
Bab 113. Persiapan Latihan Pasukan.
Dewa Binatang keluar dari dalam Dunia Jiwa bersama Yuna Aurora, Qin Diao Chin, Tian She Meili dan Yuke, tujuan mereka untuk memantau kondisi saat ini, serta mencari lokasi yang tepat untuk membangun markas sementara.
Saat ini, mereka berada sejauh 8 kilometer dari Kota Moon, tempatnya di lembah yang terkenal berbahaya bagi penghuni satelit Living Moon, Red Wall Valley (Lembah Dinding Merah).
Menurut catatan sejarah masa lalu, di lembah ini adalah tempat pusat peperangan, yang mana Benua Caldwell ingin menguasai satelit Living Moon. Dalam pertempuran itu, kedua kubu tidak ada yang menang maupun kalah, sama-sama dirugikan.
Karena darah para prajurit yang membasahi lembah tersebut, membuat dinding di kedua sisi lembah menjadi berwarna merah. Oleh sebab itu, lembah tersebut diberi nama Red Wall Valley.
Hingga saat ini, jiwa para korban peperangan yang tidak terima akan kematian, masih bergentayangan di Lembah Dinding Merah. Selain itu, banyak binatang buas yang menjadi penghuninya. Air mengalir yang berada di tengah lembah hingga saat ini masih berwarna merah karena menampung darah para prajurit yang mati.
"Tempat ini tampak sudah lama tidak dilalui orang, apa karena takut dengan jiwa penasaran itu?" tiba-tiba Shuǐ Jingling muncul di saat suami serta saudarinya sedang mengamati Lembah Dinding Merah.
"Sebenarnya bukan karena Roh-roh penasaran dan binatang buas yang ditakuti oleh banyak orang, melainkan ada penyebab lain yang bersembunyi di dasar sungai itu!" ungkap Qin Diao Chin yang melihat sesuatu di menjadi penyebab ketakutan banyak orang.
Selain Shuǐ Jingling yang baru muncul, Dewa Binatang dan istri sudah mengetahuinya. Shuǐ Jingling segera mengikuti jari telunjuk Qin Diao Chin yang tertuju pada pusaran air di sungai.
Setelah mengetahuinya, Shuǐ Jingling tersenyum penuh kemenangan, lalu ia berkata, "darah terkumpul dan menjadi Energi Sejati, bodoh yang tidak mengetahuinya! Biarkan aku yang mengambilnya!"
Energi Sejati adalah inti kekuatan dari setiap kehidupan yang menjadi korban peperangan. Energi inilah yang dicari-cari oleh para Dewa untuk meningkatkan kekuatan.
Energi ini seperti Energi Spiritual, Energi Langit, Energi Dewa, Energi Semesta, Energi Surgawi dan seterusnya. Dan Energi Sejati tergolong langka karena kemunculan sesudah banyak korban berjatuhan.
Dan, Shuǐ Jingling sangat membutuhkan Energi Sejati ini untuk meningkatkan kekuatannya, sebab ia berbeda dari kehidupan jenis apapun.
"Ayo, ikut Ibu!" ajak Shuǐ Jingling yang ingin Tian She Meili sesegera mungkin memulihkan kekuatan yang sebenarnya.
Dengan senang hati Tian She Meili meraih tangan Shuǐ Jingling, lalu mereka berdua turun dari atas tebing dengan cara melompat. Dewa Binatang dan istrinya segera menyusul.
"Aneh jika tidak ada yang tahu tentang ini!" Yuna Aurora merasakan keanehan pada Lembah Dinding Merah.
Energi Sejati, seharusnya menjadi perebutan banyak orang kuat, tetapi di tempat ini, justru tidak pernah dikunjungi oleh kultivator. Hal ini yang membuat keanehan bagi Yuna Aurora.
"Anggap saja ini rejeki kita!" ujar Qin Diao Chin yang tidak peduli jika ada keanehan.
Kedatangannya Dewa Binatang dan istrinya, membuat penghuni Lembah Dinding Merah sangat ketakutan, sebab Yuke mengeluarkan aura kekuatannya. Binatang buas dan Roh-roh penasaran itu menuju ke arah dua tempat, menuju ke Kota Moon dan Distrik Dota II.
Distrik Dota II merupakan salah satu kota terbesar kedua setelah Kota Moon. Jarak antara kedua kota itu cukup jauh, sejauh 500 mil (804,672 kilometer). Sebagai jalan penghubung antar kota tersebut, maka seseorang harus melewati satu jalan lain, dari Lembah Dinding Merah sejauh 4 kilometer. Akan tetapi, kebanyakan orang memilih untuk terbang, atau menggunakan pesawat terbang untuk tiba di kota tujuan.
