
Bab 197. Catur Dunia.
Si Lola dan delapan pahlawan kebingungan mendengar penjelasan Dewa Abadi. Demikian juga dengan Tang Shang yang selama ini mengawasinya, awalnya dirinya senang melihat Dewa Abadi berhasil melewati ujian ini. Namun, rasa senang itu berubah menjadi keterkejutannya.
Tang Shang paham betul apa itu Kekuatan Jiwa. Namun, kekuatan itu diperoleh melalui proses perjalanan waktu, pengalaman, dan mendapatkan tanaman langka yang mengandung energi jiwa. Tidak ada yang namanya tingkatan dalam kekuatan itu.
Yang diketahui oleh Tang Shang dan semua kultivator, untuk meningkatkan Kekuatan Jiwa dengan cara mendapatkan tanaman langka. Setelah menyerap energi tanaman langka itu, mereka akan merasa kekuatannya meningkat, walaupun dalam skala kecil.
Walaupun peningkatannya kecil, dampak dalam profesi mereka sangat besar manfaatnya, lebih mudah meramu pil, membuat Formasi Array, menjinakkan binatang, membuat mantra sihir dan lain sebagainya.
"Sebut saja kekuatanku ini adalah Kekuatan Jiwa Semesta. Agar kalian paham dengan kekuatanku ini ....." Dewa Abadi menyentuh udara di depannya yang tertuju pada semua orang.
Semua orang segera waspada terhadap apa yang akan dilakukan oleh Dewa Abadi. Mereka melihat apa yang dilakukannya. Udara yang disentuh itu mengeluarkan riak-riak energi.
Ketika riak-riak energi itu dengan cepat meluas, semua orang merasakan getaran hebat, dunia bawah air berguncang keras seperti gempa bumi. Si Lola dan delapan pahlawan melayang di udara, siap untuk menyerang Dewa Abadi.
Namun, riak-riak energi membuat tubuh mereka tiba-tiba menjadi berat, dan terjatuh di tanah. Setelah terjatuh, tubuhnya tercabik-cabik, tulang berderak seperti dihantam palu raksasa yang meremukkan.
"Arghhh....!" teriakan kesakitan si Lola dan delapan pahlawan ketika seluruh tulangnya hancur berkeping-keping di dalam tubuh.
Dewa Abadi tidak merasa puas maupun bangga melihat musuhnya merasakan kesakitan hanya karena sentuhan di udara. Kemudian, dengan pikirannya, si Lola semakin berteriak kesakitan ketika tiga Kristal Energi bergambar Cancer dengan angka keluar dari dahi dan kedua telapak tangannya.
Kristal Energi itu melesat ke arah Dewa Abadi dan segera meraihnya. Tidak ada senyum puas telah mendapatkan apa yang dicari. Setelah itu, dia melihat ke arah langit.
"Keluar!" perintahnya yang ditujukan kepada Tang Shang.
Muncul tubuh kesadaran Tang Shang, perlahan turun dan berhenti di depan Dewa Abadi, terpaut jarak lima meter. Dewa Abadi menatapnya tanpa ekspresi.
"Anda lulus ujian, selamat! Sesuai janjiku, Anda akan mendapatkan semua pengetahuanku tentang Formasi Array!" ucap Tang Shang sambil melemparkan bola bening. Di dalam bola itu terlihat pola-pola ukiran yang indah, berasal dari Formasi Array.
Dewa Abadi meraih bola itu, lalu memecahkannya. Seketika isi di dalam bola itu memasuki dahinya. Dia memejamkan mata karena mendapatkan pengetahuan tentang Formasi Array, tingkat Supreme Formasi God tahan puncak.
"Kini, aku telah mewariskan semua pengetahuanku kepada Anda. Sebagai hadiah tambahan, musuh Anda dan saya, telah kumusnahkan. Anda bisa melanjutkan perjalanan ini. Seandainya Anda bertemu dengan keturunanku, tolong lindungi mereka! Selamat jalan, Dewa Binatang Yang Abadi!"
