
Bab 21. Berubah Sikap.
Tidak menunggu ketiga wanita itu yang masih terkejut, Dewa Binatang keluar dari rumah dengan diiringi tatapan mata mereka. Entah apa yang dipikirkan mereka, dia tidak peduli.
Setelah keluar dari dalam rumah, dia mengeluarkan Pedang Semesta yang diubah menjadi senjata api laras panjang. Dewa Binatang membidik ikan paus raksasa yang telah melewati Formasi Perlindungan.
Di perut ikan paus itu tertulis kode empat angka, yaitu 0235. Dewa Binatang tidak tahu apa arti kode angka tersebut. Dengan Mata Langitnya, dia melihat pusat tenaga penggerak ikan paus yang berasal dari fusi nuklir.
Dia menarik pelatuk senjatanya yang mengunci fusi nuklir. Sinar kebiruan melesat sangat cepat ke targetnya. Tubuh ikan paus raksasa yang berlapiskan baja kuat tertembus dengan mudah dan mengenai fusi nuklir.
Seketika fusi nuklir meledak dan menjalar ke seluruh bagian penting. Sebelum ikan paus jatuh, keluar personal yang mengendalikan ikan paus yang ternyata dari Kaum Grey.
Jatuhnya armada kapal ikan paus menarik perhatian karena suaranya sangat keras, lalu disusul ledakan besar. Kemudian, berdatangan kapal ikan paus yang lainnya, kapal angkasa itu mengeluarkan banyak kapal penjelajah untuk mencari pelakunya.
Dewa Binatang kembali membidik kapal angkasa ikan paus, dia tetap menargetkan fusi nuklir. Sinar kebiruan diketahui oleh kapal penjelajah dan juga serangga pelacak. Namun, sekali lagi kapal angkasa ikan paus meledak saat terkena sinar kebiruan.
Mengetahui titik sumber masalah, kapal penjelajah dan serangga pelacak bergerak ke arah Formasi Perlindungan. Namun, ketika jarak mereka dekat dengan dinding Formasi Array, dua teknologi canggih itu mengalami gangguan pada sensorik sistem pendeteksian sehingga berbalik arah.
Tindakan Dewa Binatang membuat ketiga wanita gemetaran karena takut, mereka ingin mencegahnya tapi terlambat. Melihat kapal penjelajah dan serangga pelacak yang tidak menemukan tempat persembunyian, mereka bertiga membuang napas lega.
Zyila Miralen buru-buru mendekati Dewa Binatang seraya berkata, "berhenti! Perbuatanmu sangat membahayakan kita!"
Dengan cerobohnya, Zyila Miralen memegang senjata api milik Dewa Binatang agar tidak menembak lagi. Seketika tangan kanannya gemetaran seperti kesetrum. Buru-buru Dewa Binatang memegang tangannya agar tidak terluka karena Pedang Semesta.
Zyila Miralen terduduk dengan tubuh lemas, dia ketakutan melihat senjata api itu, dia melihat telapak tangannya yang seperti terbakar, bisa terlihat hampir melepuh.
Twins Ice dan Astrella Xiosien melihat apa yang dialami oleh Zyila Miralen. Mereka buru-buru menghampiri Zyila Miralen dan mengobati telapak tangannya.
"Senjatamu mengerikan!" seruan Astrella Xiosien.
__ADS_1
"Senjata apa itu?" tanya Twins Ice sambil mengobati telapak tangan Zyila Miralen.
Tiba-tiba senjata api laras panjang kembali menjadi Pedang Semesta, dan membuat ketiga wanita itu terpesona. Dewa Binatang menyimpan pedangnya ke dalam Dunia Jiwa.
"Sekarang kalian sudah tahu siapa aku. Apa yang kalian ketahui tentang Ras Manusia, tidak semuanya itu benar. Manusia bisa baik dan juga buruk tergantung situasi dan perlakuan dari ras lain," kata Dewa Binatang yang sengaja tidak menjawab pertanyaan Twins Ice.
Dewa Binatang ingin merubah cara pandang mereka yang selalu negatif terhadap manusia. Walaupun tidak langsung bisa berubah, dia yakin lambat laun ketiga wanita itu dan lainnya bisa menerima kehadiran Ras Manusia di Planet Nibiru.
"Asal usul manusia bukan berasal dari Planet Nibiru, melainkan berasal dari tempat yang sangat jauh... Kalian mengatakan tempat itu sebagai Dunia Surgawi (Celestial World), nama lainnya adalah Alam Suci...," Dewa Binatang menceritakan asal usul Ras Manusia kepada mereka, di mulai dari sejarah mereka akan mudah mengerti.
Ketiga wanita itu mendengarkan dengan seksama. Sambil bercerita, Dewa Binatang mengeluarkan Pil Penyembuh tanpa diketahui mereka. Mereka hanya tahu Dewa Binatang memberikan pil kepada Zyila Miralen.
Zyila Miralen menerima pil tersebut. Tanpa khawatir maupun curiga, dia segera menelannya. Tidak butuh waktu lama, telapak tangannya yang terluka segera pulih dan tidak ada sedikit jejak luka.
Zyila Miralen dan kedua rekannya ingin bertanya, berhubungan Dewa Binatang belum selesai bercerita, mereka hanya bisa memendam pertanyaan.