__ADS_1
Shuǐ Jingling dan Tian She Meili masuk ke dalam pusaran air di sungai, tanpa ada rasa khawatir sedikit pun. Sedangkan Dewa Binatang dan istrinya, tetap berada di tepi sungai sambil melihat putrinya.
"Siapa yang berani memasuki wilayahku!?" bentakan keras dari seorang pria tua.
Tiba-tiba muncul seorang pria tua di seberang sungai sambil menatap tajam ke arah Dewa Binatang dan istrinya. Namun, melihat wajah-wajah mereka, pria tua itu buru-buru kabur karena mengenalinya.
Dewa Binatang dan istrinya jelas menertawakan pria tua itu yang kabur ke arah Kota Moon. Akan tetapi, si Yuke tidak akan membiarkan pria tua itu kabur, ia tiba-tiba muncul menghadang jalannya.
"Ampun, Dewi!" pria itu segera akan berlutut karena kalah jauh dalam hal basis kultivasi.
Sebelum pria tua itu berlutut, Yuke langsung menendang kepalanya hingga terpental ke belakang. Pria tua itu terjatuh di depan Dewa Binatang dengan kepala tertancap di tanah.
Buru-buru pria tua itu berdiri, tetapi dia telah dikelilingi oleh istri Dewa Binatang sehingga tidak bisa kemana-mana. Dia bernama Steward Yan, kekuatannya berada di tingkat True Delta level 8.
"Siapa kau?" tanya si Yuke.
"Apakah kamu yang menguasai Lembah Dinding Merah ini?" sambung Qin Diao Chin.
"S-saya... Nama saya Steward Yan, adik ipar dari Leon Vendetta. Jangan macam-macam denganku! Wilayah ini kekuasaan adikku. Pergi kalian dari sini!" jawab Steward Yan dengan nada yang jelas berusaha untuk tidak takut, dan juga memberikan sedikit gertakan.
"Jangan macam-macam denganmu? Aku sudah menendang kepalamu, itu baru satu macam, dan ini yang kedua...!" Yuke paling tidak suka dengan ucapannya, dan langsung mengayunkan tinju ke perut Steward Yan tanpa berpindah dari tempatnya.
Suara "Bukk!" ketika pukulan telak dari kepalan tangan si Yuke mengenai perut Steward Yan hingga kedua matanya melotot, serta memuntahkan isi perutnya. Setelah itu dia berlutut sambil memegang perutnya.
Setelah memberikan pesan, dia menyentil dagu Steward Yan ke arah atas. Gerakannya sangat cepat sehingga Steward Yan tidak melihat gerakan tangannya.
"Arghhh..!!" teriakkan Steward Yan sambil terlempar ke langit dan menghilang dari pandangan mata.
Dewa Binatang dan istrinya tersenyum melihat Steward Yan yang bernasib sial. Kemudian, mereka kembali melihat Shuǐ Jingling dan putrinya telah berada di dasar sungai, pusat dari pusaran air.
Saat ini, mereka berdua berada di dalam tungku raksasa yang menampung Energi Sejati. Shuǐ Jingling dan Tian She Meili sedang duduk bersila untuk berkultivasi dengan menyerap Energi Sejati.
Dewa Binatang melihat si Yuke, "lembah ini cocok dijadikan markas. Seperti biasa, ini tugasmu!"
Si Yuke mengangguk paham dan segera menuju ke arah Kota Moon. Sesampainya di ujung Lembah Dinding Merah, ia membuat Formasi Array untuk menutup jalur ke lembah. Setelah selesai, si Yuke bergerak menuju yang berlawanan, ke arah Distrik Dota II. Di sana ia juga membuat Formasi Array.
Yuna Aurora dan Qin Diao Chin tidak berdiam diri, mereka membuat tenda-tenda untuk pasukannya, membersihkan pepohonan yang menghalangi pergerakan. Sedangkan Dewa Binatang, dia berdiri di atas permukaan tebing sambil melihat ke arah Kota Moon.
...****************...
__ADS_1
Boom...
Suara benturan keras di pusat Kota Moon ketika Steward Yan terjatuh dari langit. Hanya dengan sentilan saja dan membuat setingkat True Delta tak berkutik, bisa dipastikan bahwa kekuatan Dewa Binatang jauh melampauinya.
Lokasi tempat jatuhnya Steward Yan, segera dikerumuni oleh banyak orang yang penasaran. Ketika dia berdiri, semua orang yang melihatnya tertawa, sebab dagunya bengkak terkena sentilan.
