God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Membangun Kekuatan Militer.


__ADS_3

Bab 206. Membangun Kekuatan Militer untuk melawan Alam Kudus.


Dewa Abadi melihat Galaksi Sembilan Rasi Bintang bergerak tak beraturan seperti diombang-ambingkan oleh angin. Kemudian, perlahan planet-planet yang tidak berasal dari perbatasan galaksi ini menghilang.


Melihat itu, Dewa Abadi berpikir bahwa planet-planet itu kembali ke asalnya.


"Akhirnya tantangan mereka berakhir juga!" gumam Dewa Abadi yang berhasil melewati tantangan ini. Dia terlihat sangat sedih karena harus kehilangan orang yang disayangi.


Di dalam ingatannya saat ini, dia mendapatkan Kristal Energi bergambar Libra dari wabah monster. Setelah itu berlanjut ke tantangan berikutnya.


Di tantangan terakhir, Dewa Abadi terkejut karena berada di Planet Air, tempat pertama kali menginjakkan kaki di Galaksi Sembilan Rasi Bintang. Di tempat ini dia berkenalan dengan Ratu Guan Bihai.


Dari Ratu Guan Bihai lah Dewa Abadi menerima tantangan ini, hingga sampai Dunia Libra yang dipenuhi oleh monster yang terjangkit virus.


Saat kembali ke Planet Air, Dewa Abadi pikir Ratu Guan Bihai adalah musuh terakhirnya. Namun, setelah bertemu untuk kedua kalinya, ia tidak menemukan Kristal Energi bergambar Pisces di wajah maupun leher Ratu Guan Bihai.


Dewa Abadi langsung berterus-terang kepada Ratu Guan Bihai bahwa dirinya membutuhkan Kristal Energi bergambar Pisces. Akan tetapi, Ratu Guan Bihai tidak mengetahui apa itu Kristal Energi bergambar Pisces, jika Batu Pelindung berbentuk berlian jelas tahu.


Karena penasaran, Dewa Abadi dan Ratu Guan Bihai menuju ke menara Batu Pelindung. Namun, itu bukan Kristal Energi bergambar Pisces. Kemudian, Dewa Abadi mengeluarkan Kristal Energi bergambar Cancer sebagai contoh agar Ratu Guan Bihai mengetahui ciri-cirinya.


Ratu Guan Bihai memutuskan untuk membantu Dewa Abadi mencari Kristal Energi bergambar Pisces, dia mengerahkan semua pasukan dan penduduk untuk membantu dalam pencarian ini.


Ratu Guan Bihai secara pribadi menemani Dewa Abadi, kemanapun dia pergi selalu diikuti. Pencarian berlangsung lama, hampir 2 tahun namun masih belum menemukannya.


Selama itu, Dewa Abadi banyak membantu Ratu Guan Bihai untuk mengalahkan binatang air yang selalu keluar di saat malam hari. Bahkan di setiap kedalaman lautan juga dijelajahi, dan sambil jalan memusnahkan binatang air yang berbahaya


Karena seringnya bersama, Ratu Guan Bihai jatuh cinta kepada Dewa Abadi. Demikian juga dengan Dewa Abadi sebagai seorang pria yang membutuhkan wanita, dia menerima Ratu Guan Bihai sebagai pasangan Dao.


Di malam pertama, hubungan intim mereka berdua berlangsung sangat lama, dua hari penuh tanpa henti. Baru di hari keempat ketika berhubungan intim, Dewa Abadi syok karena istrinya ini memiliki Kristal Energi bergambar Pisces yang tersembunyi di tulang ekor.


Ketika Dewa Abadi menyentuh Kristal Energi bergambar Pisces yang seukuran ibu jari, Ratu Guan Bihai langsung berubah wujud menjadi Putri Duyung dengan kaki seperti burung.


Sifat Ratu Guan Bihai yang awalnya lemah lembut, tegas, sabar dan penyayang, seketika berubah total seperti binatang buas. Demikian juga dengan semua bawahan dan seluruh penduduk Planet Air, mereka bersama dengan Ratu Guan Bihai menyerang Dewa Abadi.


