God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Rencana Taowu.


__ADS_3

Bab 190. Rencana Taowu.


Dewa Abadi bertarung melawan keempat istrinya dengan sangat sengit, saling jual-beli serangan. Namun, setiap kali keempat wanita itu terpental, selalu saja mereka kembali menyerang.


Keempat wanita itu tidak sedikitpun terluka walaupun berulangkali terhempas gelombang kejut karena benturan energi. Dan, Dewa Abadi dengan sengaja tidak secara maksimal mengerahkan seluruh kekuatannya.


Setiap kali keempat wanita itu terpental, Dewa Abadi selalu mengucap kata yang sama, tujuannya agar istrinya ini mengingatkan masa lalu saat bersama waktu itu.


Semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya terlihat tidak sabaran. Mereka ingin sekali membuat keempat ratu Dunia Roh itu mengingat masa lalu dengan cara kasar.


"Gunakan setengah kekuatanmu, siapa tahu mereka bisa pulih dari ingatan!" kegeraman Tian She Meili yang meminta Dewa Abadi untuk melukai ratu Dunia Roh.


"Dicoba dulu!" dukungan dari Tian Lihua.


Dewa Abadi segera mengabulkan permintaan istrinya dengan mengayunkan pedangnya berkali-kali ke arah keempat ratu Dunia Roh. Ratu Dunia Roh juga mengayunkan pedangnya berkali-kali ke arahnya.


Boom boom boom boom...


Rentetan ledakan energi ketika benturan. Namun, serangan dari Dewa Abadi lebih kuat sehingga membuat keempat istrinya terpental dan menghantam tanah dengan keras.


Dewa Abadi melihat tubuh keempat istrinya mendapatkan banyak goresan dari pedangnya. Mereka memuntahkan darah segar dan segera bangkit.


Dia kembali mengayunkan pedangnya berkali-kali sebelum keempat istrinya menyerangnya. Serangannya dengan telak mengenai mereka hingga kembali terpental.


Dewa Abadi menghela nafas panjang karena melihat keempat istrinya ini masih saja berusaha untuk bangkit walaupun sekujur tubuhnya terluka.


"Masukkan mereka ke dalam Dunia Jiwa!" pinta Yuna Aurora.


Dewa Abadi segera mengayunkan pedangnya sebelum keempat istrinya berdiri. Sekali lagi suara ledakan energi ketika serangannya mengenai mereka. Dia segera melesat ke arah Mu Yu Huang yang masih terseret.


Ketika dekat, dia segera mengalirkan energi Kekuatan Jiwanya yang menyelimuti seluruh tubuh Mu Yu Huang. Dalam sekejap mata, istrinya telah berada di Dunia Jiwanya dan seketika pingsan.


Dao Li Xia, Evelyn Astrella Xiosien dan Angela membopong tubuh Mu Yu Huang. Lalu membawanya ke dalam ruang penjara.


Kemudian, Dewa Abadi dengan cepat terbang ke arah Juan Rong yang akan berdiri. Saat dekat, dia memukul dada istrinya sangat keras sehingga terjatuh ke tanah, dan buru-buru memasukkannya ke dalam Dunia Jiwa.


Da Xia dan Gongsun Ling menyerangnya dari dua sisi, tidak lagi menggunakan serangan jarak jauh. Namun, Dewa Abadi segera mundur sambil menangkis pedang mereka dengan sangat cepat.


Dewa Abadi menghilang dan muncul di belakang Da Xia, lalu memukul punggungnya menggunakan tangan kiri. Da Xi terpental ke depan dan hampir menabrak Gongsun Ling. Untung saja Gongsun Ling segera menggeser tubuhnya sehingga tidak bertabrakan.


Kesempatan sesaat ini dimanfaatkan oleh Dewa Abadi dengan menendang dada Gongsun Ling hingga terpental ke belakang. Dengan sangat cepat, Dewa Abadi memasukkan Da Xia yang akan berdiri. Setelah itu, dia melesat ke arah Gongsun Ling.


"Biarkan kami yang menangani mereka dengan cara kasar!" pinta Tian She Meili.


Dewa Abadi tidak membalas ucapan istrinya, dia duduk di tanah bukan karena kelelahan, melainkan tidak tahu harus bertindak apa agar keempat istrinya ini tidak dikendalikan oleh Rasi Bintang Cancer.


Yang mengherankan, bagaimana bisa Gongsun Ling keluar dari dalam Dunia Jiwanya, bahkan tidak bisa menyadarkan mereka walaupun telah menggunakan kemampuan dari Batu Keabadian.

__ADS_1


"Jangan-jangan ...!" gumam Dewa Abadi yang teringat akan masa lalunya.


Waktu itu, dia mendapatkan Dunia Jiwa dari Kakek Excel (Zhi Haocun) melalui perantara batu prasasti yang dimiliki oleh leluhur Burung Gajah. Dia menduga-duga jika Kakek Excel ikut terlibat dalam kejadian ini.