Setelah Tang Shang berbicara dan juga berpamitan, tubuh kesadarannya memudar. Tang Shang telah menghilang untuk selamanya.
Dewa Abadi membuka matanya setelah mencerna pengetahuan baru. Dia melihat si Lola dan delapan pahlawan menjadi manusia biasa tanpa kekuatan. Tubuh mereka pulih sepenuhnya, seakan-akan tidak pernah mengalami siksaan.
Kemudian, dia melihat para pahlawan itu menjadi sinar dan melesat ke langit. Mereka kembali ke tempat asalnya di Bumi, kembali di waktu yang sama sebelum dibawa oleh Altar Pemanggilan.
Dunia bawah air dengan cepat berubah menjadi daratan. Dan, Dewa Abadi melihat Dunia Roh tidak ada lagi penghuninya, kembali seperti awal-awal sebelum kedatangan Tang Shang dan temannya, hanya ada Binatang Roh.
Dewa Abadi tersenyum merasakan kekuatannya tidak lagi dibatasi oleh Formasi Alami. Akhirnya dia tahu bahwa Tang Shang adalah Formasi Alami itu sendiri.
Dengan Mata Surgawi-nya, dia melihat ke arah Desa Persik. Kini, Desa Persik dan Formasi Perlindungan sudah menjadi hutan. Setelah itu, dia melihat ke arah Lembah Berhantu, yang mana masih ada tugu berlumut.
__ADS_1
Dewa Abadi menghilang dan muncul di depan tugu berlumut itu. Ketika menyentuh tugu itu, seketika tugu itu runtuh dan menjadi abu. Dari abu tugu itu terdapat gulungan kulit binatang.
Dia mengambilnya dan membuka gulungan kulit binatang. Terdapat tulisan dari Tang Shang yang tertuju kepadanya.
"Saya yakin Anda akan datang untuk menyelesaikan kejadian ini yang tidak sanggup kuselesaikan. Terima kasih atas bantuan Anda! Tolong, kalahkan mereka dari Alam Kudus dengan Kebijaksanaan!"
"Pasti!" jawab Dewa Abadi yang akan mengabulkan keinginan terakhir dari Tang Shang.
Kemudian, dia menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya kepada semua orang yang berada di dalam Dunia Jiwanya. Keempat istrinya juga telah pulih sepenuhnya, mereka kini telah mengingat semuanya.
Dewa Abadi telah berhasil melewati tantangan ini, tersisa 4 tantangan, yaitu mengalahkan Rasi Bintang Capricorn, Aquarius, Libra dan Pisces.
Dia tidak tahu apa yang akan dilalui. Namun, setelah melewati semua di Dunia Roh, dia tidak lagi peduli dengan kesulitan tantangan berikutnya. Dengan kekuatan barunya yang diberi nama Kekuatan Jiwa Semesta, dia yakin akan mampu melewati semua tantangan ini.
Dengan berkumpulnya Kristal Energi bergambar, dia menuju ke tempat berikutnya...
...****************...
Dewa Abadi muncul di dunia yang dipenuhi dengan manusia humanoid yang aneh; tubuh kambing tetapi memiliki tangan dan kaki seperti manusia, dan kepalanya berbentuk ular. Di dunia ini disebut dengan nama Benua Capricorn.
Di dunia ini dikuasai oleh mahluk yang mengerikan, wujudnya seperti kambing, dengan rambut panjang, memiliki 6 kaki, seperti beruang tanpa cakar. Ia juga memiliki mata tetapi tidak terlihat. Ia punya dua telinga tapi tidak bisa mendengar, punya perut tapi tidak ada organ dalam, punya usus tapi lurus dan tidak melengkung. Yang anehnya, ia tidak memiliki kepala, dan mulutnya berada di dada.
Ketika Dewa Abadi baru tiba, mahkluk Rasi Bintang Capricorn telah menunggunya. Mulut di dadanya terbuka lebar dan mengeluarkan hisapan yang sangat kuat.