Dewa Abadi yang melihat perubahan istrinya, jelas tidak tega untuk membunuhnya. Jika bawahan dan penduduk yang berubah ganas, dia tidak segan-segan membunuh mereka.


Dewa Abadi segera mencari solusinya agar mendapatkan Kristal Energi bergambar Pisces tanpa membunuh istrinya. Dan kebetulan, dia melihat Batu Pelindung yang selalu mengeluarkan cahaya setelah perubahan istrinya. Maka, dia memutuskan untuk menghancurkan Batu Pelindung itu.


Batu Pelindung Planet Air akhirnya hancur berkeping-keping. Hancurnya Batu Pelindung membuat Ratu Guan Bihai dan semua penduduk kembali ke wujud semula. Sayangnya, wujud semula itu menjadikan istrinya dan semua penghuni menjadi tua.


Perubahan itu karena hancurnya Batu Pelindung yang menjadi sumber kehidupan Ratu Guan Bihai dan rakyatnya. Tindakan Dewa Abadi yang telah membunuh istrinya.


Karena Batu Pelindung hancur, Planet Air juga hancur. Berakhirnya tantangan ini di Galaksi Sembilan Rasi Bintang. Oleh karena itu, dia sangat sedih lagi-lagi harus kehilangan istrinya.


Saat ini, Dewa Abadi menatap ke arah Alam Kudus. Kemudian, dia masuk ke dalam Dunia Jiwa untuk menemui istrinya terlebih dahulu sebelum menuju ke Alam Kudus. Sudah sangat lama dia tidak menemui istrinya semenjak menerima tantangan musuh.

__ADS_1


Kepada istrinya, Dewa Abadi menceritakan apapun yang dialami dari awal hingga akhirnya membunuh Ratu Guan Bihai secara tidak sengaja. Seandainya tahu jika Batu Pelindung itu hanyalah jebakan, jelas Dewa Abadi tidak mungkin menghancurkannya.


"Ke Alam Kudus lebih baik ditunda dulu. Tenangkan pikiran sebelum menghadapi lawan yang sesungguhnya!" saran Tian Lihua.


Semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwa juga tidak mengingat apapun yang pernah diceritakan oleh Dewa Abadi tentang Naga Pelangi, termasuk istrinya di Dunia Libra dan semua orang yang dikenal di sana.


Dewa Abadi mengikuti saran dari istrinya agar istirahat untuk menenangkan hati dan pikiran.


Tiba-tiba, Tian She Meili dengan manja berbisik kepada Dewa Abadi, "aku ingin seorang bayi!"


"Aku juga!" imbuh Yuna Aurora dengan nada genit, sifat yang tidak pernah dilihat oleh Dewa Abadi.


"Aku sudah beberapa kali minta, kamu selalu gagal memberikanku anak!" protes Qin Diao Chin.


Dewa Abadi tertawa karena semua istrinya meminta pertanggung jawabannya sebagai seorang suami yang kurang perhatian. Chen Yeon dan Hu Yue Yan akhirnya menjadi pasangan Dao Dewa Abadi.


Ketika berhubungan badan dengan Chen Yeon, Dewa Abadi menyegel kekuatannya hingga menjadi manusia biasa. Tetapi dia tetap menggunakan Kitab Kultivasi Ganda agar mampu mengimbangi jumlah istrinya.


Semua istrinya secara kompak tidak membiarkan Dewa Abadi beristirahat setelah berhubungan badan. Mereka membuat Dewa Abadi harus mengeluarkan Energi Yang, setiap istrinya harus mendapatkan dua kali Energi Yang.


352 wanita tanpa henti memeras keringat Dewa Abadi agar terus membuahi rahimnya. Bahkan Xukong Long leluhur Qin Diao Chin juga meminta jatah.


Ketika bulan ketiga berlalu, Yuna Aurora yang pertama kali dinyatakan positif hamil. Lalu disusul oleh Tian Lihua, Tian Shuwan, Tian Chunhua, Tian Mei Yin, Qin Diao Chin dan semua istri utamanya hamil muda.


