
Bab 27. Jimat Pelindung.
Sebelum Dewa Binatang kembali melepaskan pukulan berenergi, wanita itu berkata dengan nada tinggi, "jaga perilaku Anda, Dewa! Anda telah masuk domain energi milikku, dan Anda tahu artinya."
Dewa Binatang mengurungkan niat untuk melepaskan pukulan berenergi, lalu dia berkata, "pantas saja mataku tidak mampu melihat keseluruhan gua ini...!"
"Seharusnya Anda sebagai tuan rumah menemui tamunya, bukan seperti ini! Dan juga, di depan gua seharusnya ada tanda peringatan jika tempat ini terlarang bagi kaum pria!" imbuhnya yang memprotes sikap wanita itu.
"Bukannya kebalik? Seharusnya Anda sebagai tamu terlebih dahulu mengetuk pintu dan memperkenalkan diri, dan itu tata cara bertamu yang baik. Bukan seperti Anda yang asal masuk! Memangnya ini rumah nenek moyangmu!" sahut wanita itu dengan nada ketus, dia jelas tidak terima dengan perkataan Dewa Binatang.
"Bisa jadi ini gua nenekku!" jawab Dewa Binatang yang menyahut, dia sengaja membuat wanita itu kesal dan menunjukkan diri.
"Dasar... Pria selalu menjengkelkan!?" bentak wanita itu yang terpancing emosinya.
Tiba-tiba ketiga lorong itu bergetar, lalu berhembus angin kencang dari dalam. Dewa Binatang tetap diam dan tidak sedikit goyah ketika terhempas angin kencang.
Setelah angin kencang keluar, terlihat bola energi yang keluar dari ketiga lorong itu dan mengarah ke arah Dewa Binatang. Dengan percaya diri karena kuat, dia tidak menghindari ketiga bola energi tersebut.
Dan.... Boom boom boom...
Rentetan ledakan ketika bola energi mengenai dada Dewi Binatang hingga terpental ke belakang dan membentur dinding gua. Dewa Binatang terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar dari sudut bibirnya, dia lupa fisiknya belum sempurna sehingga dengan mudah terkena serangan bola energi.
"Keluar kamu, sebelum kesabaranku habis!" hardik wanita itu dengan nada keras.
Dewa Binatang menatap tajam ke arah lorong, dia segera berdiri sambil memegang dadanya yang terasa panas. setelah merasakan serangan wanita itu, Dewa Binatang mengetahui kekuatan lawan yang berada di tingkat True Gama.
"Siapa dia?" batin Dewa Binatang yang tidak menyangka ada orang kuat di Planet Nibiru.
Seandainya tubuh Shan Tian mampu menahan kekuatannya, kekuatan tingkat True Gama tidak berarti apa-apa baginya, sebab kekuatannya yang sebenarnya jauh di atas wanita itu.
Tidak ingin membuat wanita itu marah dengan fisiknya yang masih lemah, dia segera keluar dari gua sambil mengingat-ingat siapa pemilik suara itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, dia mengingat seseorang wanita di masa lalunya dan suaranya hampir sama, Dewa Binatang berhenti dan membalikkan badan, dengan suara keras dia bertanya, "apakah kamu Gu Jia?"
Sayangnya, wanita itu tidak menjawab dan hanya terdengar suara hembusan angin gua. Setelah beberapa saat menunggu dan tidak ada jawaban, dia memutuskan untuk keluar gua dan akan kembali nanti bersama ketiga wanitanya.
Setelah berada di ujung pintu keluar gua, dia duduk sambil bersandar di dinding gua. Dewa Binatang kembali mengingat masa lalunya saat bertemu dengan Gu Jia, yang waktu itu sedang terluka.
Dewa Binatang merawat Gu Jia sampai sembuh, lalu membuatkan senjata pedang dan tombak untuk melindungi diri. Gu Jia seorang wanita cantik dan mandiri, hatinya teguh dan tidak sedikitpun tertarik dengan ketampanannya.
