God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Dewa Binatang Vs Bai Ze.


__ADS_3

Bab 159. Pertarungan Dewa Binatang dan Bai Ze (1).


Ketika Bai Ze membuka matanya, para raksasa yang keluar dari altar Dewa Sihir tidak seperti biasanya yang langsung menyerang, kali ini berbaris rapi di depan lingkaran sinar. Setiap kali raksasa keluar dari dalam altar, barisan terdepan segera maju untuk memberikan ruang, dan raksasa itu masih terus keluar dari altar Dewa Sihir.


Semua Dewa melihat itu, mereka merasakan jika ini akan terjadi pertempuran habis-habisan saat melihat jumlah raksasa penunggang Banteng semakin banyak.


Banyaknya para raksasa melebihi balatentara Langit dan Asyura, bahkan jika digabungkan dengan semua pasukan dari galaksi lain, jumlah raksasa lebih banyak dan semakin bertambah.


Semua Dewa gelisah melihat jumlah raksasa terus keluar dari dalam altar. Jika mereka bisa menerobos lingkaran sinar, sudah pasti akan segera menghentikan para raksasa keluar dari altar Dewa Sihir, namun sayangnya mereka tidak bisa. Kecuali satu Dewa yang mampu dan dengan mudah keluar masuk dari lingkaran sinar.


Dan semua Dewa, tak terkecuali Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, tiga Taois, serta semua Dewa dan Dewi, mereka melihat Dewa Binatang, berharap Dewa Binatang segera menutup altar Dewa Sihir.


Saat ini, Dewa Binatang, Yuna Aurora, Pang Shui dan semua sahabatnya, berada di tengah gedung pertemuan, di depan mereka terdapat meja bundar sebagai pembatas antara Chen Yeon dan pendukungnya.


Di tribun, para Dewa duduk tanpa kata. Dihadapan Dewa Binatang adalah Chen Yeon, Hu Yue Yan, Hu Weiheng, Chen Ying, Kaisar Langit, Maharaja Yaksa, tiga Taois, dan tiga calon Pelindung Alam Semesta yang kini statusnya menjadi pelindung pengadilan surga dari Alam Kudus.


"Dewa Binatang, kita harus segera mengembalikan Pagoda Berlian sesegera mungkin sebelum 11 mahkluk dari 12 rasi bintang datang!" Chen Yeon mengingatkan Dewa Binatang.


Dewa Binatang melihat Chen Yeon. "Apakah dengan aku menyerahkan Pagoda Berlian, bisa menghentikan peperangan ini?" tanyanya yang ingin kepastian, sebab peperangan besar akan segera terjadi.


"Bai Ze memang harus kita kalahkan bagaimanapun caranya! Dengan kembalinya Pagoda Berlian, setidaknya bisa menghentikan 11 mahkluk rasi bintang, dan juga menghentikan fenomena ini!" jawab Chen Yeon.


"Bisakah Anda dapat dipercaya?" tanya Dewa Binatang dengan tegas, dia tidak ingin Pagoda Berlian jatuh ke pihak lain yang justru memperburuk keadaan.


Chen Yeon, Chen Ying, Hu Yue Yan dan Hu Weiheng segera berdiri, mereka mengangkat tangan kanan dengan dua jari ke atas. Secara serempak mereka bersumpah.


"Dengan nyawa dan jiwa, kami bersumpah untuk selalu melindungi Pagoda Berlian sampai kembali ke tempatnya. Jika kami tidak mampu melindunginya, terkutuk-lah anak dan keturunan kami yang selamanya menderita!"


Setelah mereka bersumpah, dari langit muncul Kitab Suci yang menjadi saksi, serta akan memberikan hukuman sesuai dengan apa yang telah diucapkan oleh Chen Yeon dan ketiga rekannya. Kitab Suci itu kembali menghilang setelah menyinari tubuh Chen Yeon dan ketiga rekannya.


Dewa Binatang memejamkan mata sejenak. Tidak berselang lama, muncul Pagoda Berlian dalam bentuk miniatur di atas meja bundar, dan semua orang melihat Pagoda Berlian.


Segera Chen Yeon melambaikan tangannya untuk mengambil Pagoda Berlian. Setelah berada di tangannya, ia memberikannya kepada Chen Ying sambil berkata, "saudara Ying dan saudara Weiheng, tugas kalian untuk mengembalikan Pagoda Berlian ini ke tempatnya. Kami berdua akan tetap berada di sini untuk membantu mengalahkan Bai Ze dan pasukannya. Jika fenomena alam ini terhenti, tanda kalian telah berhasil!"


Chen Ying menerima Pagoda Berlian dari tangan Chen Yeon, semua orang melihatnya.