Dewa Abadi jelas sangat bahagia karena memiliki banyak anak. Karena keberhasilan ini, tercetus ide dari Tian Shuwan. Dia membicarakan idenya ini kepada semua saudarinya, dan mendapatkan persetujuan dari semua orang.


Oleh Tian Shuwan, penduduk Dunia Jiwa yang masih usia 16 tahun hingga wanita yang sudah bersuami diizinkan untuk menjadi pasangan Dao Dewa Abadi. Dia ingin Dunia Jiwa kembali ramai seperti dulu sebelum peperangan di Planet Peliades, inilah idenya...


Tanpa terasa, Dewa Abadi tinggal di Dunia Jiwanya selama lebih dari 30 tahun. Lamanya tinggal karena selalu dicegah oleh anak-anaknya agar tidak terburu ke Alam Kudus.


Dewa Abadi diizinkan pergi ke Alam Kudus setelah kekuatan semua anaknya minimal berada di tingkat True Alfa. Di tingkatan ini anak-anaknya bisa bersaing dengan generasi muda dari Alam Kudus.


Selama itu, lambat laun penduduk di Dunia Jiwanya semakin bertambah banyak. Melihat perkembangan di Dunia Jiwanya, Dewa Abadi tersenyum senang. Dia kembali teringat dengan dua istrinya yang berada di Alam Suci, yaitu Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian.


Dewa Abadi mengutarakan keinginannya yang ingin menemui kedua istrinya itu, dan dia diizinkan jika pergi ke Alam Suci. Dengan segera, dia keluar dari dalam Dunia Jiwanya.


Dengan Teknik Teleportasi, dia telah tiba di Alam Suci. Dengan Mata Surgawi, dia mencari keberadaan Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian. Ternyata, mereka sedang berkultivasi tertutup yang telah lama berlangsung semenjak Dewa Abadi terjebak di Galaksi Sembilan Rasi Bintang.


"Carilah istri baru agar duniamu lebih ramai!" saran Tian Mei Yin.


Dewa Abadi tertawa karena ide-ide isterinya selalu konyol, seperti membuahi rahim istri orang lain, dan kali ini disuruh untuk mencari istri baru.


Dia tidak menjawab sebab sedang melihat kehidupan di Alam Suci yang tidak seramai dulu. Penyebabnya adalah banyak orang yang tewas di peperangan global. Demikian juga dengan para Dewa, jumlahnya tidak sebanyak dulu. Saat ini, di atas tingkat Half Super Omega tidak kurang dari 7 orang, itu sudah termasuk Dewi Kasih dan Dewi Kedamaian.


Dengan situasi seperti ini, jelas pihak Alam Kudus lebih diuntungkan karena akan dengan bebas memperbudak mereka secara halus. Di dalam peperangan itu, pihak Alam Kudus hanya sedikit mengalami kerugian, yaitu kematian tiga Tetua Kuil Kudus dan ketiga muridnya.

__ADS_1


Yang paling dirugikan adalah Dewa Abadi, Alam Suci dan pihak dari luar Laniakea Super Cluster. Melihat kehidupan di Alam Suci, dia menjadi teringat dengan istrinya yang menjadi korban kekejaman pihak Alam Kudus.


"Mengorbankan sedikit nyawa, tetapi mengambil ahli jutaan nyawa. Pemikiran kalian sebagai penguasa memang kuakui hebat!" cibiran Dewa Abadi terhadap musuhnya di Alam Kudus.


"Dengan Dunia Jiwa dan Batu Keabadian yang kumiliki, apa yang sudah menjadi korban akan segera pulih. Lihat saja nanti!" ucap Dewa Abadi yang bertekad membuat gebrakan baru agar mengejutkan lawannya.


Dia akan membuat pasukan baru yang lebih kuat dari sebelumnya. Dengan basis kultivasi Kekuatan Jiwa yang berada di tingkat Semesta, yang lebih tinggi dari tingkat Langit, dia yakin mampu memberikan kekuatan kepada seluruh istri, anak dan pasukannya.


Seandainya dia tidak bertemu dengan Tang Shang, kemungkinan besar Kekuatan Jiwanya tetap berada di tingkat Langit, yang dia pikir adalah puncak tertinggi. Pemikirannya ternyata salah.


