God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Cakram Bintang.


__ADS_3

Ban 241. Cakram Bintang, Menuju Ke Masa Lalu.


Di suatu tempat, di sebuah planet yang berukuran kecil, jauh lebih besar satelit bulan yang ada di Bumi. Planet itu berada jauh dari Planet Tiga Alam, tepatnya berada di perbatasan antar galaksi.


Planet itu masih baru, tetapi sudah ada daratan yang dipenuhi dengan berbagai macam tumbuhan, aneka satwa liar berukuran kecil, bahkan belum ada manusia maupun ras lainnya di planet itu. Dan, planet itu belum memiliki nama...


Seekor Burung Merpati Putih berukuran besar terbang ke arah planet tersebut. Merpati Putih itu adalah Bai Ge, dan Dewa Abadi duduk di atas punggungnya. Sedangkan Permaisuri Qiao terbaring pingsan di depan Dewa Abadi yang sedang mengobatinya.


"Kenapa kamu selamatkan wanita ini, dan mengapa tidak membunuhnya saja?" tanya Bai Ge dengan nada kesal.


Dewa Abadi meletakkan telapak tangan di perut Permaisuri Qiao, dengan tujuan untuk menyembuhkannya. "Dia mungkin satu-satunya orang yang mengetahui rencana mereka!" jawabannya.


Bai Ge terdiam karena mengerti maksudnya. Sebelum pertarungan, sudah ada kesepakatan yang mana Permaisuri Qiao akan menjawab semua pertanyaan dari Dewa Abadi.


Dewa Abadi tidak kembali ke Planet Tiga Alam dikarenakan kondisinya yang terluka dalam, walaupun tidak separah Permaisuri Qiao. Jika dia kembali ke Tiga Alam, dikhawatirkan musuhnya datang.


Sejak awal sebelum bertarung, Dewa Abadi sudah curiga kenapa Permaisuri Qiao terus menantangnya, dan menebak jika Dewa Langit dan Dewa Surgawi ingin dirinya terluka, serta kehabisan energi, sehingga mereka bisa mengalahkannya. Oleh karena itu, Dewa Abadi tidak kembali ke Planet Tiga Alam.


"Apakah masih jauh tempat itu?" tanya Dewa Abadi yang ingin sesegera mungkin untuk memulihkan kondisinya.


"Sudah dekat. Itu di depan kita!" jawab Bai Ge.


Dewa Abadi melihat planet yang dituju oleh Bai Ge, sebuah planet yang sangat subur, dan jaraknya masih sangat jauh. Berhubungan Bai Ge memiliki kekuatan tingkat tinggi, jarak itu baginya jelas sangat dekat. Apalagi terbang dengan kecepatan cahaya.


Tiba-tiba, Dewa Abadi menoleh ke belakang karena merasakan dua aura kuat mendekatinya. Saat tahu siapa mereka, dia berkata kepada Bai Ge dengan nada serius, "gunakan teleportasi, cepat!"


Bai Ge juga merasakan aura kuat di belakangnya. Karena dirinya menjadi satu dengan Dewa Abadi, maka dia juga memiliki kemampuan yang sama, kecuali tidak bisa memiliki Batu Keabadian dan Kekuatan Jiwa Semesta. Dia segera berteleportasi...


Tidak butuh waktu lama, dua orang yang mengejar muncul di lokasi terakhir sebelum Bai Ge menghilang. Mereka adalah Dewa Langit dan Dewa Surgawi.


Mereka saling mengangguk sebagai komunikasi. Kemudian, Dewa Langit merobek kehampaan agar bisa mengejar Dewa Abadi. Sedangkan Dewa Langit menggunakan teleportasi mengikut jejak energi yang ditinggalkan oleh Bai Ge.


Sewaktu Dewa Abadi bertarung dengan Permaisuri Qiao, mereka tidak menyerangnya dikarenakan Kekuatan Jiwa Semesta belum dikeluarkan. Rencana mereka, mereka menggunakan kekuatan Permaisuri Qiao agar menguras energi Kekuatan Jiwa Semesta. Sayangnya, Dewa Abadi justru menggunakan kemampuannya yang lain.


Tetapi, dengan kondisi Dewa Abadi yang sedang terluka dalam, kesempatan ini jelas tidak akan disia-siakan oleh mereka...


Bai Ge muncul di planet tak bernama. Dewa Abadi segera turun dari punggungnya sambil membopong tubuh Permaisuri Qiao. Bai Ge kembali menjadi seukuran Burung Merpati Putih pada umumnya, lalu bertengger di bahu kiri Dewa Abadi.


Dewa Abadi segera terbang ke arah hutan lebat. Setelah masuk ke dalam hutan, terdapat cahaya benderang. Di segera menuju ke cahaya itu. Saat sudah berada di dalam cahaya, dia melihat Kitab Suci Kelahiran yang sudah menunggunya.


Di depan Kitab Suci terdapat peti mati yang terbuat dari es. Dewa Abadi membaringkan tubuh Yao Ningqiao ke dalam peti es. Lalu dia menatap Kitab Suci Kelahiran.