Dewa Abadi tidak panik, bahkan tubuhnya tidak sedikitpun bergerak walaupun hisap oleh mahkluk itu sangat kuat. Dia mengetuk udara yang ditujukan kepada musuhnya.
Ledakan energi ketika tubuh mahkluk mengerikan itu hancur berkeping-keping karena Kekuatan Jiwa Semesta. Setelah itu, Dewa Abadi melihat Kristal Energi bergambar Capricorn, dan mengambilnya.
"Apakah mereka kehabisan akal untuk membuat permainan ini menjadi menarik?" gumam Dewa Abadi yang keheranan tidak mendapatkan perlawanan sengit.
Dia tidak terlalu banyak memikirkan rencana musuhnya. Baginya, selama ada halangan, dia akan selalu melewatinya dengan cara apapun. Pengalaman yang sudah-sudah, telah mengajarkannya untuk menerima apapun yang terjadi dengan kelapangan hati seluas lautan.
Muncul di langit lubang hitam yang menjadi pintu menuju ke tempat berikutnya. Dewa Abadi masuk kedalam lubang itu...
Dia muncul di dalam rumah makan yang ramai dengan manusia Macan Putih. Mereka yang sedang menikmati makanan berdaging. Mereka berhenti makan karena kemunculan Dewa Abadi di tengah ruangan.
Manusia Macan Putih itu seperti halnya manusia, bisa berdiri tegak, fisik mereka tidak jauh berbeda dengan wujud aslinya, memiliki dua tangan manusia yang dipenuhi dengan bulu lebat, demikian juga dengan kakinya. Hanya saja telinga mereka seperti kelinci yang memiliki kemampuan pendengaran yang tajam.
Saat ini, Dewa Abadi berada di Benua Aquarius. Melihat penampilan mereka, dia sudah menebak bahwa musuhnya adalah Rasi Bintang Aquarius White Tiger.
Tetapi, Dewa Abadi kebingungan melihat penampilan mereka yang sangat mirip, jika wanita bertubuh kecil, sebaliknya dengan pria yang bertubuh besar. Wajah mereka sama dan sulit untuk dibedakan. Namun, karena dirinya adalah Dewa Binatang, hidungnya mencium aroma keringat mereka yang berbeda-beda. Dari aroma itulah yang membedakan penampilan mereka agar mudah dikenali.
"Manusia telah muncul di Dunia Aquarius!" seruan salah satu pengunjung rumah makan yang melihat penampilan Dewa Abadi, nadanya sangat bersemangat.
Kemudian, semua orang berdiri dari tempat duduknya sambil menatap Dewa Abadi dengan kekaguman. Kebalikan dengan Dewa Abadi yang keheranan melihat reaksi mereka.
__ADS_1
"Apakah tidak ada manusia murni di dunia ini?" tanya Dewa Abadi yang ditujukan kepada semua manusia Macan Putih.
"Tidak ada! Lihat ramalan di lukisan itu!" jawab salah satu manusia Macan Putih betina sambil menunjuk ke arah dinding rumah makan.
Dewa Abadi melihat lukisan itu, yang mana ada sosok manusia yang wajahnya terselimuti oleh kabut putih. Di bawah lukisan itu ada pigura kaca bertulis, dan Dewa Abadi membaca tulisan itu.
Tenyata, di pigura itu menuliskan ramalan dari seseorang guru untuk seluruh Macan Putih yang terkenal tegas dan bijaksana. Guru itu meramalkan, bahwa akan ada seorang Dewa dari Ras Manusia yang akan mengembalikan Dunia Aquarius ketempat asalnya di Galaksi Local Interstellar.
Benua Aquarius sama halnya dengan Dunia Roh, dipindahkan oleh seseorang yang kuat. Ketika berada di perbatasan dua galaksi, kehidupan mereka tidak seperti semula, usia paling lama hingga umur 50 tahun, lebih dari itu adalah keajaiban.
