
Bab 231. Terbukanya Portal Dimensi.
Setelah keempat anak angkat Mahaguru dibunuh oleh Bai Ge, kekhawatiran Putri Lique tidak terjadi, hal yang aneh bagi keempat wanita itu. Mereka pikir, Kasta Mahaguru akan membalas perbuatan Bai Ge dan Dewa Abadi.
"Apakah tidak lebih baik kita selidik saja Raja Yao, siapa tahu kita mendapatkan informasi?" usulan Bai Ge sebelum Dewa Abadi masuk ke dalam Pagoda Berlian.
Dewa Abadi berhenti sebelum membuka pintu Pagoda Berlian. "Itu yang mungkin mereka inginkan! Seandainya aku kesana dan ternyata mereka sudah menyiapkan jebakan, apa yang harus kita perbuat?" tanyanya.
Hal ini sudah Dewa Abadi pikiran. Awalnya dia juga berniat untuk menyelidiki Raja Yao untuk mencari tahu rencana mereka, namun diurungkan karena musuhnya mungkin sudah menerka apa yang akan dilakukannya.
Selama menjalani siklus Samsara 9 Kehidupan, keluarganya terutama Dewa Langit selalu memantau, segala tindakan dan pola pikirnya sudah pasti diketahui.
Jika lawannya masih berada di bawah Half Super Omega, Dewa Abadi tidak sedikitpun takut apalagi khawatir akan skema mereka. Berhubung lawannya orang yang kuat, langkah yang bijak adalah menunggu pergerakan mereka.
"Raja Chen, Raja Hu dan para Mahaguru sudah pasti memikirkan hal ini! Mereka tidak akan ceroboh sepertimu yang asal membunuh orang. Para pimpinan memilih menyiapkan diri dan menunggu lawan bergerak!" tutur Dewa Abadi sambil menarik paruh Bai Ge.
Bai Ge meronta-ronta dengan mengepakkan sayapnya agar terlepas dari tangan Dewa Abadi. Setelah Dewa Abadi melepaskan paruhnya, dia mematuk berulang-ulang telinganya sebagai bentuk kekesalan.
"Siapa yang ceroboh! Mereka saja yang lemah!" dalih Bai Ge yang tidak mau disalahkan karena sudah membunuh lima orang dalam sehari ini.
Untung saja kekuatan para korbannya tidak tinggi, dan tidak mungkin energi kematian mereka mampu melepaskan Dewa Petarung yang tersegel. Untuk membuka segel itu, membutuhkan jutaan korban yang memilik basis kultivasi minimal di tingkat Saint.
"Apakah Dewa akan masuk?" teguran Chen Yeon Mei yang sudah berada di belakang Dewa Abadi bersama dengan tiga sahabatnya.
Dewa Abadi membalikkan badan dan melihat mereka. Sebelum menjawab, dia mengerutkan kening saat merasakan fluktuasi energi spasial di salah satu titik portal dimensi.
"Kabarkan kepada semua orang untuk bersiap-siap!" perintah Dewa Abadi kepada keempat wanita muda di depannya.
"Ada apa?" tanya Hu Yue Lian.
Dewa Abadi tidak menghiraukan pertanyaan Hu Yue Lian, dia segera menuju ke tempat portal dimensi yang akan terbuka. Bai Ge yang melihat keempat wanita itu tidak segera menanggapi perintah Dewa Abadi.
"Wanita bodoh, salah satu portal dimensi akan terbuka! Kabarkan masalah ini kepada bapakmu!" teguran Bai Ge.
Ditegur oleh Bai Ge, keempat wanita itu dengan panik segera masuk ke dalam Pagoda Berlian untuk memberitakan berita ini. Berhubung suara Bai Ge sangat keras, bisa didengar oleh siapapun yang berada di Daratan Pagoda Berlian.
Dewa Abadi dan Bai Ge telah berada di pesisir pantai, mereka melihat setitik lubang yang akan terbuka. Lubang itu berada di atas permukaan pasir putih dengan jarak dua meter,
Dia segera membuat Formasi Array tingkat Supreme Formasi God tahan puncak, jenis Formasi Kurungan. Dia ingin mengurung siapapun yang keluar dari lubang hitam.
__ADS_1
Ketika Dewa Abadi memendam Batu Formasi mengelilingi portal dimensi yang akan terbuka, Raja Chen, Raja Hu dan banyak orang berdatangan. Mereka berhenti melihat Dewa Abadi yang akan membuat Formasi Array. Mereka segera mendekati titik lubang portal dimensi untuk diperiksa.
