkan Kaisar Lei, Dewa Binatang tidak lagi menaruh hormat kepada mereka. Dia memilih untuk mundur dari peperangan bersama pendukungnya. Setelah itu, dia pun mengejar Kaisar Lei.
Entah apa yang terjadi dengan Alam Tianwu, Dewa Binatang tidak lagi peduli, bahkan tidak meminta hadiah yang dijanjikan oleh Kitab Suci dari Galaksi Asal Muasal, hadiah hasil dari kemenangan menjadi peserta Konferensi Alam Tianwu.
Kebenciannya terhadap Kitab Suci hingga saat ini masih belum terdamaikan. Sampai saat ini dia juga tidak tahu alasan Kitab Suci yang menyelamatkan Kaisar Lei.
"Siapa yang kau bilang kaisar bodoh? Jaga ucapanmu!?" bentak Jenderal Lei yang tidak terima dengan perkataan Dewa Binatang.
"Jangan banyak bicara! Tangkap dia, cacat atau sekarat tidak masalah!" perintah Dewa Tombak Api yang tidak sabar untuk mendapatkan Batu Keabadian dan Artefak Alami.
Ternyata tidak hanya keempat Jenderal utusan yang mengepung Dewa Binatang, 10.000 kultivator bawahan mereka juga mengepungnya. Mereka segera melepaskan energi spiritual tingkat tinggi yang terpusat pada Dewa Binatang.
"Dari dulu hingga sekarang, kalian tetap saja bodoh!" hina Dewa Binatang saat melihat serangan energi spiritual mengarah kepadanya.
Dia keheranan kenapa musuhnya tidak pernah belajar untuk mengalahkannya, selalu saja bertindak frontal tanpa startegi. Padahal serangan gabungan tidak berarti apa-apa baginya karena memiliki banyak cara untuk kabur.
Berbagai macam teknik bela diri berbasis energi spiritual melesat ke arah Dewa Binatang. Dia tidak berusaha menghindar, tapi kedua matanya mengunci Dewa Tombak Api.
Boom boom boom boom....
Ledakan energi spiritual memekakkan telinga hingga terdengar sangat jauh. Asap tebal menutupi lokasi terakhir Dewa Binatang. Setelah asap menghilang, terlihat kawah karena serangan energi spiritual.
Semua orang terkejut karena tidak melihat mayat Dewa Binatang. Dewa Tombak Api yang sempat mendengar ucapan terakhir musuhnya, dia sangat marah dan segera mendeteksi keberadaan Dewa Binatang yang menggunakan Teknik Teleportasi.
Ternyata, Dewa Tombak Api juga memiliki Teknik Teleportasi, dia mengejar Dewa Binatang yang jaraknya lebih 200 km dari Kerajaan Naga, tepatnya berada di wilayah paling Barat dari Heavens Land.
Sengaja Dewa Binatang berteleportasi di dekat pesisir pantai untuk memberikan waktu bagi rombongan istrinya yang sedang mengawal rakyat.
Baru saja muncul di pesisir pantai, dia merasakan fluktuasi energi pada kehampaan di dekatnya. Tahu jika musuhnya memiliki Teknik Teleportasi, dia tidak berusaha kabur dan menunggu Dewa Tombak Api. Dia mengeluarkan Pedang Semesta.
Setelah Dewa Tombak Api muncul, dia langsung menyerang Dewa Binatang dengan menghunuskan tombaknya. Dewa Binatang tidak tinggal diam, dia juga menyerang.
__ADS_1
Boom....
Ledakan energi spiritual memekakkan telinga ketika dua senjata hebat saling berbenturan karena benturan energi.