Dulu sebelum dipindahkan, usia mereka seperti halnya kultivator, mencapai ribuan tahun seiring meningkatnya kekuatan. Berada di Galaksi Sembilan Rasi Bintang, usia manusia Macan Putih mentok di angka 50.
Dewa Abadi tidak menemukan petunjuk dari ramalan itu siapa yang harus dihadapinya. Kemudian, dia melihat manusia Macan Putih betina yang berbicara kepadanya.
"Bisakah saya menemui penguasa di dunia ini?" tanyanya.
Pertanyaannya membuat semua orang bingung, sebab di dunia ini tidak ada yang nama penguasa tunggal, semua kehidupan setara, hidup saling bekerjasama dan saling melindungi sesama. Yang membedakan adalah jenis kelamin.
"Tidak ada penguasa di dunia ini. Tetapi jika yang Anda maksudkan adalah guru yang selalu membimbing kita, saya bisa mengantarkan Anda menemui beliau!" jawab Macan Putih betina itu dengan jujur.
"Tolong, antarkan saya!" pinta Dewa Abadi.
Kemudian, Macan Putih betina dan Dewa Abadi berjalan beriringan menuju ke arah timur. Semua Macan Putih yang melihat manusia segera mengikuti.
Ketika berjalan, Dewa Abadi bertanya kepada Macan Putih betina siapa namanya. Macan Putih betina berkata bahwa di tempat ini tidak ada nama. Sebagai pengganti nama, aroma keringat tubuh menjadi identitas bagi Ras Macan Putih.
Betina itu menceritakan awal mula kejadian di Benua Aquarius, tidak jauh berbeda dengan tulisan di pigura. Keinginan Dewa Abadi yang ingin menemui guru pembimbing bagi Ras Macan Putih adalah langkah yang tepat, karena manusia sudah dinanti-nantikan sejak lama.
Tidak berselang lama, Dewa Abadi tiba di sebuah pondok bambu yang tampak asri. Di depan pondok itu duduk seorang Macan Putih jantan yang usianya memasuki akhir 49 tahun. Ia didampingi oleh dua Macan Putih betina dan jantan di usia remaja, 17 tahun.
Kedua remaja itu membantu guru pembimbing untuk berdiri karena melihat kedatangan manusia. Terpampang kebahagiaan di wajah guru pembimbing yang sangat tua.
Dewa Abadi melihat guru itu. Dia menghilang dan muncul dihadapan guru pembimbing, dia membantunya berdiri karena kesulitan menggerakkan tubuh.
"Lebih baik Guru duduk saja!" pinta Dewa Abadi yang tidak ingin diusianya yang akhir membuang tenaga.
Guru pembimbing duduk kembali dengan nafas terengah-engah sambil menatap wajah Dewa Abadi dengan tatapan sayu. Dewa Abadi juga menatapnya. Mereka saling berkomunikasi dengan pikirannya.
"Catur Dunia?" tanya Dewa Abadi setelah guru pembimbing itu menjelaskan tentang tantangan yang ditujukan untuk manusia.
Dia tidak tahu apa itu Catur Dunia. Tetapi sederhananya, dengan kata catur saja mendefinisikan bahwa yang akan dilalui oleh Dewa Abadi adalah permainan yang membebaskan Ras Macan Putih.
Ketika guru pembimbing selesai menunaikan tugasnya yang turun-temurun, ia memejamkan mata untuk selamanya. Dia tersenyum bahagia ketika tutup usia.
Kedua remaja itu menangis sambil memeluk gurunya. Kedua remaja itu yang akan menggantikan tugas guru pembimbing selama manusia belum datang ke dunia ini.
__ADS_1
Seketika semua Macan Putih yang berada di sekitarnya meraung-raung keras karena guru pembimbing telah tutup usia. Semua Macan Putih berbondong-bondong datang ke pondok guru pembimbing.
Dewa Abadi menundukkan wajahnya sebagai bentuk penghormatan kepada guru pembimbing. Selama perjalanannya ini, dia tidak henti-hentinya melihat banyak kehidupan yang tewas dengan berbagai penyebab.