Di kejauhan, mereka juga merasakan fluktuasi energi spasial yang akan terbuka, dan segera menyusul Dewa Abadi sebelum keempat wanita itu melapor.
"Ini memang akan terbuka! Dewa, apa yang akan Anda lakukan?" tanya Raja Chen.
"Menahan mereka agar tidak keluar dari dalam Formasi Array. Hal ini akan memberikan kita waktu untuk menyiapkan diri!" jawab Dewa Abadi yang telah selesai memendam Batu Formasi dengan bentuk Pentagram.
Dengan menjentikkan jari tangan kanan, Formasi Array segera aktif, membentuk sebuah kubah yang mengurung lubang portal dimensi akan akan terbuka. Ukuran kubah berdiameter lima meter persegi.
"Apakah Supreme Formasi God tahan puncak ini mampu menahan daya tekanan dari portal dimensi?" tanya salah satu Mahaguru dari marga Chen.
Sekali melihat, semua orang dengan mudah mengetahui jenis apa Formasi Array yang dibuat oleh Dewa Abadi, dan bukan sesuatu hal yang dianggap hebat, karena pada dasarnya Formasi Array merupakan bentuk lain dari energi basis kultivasi.
"Kalau tidak dicoba, siapa yang tahu!" jawab Dewa Abadi yang memang belum pernah mencoba Formasi Array untuk memblokir portal dimensi.
Jika membuat portal dimensi, dia sudah seringkali membuatnya. Dalam proses hingga portal dimensi bisa digunakan, dia juga tidak mendapatkan halangan.
Sebelum kedatangan Dewa Abadi, semua orang mengetahui jika ada titik-titik portal dimensi karena merasakan fluktuasi energi spasial ketika bermunculan. Dan fluktuasi energi itu menghilang setelah titik koordinat telah ditentukan.
Awalnya, mereka tidak menaruh curiga kepada orang yang berasal dari Dinasti Anwuzhi yang sedang menandai titik koordinat, mereka pikir orang-orang itu sedang berkunjung ke Pagoda Berlian.
"Ada 101 retakan spasial, apakah perlu dibuatkan Formasi Array?" tanya Raja Hu sambil berjalan masuk ke dalam Formasi Kurungan, namun dia terkejut karena tidak bisa masuk.
Biasanya, jika ada orang yang membuat Formasi Array, dia dengan mudah keluar masuk dari Formasi tersebut, sebab kekuatannya melebihi Divine Realm yang tidak lagi terhalangi oleh Formasi Array.
"Anda tidak menggunakan energi spiritual dan Batu Formasi? Energi apa yang Anda gunakan?" tanya Raja Hu kepada Dewa Abadi.
Dewa Abadi tersenyum sambil mengangguk. Memang dia tidak menggunakan energi yang biasanya digunakan oleh para ahli Formasi Array, melainkan menggunakan Kekuatan Jiwa yang jelas berbeda dengan energi spiritual dan Batu Formasi.
"Karena ini juga baru pertama kali aku membuatnya, saya tidak tahu apakah efektif untuk menahan portal dimensi! Saya gunakan energi kekuatan jiwa yang sering digunakan oleh ahli Alkemis!" jelas Dewa Abadi yang tidak ingin mengatakan jika memiliki Kekuatan Jiwa Semesta.
"Jika aku saja tidak bisa masuk, siapapun orangnya yang keluar dari portal dimensi jelas tidak akan bisa keluar! Kemungkinan besar ini akan efektif!" keyakinan Raja Hu setelah mencobanya sendiri.
"Saya harap juga begitu!" sahut Dewa Abadi.
Lalu dia mengeluarkan banyak kursi sofa untuk duduk menunggu portal dimensi terbuka. Semua orang tertawa karena Dewa Abadi masih menggunakan kursi untuk duduk, padahal bisa saja dengan mudah membuat kursi dari energi spiritual. Walaupun menertawakan Dewa Abadi, tetap saja mereka ikut duduk.
Setelah mengeluarkan meja kayu bentuk bundar, dia mengeluarkan banyak botol minuman beralkohol merk terkenal. Selama menjalani kehidupan sebagai manusia biasa di Bumi, dia sudah banyak sekali merasakan jenis minuman beralkohol.
__ADS_1
Dewa Abadi segera membuka penutup botol dengan ujung ibu jari, lalu segera meminumnya. Karena di Tiga Alam tidak pernah melihat botol berbentuk unik, serta tidak pernah merasakan minuman beralkohol dari Bumi, mereka segera mengambil botol.