Gu Jia adalah seorang jenderal pada waktu itu, dia terluka parah karena dijebak sesama pejabat istana yang iri. Beruntung bertemu dengan Dewa Binatang dan menyelamatkannya saat pingsan di hutan.
Setelah Gu Jia sembuh, dia kembali ke kerajaan untuk membalas dendam. Semenjak saat itu, Dewa Binatang tidak lagi bertemu dan tidak tahu keadaannya. Seandainya Dewa Binatang tidak memiliki urusan penting, sudah dipastikan akan mengikuti Gu Jia.
Bagi Dewa Binatang, dia tidak akan melepaskan wanita cantik dari genggaman, sikap dingin Gu Jia menggelitik hatinya yang ingin menaklukkan kecantikan.
Di saat sedang mengingat masa lalu, ketiga wanitanya datang, Astrella Xiosien dan Twins Ice membawa ranting kering untuk dijadikan api unggun, dan Zyila Miralen membawa lima ekor ikan dan sayur-sayuran.
"Apa kalian tahu tentang gua ini?" tanya Dewa Binatang sebelum ketiga wanita masuk ke gua.
"Konon ceritanya, gua ini milik seorang wanita dari Ras Manusia, gua terlarang bagi pria. Tidak banyak yang tahu siapa wanita itu. Siapapun yang masuk ke gua ini, tidak akan pernah kembali. Jika ada wanita yang masuk, mereka bisa kembali setelah 2 tahun dan dalam keadaan hilang ingatan. Tapi, jika masuk tidak lebih dari 50 meter, siapapun bisa kembali dengan keadaan sehat!" jawab Twins Ice sambil membantu Zyila Miralen memanggang ikan.
Dewa Binatang tersenyum tipis karena dia masuk lebih dari 50 meter dan masih dalam keadaan sehat, walaupun sesaat lalu bentrok dengan pemilik gua. Dan bisa masuk asal bersama wanita, entah apa tujuannya.
"Apakah wanita itu masih ada di dalam?" pancing Dewa Binatang yang ingin tahu lebih jauh tentang pemilik gua.
"Aku tidak tahu! Menurut keterangan wanita yang masuk dan keluar dengan selamat, mereka hanya merasa sebentar berada di gua, dan tidak ada apapun di dalamnya, padahal mereka lebih dari setahun di sini. Semenjak korban terakhir selamat, tidak ada satupun orang atau binatang yang berani masuk lebih jauh. Sesekali ada orang yang hanya berteduh di sini, tapi dia baik-baik saja karena tidak masuk melebihi 50 meter! Karena kejadian yang aneh ini, gua ini dikenal dengan nama Gua Terlarang!" terang Twins Ice.
Dewa Binatang merenungi perkataan Twins Ice. Jika pria lain tidak akan kembali setelah masuk ke gua, kenapa dirinya bisa keluar hidup-hidup? Apa karena dirinya seorang Dewa? Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikirannya.
Gua terlarang terkenal di wilayah Bird Nibiru karena keanehannya. Raja Phoniex Es sudah sering memerintahkan bawahannya untuk memberikan tanda peringatan, tapi tanda peringatan itu selalu menghilang. Karena tidak berbahaya dan juga sudah terkenal, maka tidak lagi diberi tanda peringatan di depan gua.
Ada tanda peringatan sebelum masuk ke Jurang Kematian Pria, dan Dewa binatang tidak melewati jalur umum sehingga tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Ya, karena Gua Terlarang bagi kaum pria, oleh Raja Phoenix Es wilayah ini diberi nama Jurang Kematian Pria, dan memang berbahaya bagi semua pria.
Ketiga wanita itu tahu dan tidak melarang Dewa Binatang masuk ke Jurang Kematian Pria, karena mereka pikir Zhi Shimo seorang Dewa yang mampu mengatasi segalanya.