"Untuk lebih terjaminnya Pagoda Berlian tidak jatuh ke pihak yang jahat, alangkah baiknya jika Anda melindunginya bersama-sama! Untuk masalah di sini, kita semua akan berjuang untuk mengalahkan Bai Ze!" saran dari Dewa Binatang yang khawatir ketika dalam perjalanan nanti, Chen Ying dan Hu Weiheng dihadang oleh orang yang lebih kuat.

__ADS_1


Chen Yeon dan semua pendukungnya merenungi saran dari Dewa Binatang, dan perkataannya memang benar.


"Kami berdua adalah jaminan bahwa Pagoda Berlian berada di tangan yang tepat. Saya percaya kepada kemampuan saudara Ying dan saudara Weiheng yang mampu melindungi Pagoda Berlian!" alasan dari Chen Yeon yang tidak ingin adanya kecurigaan dari pihak manapun, walaupun dirinya telah bersumpah.


"Kebijaksanaan Anda patut diapresiasi!" pujian Dewa Binatang, namun dihatinya rasa gelisah belum sirna.


Chen Ying dan Hu Weiheng segera memegang Pagoda Berlian secara bersamaan, lalu mereka mengalirkan energi spiritual agar terhubung dengan mereka dengan tujuan tidak jatuh ke pihak lain.


"Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami! Saya dan saudara Weiheng, akan langsung kembali. Jika fenomena alam ini terhenti, kita akan segera menemui Yang Mulia sekalian!" pamit Chen Ying.


Semua orang menangkupkan kedua tangannya sebagai bentuk penghormatan, kecuali Dewa Binatang dan pendukungnya. Kemudian, Chen Ying memasukkan Pagoda Berlian ke dalam Dunia Jiwanya. Setelah itu, Chen Ying dan Hu Weiheng melesat ke langit seperti sinar.


Dewa Binatang menghela nafas panjang sambil melihat kepergian Chen Ying dan Hu Weiheng. Kepergian mereka semakin membuatnya gelisah.


"Dewa Binatang, para raksasa telah melebihi jumlah di pihak kita ... Seberapa banyak pasukan yang Anda miliki?" Chen Yeon tanpa berbasa-basi karena ingin menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.


Dewa Binatang tidak segera menjawab, dia memejamkan mata untuk berkomunikasi dengan semua istri serta pasukannya yang berada di dalam Dunia Jiwanya.


"Seperti yang sudah kalian ketahui, akan terjadi 12 gelombang peperangan. Bentuk 12 unit pasukan dari yang terendah hingga terkuat. Pasukan unit terendah akan menghadapi Bai Ze. Segera bentuk!" perintah Dewa Binatang kepada seluruh penghuni Dunia Jiwanya.


Dewa Binatang dan pendukungnya menghilang dari gedung pertemuan. Chen Yeon dan Hu Weiheng saling berpandangan karena penasaran dengan seberapa besar kekuatan militer yang dimiliki oleh Dewa Binatang.


Kemudian, Chen Yeon dan semua pendukungnya mengikuti Dewa Binatang. Saat ini, mereka muncul di langit sambil melihat medan perang Samudera Hitam.


Karena terlalu banyak raksasa yang keluar dari altar Dewa Sihir, semua pasukan di pihak para Dewa harus mundur dan masuk ke dalam tembok pertahanan. Saking banyaknya para raksasa, mereka seperti semut berbaris memenuhi Samudera Hitam.


Jika dibandingkan dengan pihak Dewa, satu banding sepuluh lebih banyak raksasa. Dan sudah jelas pihak Dewa sudah pasti kalah. Yang sebelumnya menang jumlah, pihak Dewa dibuat kewalahan, apalagi kalah jumlah.


Dewa Binatang melihat Bai Ze yang kedua matanya tertuju ke 11 rasi bintang, menghadap ke arah timur. Bai Ze tetap diam mematung dengan kedua matanya yang tidak berkedip.


"Dewa Binatang, Anda bisa masuk ke dalam lingkaran sihir, apakah Anda bisa menutup lubang altar Dewa Sihir?" Chen Yeon membuka pembicaraan setelah melihat kekuatan lawan yang semakin besar.


"Akan kucoba!" jawab Dewa Binatang yang tidak bisa memastikan mampu menutup altar Dewa Sihir, "bagian timur, tolong kosongkan untuk pasukanku!" pintanya.


Kaisar Pang Hong buru-buru memerintahkan para jenderalnya untuk memindahkan pasukan ke bagian timur, dia ingin bergabung dengan pasukan Dewa Binatang karena lebih terjamin keselamatan pasukannya, walaupun harus langsung berhadapan muka dengan Bai Ze.


Segera Chen Yeon memerintahkan pendukungnya untuk mengatur ulang barisan pasukan, sesuai dengan keinginan Dewa Binatang yang kini sudah berada di timur bersama dengan pendukungnya.

