God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Aksi Tian She Meili.


__ADS_3

Bab 108. Aksi Tian She Meili.


Seperti yang dialami oleh si Alex dan ketiga temannya, komandan penjaga pintu gerbang dan kedua bawahannya juga pingsan setelah terkena sentilan dari Tian She Meili.


Melihat komandannya dikalahkan oleh gadis kecil, membuat penjaga pintu gerbang murka. Segera senjata pertahanan dikerahkan, di mana senjata meriam dan mesin otomatis keluar dari dinding tembok pertahanan kota.


Kemudian, wakil komandan bersama ratusan prajurit keluar dari dalam Kota Moon, mereka ingin melindungi komandannya yang pingsan.


Melihat moncong senjata meriam dan mesin otomatis tertuju kepadanya, Dewa Binatang dan putrinya tidak sedikitpun ketakutan.


"Akar-akarnya banyak sekali!" gerutu Tian She Meili.


"Itu sebabnya, sebelum menolong seseorang, alangkah baik selidiki permasalahannya terlebih dahulu. Jika tidak membuat hati tenang, buat apa memaksakan diri untuk menolong orang lain!" tutur Dewa Binatang agar putrinya mengerti.


Tian She Meili mengangguk berulang-ulang sebagai respon, padahal ia masih kebingungan dengan perkataan ayahnya.


"Ayah, jangan ikut campur saat aku membuat kekacauan!" pinta Tian She Meili yang ingin menghancurkan senjata pertahanan kota.


"Iya!" jawab Dewa Binatang yang tidak khawatir putrinya akan mendapatkan luka.


Sebelum senjata meriam dan mesin otomatis ditembakkan, Tian She Meili melompat ke atas sambil melepaskan pukulan berenergi ke arah persenjataan itu.


Secara bersamaan, persenjataan pertahanan kota ditembakkan ke arah Tian She Meili. Sayangnya, bola meriam dan peluru menjadi abu ketika dilahap oleh pukulan berenergi, dan pukulan itu masih bergerak.


Baru sadar jika gadis kecil itu sangatlah kuat, wakil komandan penjaga pintu gerbang memerintahkan kepada para prajurit untuk mengaktifkan Formasi Perlindungan. Sayangnya, sebelum Formasi Array aktif, pukulan berenergi milik Tian She Meili terlebih dahulu menghancurkan dinding pertahanan...


Melihat dan mendengar suara pertempuran, penduduk kota dan pengunjung segera waspada, sebagian orang menuju ke pintu gerbang kota untuk melihat situasi.


Tembok pertahanan kota pun hancur berkeping-keping setelah terkena pukulan setingkat Dewa Absolute. Banyak prajurit yang meregang nyawa sebelum bertarung, bahkan wakil dan komandan penjaga pintu gerbang juga mati.


Baru setelah itu, Formasi Perlindungan aktif untuk melindungi seluruh wilayah Kota Living Moon. Akan tetapi, Tian She Meili kembali melepaskan pukulan berenergi untuk menghancurkan Formasi Perlindungan.


Ledakan demi ledakan terdengar keras dan menggetarkan Formasi Perlindungan itu ketika terkena serangan, tetapi tidak sedikitpun merusaknya.


Pemimpin Kota Living Moon yang bernama Leon Vendetta segera keluar dari istananya saat Formasi Perlindungan diaktifkan, tanda jika ada musuh yang kuat.


Dengan Mata Dewa, Leon Vendetta melihat seorang gadis kecil yang menjadi biang masalah, dia segera memerintahkan beberapa prajurit untuk membunuh Tian She Meili.


Prajurit itu adalah mantan pembunuh bayaran yang berhasil lolos seleksi, jumlahnya lebih dari 10 orang yang memiliki kekuatan tingkat Sang Void.

__ADS_1


Pasukan Living Moon terbagi menjadi beberapa tingkatan yang disesuaikan dengan basis kultivasi, terendah adalah prajurit setingkat Mahadewa, dan tertinggi adalah prajurit setingkat True Delta.


Karena Leon Vendetta melihat Tian She Meili hanya memiliki kekuatan tingkat Dewa Absolute, dia memerintahkan prajurit tingkat Sang Void, belum tahu jika gadis kecil yang dihadapinya mampu mengalahkan kekuatan tingkat True Alfa...


Tian She Meili berhenti menyerang karena tidak mampu menghancurkan Formasi Perlindungan itu, ia terlihat kesal karena tidak bisa membuat kota penuh kejahatan menjadi porak-poranda.


"Mereka curang!" gerutu Tian She Meili setelah kembali ke sisi ayahnya.


