
Bab 17. Invasi Binatang Monster.
Bersama dengan Twins Ice, Astrella Xiosien menyewa satu kamar untuk mentraktir Dewa Binatang, ruang privasi yang memiliki fasilitas yang lengkap dan sangat nyaman. Hal ini membuat Dewa Binatang makin dibenci oleh penggemar berat Twins Ice.
Ketika berada di dalam ruang privasi, Dewa Binatang banyak bertanya mengenai Mysterious Land dan yang terkait dengan orang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator, tujuannya untuk segera menemukan ketiga istrinya.
Sayangnya, Astrella Xiosien dan Twins Ice tidak mengetahui jika ada orang yang seperti disebutkan oleh Dewa Binatang. Mengenai Mysterious Land, informasinya tidak jauh beda dari Robotec Dolphin.
"Jadi benar kamu seorang petualang?" tanya Twins Ice dan hanya di anggukan kepala oleh Dewa Binatang karena sedang mengunyah.
"Ketiga wanita itu saudara atau kekasihmu?" selidik Twins Ice.
"Istriku!" jawab singkat Dewa Binatang dengan jujur.
Seketika Twins Ice terlihat tidak mempercayainya, dikarenakan usianya yang masih muda sudah memiliki tiga istri. Berbeda dengan Astrella Xiosien, dia mengacung jari jempol sebagai pujian.
"Karena itu kamu berpetualang untuk menemukan istrimu? Bagaimana ceritanya kamu berpisah dengan mereka?" selidik Twins Ice
"Ceritanya panjang dan penuh liku. Intinya, mereka bertiga adalah Ras Manusia!" jawab Dewa Binatang.
Jawabannya mengejutkan kedua wanita itu, raut wajah mereka menjadi jelek. Mereka tidak menyangka mau-maunya Ras Burung menikahi Ras Manusia.
"Apa tidak ada wanita lain selain Ras Manusia? Kamu memiliki penampilan yang sangat menarik, memiliki kekuatan di atas sepantaranmu, dan bisa dengan mudah mendapatkan wanita cantik dari ras lainnya. Kenapa kamu malah memilih manusia sebagai pasangan? Lihat kami, apakah tidak menarik bagimu!" ucapan Twins Ice yang tidak senang jika Dewa Binatang memilih wanita dari Ras Manusia.
Dewa Binatang tersenyum tipis, lalu dia berkata, "semua kehidupan itu sama, dengan karakteristik yang berbeda-beda membuatnya menarik. Apakah salah aku harus memilih manusia sebagai pendamping hidup?"
__ADS_1
Twins Ice dan Astrella Xiosien berdiri dengan raut wajah yang jijik dekat dengan Dewa Binatang. Mereka keluar dari ruangan privasi. Dewa Binatang hanya bisa menghela napas panjang tanpa ada niatan untuk menjelaskan maksud perkataannya.
Sebelum membuka pintu, Twins Ice menoleh ke belakang dan berbicara, "siapapun yang berdekatan dengan manusia adalah musuh kita. Manusia bagi kita adalah virus!"
Dewa Binatang tidak membalas perkataannya, dia hanya mengangkat kedua bahunya sebagai ketidakpedulian. Dia menghabiskan minuman dan keluar dari ruangan privasi. Saat keluar dari ruangan, dia mendengar Twins Ice membicarakannya perihal berhubungan dengan manusia.
Raut wajah semua orang menjadi jijik melihat Dewa Binatang. Lalu terdengar banyak cemoohan dari setiap pria dan juga wanita. Dewa Binatang tidak peduli, dia berniat keluar dari Gladiator Cyber Supernatural untuk kembali mencari informasi tentang istrinya.
Seandainya Dewa Binatang tidak menyamar sebagai Ras Burung, kemungkinan besar dirinya akan diburu oleh semua orang, bahkan sewaktu menginjakkan kaki di pesisir pantai.
Baru saja keluar dari menara, namanya dipanggil oleh panitia pertandingan agar tampil di arena. Dewa Binatang tersenyum sinis, dia berniat untuk membuat kekacauan di arena Gladiator Cyber Supernatural.
Tiba-tiba suara alarm marabahaya terdengar di seluruh Kota Metrolit Phoniex, lalu setiap televisi megatron menampilkan banyak binatang monster keluar dari lubang hitam di pinggir Kota Metrolit Phoniex.
"Semua orang yang berada di Kota Metrolit Phoniex diharapkan untuk menyiapkan diri melawan invasi monster. Para monster datang dari arah utara kota."
Dari televisi megatron yang terpasang di setiap gedung tinggi menayangkan serangan monster yang memiliki ukuran lebih besar dari binatang normal. Salah satunya yang ditampilkan di televisi megatron adalah Macan Kumbang, ukurannya lima kali lipat dari ukuran normal.
Kota bagian pinggir menjadi sasaran pertama para monster. Macan Kumbang itu menyerang apapun yang dilihatnya. Tidak hanya satu Macan Kumbang tapi sangat banyak yang keluar dari lubang hitam.