"Tadi setelah kita berpisah, aku sudah masuk lebih dari 50 meter. Di dalam ada kolam yang jernih dengan Batu Cahaya sebagai penerangan. Di belakang Batu Cahaya, ada tiga lorong. Saat aku ingin masuk, aku dilarang oleh seorang wanita yang tidak menunjukkan dirinya...," kata Dewa Binatang yang menceritakan apa yang baru saja dialaminya.
Ketiga wanita itu tidak heran jika Dewa Binatang bisa selamat karena seorang Dewa, dan kekuatannya sudah dibuktikan dengan mengalahkan para penjajah. Namun, ketika Dewa Binatang menceritakan tentang keinginan pemilik gua, wajah ketiga wanita itu seketika ketakutan, takut kehilangan ingatan.
"Tidak... Aku tidak mau masuk!" tolak Astrella Xiosien yang langsung menolak ajakan Dewa Binatang.
"Aku juga! Lebih baik kamu ajak berperang daripada masuk lebih dari 50 meter!" Twins Ice juga menolak dengan tegas.
Berbeda dengan Zyila Miralen, dia tidak segera menolak karena sedang berpikir. Kedua tangannya tetap sibuk memanggang ikan.
"Jika kamu bisa menjamin keselamatanku dan tidak kehilangan ingatan, aku mau saja masuk untuk mencari tahu siapa wanita itu dan ada apa di ujung gua," kata Zyila Miralen yang menerima ajakan Dewa Binatang asal ada jaminan.
"Aku mengajak kalian sudah pasti akan memberikan perlindungan. Bahkan semenjak kita bersama, Mahkota Dewi Perang adalah salah satu bukti tanggung jawabku, apalagi kalian memasuki tempat misteri seperti ini!" jawab Dewa Binatang sambil melihat Twins Ice yang sudah tidak memiliki Mahkota Dewi Perang.
Twins Ice dan Astrella Xiosien tertunduk malu karena perkataan Dewa Binatang seperti menyindirnya. Dewa Binatang mengeluarkan satu Mahkota Dewi Perang dan tiga cincin berwarna keperakan pada bagian luar, dan bagian dalamnya berwarna hitam.
Dia segera berdiri dan berjalan mendekati Twins Ice. Lalu memakaikan Mahkota Dewi Perang di kepala Twins Ice. Twins Ice mengembangkan senyuman bahagia karena perilaku Dewa Binatang yang romantis.
Dewa Binatang meraih tangan kanan Twins Ice dan menyematkan cincin di jari manis tangan kanannya. Lalu dia berkata, "cincin ini adalah Jimat Pelindung. Ketika kamu dalam bahaya yang mengancam nyawa, cincin ini membawamu ke suatu tempat yang aman."
Twins Ice meneteskan air mata bahagia karena seorang pria yang memberikan cincin merupakan bukti keseriusan dalam menjalin hubungan. Dia tidak peduli dengan kegunaan cincin tersebut, yang dipedulikan adalah makna dari seorang pria yang memberikan cincin.
Zyila Miralen dan Astrella Xiosien melihatnya dan tampak iri karena Dewa Binatang melamar Twins Ice terlebih dahulu. Namun, melihat masih ada dua cincin, hati mereka menjadi berdebar-debar.
Dan, Dewa Binatang menghampiri Zyila Miralen yang hatinya makin berdebar-debar, dan meraih tangannya untuk menyematkan cincin Jimat Pelindung. Karena bahagia, Zyila Miralen memegang kedua pipi Dewa Binatang, lalu mencium bibirnya.
Twins Ice dan Astrella Xiosien melongo melihat dua orang lain jenis saling berciuman di depan mata. Twins Ice kini yang menjadi iri karena tidak mencium Dewa Binatang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berciuman, Dewa Binatang mendekati Astrella Xiosien. Jantung Astrella Xiosien berdetak kencang karena tahu tujuan Dewa Binatang. Dan, dia juga diberikan cincin Jimat Pelindung. Karena tidak mau kalah dengan Zyila Miralen, dia berinisiatif untuk mencium bibir Dewa Binatang.