__ADS_1


Chen Yeon dan Hu Yue Yan segera mengikutinya karena ingin melihat seberapa besar kekuatan militer yang dimilikinya. Mereka tercengang ketika melihat Dewa Binatang mengeluarkan pasukan binatang dari dalam Dunia Jiwa, jumlahnya mencapai 10 juta binatang darat yang sudah dilengkapi dengan perlengkapan perang di sekujur tubuhnya.


Setiap pasukan binatang darat ditunggangi oleh seorang prajurit yang juga mengenakan zirah perangnya. Di depan pasukan binatang, ada sekitar seribu Demon Rabbit Mythical yang siap mengobrak-abrik barisan terdepan para raksasa. Di belakang pasukan binatang berbaris rapi pasukan Kekaisaran Pang yang jumlah totalnya dua juta prajurit.


"Roarrr... Roarrr...!!" raungan semua binatang yang saling bersaut-sautan, mereka siap bertarung dengan para raksasa, suara menggema di Samudera Hitam dan menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.


Dewa Binatang tersenyum melihat pasukannya yang penuh semangat, lalu dia berkata kepada pasukannya, "inilah yang selama ini kalian tunggu-tunggu, bertarung untuk kejayaan bersama! Jika kalian takut, segera mundur. Jika mau berjuang mati-matian, maju bersamaku!"


Kembali semua binatang dan pasukan Kekaisaran Dewa Binatang meraung-raung keras karena bersemangat. Xu Huang segera melesat ke arah Dewa Binatang, dan berdiri di sampingnya.


"Aku yang akan memimpin kalian! Ayo, maju bersama denganku!" ucap Xu Huang dengan menggebu-gebu.


Namun, semua binatang seketika diam karena Xu Huang bukanlah pemimpin mereka. Xu Huang jelas malu dengan garuk-garuk kepalanya yang gundul.


Dewa Binatang tersenyum sambil menepuk bahu sahabat, lalu dia berkata kepada pasukannya, "gendut ini sahabatku, percayalah kepadanya!"


Kembali pasukan Kekaisaran Dewa Binatang meraung-raung keras. Xu Huang tertawa keras karena bangga bisa menjadi pemimpin pasukan binatang.


Kemudian, para raksasa barisan terdepan serempak berjalan ke depan, perlahan mulai berlari. Melihat pergerakan para raksasa, sudah jelas perang akan terjadi. Aura kekuatan serta kematian seketika dirasakan oleh semua kehidupan di Benua Peliades.


Boom boom boom boom...


Demon Rabbit Mythical menghancurkan dinding pertahanan untuk membuka jalan bagi pasukan binatang. Lalu Xu Huang, Juan Rou dan kedua anaknya memimpin pasukan binatang. Ketika pasukan Demon Rabbit Mythical dan pasukan binatang keluar, mereka menyebar ke samping kanan dan kiri.


Karena banyaknya pasukan Kekaisaran Dewa Binatang, semua Dewa langsung bersemangat, mereka segera maju bersama dengan pasukannya.


Semua pasukan dari segala penjuru mata angin menyerang para raksasa. Ukuran Demon Rabbit Mythical yang lebih besar dari raksasa, dengan brutal memporak-porandakan barisan terdepan dari para raksasa...


Seorang diri, Dewa Binatang menghilang dan muncul di dalam lingkaran sihir. Seperti sebelumnya, para raksasa yang keluar dari altar tidak melihatnya. Kemudian, dia mengeluarkan bola-bola energi kunang-kunang, lalu mengepung altar Dewa Sihir. Seketika para raksasa yang berada di dekatnya menjadi abu.


Ketika bola energi kunang-kunang akan memasuki lubang altar Dewa Sihir, tiba-tiba Bai Ze mengangkat kaki kirinya yang akan menginjak tubuh Dewa Binatang.


Dewa Binatang yang tahu, segera memukul telapak kaki raksasa Bai Ze. Ketika berbenturan, suara pukulannya seperti ledakan bom. Dampaknya, para raksasa yang akan keluar dari lingkaran sinar, seketika tubuhnya meledak terkena gelombang kejut benturan tangan dan telapak kaki.


Chen Yeon dan Hu Yue Yan melihat Dewa Binatang, mereka melongo karena pukulan itu tidak sedikitpun menjatuhkan Bai Ze, hanya kaki Bai Ze sedikit tersentak ke atas.


Bai Ze kembali menghentakkan kakinya yang gagal menginjak Dewa Binatang. Namun sekali lagi, Dewa Binatang memukul telapak kakinya. Kali ini, Bai Ze sedikit bergeser karena kuatnya pukulan Dewa Binatang...

__ADS_1


__ADS_2