God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kekejaman Celestial Orfias.


__ADS_3

Bab 223. Kekejaman Celestial Orfias.


Celestial Lanying memimpin semua orang yang kuat untuk melawan empat Raja Iblis, sebab dia tidak mungkin mampu mengalahkan tingkat Half Super Omega. Raja Qi, para Taois dan Pelindung Alam Tianwu secara bersamaan menyerang Raja Iblis.


Saat bertarung, Celestial Lanying dengan sengaja mengiring keempat Raja Iblis menjauhi Kerajaan Qi, tujuannya agar bertarung ini tidak memakan korban di pihaknya.


Tiba-tiba, Celestial Orfias terlebih dahulu menyerang Raja Iblis Empat Mata tanpa menunggu rekannya. Dampaknya, dia terpukul dengan sangat keras sebelum serangannya mengenai Raja Iblis Empat Mata.


Celestial Orfias terpental ke belakang dan tubuhnya membentur dinding pertahanan Kerajaan Qi. Seketika dia pun pingsan. Tiga Celestial segera menyerang Raja Iblis Empat Mata.


Ketika Celestial Lanying dan para pimpinan itu bertarung dengan empat Raja Iblis, Celestial Orfias membuka matanya, dia menyeringai sambil menatap mereka. Dia berpura-pura pingsan, demikian juga dengan Raja Iblis Empat Mata yang tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk menyerangnya.


Melihat sekitarnya yang tidak ada memperhatikan dirinya, Celestial Orfias segera masuk ke dalam pertahanan Kerajaan Qi, dia mencari ke tempat rahasia di bawah tanah. Dia akan membunuh semua wanita yang berhubungan dengan Dewa Abadi.


Dengan kekuatannya di tingkat True Omega level 45, akan sangat mudah untuk membunuh mereka. Yang terkuat dari 100 wanita itu hanyalah Shimo Lihua, berada di tingkat Dewa Bumi level 8. Bagi Celestial Orfias, membunuh mereka semudah meremukkan kerupuk.


Akan tetapi, Celestial Orfias kesulitan untuk menemukan tempat persembunyian mereka. Karena ini adalah tugasnya, dia dengan sabar mencari keberadaan 100 wanita muda itu.


Shimo Lihua dan 99 wanita muda itu berada di dalam bawah tanah, tempat yang dulu dihuni oleh Guci Air Mata Dewi. Di antara mereka, ada beberapa orang yang bukan bagian dari 100 reinkarnasi. Total, ada 200 lebih generasi muda di tempat itu.


Ada seorang wanita yang paling muda lebih kuat dari mereka, berada di tingkat Dewa Absolute level 50. Tugas utamanya untuk melindungi 100 istri Dewa Abadi. Selain wanita itu yang kuat, ada dua wanita yang lebih dewasa, mereka adalah Qi Zhuge Yueyin dan Qi Zhuge Miao, dan yang lebih kuat.


Kedua cucu Taois Zhuge diperintahkan untuk melindungi semua orang yang berada di tempat rahasia. Kekuatan mereka berada di tingkat True Gama. Semenjak kepergian Dewa Abadi dari Alam Tianwu, kedua kakak beradik itu tidak berminat untuk mencari pengganti hati, akan selalu tetap setia menunggu Dewa Binatang Yang Abadi.


"Adik Lan, kenapa kita dikumpulkan satu tempat di sini, kenapa kita tidak diperbolehkan untuk melawan Ras Iblis?" tanya Shimo Lihua kepada seorang wanita yang lebih muda dari mereka, yang melindunginya.


Wanita itu adalah putri dari Dewa Abadi dan Celestial Lanying, namanya Shima Lan Yusan, panggilannya Lan Yusan. Celestial Lanying tidak menggunakan nama marga Shimo dikarenakan dilarang oleh Kitab Suci, alasannya agar tidak diburu oleh Hei Ren, Dewa Langit dan Dewa Surgawi. Hanya keempat kakak perempuan Dewa Abadi yang tetap menggunakan nama marga Shimo.


Saat Celestial Yunyou dan Taois Zhuge mengamankan mereka, mereka tidak menjelaskan tujuannya. Oleh karena itu, Shimo Lihua dan 99 wanita itu selalu bertanya-tanya tentang hal ini.


"Para Iblis menargetkan kalian!" ungkap Shima Lan Yusan dengan nada datar tanpa membuka matanya, dia ingin meningkatkan kekuatan secepat mungkin demi untuk membuat ayahnya bangga.


Semenjak lahir hingga usia 19 tahun, Shima Lan Yusan tidak pernah melihat Dewa Abadi ayahnya, ia hanya melihat wajah ayahnya melalui lukisan pemberian ibunya. Celestial Lanying selalu menceritakan kehebatan Dewa Abadi kepada Shima Lan Yusan.


Sebagai seorang anak, jelas Shima Lan Yusan sangat bangga dengan prestasi ayahnya, ayahnya yang ditakuti oleh seluruh kultivator di alam semesta. Apalagi patung ayahnya menjadi simbol kebanggaan di Alam Tianwu.


