
Bab 70. Kebenaran Yang Disembunyikan (2).
Lotus Bao kembali membuat meja bundar yang sudah dihancurkan oleh suaminya. Muncul meja baru yang terbuat dari bahan energi spiritual. Kemudian, Xi He mengeluarkan kendi berisi anggur terbaik, lalu menuangkan isi ke dalam cangkir dan memberikannya kepada Dewa Binatang.
Setelah Dewa Binatang tenang, Tian Lihua melanjutkan ceritanya, "sebelum kita menjadi tumbal atas hukuman mereka - keluarga kita, kita meminta waktu dengan alasan untuk menikmati hidup sebelum mati. Kakek menemui Universe Lightning untuk bernegosiasi. Akhirnya kakek Ba mendapatkan izin, entah bagaimana dia mendapatkan izinnya. Tanpa sepengetahuan-mu, kita pergunakan waktu untuk membuat rencana...,"
God Of Partikel waktu berhadapan dengan Universe Lightning, dia memasuki domain yang dipenuhi dengan serat-serat petir, domain yang sering dikunjungi oleh Dewa Binatang sewaktu menemui gurunya.
Setelah God Of Partikel mendapatkan izin dari Universe Lightning, Tian Lihua keluar dari Alam Kudus, dia bersama dengan ketiga adiknya menjelajah Alam Jagat Raya untuk mengecoh keluarganya yang selalu mengawasi, dan orang yang diutus untuk mengawasi mereka adalah Dewa Tianwu yang nama aslinya adalah Tian Wu, adik kandung dari Tian Ba (ayah Tian Zhi Shimo).
Kemudian, dengan empat otak berpikir bersama-sama, mereka membuat banyak rencana. Tetapi, Dewa Tianwu selalu saja mengikuti mereka sehingga mau tidak mau Tian Lihua dan ketiga saudarinya berpisah.
Selama perpisahan itu, dan berbekal rencana yang telah dibuat sebelumnya untuk mengelabuhi Dewa Tianwu, Tian Lihua memutuskan untuk memancing Dewa Tianwu agar tidak terfokus kepada ketiga adiknya. Sedangkan Dewa Binatang dan Naga 12 Elemen menjadi sandera Universe Lightning sebelum dimusnahkan secara bersamaan.
Seiring berjalannya waktu, Tian Lihua yang memiliki Guci Air Mata Dewi, menemukan satu benua yang dalam proses pembentukan sebuah planet baru, yang dikenal sebagai Benua Qi.
Dengan bantuan Shui Jinjing si Guci Air Mata Dewi, rencananya akan mempercepat proses pembentukan planet baru tersebut. Tapi sebelum itu, untuk menyibukkan Dewa Tianwu, dia datang ke Alam Suci dan berdiam diri di sana dengan rentang waktu yang lama.
Ketika Dewa Tianwu yang mengikuti dengan sengaja tidak menunjukkan diri, dia bertemu dengan Dewi Cahaya yang sangat cantik. Bersama dengan Dewi Cahaya, Tian Lihua membuat rencana untuk menyibukkan Dewa Tianwu.
Singkat cerita, Dewa Tianwu akhirnya masuk ke dalam jebakan, di mana dia tertarik akan kecantikan Dewi Cahaya, mereka pun memadu kasih selama ratusan tahun, percintaan sebatas memegang tangan, tidak lebih dari itu.
Kesempatan ini dipergunakan oleh Tian Lihua yang keluar dari Alam Suci untuk kembali ke Benua Qi, di mana dia menciptakan kehidupan baru, dan merampungkan semua rencana bersama ketiga adiknya.
Hingga akhirnya waktu hukuman pun tiba, di mana Tian Lihua dan ketiga adiknya akan dihukum oleh Universe Lightning. Sebelum itu, mereka berempat meminta pengampunan kepada Universe Lightning, mereka minta agar jiwa Dewa Binatang tidak dimusnahkan.
Anehnya, Universe Lightning mengabulkan permintaan terakhir mereka, dia beralasan bahwa mereka tidak seharusnya mau menjadi tumbal atas kesalahan keluarganya. Setelah itu, keempat wanita itu pun dihukum, dan jiwa Dewa Binatang diserahkan kepada God Of Partikel, sedangkan Naga 12 Elemen dipisahkan menjadi 12 bagian.
Sedangkan Dewi Cahaya yang masih berpura-pura mencintai Dewa Tianwu selama ratusan tahun, dia selalu memberikan kabar kepada Tian Lihua, termasuk Benua Qi yang tanpa sengaja diketahui oleh Maharaja Yaksa.