Agar mendapatkan Kekuatan Jiwa Semesta, dia harus mengorbankan banyak orang-orang yang disayanginya, dan juga Artefak Alami yang selalu menemani semenjak menjadi Dewa Binatang.


Dengan pencapaiannya ini, Dewa Abadi bertekad untuk mengajarkan Kitab Delapan Hukum Jiwa kepada semua istri dan anak-anaknya, agar memiliki basis kultivasi Kekuatan Jiwa. Dengan mereka memiliki Kekuatan Jiwa, maka mereka lebih kuat dan mampu menjaga dirinya.


"Bersiaplah, aku datang secara tiba-tiba!" ucap Dewa Abadi, lalu berteleportasi.


Dia muncul di depan Dewi Kedamaian yang berkultivasi tertutup di dalam gua. Dewa Abadi menatap wajah cantik istrinya ini. Lalu menyentuh dahi istrinya dengan jari telunjuk, dan mengalirkan energi spiritual untuk membantu istrinya naik level.


Disentuh oleh seseorang, Dewi Kedamaian langsung membuka mata sambil mengeluarkan aura kekuatannya di tingkat Hyper Omega level 2. Kekuatannya saat ini berkat dukungan dari Dewa Abadi, dia berkultivasi selama ini hanya untuk naik 1 level.


Melihat siapa yang menyentuhnya, Dewi Kedamaian meneteskan air mata bahagia.


"Stabilkan emosi!!" teguran Dewa Abadi agar istrinya ini tidak gagal berkultivasi karena terganggu emosinya, hal yang sangat berbahaya.


Dewi Kedamaian memejamkan mata dan merasakan energi besar dari suaminya merasuki tubuh. Tidak butuh waktu lama, luapan energi terobosan menggetarkan gua saat Dewi Kedamaian naik 1 level. Itu belum berhenti, dia merasakan dantian-nya terus menerus terisi dengan energi spiritual dari suaminya.


Boom...


Luapan energi kembali keluar dari tubuh Dewi Kedamaian yang naik level dalam waktu singkat. Gua kembali bergetar hebat, aura kekuatannya dirasakan oleh penghuni Alam Suci.


Dewa Abadi segera menyegel gua agar tidak menganggu siapapun di luar, terutama menganggu Dewi Kasih istrinya yang juga sedang berkultivasi tertutup.


Banyak orang yang mendatangi gua milik Dewi Kedamaian, mereka ingin mengucapkan selamat atas keberhasilannya naik level. Lebih dari 30 tahun, akhirnya Dewi Kedamaian naik level.


Dewa Abadi berhenti mengalirkan energi spiritual saat Dewi Kedamaian mencapai kekuatan Hyper Omega level 12, dari level 2. Dia menunggu istrinya menyetabilkan pondasi setelah terobosan berturut-turut.


"Aku akan pergi ke tempat Dewi Kasih!" pamit Dewa Abadi dan segera menghilang dari hadapan Dewi Kedamaian.


Buru-buru Dewi Kedamaian menghentikan kultivasi tertutupnya, dan menyusul Dewa Abadi. Dia tidak peduli dengan semua orang yang sedang menunggu di depan gua. Baginya, suaminya adalah segala-galanya.


Apalagi baru memberikan kekuatan, tidak pantas jika dirinya lebih mementingkan orang lain. Ketika tiba di gua kediaman Dewi Kasih, dia melihat suaminya melakukan hal sama.


Dalam waktu singkat, Dewi Kasih naik level berturut-turut hingga berhenti di level 11, lebih rendah 1 level dari Dewi Kedamaian. Kedua istrinya segera memeluk erat Dewa Abadi, air mata bercucuran deras.


Jika Dewa Abadi tidak memberikan energinya, naik 1 level belum tentu segera tercapai, dan membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mencapainya. Sedangkan hari ini, mereka menerobos berturut-turut berkat suaminya. Istri mana yang tidak terharu dengan bantuan besar dari suaminya...

__ADS_1


__ADS_2