Hampir setiap hari, ia selalu mengunjungi patung Dewa Binatang, meletakkan karangan bunga dan dupa di depan patung ayahnya sebagai bentuk penghormatan, serta demi rasa cintanya kepada seorang ayah.


Selama ini, Celestial Lanying selalu mengatakan bahwa ayahnya sedang berkultivasi tertutup di Benua Qi. Dia ingin menemui ayahnya, namun selalu dicegah oleh ibunya dengan alasan yang sama.


Akan tetapi, Shima Lan Yusan tidak mendengar larangan itu, dia diam-diam menyelinap masuk ke Benua Qi, dan mencari keberadaan ayahnya. Sayangnya, hingga saat ini dia tidak pernah menemukan tempatnya.


Karena terlalu seringnya mengunjungi Benua Qi, ia banyak memiliki teman, salah satu temannya adalah cucu dari Taois Zhuge, yang saat ini duduk bersila di sisinya.

__ADS_1


"Lebih baik pergunakan waktu ini untuk berkultivasi!" saran Qi Zhuge Yueyin.


"Tempat rahasia ini adalah tempat kami berkultivasi, hanya orang-orang tertentu yang bisa berada di sini," kata Qi Zhuge Miao dengan nada bangga.


Semenjak Guci Air Mata Dewi dibawa oleh Dewa Abadi, tempat ini menjadi ladang berkultivasi bagi keluarga Kerajaan Qi, dan para Taois. Semenjak tidak adanya Guci Air Mata Dewi, ditempati ini masih terus mengumpulkan energi spiritual karena adanya jaringan vena tanah yang masih terhubung.


Shima Aurora dan Qian Diao Chin segera ikut mengobrol dengan Shima Lan Yusan. Semenjak Dewa Abadi memberikan banyak sumber daya, kekuatan mereka meningkat pesat, saat ini berada di tingkat yang sama, tingkat Dewa Emas.


Karena obrolan mereka, akhirnya menarik yang lainnya. Bukannya berkultivasi, malahan berbicara yang tidak perlu. Kebanyakan pembicaraan ini seputar pertemuan Shima Aurora dan Qian Diao Chan saat bertemu dengan Dewa Abadi...


Celestial Lanying dan para pemimpin kelelahan melawan empat Raja Iblis, tidak ada satupun serangan mereka yang membuat musuhnya terluka parah. Walaupun begitu, dengan bekerja sama melawan, keempat Raja Iblis itu juga kelelahan. Serangan mereka tidak lagi seganas awal.


Tiba-tiba, dari Desa Ah Lam melesat bola energi ke arah pihak Celestial Lanying. Bola energi itu melesat sangat cepat sehingga tidak sempat dihindari oleh Celestial Lanying dan pihaknya.


Boom...


Ledakan keras ketika bola energi itu mengenai semua orang yang berdekatan dengan Raja Qi. Celestial Lanying dan semua orang terpental ke segala arah. Mereka terluka parah dengan serangan mendadak.


Keempat Raja Iblis tertawa terbahak-bahak karena Hei Ren akhirnya ikut campur untuk membantunya. Namun yang mengejutkan mereka, Celestial Lanying masih mampu berdiri karena dilindungi oleh zirah perang bersayap pemberian dari Dewa Abadi.


Celestial Lanying tidak mengaktifkan zirah perangnya selama pertarungan, tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga seperti saat ini. Jika dia tidak dilindungi oleh Winged Golden Armor Ring, dia jelas akan seperti yang lainnya, terluka parah.


Keempat Raja Iblis segera bersamaan menyerang Celestial Lanying. Satu lawan empat. Tujuh Pelindung Alam Tianwu segera membantu Celestial Lanying, walaupun dalam kondisi terluka. Demikian juga dengan para Taois yang menguatkan diri untuk bangkit dan melawan Raja Iblis...


Akan tetapi, semakin dalam, jalur bawah tanah menjadi bercabang-cabang. Hal ini jelas membingungkan Celestial Orfias, dan semakin kesal karena tidak bisa menggunakan Mata Dewa.


"Jalur yang mana ini?!" tanya Celestial Orfias dengan nada membentak.


Sayangnya, sanderanya diam saja dan justru tersenyum sinis. Hal ini semakin membuat Celestial Orfias murka, dia memotong lengan kanan sanderanya. Prajurit itu jelas kesakitan.


"Jika kau tidak berbicara, lidah dan matamu yang berikutnya?!" bentakan Celestial Orfias sambil mengarahkan tangan kanan yang menjadi pedang energi ke mata si prajurit itu.


Karena tidak ingin disiksa seperti ini, si prajurit menunjuk ke salah satu jalur yang menuju ke tempat rahasia. Celestial Orfias menjambak rambut si prajurit dan menyeretnya, berjalan cepat menuju ke ruang rahasia.