Dewi Cahaya belum mengetahui jika Tian Lihua sahabatnya telah meninggal dunia, dia selama ini hanya berkomunikasi dengan jiwa Tian Lihua yang berada di Benua Qi. Di Benua Qi, jiwa Tian Lihua bersama Shuǐ Jingling menunggu kedatangan Dewa Binatang.
Selama waktu itu, Dewa Tianwu telah mengabaikan tugasnya karena terbius oleh kecantikan Dewi Cahaya. Dia pun menjadi ingat akan tugasnya ketika melihat salah satu dari Naga 12 Elemen ditangkap oleh Maharaja Yaksa, dia adalah Naga Langit.
Dewa Tianwu tidak tahu bagaimana bisa Naga 12 Elemen sudah memisahkan diri. Tapi dia menduga jika Universe Lightning telah memusnahkan Tian Zhi Shimo karena penyebab terjadinya bencana Jagat Raya.
Sebelum mencari keberadaan Tian Lihua, dia mendengar jika Maharaja Yaksa dan Kaisar Langit berebut untuk menikahi Dewi Cahaya. Demi mempertahankan harga diri dan juga sebagai kekasih, pertempuran sengit antara mereka bertiga tidak terelakkan.
__ADS_1
Dikarenakan pertarungan mereka tidak ada yang menang maupun kalah, Maharaja Yaksa dengan liciknya segera menculik Dewi Cahaya dan disembunyikan di Benua Qi. Semenjak itu, Dewa Tianwu menjadi murka dan mencari keberadaan kekasihnya yang diculik.
Entah dari mana Dewa Tianwu mengetahui jika Dewi Cahaya disembunyikan oleh Maharaja Yaksa di Benua Qi. Walaupun telah mengetahui keberadaan kekasihnya, dia tetap tidak menemukannya.
Jadi, dia memutuskan untuk memanfaatkan keserakahan Ras Reptilian dan Ras Elohiim, di mana dia menyebarkan berita tentang kekayaan Benua Qi. Semua ini bertujuan agar Maharaja Yaksa tidak menguasai Benua Qi dan bisa menemukan kekasihnya.
Berita tentang kekayaan Benua Qi dengan cepat tersebar di seluruh penjuru alam semesta. Banyak orang yang datang berniat untuk mengeploitasi Benua Qi
"... Paman Tian Wu sebenarnya juga tidak mengetahui jika kita menjadi tumbal, dia hanya tahu tentang kamu. Dia pikir kita masih hidup, dan hanya kamu yang menerima hukuman. Cerita tentang sejarah peperangan di Benua Qi, kamu sudah mengetahuinya," panjang lebar Tian Lihua bercerita.
Dua sikut Dewa Binatang diletakkan di meja, kedua jari tangan terlipat untuk menopang keningnya karena menahan amarah dan juga berpikir, dia tidak menyangka selama ini keluarganya begitu kejam, padahal dia dan keempat kakaknya adalah anak kandung.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah tahu keluarga kita begitu kejam, membalas dendam atau memutuskan hubungan darah?" tanya Tian Lihua yang ingin tahu jalan pikiran Dewa Binatang sebelum melanjutkan bercerita.
Dewa Binatang tidak segera menjawab karena memikirkan sesuatu. Sejujurnya, dia bingung apakah harus membalas perbuatan kekejaman keluarganya atau sebaliknya.
"Jika kalian mau hidup kembali, aku memilih untuk memutuskan hubungan darah. Apakah kalian mau hidup kembali?" tanya Dewa Binatang sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan kepada keluarganya.
Ditanya tentang hal ini, Tian Lihua dan ketiga adiknya meneteskan air mata. Melihat reaksi mereka, Dewa Binatang langsung menebak jika kakaknya tidak mau hidup kembali.
Ucapannya sontak membuat semua wanita terkejut karena belum pernah mendengar Dewa Binatang bersumpah.
"Bukannya kami tidak mau hidup kembali, melainkan ... Apa yang kamu lihat kita saat ini... Ini hanyalah jiwa keinginan terakhir kita!" ungkap Tian Shuwan sambil berdiri, lalu dia berjalan dan berhenti di belakang Dewa Binatang lalu memeluknya.
Apa yang dikatakan oleh Tian Shuwan memang benar, mereka saat ini hanyalah jiwa keinginan. Seandainya jiwanya masih utuh, kemungkinan besar bisa dihidupkan kembali.
Dewa Binatang tiba-tiba tertawa dan mengherankan semua wanitanya. Sebelum Tian Chunhua bertanya, dia segera berbicara, "kalian meremehkan Batu Keabadian! Walaupun kalian hanyalah sisa jiwa keinginan, aku dan Batu Keabadian bisa menghidupkan kalian kembali. Cukup kalian memiliki kehendak, maka kalian bisa hidup kembali?"