Dewa Binatang mengepakkan sayapnya dan terbang. Dia melayang di atas gedung pencakar langit untuk melihat kejadian. Lalu dia melihat banyak kapal angkasa berbagai model terbang ke arah utara.
Ledakan demi ledakan terdengar ketika kapal angkasa melepaskan tembakan ke arah binatang monster. Akan tetapi, binatang monster itu mampu menghindari dan menyerang balik setiap kapal angkasa yang menyerangnya. Pertahanan di setiap gedung juga melepaskan tembakan tapi perlindungan binatang monster sulit ditembus.
"Invasi monster adalah hal yang baik bagi ras-ras sombong di planet ini," gumam Dewa Binatang tanpa ada niat untuk membantu melawan invasi monster.
__ADS_1
Saat ini, yang hanya dilakukan oleh Dewa Binatang mencari wanita yang memiliki kemampuan diatas rata-rata ras. Dia juga melihat Orb Meta Immortal milik Zyila Miralen membantu menyerang binatang monster.
Tiba-tiba siang hari menjadi gelap saat seekor monster menyerupai ikan paus melayang keluar dari lubang hitam. Ikan paus tersebut berlapiskan baja dengan banyak persenjataan ditubuhnya, ukurannya hampir semua dengan arena Gladiator Cyber Supernatural.
Ketika keluar dari lubang hitam, ikan paus segera mengunci target yang diidentifikasi sebagai bahaya, seperti persenjataan di setiap gedung dan juga kapal angkasa, bahkan setiap orang yang menggunakan perlengkapan canggih tidak luput menjadi targetnya.
Setelah semua target terkunci, persenjataan ikan paus mengeluarkan sinar laser yang melesat sangat cepat, senjata yang memiliki akurasi tinggi. Setiap kali senjata laser mengenai sasaran, target langsung meledak.
Para petarung bahu-membahu berusaha untuk mengalahkan binatang monster yang menggunakan teknologi canggih, mereka terlihat sangat kewalahan menghadapinya.
Dewa Binatang duduk di pinggir gedung pencakar langit, lalu mengeluarkan Pedang Semesta yang sudah lama tidak digunakannya. Dengan pikirannya, pedang tersebut diubah menjadi senjata laras panjang yang memiliki teropong.
Dewa Binatang menggunakan teropong untuk melihat sasarannya, tapi dia melihat Orb Meta Immortal milk Zyila Miralen diserang oleh binatang monster bersayap, binatang yang menyerupai Wyvern dengan ukuran tiga kali lebih besar, dan juga tubuhnya berlapiskan baja berwarna keperakan.
Melalui teropong, dia melihat Orb Meta Immortal mampu menghindari serangan Wyvern. Setelah itu Zyila Miralen menyerang balik Wyvern dengan persenjataan roket. Sayangnya, setiap roket hanya membuat binatang Wyvern melambat, tidak ada satupun roket yang melukainya.
Zyila Miralen mengendalikan Orb Meta Immortal terbang menjauhi serangan binatang Wyvern. Setiap kali jaraknya cukup jauh, dia kembali memberikan serangan. Akan tetapi, sebelum menekan tombol roket, Zyila Miralen menjadi panik karena banyak binatang Wyvern yang menyerangnya.
Zyila Miralen segera mengendalikan Orb Meta Immortal untuk menjauhi serangan binatang Wyvern yang melepaskan senjata laser. Dia sempat melihat sinar berwarna kebiruan melesat Orb Meta Immortal, lalu salah satu kepala binatang Wyvern meledak terkena sinar tersebut.
Tidak berselang lama sinar kebiruan kembali meledakkan kapala binatang Wyvern dengan mudah, satu demi satu Wyvern berjatuhan.
Zyila Miralen menggunakan kamera canggih yang ada di Orb Meta Immortal untuk melihat senjata apa yang mampu meledakkan kepala binatang Wyvern dengan mudah. Dia melihat sosok pria yang baru dikenali duduk sambil membidik sasarannya.
"Hebatnya...!!" pujian Zyila Miralen saat tahu siapa pemilik senjata yang mampu mengalahkan binatang Wyvern, yang tidak lain adalah Dewa Binatang.
__ADS_1
Jaraknya sangat jauh dari pinggir kota, tapi dengan senjata laras panjang mampu memberikan kerusakan parah pada targetnya. Dewa Binatang menggunakan kekuatan Jiwanya sebagai amunisi. Oleh karena itu mampu menembus pertahanan binatang Wyvern yang tidak mampu dihancurkan dengan senjata roket jenis apapun.
Ternyata, lubang hitam tidak hanya muncul di Kota Metrolit Phoniex, banyak lubang hitam bermunculan di setiap kota yang ada di Planet Nibiru. Planet Nibiru menjadi kacau balau, setiap penguasa mengerahkan seluruh teknologi canggihnya untuk melawan.