Karena kehabisan darah, si prajurit itupun tewas. Sebelum tewas, dia tersenyum karena tidak melanggar sumpah prajurit, ia menunjukkan jalan yang salah kepada Celestial Orfias.


Mengetahui telah tertipu, Celestial Orfias memutilasi tubuh si prajurit yang telah tewas. Kemudian, menjadi potongan-potongan tubuh itu sebagai tanda. Dia segera menyusuri setiap jalan yang belum dilewatinya.


Dengan adanya tanda, akhirnya dia menemukan jalur utama menuju ke ruang rahasia. Dia harus segera untuk menyelesaikan tugas sebelum rekan-rekannya dibunuh oleh Hei Ren.


Dengan tergesa-gesa, dia menyusuri jalur yang tergolong sempit, hanya bisa dilewati oleh satu orang. Tidak berselang lama, dia melihat pintu ruang rahasia itu.


Boom...

__ADS_1


Ledakan keras ketika Celestial Orfias menghancurkan pintu itu. Sontak membuat semua orang yang bersembunyi di ruang rahasia kaget. Sedang asyik-asyiknya mengobrol dikagetkan dengan suara ledakan.


Shima Lan Yusan syok melihat Celestial Orfias yang menghancurkan pintu rahasia. Dia dan semua orang segera berdiri, menjauhi Celestial Orfias yang mendekati.


"Beruntung sekali kau ada di sini juga!" ucap Celestial Orfias yang tidak menyangka putri dari Celestial Lanying ada dalam dalam satu tempat.


Dia tahu jika Shima Lan Yusan adalah putri dari Dewa Abadi. Tidak hanya dia saja yang tahu, semua Pelindung Alam Tianwu dan Kitab Suci juga mengetahuinya.


"Kenapa Paman menghancurkan pintu itu?" tanya Shima Lan Yusan dengan curiga.


"Membunuh kalian semua!" ungkap Celestial Orfias yang tidak perlu lagi menyembunyikan tujuannya kepada mereka, sebab dia dengan mudah membunuh mereka.


Shima Lan Yusan dan semua orang tercengang. Mereka tidak menyangka salah satu Pelindung Alam Tianwu memiliki niat buruk yang terselubung.


"Anda mengkhianati Yang Mulia Kitab Suci, bukanlah hal yang bijak!" teguran Shima Lan Yusan.


Celestial Orfias menertawakan perkataan anak kecil yang belum merasakan pahit manisnya kehidupan ini.


"Jangan-jangan Anda yang memberikan jalan kepada Hei Ren!" dugaan Shima Lan Yusan.


"Demi menjadi murid Dewa Perusak, siapapun orangnya pasti akan melakukan apapun. Ya, aku memilih untuk bersekutu dengannya dan membalas dendam kepada Dewa Abadi ayahmu!" Celestial Orfias dengan terang-terangan mengungkapkan tujuannya.


Shima Lan Yusan dan semua wanita muda itu sangat marah. Karena kemarahan, mereka bersamaan menyerang Celestial Orfias. Akan tetapi, serangan mereka tidak sedikitpun merusak pakaian lawan, bahkan Celestial Orfias tidak memblokir serangan mereka.


Celestial Orfias melambaikan tangan kirinya yang mengeluarkan energi spiritual. Shima Lan Yusan dan semua wanita muda itu terpental ke belakang, membentur dinding batu di belakangnya.


Hanya dengan lambaian tangan, mereka sudah terluka parah. Celestial Orfias menertawakan mereka karena puas menyiksa keturunan dan istri Dewa Abadi.


"Saatnya kalian mati untuk selamanya," kata Celestial Orfias yang tidak akan membiarkan mereka bereinkarnasi kembali.


Shima Lan Yusan meneteskan air mata karena akan tewas sebelum bertemu dengan ayahnya. Sedangkan 100 istri Dewa Abadi, tiba-tiba mereka mengingat masa lalunya saat bertemu dengan Dewa Abadi.


Tubuh mereka gemetaran karena akan mati sebelum bertemu dengan suaminya. Mereka melihat telapak tangan Celestial Orfias yang mengeluarkan bola energi.


Celestial Orfias meniup bola energi di telapak tangannya. Bola energi itu terbang dan berubah menjadi banyak, sesuai dengan jumlah targetnya. Kemudian, melesat ke arah targetnya.


"Ayahhh....!!" teriakan Shima Lan Yusan saat melihat bola energi ke arahnya.


"Suami!" Shima Aurora dan semua wanita muda itu memanggil Dewa Abadi untuk terakhir kalinya sebelum terbunuh.


Boom boom boom boom...


Rentetan ledakan energi ketika bola-bola energi itu mengenai targetnya. Ruang rahasia dipenuhi dengan kabut putih yang berasal dari ledakan energi. Celestial Orfias tertawa puas karena berhasil menyelesaikan tugas, dan juga melampiaskan kemarahannya.

__ADS_1


__ADS_2