"Apakah ada sesuatu yang penting sehingga Yang Mulia Kitab Suci menemui saya di tempat ini?" tanyanya.

__ADS_1


Karena cahaya mengeluarkan aura yang hanya dimiliki oleh para Kitab Suci, Dewa Abadi tidak terkejut, hanya saja keheranan bagaimana mereka bisa mengetahui tempat yang akan ditujunya, bahkan sudah tiba sebelum dirinya dan juga menyiapkan peti es untuk memulihkan kondisi Yao Ningqiao.


"Benar. Memang ada yang sangat penting, ini tentang mereka!" jawab Kitab Suci Kelahiran.


"Apa itu?" tanya Dewa Abadi dengan serius.


Muncul di hadapan Kitab Suci Kelahiran sebuah benda berbentuk bundar, diameternya 12 cm, berwarna hitam, ketebalan 4 cm, dengan berat 3 kg. Benda itu terdapat simbol-simbol 12 Rasi Bintang.


"Ini adalah Cakram Bintang. Benda ini yang Anda minta. Dengan benda ini, Anda dengan bebas melintas waktu masa lalu dan masa depan!" jelas Kitab Suci Kelahiran sambil memberikan kepada Dewa Abadi yang segera menerimanya.


"Apa hubungannya dengan benda ini dengan mereka? Lalu bagaimana cara menggunakan benda ini?" tanyanya sambil memeriksa Cakram Bintang.


"Mereka segera datang, kita bicara di Alam Tianwu saja," kata Kitab Suci Kelahiran.


Dewa Abadi mengangguk sebagai jawaban. Dalam sekejap mata, Dewa Abadi, Bai Ge dan Yao Ningqiao yang terbaring di dalam peti es sudah berada di dalam Menara Roh. Dan Kitab Suci Kelahiran sudah berkumpul bersama 11 Kitab Suci yang lainnya.


Dewa Abadi duduk di kursi empuk dan menunggu jawaban dari Kitab Suci Kelahiran. Karena wujud Kitab Suci seperti namanya, dia tidak bisa melihat keseriusan mereka.


"Dewa Langit dan Dewa Surgawi telah melintasi masa lalu sebelum Dewa Perusak duduk di Tahta Trimurti. Mereka bisa melintasi waktu juga atas bantuan dari Dewa Perusak. Ada sudah pasti tahu tujuan mereka...!" jelas Kitab Suci Kelahiran


Dewa Abadi mengangguk paham. Jelas tujuan Dewa Langit dan Dewa Surgawi untuk memberitahukan kepada Dewa Perusak yang masih remaja tentang kejadian di masa depan. Bai Ge yang tahu akan kemana jelas kegirangan, namun dia menahan diri.


"Karena itu, kami minta Anda menghentikan mereka sebelum menemui Dewa Perusak! Untuk menggunakan Cakram Bintang sangat sederhana, gunakan energi kekuatan jiwa. Dengan pikiran Anda, Cakram Bintang akan membawa Anda ke waktu masa lalu atau ke masa depan!" Lanjutnya.


Ketika Dewa Langit dan Dewa Surgawi melintas waktu masa lalu, kekuatan mereka seketika menghilang, menjadi manusia biasa karena yang dituju adalah Tiga Alam, tempat tidak bisa didatangi oleh kultivator dari masa depan.


Tetapi, mereka masih mengingat apapun yang telah dilaluinya ketika kekuatannya berada di atas True Omega. Dan, mereka melintasi waktu masa lalu saat Dewa Abadi sedang hibernasi di Alam Tianwu. Mereka baru kembali lima ribu tahun sebelum Dewa Abadi bangun.


Dewa Abadi memikirkan perkataan Kitab Suci. Yang dia pikirkan, seandainya berada di masa lalu dan membunuh kedua musuhnya itu, apakah mereka akan tetapi ada di waktu ini.


"Jika saya membunuh Dewa Langit dan Dewa Surgawi, apakah mereka masih membuat kekacauan di zaman ini?" tanya Dewa Abadi.


"Mereka yang dulu dan sekarang akan tetap memiliki karakter yang sama... Jika Anda bisa mengeliminasi mereka beserta jiwanya, mereka tidak akan ada lagi di dunia manapun. Mereka yang saat ini, akan kehilangan kekuatannya, menjadi manusia biasa. Ketika Anda berhasil mengeliminasi mereka saat berada di masa lalu, kami yang akan mengurus mereka. Tetapi satu hal yang harus Anda ketahui, Anda tidak bisa mengeliminasi Dewa Perusak karena dia adalah orang pilihan!" jawab Kitab Suci Alam Kudus.


Dewa Abadi senang mendapatkan informasi ini. Tetapi, dia harus memulai kehidupan seorang kultivator dari awal, yang pastinya membunuh musuh juga membutuhkan perjuangan ekstra. Intinya, dia tidak bisa membunuh Dewa Perusak.


"Mengapa Beliau (Dewa Tertinggi) tidak menghentikan mereka?" selidik Dewa Abadi.