Steward Yan ingin membentak semua orang yang menertawakannya, namun mulutnya sulit berbicara karena bengkak. Rasa malu menjadi tontonan, sudah pasti. Untuk melampiaskan kemarahannya, semua orang yang menertawakannya menjadi sasaran pukulan serta tendangan...
Setelah puas melampiaskan kemarahannya, Steward Yan buru-buru menemui Leon Vendetta untuk menyampaikan pesan dari Dewa Binatang.
"Sialan! Baru datang sudah memanen Energi Sejati, dan menantang perang denganku!" kegeraman Leon Vendetta sambil melihat Steward Yan.
"Aktifkan Formasi Perlindungan, pusatkan semua pasukan, kultivator, pembunuh bayaran, semua robot dan drone di pintu gerbang Distrik Dota II dan Kota Moon. Siapapun yang berhasil membunuh Dewa Binatang beserta istrinya, hadiah melimpah serta jabatan tinggi akan mereka dapatkan. Cukup membunuh salah satu istrinya, hadiah besar akan didapatkan oleh siapapun!" perintah Leon Vendetta kepada wakilnya yang bernama Raven Blade.
"Laksanakan, Yang Mulia!" segera Raven Blade keluar dari istana. Saat melewati Steward Yan, dia menahan tawa.
"Obati lukamu. Setelah itu, bergabunglah dengan yang lainnya!" perintah Leon Vendetta, yang sebenarnya dia ingin tertawa melihat penampilan wajah adiknya ini.
Steward Yan mengeluarkan Pil Penyembuh dan menelannya. Dalam sekejap mata, dagunya yang bengkak kembali pulih.
"Bocah itu sangat kuat... Saudaraku, lebih baik meminta bantuan kepada King Caldwell agar bisa mengalahkannya!" saran Steward Yan.
"Aku tahu apa yang harus kulakukan! Sana, berkumpul dengan pasukan!" jawab Leon Vendetta yang kesal karena Steward Yan tidak bisa menjaga Energi Sejati.
Steward Yan segera keluar dari istana tanpa membalas ucapan Leon Vendetta, sebab dia tahu saudaranya ini dalam suasana hati yang buruk.
"Jika tahu seperti ini, dulu aku tidak akan menerima pekerjaan untuk membunuhnya!" sesal Leon Vendetta karena kegagalan anak buahnya dalam menjalankan misi yang berakibat fatal di masa ini.
"Akankah Galaksi Caldwell akan berakhir seperti Galaksi Nebula dan Celosia? Semoga bantuan dari Alam Suci mampu mengalahkannya!" harapannya yang tidak ingin Dewa Binatang memusnahkan tempat kelahirannya ini.
...****************...
Lembah Dinding Merah telah berubah total semenjak dijadikan markas. Dinding lembah yang sebelumnya berwarna merah, kini telah menjadi warna kekuningan, air sungai yang sebelumnya berwarna merah, saat ini telah menjadi jernih dan bisa diminum.
Perubahan ini, terjadi karena Shuǐ Jingling dan Tian She Meili menyerap Energi Sejati. Saat ini, tungku raksasa itu telah dipindahkan ke dalam Dunia Jiwa, dan masih melimpah ruah dengan Energi Sejati.
Saat ini, Yuna Aurora dan 30 saudarinya sedang berada di dalamnya untuk berkultivasi. Dan rencananya, semua istri utama Dewa Binatang akan bergantian untuk berkultivasi dengan menyerap Energi Sejati.
Hanya Dewa Binatang, Tian Lihua, Tian Shuwan, Tian Chunhua dan Tian Mei Yin yang tidak ikut serta, sebab Energi Sejati itu tidak banyak meningkatkan kekuatan, hanya seperti setetes air yang membasahi dantian. Setingkat di atas Ranah Tanpa Batas (Super Omega), untuk meningkatkan kekuatan membutuhkan satu planet agar bisa mencapai satu level dalam waktu singkat.
__ADS_1
Dewa Binatang memiliki target untuk semua istri utamanya, di mana akan menuju ke Alam Suci setelah semua istri utama memiliki kekuatan tingkat True Omega. Sedangkan untuk istri-istrinya yang lain, minimal harus memiliki kekuatan tingkat Half Resonansi hingga Half Omega. Tujuannya jelas, agar dia tidak terlalu khawatir ketika bertarung dengan musuh-musuhnya.
Saat ini, di Lembah Dinding Merah telah dipenuhi dengan pasukan Kekaisaran Dewa Binatang, pasukan binatang juga tidak ketinggalan dalam latihan ini.