Namun yang menjadi buah pemikirannya, Kakek Excel tidak pernah berbicara kepadanya, bertemu juga hanya sekali sewaktu dirinya baru pulang dari Planet cahaya.


Dewa Abadi berkomunikasi telepati dengan Batu Keabadian. "Yakin kalian sudah menetralkan Dunia Jiwaku dari penciptanya?" tanyanya.


"Dunia Jiwa murni menjadi milik Anda setelah kita bersihkan dari aura pihak luar, Penguasa!" jawab Law Stone.


"Bagaimana bisa Gongsun Ling keluar dari Dunia Jiwaku?" selidik Dewa Abadi.


"Semenjak Penguasa memberikan akses bebas keluar masuk ke Dunia Jiwa kepada semua istri Anda, mereka secara tidak sadar telah membawa masuk energi dari luar yang bercampur dengan aura siapapun. Akibatnya, energi yang tidak murni itu memudahkan siapapun yang lebih kuat dari Anda bisa memanfaatkan keadaan ini. Anda bisa memeriksa dantian mereka yang tidak murni, maka Anda akan mengetahuinya!" penjelasan Law Stone.


Dewa Abadi geleng-geleng kepala karena tidak menyangka hal ini membuatnya lengah, bahkan tidak pernah terpikirkan. Pantas saja Gongsun Ling bisa keluar dari Dunia Jiwanya.


"Kalian segera bersihkan dantian yang tidak murni, cepat!" perintah Dewa Abadi kepada semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya, dia tidak ingin musuhnya bebas bertindak sesuka hati pada Dunia Jiwanya.


Kemudian, Dewa Abadi menutup Dunia Jiwa sehingga semua orang yang berada di dalam tidak bisa melihat ke luar. Tetapi masih bisa berkomunikasi dengan telepati.


"Ada masalah apa?" tanya Tian Mei Yin yang penasaran.


"Musuh menggunakan kalian sebagai jalan masuk ke Dunia Jiwaku! Segera bersihkan diri dari dalam dan luar!" jawab Dewa Abadi.


Semua orang segera duduk bersila dan memejamkan mata, termasuk Chen Yeon, Hu Yue Yan dan Fu Zhu. Mereka mengurungkan niat untuk menyiksa keempat ratu Dunia Roh karena perintah Dewa Abadi yang sangat penting.


"Ke mana ratu kami?" tanya si Lola dengan nada ketus dan keras kepada Dewa Abadi.


"Saat aku datang, aku sudah tidak melihat mereka. Justru seharusnya aku yang bertanya!" jawab Dewa Abadi yang dengan sengaja berbohong.


Lola dan semua orang menjadi teringat dengan sinar yang melesat ke arah keempat ratu Dunia Roh. Setelah benturan itu, mereka terpental dan pingsan.


"Saudara, maafkan Lola yang telah menuduh Anda!" ucapan Nicolas karena tidak ingin Dewa Abadi marah.


"Ayo, kita cari sang ratu!" ajak si Lola yang enggan meminta maaf kepada Dewa Abadi.


Semua orang segera menyebar untuk mencari keberadaan ratu Dunia Roh. Dewa Abadi segera berdiri dan terbang menuju ke arah Desa Persik. Dia butuh tempat tenang untuk memeriksa kehidupan di Dunia Jiwanya...


Setelah kepergian Dewa Abadi, wujud Nicolas berubah menjadi mahkluk yang aneh seperti yang dilihat oleh Dewa Abadi ketika berada di dalam ruang bawah tanah. Ternyata, Nicolas adalah Taowu yang menyamar.


"Di dunia ini, aku adalah penguasanya. Kau tidak akan bisa berbuat apapun selama aku hidup," ucap Taowu sambil berjalan mendekati para pahlawan yang menjadi patung setelah kepergian Dewa Abadi.


Taowu adalah otak kehancuran Kekaisaran Tang semenjak dirinya berada di Dunia Roh, saat itu Dewa Abadi sedang berkabung. Dia diperintahkan oleh orang yang memiliki Altar Pemanggilan. Semenjak itu, dia memegang kendali semua kehidupan di Dunia Roh, termasuk keempat ratu Dunia Roh yang diserahkan kepadanya oleh pemilik Altar Pemanggilan.


"Lola, tugasmu selanjutnya merayu dia. Jika bisa, ajaklah dia berhubungan intim agar aku mengendalikan Dunia Jiwanya. Dan juga dengan kalian semua, layani dia, kabulkan segala permintaannya dan patuhi perintahnya. Lakukan secara natural dan jangan mencolok!" perintah Taowu kepada para pahlawan dan pendukungnya.


"Sesuai kehendak Yang Mulia Cancer!" jawab serempak semua orang, dan bergegas menuju ke Desa Persik.