Seperti sulap, ketiga wanita itu melihat Dewa Binatang membawa empat ekor ayam yang sudah bersih dan tinggal dagingnya saja. Lalu dengan telekenisis, Dewa Binatang menarik pohon kering.
Karena aksinya yang sulit diterima akal sehat, ketiga wanita itu tidak terfokus mendengar ceritanya. Dewa Binatang berhenti bercerita karena inti dari sejarah manusia telah diceritakan.
"Apa yang baru saja kalian lihat, di planet lain hal yang biasa. Sebaliknya dengan kehidupan di luar Planet Nibiru, jika mereka berada di sini pasti akan kagum dengan teknologinya," kata Dewa Binatang sambil membalikkan ayam panggang.
Lalu tangan kirinya melambai dan muncul lima botol giok berisi bumbu-bumbu dapur. Satu demi satu dan secara perlahan, bumbu dapur ditaburi di permukaan ayam panggang.
Tercium aroma wangi yang menggugah selera makan ketiga wanita itu. Astrella Xiosien segera mengambil alih ayam panggang dari tangan Dewa Binatang.
"Berarti kamu berasal dari Alam Suci? Apa tujuanmu datang ke Planet Nibiru?" tanya Twins Ice dengan nada lembut, sikapnya berubah karena Dewa Binatang telah bercerita.
"Tidak, aku bukan dari Alam Suci! Aku berasal dari suatu tempat yang sangat jauh dari Alam Suci, bahkan jauh dari Planet Nibiru. Tempat itu sangatlah besar melebihi Laniakea Supercluster, aku menyebutnya Observable Universe. Jika kamu berada di sana, melihat Laniakea Supercluster seperti setitik cahaya...!" jawab Dewa Binatang dan berhenti sejenak.
__ADS_1
"Ada suatu peristiwa yang membuatku berada di sini. Karena kejadian itu, aku terpisah dari ketiga istriku!" lanjutnya, lalu menghela napas panjang sambil melihat ke arah langit.
Dewa Binatang tidak mengungkapkan tujuan lainnya yang ingin menemukan jiwa kakaknya.
Ketiga wanita itu terlihat ikut merasakan kesedihan Dewa Binatang. Terpisah dari orang yang dikasihi sudah pasti akan kehilangan dan berusaha mencarinya.
"Tidak mudah menemukan mereka di Planet Nibiru! Banyak tempat yang tak terjamah dan juga dipenuhi misteri. Tapi, jika kamu memiliki foto atau rekaman tentang mereka, kita akan membantumu dengan bantuan koneksi," kata Zyila Miralen yang ingin membantu Dewa Binatang sebagai rasa terima kasihnya.
Tanpa banyak bicara, Dewa Binatang lagi-lagi melambaikan tangan kanannya, lalu muncul gambar tiga wanita yang sangat cantik. Ketiga wanita itu seperti melihat televisi megatron.
Mereka melihat Dewa Binatang bercanda dengan ketiga istrinya. Kecantikan mereka membuat ketiga wanita itu cemburu, sebab ketiga istri Dewa Binatang sangatlah cantik.
"Ini yang namanya wanita surgawi. Wajah-wajah mereka seperti mahakarya alam semesta!" pujian Astrella Xiosien.
"Mereka adalah istriku. Saat kita terpisah, aku tidak tahu mereka menjadi apa dan ada di mana! Jika kalian bisa membantuku, akan ada hadiah melebihi imajinasi kalian!" kata Dewa Binatang dan berharap bantuan mereka.
Dia bukan berarti tidak bisa menemukan istrinya, tapi dengan bantuan mereka akan menghemat waktu dan juga pikiran. Selain itu, dia juga perlu banyak waktu untuk menemukan jiwa kakaknya.
"Tidak perlu hadiah. Bantuanmu menyelamatkanku sudah lebih dari cukup!" ucap Zyila Miralen dengan tulus.
"Aku pasti membantumu, tapi setelah kekacauan ini berlalu!" sahut Twins Ice.
"Jangan lupakan aku... Melihat kecantikan Istrimu yang tidak ada bandingan di Planet Nibiru, aku yakin mereka mudah ditemukan. Ya, masalahnya seperti yang dikatakan saudari Ice." Astrella Xiosien juga dengan senang hati membantu Dewa Binatang.
Dewa Binatang tersenyum senang akhirnya ketiga wanita ini sudah mulai berubah cara pandangnya terhadap manusia. Untuk masalah kejadian hari ini, dia sudah memiliki rencana untuk mengalahkan penjajah.
"Ayam panggang telah matang. Ayo, kita makan dulu. Setelah itu lanjut berbicara," kata Astrella Xiosien sambil membagi ayam panggang.
Sambil makan, Dewa Binatang mengeluarkan empat kendi berisi arak putih dan membaginya. Karena dikira berisi air putih, Zyila Miralen langsung meminumnya dan hampir saja menyemburkan arak putih.
__ADS_1
Zyila Miralen terbatuk-batuk karena baru pertama kali minum arak putih. Rasanya sedikit pahit tapi menyebarkan, sangat berbeda dengan yang pernah dirasakannya...