"Jangan gunakan energi apapun jika ingin merasakan nikmatnya minuman ini," kata Dewa Abadi sebelum mereka menenggak minuman keras itu.
Hu Yue Lian, Chen Yeon Mei, Putri Lique dan Putri Jiyan juga mengambil satu botol per orang. Mereka mengikuti saran Dewa Abadi karena ingin merasakan rasa minuman ini.
Bagi kultivator di atas tingkat Kaisar, minuman keras tidak akan berpengaruh, sebab akan segera dikonversi menjadi energi, efek memabukkan tidak akan dirasakan. Oleh karena itu, Dewa Abadi menyarankan mereka agar tidak menggunakan energi jenis apapun untuk menetralisir minuman beralkohol.
Baru saja sekali tegukan, keempat wajah wanita menjadi merah karena merasakan rasa pada minumannya, rasa pahit, manis dan asam. Selain itu, lidah mereka terasa gatal.
Bagi pria, minuman ini lebih dari minuman keras yang dulu pernah diminumnya, lebih nikmat karena ada berbagai macam rasa. Akibatnya, wajah mereka menjadi merah karena efek alkohol telah bekerja.
"Kamu sengaja membuat mereka mabuk! Jika mereka mabuk, bagaimana dengan portal dimensi?" teguran Bai Ge yang tidak ikut minuman.
Dewa Abadi hanya tersenyum dan tidak menjawab, sebab orang-orang kuat ini akan dengan mudah menghilang efek memabukkan pada minuman yang diminum.
Setelah beberapa jam menunggu, perlahan titik spasial mulai terbuka. Melihat itu, semua orang yang mabuk segera menetralisir racun minuman keras. Wajah mereka kembali seperti semula dan menjadi serius melihat portal dimensi.
Dengan perlahan portal dimensi membesar, namun tertahan oleh energi Formasi Kurungan. Formasi Array bergetar sesaat karena mendapatkan perlawanan dari portal dimensi yang belum secara maksimal terbuka.
Semua orang melihat ke dalam portal dimensi yang gelap, dan tahu bahwa itu berada di ruang kehampaan. Banyak orang yang mengembangkan senyuman karena Formasi Array mampu menahan portal dimensi membesar. Akan tetapi, senyuman mereka seketika menghilang saat melihat satu mata besar berwarna merah di dalam portal.
"Omniverse!" seruan semua orang yang mengetahui mahkluk apa yang memiliki mata besar berwarna merah.
Dewa Abadi tidak sedikitpun terkejut melihat mahkluk itu, sebab sudah pernah melihat bahkan melawannya. Mahkluk itu adalah Omniverse yang pernah menghalangi Dewa Abadi, Hu Yue Yan dan Chen Yeon yang akan mengembalikan Pagoda Berlian.
Kepala Omniverse menyerupai kadal, memiliki sepasang sayap, cakarnya menyerupai cakar elang, seluruh tubuh terdapat sisik logam, punggungnya penuh dengan duri tajam yang keras. Dari matanya bisa mengeluarkan sinar yang mampu menghancurkan sebuah bintang dengan mudah.
Waktu itu, Dewa Abadi memang hampir mengalahkan Omniverse, tetapi dengan mudah dikalahkan oleh Dewa Pencipta hanya dengan menyentuh dahi Omniverse, dan seketika berubah menjadi sehelai rambut.
Omniverse tercipta dari sehelai rambut milik Dewa Perusak, diciptakan untuk dijadikan pasukan khusus yang selalu mengikuti perintahnya. Dengan kata lain, diciptakan untuk melindungi kerajaannya ketika dia menjelajahi ruang dan waktu.
Karena Omniverse terlalu berbahaya serta kekuatannya yang mengerikan, maka Dewa Pencipta dan Dewa Pemelihara memutuskan untuk menghilangkan kemampuan Dewa Perusak dalam menciptakan mahkluk dari rambutnya. Tujuannya, agar Omniverse tidak membuat kekacauan di alam semesta.
Akan tetapi, Dewa Tertinggi tidak memusnahkan Pasukan Omniverse karena disembunyikan oleh Dewa Perusak, dan mereka tidak tahu berapa total jumlah Pasukan Omniverse.
Dewa Abadi menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan secara perlahan, dia tahu siapa yang akan dihadapinya. Saat melawan satu Omniverse, waktu itu kekuatannya berada di tingkat Divine Realm sudah sangat kesulitan untuk mengalahkannya.
Saat ini, kekuatannya berada di Creator Of The Universe, tetapi harus melawan Pasukan Omniverse yang sulit untuk dibunuh...
__ADS_1