"Benarkah?" ucap serempak semua wanita yang sulit mempercayai ucapannya.
"Yakinlah!" jawab Dewa Binatang dengan penuh percaya diri dan meyakinkan.
Dengan adanya Batu Keabadian dan Guci Air Mata Dewi yang mampu memberikan hawa murni dari energi, Dewa Binatang sangat yakin mampu menghidupkan kembali keempat kakaknya. Tetapi, itu tergantung kehendak mereka, tanpa memiliki kehendak, dia tidak bisa menghidupkan mereka karena itu adalah syarat utamanya.
"Aku mau hidup kembali! Apa yang harus kita lakukan? Apakah kamu butuh sumber daya yang langka, kita bisa memenuhinya!" ucap Tian Mei Yin yang sangat ingin hidup kembali.
"Jika kamu mampu... Aku juga ingin hidup kembali. Seperti dulu, kita berkumpul dan menikmati hidup dengan bahagia!" sahut Tian Chunhua.
__ADS_1
"Aku juga mau. Tetapi setelah kita hidup, hal pertama yang kulakukan, sudah pasti akan membalas perbuatan mereka!" ungkap Tian Shuwan yang sangat geram.
Dewa Binatang terlihat sangat bahagia dan melihat Tian Lihua yang belum memutuskan. Lotus Bao, Xi He, Qin bersaudari, Tian Shuwan, Tian Chunhua dan Tian Mei Yin juga melihat ke arah Tian Lihua.
Tian Lihua tahu tatapan mereka, tapi dia tidak segera menjawab karena memikirkan sisi baik dan buruknya jika hidup kembali.
"Baiklah, aku juga mau hidupkan kembali!" jawab Tian Lihua setelah merenung.
Spontan Dewa Binatang dan semua wanita kegirangan karena Tian Lihua mau dihidupkan kembali. Kemudian, Dewa Binatang memutuskan untuk membawa mereka ke dalam Dunia Jiwanya.
"Ayo, kita ke dalam Dunia Jiwaku!" ajak Dewa Binatang.
"Jangan! Dunia Jiwamu adalah ciptaan ayah. Jika kita berada di sana, dia sudah pasti tahu!" tolak Tian Lihua.
Dewa Binatang langsung teringat, memang Dunia Jiwanya adalah pemberian dari ayahnya. Tetapi justru dia tersenyum manis.
"Aku sudah lama menghapus jejak ayah di Dunia Jiwaku. Jangan khawatir!" ungkap Dewa Binatang.
Sebenarnya bukan Dewa Binatang yang menghapus jejak Tian Bo di Dunia Jiwanya, melainkan Batu Keabadian yang menghapus jejaknya setelah berevolusi. Hal itu terjadi ketika Dewa Binatang berada di Alam Tianwu.
Saat itu, dia menjalani Kesengsaraan Petir sehingga tiba-tiba dibawa oleh Universe Lightning. Saat Batu Keabadian berevolusi, saat itulah jejak Tian Bo dihilangkan karena tidak ingin adanya pihak yang intervensi.
"Apakah benar?" tanya Tian Shuwan yang jelas tidak percaya sekaligus khawatir diketahui oleh keluarganya.
Dewa Binatang tidak tersinggung karena kakak sekaligus istrinya tidak percaya, wajar mereka tidak percaya karena belum mengetahui jika Dunia Jiwanya kini murni miliknya. Dia pun menceritakan bagaimana jejak Tian Bo dihilangkan. Setelah bercerita, baru semua wanitanya percaya.
Sebelum membawa mereka ke dalam Dunia Jiwa, Dewa Binatang bertanya, "Istana Surga atau Negeri Atas Awan, Cermin Kebenaran dan Gua Terlarang di wilayah Bird Nibiru... Apakah semua itu terkait dengan kalian?"
"Iya, semua itu kita yang buat agar membingungkan keluarga!" jawab Tian Mei Yin sambil memeluk lengan Dewa Binatang.
Dewa Binatang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka selama ini dalam pengawasan keempat kakaknya.
Lalu dia kembali bertanya, "jika begitu, kalian pasti tahu di mana Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan Yuke?"
"Tenang saja, mereka dalam keadaan hibernasi setelah tiba di Planet Nibiru...!" jawab Tian Lihua sambil melambaikan tangan kanannya.
Lalu tiba-tiba muncul tiga wanita yang melayang di atas mereka. Ketiga wanita itu adalah Yuna Aurora, Qin Diao Chin dan Yuke yang berada di dalam tabung kaca. Fisik dan penampilan mereka yang mengejutkan Dewa Binatang, di mana mereka adalah Zyila Miralen, Twins Ice dan Astrella Xiosien.
__ADS_1