"Yang Mulia Dewa Tertinggi jelas mengetahuinya, tetap masalah ini sangat sepele. Jadi, masalah ini menjadi tanggung jawab kita dan Anda. Apakah Anda bersedia untuk menghentikan mereka ?" jawab Kitab Suci Kelahiran dan bertanya balik.


"Saya bersedia! Baiklah, saya akan pergi sekarang!" jawab Dewa Abadi dan segera berdiri.


Sedangkan Bai Ge segera masuk ke dalam Dunia Jiwa agar khawatir melintasi waktu membuatnya tertinggal. Dia sudah tidak sabar apa yang akan terjadi di masa lalu. Segudang pertanyaan dipikirannya, salah satunya tentang penampilan Dewa Perusak.

__ADS_1


"Tunggu dulu. Karena Anda akan melintasi waktu masa lalu di Tiga Alam, Cakram Bintang tidak bisa digunakan. Agar Anda bisa berada di sana, kami yang akan membantu Anda. Silakan masuk ke tengah altar!" cegah Kitab Suci Kelahiran sebelum Dewa Abadi menggunakan Cakram Bintang.


Jika Dewa Abadi terburu-buru menggunakan Cakram Bintang dan yang dituju adalah Planet Tiga Alam, Cakram Bintang akan meledak. Dampak ledakannya mampu menghancurkan Alam Tianwu dan banyak planet yang berada di sekitarnya ikut hancur.


Dewa Abadi tidak segera masuk ke dalam altar karena memikirkan perkataan Kitab Suci. Namun, dia segera mengabaikan pikiran yang akan mempengaruhi tindakannya. Dia dengan segera berjalan ke tengah altar sambil menyimpan Cakram Bintang ke dalam Dunia Jiwanya.


Setelah itu, 12 Kitab Suci yang berada di puncak tugu di pinggir altar mengeluarkan cahaya. Cahaya itu menyelimuti tubuh Dewa Abadi agar melintasi waktu masa lalu di Planet Tiga Alam.


Cahaya Kitab Suci membuat kedua mata Dewa Abadi silau sehingga memejamkan matanya. Lalu dia mendengar suara telepati dari Kitab Suci Kelahiran.


"Anda akan akan terlahir sebagai tanaman jiwa yang bertransformasi menjadi manusia. Segala kemampuan Anda akan tersegel. Anda hanya bisa menggunakan Kekuatan Jiwa Semesta dan Batu Keabadian. Kami sangat mengharapkan keberhasilan Anda!"


"Tunggu, aku mau min--" cegah Dewa Abadi sebelum dikirim ke masa lalu.


Sayangnya, tubuh seketika menjadi partikel-partikel kecil. Dan dalam sekejap mata telah menghilang dari altar. Kemudian, Yao Ningqiao yang berbaring di peti es juga ikut menghilang...


...****************...


Di Tiga Alam.


Pagoda Berlian 5 lantai tiba-tiba mengeluarkan cahaya benderang yang berasal dari lantai empat. Semua orang yang berada di sekitarnya jelas keheranan karena Pagoda Berlian 5 lantai kembali bercahaya.


Kemudian, semua orang melihat cahaya itu melesat ke langit. Setelah menembus atmosfer Tiga Alam, dentuman besar memekakkan telinga. Namun anehnya, ledakan besar itu tidak menghancurkan apapun. Mereka melihat cahaya itu menghilang dalam sekejap.


Mahaguru Sam dan Mahaguru Lu segera masuk ke dalam Pagoda Berlian 5 lantai, menuju ke lantai empat. Saat berada di dalam, mereka syok karena semua kitab bela diri dan Artefak Alami tidak ada. Mereka hanya melihat Putri Mahatma.


"Putri ...."


Putri Mahatma mengangkat tangan sebelum Mahaguru Lu bertanya tentang menghilangnya semua kitab bela diri dan Artefak Alami.


"Aku pergi sementara dengan batasan waktu tak tertentu. Selama aku pergi, Tiga Alam saat ini tidak akan terjadi apa-apa!" pamit Putri Mahatma.


Mahaguru Sam dan Mahaguru Lu jelas bingung dengan pertanyaannya. Namun, sebelum mereka bertanya, tubuh Putri Mahatma berubah menjadi titik-titik energi. Dalam sekejap mata menghilang dari hadapan mereka.


Mahaguru Sam menghela nafas berat karena baru pertama kali Putri Mahatma meninggalkan Pagoda Berlian 5 lantai, ada rasa enggan untuk ditinggalkan.


Sedangkan Mahaguru Lu berpikiran lain, dia mengepalkan kedua tangannya. Entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Karena Putri pergi, aku harus sesegera mungkin mencapai tingkat Creator Of The Universe!" tekad Mahaguru Lu yang tidak ingin kalah dari Dewa Abadi.


"Aku juga. Kita sebagai Pelindung Pagoda Berlian, harus bisa menjadi panutan bagi semua kehidupan di dunia ini!" sahut Mahaguru Sam yang segera keluar dari dalam Pagoda Berlian 5 lantai.


Mahaguru Lu menyeringai lebar, lalu menuju ke lantai lima yang tidak pernah dimasukinya...

__ADS_1


__ADS_2