"Bukan curang, tapi hal yang lumrah. Formasi Array ini setingkat Raja Surgawi tahap puncak, wajar jika She'er tidak bisa menghancurkannya!" hibur Dewa Binatang yang tidak ingin putrinya bersedih.


"Bukannya Ayah ahli Formasi Array, apakah tidak bisa menghancurkannya?" tanya Tian She Meili.


"Bisa saja dan hal ini sangatlah mudah. Jika Ayah menghancurkannya saat ini, nanti kurang menarik. Biarkan mereka merasa di atas angin terlebih dahulu untuk saat ini!" jawab Dewa Binatang yang telah memiliki rencana lain di benaknya.


Karena tidak tahu apa yang akan direncanakan ayahnya, Tian She Meili berkata, "kapan Ayah akan menghancurkannya? Aku tidak sabar untuk membuat kekacauan!"


Dewa Binatang tersenyum sambil mengusap-usap rambut putrinya, dia berkata, "sebentar lagi akan ada 10 orang yang memiliki kekuatan Sang Void, mereka bisa She'er jadikan pelampiasan. Agar lebih menarik, She'er jangan berubah wujud, tetap menjadi manusia dan tahan kekuatanmu."


Dewa Binatang telah melihat Leon Vendetta yang berdiri di balkon istana, dia tahu jika pemimpin pembunuh bayaran antar galaksi meremehkan putrinya.


Mendengar jawaban ayahnya, Tian She Meili kembali ceria sambil melihat ke arah kota, di mana ia melihat 10 prajurit yang mengenakan zirah perang.


Akhirnya, 10 prajurit Sang Void datang. Mereka melihat si Alex berada di belakang Dewa Binatang, masih dalam keadaan pingsan. Mereka juga melihat sekelilingnya, dan terkejut melihat komandan penjaga pintu gerbang dan prajurit telah meninggal.


"Kejahatan kalian sangat besar, hukuman yang pantas adalah eksekusi mati di tempat...!" ucap pemimpin dari prajurit Sang Void saat berbicara kepada Dewa Binatang dan Tian She Meili, "bunuh mereka, dan gantung mayatnya di depan pintu masuk kota!" lanjutnya dengan memberikan perintah kepada anak buahnya, dia tidak peduli dengan nasib si Alex.


Kehidupan di Living Moon, kematian merupakan kejadian biasa. Tetapi, kejadian hari ini baru pertama kali terjadi, yang mana tembok pertahanan dihancurkan oleh seorang gadis kecil, dan beberapa prajurit penjaga pintu gerbang juga ikut terbunuh.


Sejujurnya, kejadian ini sangat memalukan bagi Leon Vendetta selaku pemimpin pembunuh bayaran antar galaksi, jelas akan mempengaruhi popularitasnya di mata para penguasa galaksi.


Satelit Living Moon yang dikacaukan oleh gadis kecil, sudah pasti akan diketahui oleh King Caldwell. Oleh sebab itu, walaupun Tian She Meili di anggap jenius, Leon Vendetta tidak segan-segan mengeksekusi mati. Seandainya Tian She Meili tidak membuatnya malu, kemungkinan besar akan direkrutnya.


Mendapatkan perintah, 9 prajurit Sang Void melesat ke arah Dewa Binatang dan Tian She Meili sambil menghunuskan tombaknya. Sebelum mereka mendekat, Tian She Meili maju, seolah-olah melindungi ayahnya.


Ketika mata ujung tombak akan mengenai tubuh dari Tian She Meili, keluar sinar dari kedua matanya. Seketika 9 prajurit itu tiba-tiba berhenti, secara perlahan tubuh mereka menjadi patung dan terjatuh ke tanah.


Perbuatan Tian She Meili jelas mengejutkan pemimpin prajurit Sang Void, Leon Vendetta yang selalu mengawasi juga tercengang. Bahkan Dewa Binatang ikut terkejut melihat kehebatan putrinya ini, walaupun sudah pernah melihatnya sewaktu di Pegunungan Larswood.


Setelah 9 prajurit Sang Void menjadi patung, Tian She Meili menendang kepala mereka hingga terlepas dari badannya. Ketika kepala terpisah dari tubuhnya, tidak ada darah yang menyembur keluar.

__ADS_1


"Giliranmu, maju!" tantangan Tian She Meili sambil menunjuk ke arah pemimpin prajurit Sang Void.


Pemimpin prajurit itu menelan salivannya karena takut, dia jelas tidak ingin mati sia-sia seperti anak buahnya. Tetapi, jika tidak menyelesaikan tugas, dia juga akan menerima hukuman berat, sungguh dilema di hatinya, kabur atau kembali ke dalam kota, hanya dua pilihan saat ini.