__ADS_1


Taowu berniat mengambil apapun yang dimiliki oleh Dewa Abadi, terutama Batu Keabadian. Dengan keempat ratu Dunia Roh yang telah berada di dalam Dunia Jiwa, dia selangkah lagi akan mengendalikan Dewa Abadi untuk dijadikan budak.


Seandainya Dewa Abadi tidak segera menutup Dunia Jiwanya, sudah dipastikan Taowu mengendalikan keempat ratu Dunia Roh untuk mempengaruhi kehidupan di dalam Dunia Jiwa.


Lola akan menjadi Kunci keberhasilannya jika bisa berhubungan intim dengan Dewa Abadi. Dengan dua organ intim saling terhubung, maka tubuh Dewa Abadi bisa dikendalikan.


Nicolas juga mengikuti budaknya yang telah pergi ke Desa Persik...


Dewa Abadi telah tiba di Desa Persik, dia segera masuk ke dalam rumahnya setelah berbicara singkat dengan Bing Nan. Setelah berada di kamar, dia duduk bersila dan memejamkan mata. Kemudian, dia memeriksa seluruh organ dalam tubuhnya.


Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa Dewa Abadi telah berada di dalam kamar selama satu bulan lebih tanpa keluar. Selama itu, Lola tinggal di kediamannya.


Dunia Roh berangsur-angsur tenang setelah Api Semesta mengguncang Dunia Roh. Banyak orang yang meninggalkan Desa Persik karena tidak adanya kekacauan.


Keempat ratu Dunia Roh terkurung di dalam penjara khusus, mereka kembali seperti semula sebelum terkena hantaman sinar. Namun, di kening mereka masih ada Kristal Energi, dan juga mengingatkan ketika bertarung dengan Dewa Abadi.


Mereka tidak marah karena dipenjara, sebab tahu kesalahannya sendiri. Yang membuat mereka kesal, tidak ada satupun orang yang mengunjunginya selama dipenjara. Untung saja masih ada teman untuk mengobrol sehingga waktu berlalu tidak membosankan.


Mereka masih belum tahu jika berada di dalam Dunia Jiwa milik Dewa Abadi, sebab ruang penjara berada di dalam tanah yang diterangi oleh Batu Cahaya.


"Apakah selama ini kamu merasakan dekat dengan orang itu?" tanya Da Xia kepada Mu Yu Huang.


"Kalian juga merasakan familiar dengan Dewa Shimo?" tanya balik Mu Yu Huang dan di anggukan kepala oleh Da Xia, Juan Rong dan Gongsun Ling.


"Iya. Aku merasa pernah hidup dengannya, bahkan seperti pasangan Dao!" ungkap Da Xia dengan jujur.


Yang tidak diketahui oleh mereka, Dewa Abadi tersenyum melihat hasil kerja keras membuahkan hasil. Memang perlu bertahap agar keempat istrinya mengingat masa lalu.


Semua orang yang tinggal di dalam Dunia Jiwanya juga telah memurnikan dantian, menetralisir apapun yang menempel di tubuh. Tetapi, Dewa Abadi tidak lagi memberikan mereka akses bebas keluar masuk dari Dunia Jiwanya, sebab dia tidak ingin kejadian ini terulang kembali.


Dewa Abadi telah membaca ingatan keempat istrinya yang dikendalikan ini, namun tidak menemukan informasi yang penting. Kemudian, dia meminta kepada Tian Lihua dan semua istrinya agar bersikap baik kepada keempat ratu Dunia Roh.


Setelah itu, Dewa Abadi membuka mata. Dia keluar dari kamar. Ketika berada di ruang tamu, dia melihat si Lola yang berubah total penampilannya, tidak lagi mengenakan zirah perang, melainkan berpakaian seksi; roh mini di atas lutut, sepatu berhak tinggi, terlihat belahan dadanya yang menantang kaum pria.


"Bisa juga jadi wanita asli, aku kira kau adalah pria!" teguran Dewa Abadi.


Lola yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku, terkejut dan menatap tajam Dewa Abadi yang sedang berjalan turun di anak tangga.


"Apa katamu? Aku tidak dengar!" Lola sangat kesal dibilang sebagai pria, padahal dia sudah berpakaian seperti ini agar menarik perhatian Dewa Abadi, tetapi justru disalahartikan.


"Penampilanmu aneh! Memangnya ada pria yang tertarik?" sindiran Dewa Abadi sambil duduk di sofa sambil melihat si Lola yang jelas sangat marah, dia suka membuat wanita tomboi menjadi uring-uringan.


Lola melemparkan buku bacaannya, namun Dewa Abadi mengetuk udara sehingga buku itu terjatuh di atas meja.


"Pria menyebalkan!" kegeraman si Lola sambil berdiri, lalu dia keluar rumah dengan kesal.


Dewa Abadi menertawakannya. Namun dia kembali serius karena permasalahannya belum selesai, yang mana keempat istrinya membawa Kristal Energi bergambar Cancer...

__ADS_1


__ADS_2