"Mundur, kau bukan tandingannya! Gadis itu adalah penyihir tingkat Great Divination Magician!"


Tiba-tiba suara telepati dari Leon Vendetta terdengar di telinga pemimpin prajurit Sang Void. Tanpa banyak bicara dan juga ketakutan, pemimpin prajurit itu segera masuk ke dalam Formasi Perlindungan, dan membuat Tian She Meili tertawa puas melihat musuhnya kabur.


Leon Vendetta salah mengira bahwa Tian She Meili adalah seorang penyihir, padahal kemampuannya itu berasal dari Mata Surgawi, bukan karena seorang penyihir.


Memang benar, bahwa penyihir tingkat Great Divination Magician mampu membuat sasarannya menjadi patung dalam sekejap mata tanpa menyentuh, itu salah satu kelebihannya.


Namun, bagi Dewa Binatang yang melihat kejadian dari dekat, dia tahu putrinya memiliki kelebihan seperti Celestial She, dan bukan kemampuan seorang penyihir.


Penyihir membutuhkan waktu untuk mengaplikasikan ilmunya sebelum mengenai musuh, seperti merapal mantra di dalam hati, membuat gerakan mantra dengan kedua tangan, baru setelah itu ilmu atau jurusnya bisa keluar dan mengenai target.


"Mata Surgawi... Benar-benar lebih hebat dari Mata Langit!" kekaguman Dewa Binatang.


"Apakah Ayah ingin memilikinya?" tanya Tian She Meili yang tidak terkejut ayahnya mengetahui kelebihannya ini.


Mendapatkan tawaran dari putrinya, bukannya senang hati malahan membuat Dewa Binatang menghela nafas panjang, lalu dia berkata dengan nada sedih, "Ayah merindukan ibumu, Celestial She memiliki kemampuan seperti She'er!"


Karena kehadiran Tian She Meili, Dewa Binatang tidak bisa melupakan Celestial She yang keberadaannya sampai saat ini belum diketahuinya, apakah baik-baik saja atau tidak. Jika benar Celestial She meninggal dunia, sudah pasti akan diketahui karena segel keluarga besarnya.


Dewa Binatang telah melacak keberadaan Celestial She melalui segel keluarganya, namun segel keluarganya tidak terdeteksi. Ada beberapa hal yang membuat segel keluarga besarnya tidak terdeteksi, pertama, ada seseorang yang lebih kuat darinya sehingga mampu menghilangkan segelnya. Kedua, keberadaan Celestial She yang jauh dari jangkauan pendeteksian. Ketiga, Celestial She bersembunyi di dalam Formasi Array tingkat di atas Celestial Supreme.


Tian She Meili ikut merasakan kesedihan ayahnya, ia menundukkan wajahnya dengan kedua mata berkedip-kedip, tampaknya ada yang disembunyikannya.


"Jangan ikut bersedih! Suatu hari nanti, Ayah pasti akan menemukan Ibumu!" hibur Dewa Binatang yang melihat reaksi putrinya, "apakah Ayah bisa memiliki Mata Surgawi?" lanjutnya yang bertujuan agar putrinya menjadi bersemangat karena diandalkan.


Segera Tian She Meili melihat ayahnya dengan wajah berseri-seri, lalu ia menjawab, "tentu bisa, tapi akan menyakitkan ketika She'er mengganti mata Ayah nanti. Apakah Ayah bisa menahan rasa sakitnya?"


"Hal sepele merasakan sakit. Ayo, kita masuk ke dalam Dunia Jiwa. Untuk saat ini, biarkan kehidupan di sini tenang dulu!" ajak Dewa Binatang yang ingin memiliki Mata Surgawi.


Tian She Meili langsung melompat ke punggung ayahnya, ia suka digendong di punggung. Dalam sekejap mata, mereka berdua menghilang dari pandangan mata Leon Vendetta yang masih mengawasi.


"Siapa mereka? Gadis kecil itu sudah memiliki kekuatan Dewa Absolute, pastinya ayahnya lebih kuat... Mungkin setingkat True Gama!" gumam Leon Vendetta yang menerka-nerka kekuatan lawannya, Mata Dewa-nya tidak mampu melihat kekuatan Dewa Binatang.


Kemungkinan besar, Leon Vendetta menduga jika Dewa Binatang menggunakan sejenis alat yang mampu menutupi kekuatan, dugaannya hal umum di manapun tempat. Setelah itu, dia masuk ke dalam istana, dan menuju ke ruang kerjanya untuk mencari identitas dari musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2