
Bab 174. Galaksi Baru, Planet Air.
Dewa Abadi tidak segera menuju ke Alam Kudus karena melihat sembilan planet yang berada di perbatasan antara Laniakea Super Cluster dan Observable Universe. Planet itu berada di jalur perjalanannya dan membentuk lingkaran zig-zag, yang mana memutari matahari sebagai pusatnya, dengan kata lain seperti galaksi.
Sembilan planet itu berbeda warna. Yang berada di depan Dewa Abadi berwarna biru, sangat mirip dengan Planet Bumi, juga memiliki satelit, hanya saja ukuran planet itu dua kali lebih besar daripada Bumi.
"Aku tidak pernah mengingatkan jika ada planet ini! Apakah kamu tahu?" tanya Dewa Abadi kepada Tian Lihua.
Sebelumnya Dewa Abadi tidak pernah melihatnya sewaktu pergi ke Galaksi Pengadilan Jagat Raya padahal jalur perjalanannya tidak berubah.
"Aku tidak tahu! Planet itu tidak ada dalam catatan sistem tata surya di manapun! Aku curiga galaksi yang baru ini ada untuk menghalangi tujuan kita!" jawab Tian Lihua yang berhipotesis bahwa adanya galaksi itu bertujuan untuk menghentikannya.
Dewa Abadi dan semua istrinya juga berpikir sama seperti Tian Lihua. Dewa Abadi memiliki firasat buruk terkait Chen Yeon dan Hu Yue Yan yang seharusnya melewati galaksi baru ini.
"Jangan-jangan ...!" gumam Dewa Abadi yang tidak melanjutkan dugaannya karena khawatir terjadi.
"Saudari Yeon dan Yue Yan ... Apakah kamu juga menduga jika mereka masuk ke salah satu dari planet itu?" sahut Shuǐ Jingling.
Dewa Abadi mengangguk sebagai jawaban, lalu berkata, "dari 12 rasi bintang, 3 yang telah kita hadap, tersisa 9 ...!"
Dia tidak meneruskan perkataannya karena semua istrinya sudah pasti paham. Semua istrinya menjadi serius karena ucapan suaminya bisa jadi benar jika galaksi baru ini adalah bentuk lain dari rasi bintang.
Untuk memastikan bahwa rasi bintang masih berada di Local Interstellar, Dewa Abadi dan semua istrinya melihat ke belakang. Dengan Mata Dewa dan Mata Surgawi, mereka melihat Local Interstellar, dan rasi bintang masih ada di tempatnya semula.
"Untuk berjaga-jaga, kalian semua masuk ke dalam Dunia Jiwaku!" pinta Dewa Abadi yang tidak ingin istrinya dan Satria 12 Naga mengalami musibah.
Tian Chunhua segera masuk ke dalam Dunia Jiwa, lalu disusul oleh semua saudarinya termasuk Satria 12 Naga. Tinggal Tian Lihua yang belum masuk karena ingin menemani Dewa Abadi.
"Kamu juga masuk!" perintah Dewa Abadi yang tidak ingin kehilangan istri lagi.
Tian Lihua melihat galaksi itu yang menghalangi jalur menuju ke Observable Universe, dan tidak ada jalan lain. Akhirnya dia masuk ke dalam Dunia Jiwa karena tahu kekhwatiran suaminya.
"Kami siap memberikan energi jika dibutuhkan!" pesan Tian Lihua yang terdengar di benak Dewa Abadi.
Semua wanita dan Satria 12 Naga hanya bisa membantu Dewa Abadi dengan memberikan energi Kekuatan jika menghadapi lawan kuat. Dan hanya Dewa Abadi yang mampu menerima energi besar karena memiliki Batu Keabadian.
Segera Dewa Abadi melesat dengan kecepatan cahaya agar segera tiba di Observable Universe, tetapi harus melewati galaksi baru. Ketika baru memasuki sistem galaksi baru itu, tubuh Dewa Abadi terhisap ke arah planet terdekat dengannya.
Dewa Abadi tidak sedikitpun panik karena sudah siap menghadapi hal-hal seperti ini. Dan, dugaannya benar jika galaksi baru ini ada untuk menghentikannya.
__ADS_1
Dia akhirnya masuk ke dalam atmosfer planet yang mirip dengan Bumi.
Dewa Abadi tersenyum sinis karena kekuatan dibatasi oleh Formasi Array, sehingga hanya bisa mengeluarkan kekuatan setingkat True Omega. Dia melayang di udara sambil melihat planet ini yang hanya memiliki satu dataran yang luasnya mencapai lebih dari 17 juta km², selebihnya adalah lautan.
"Galaksi baru sudah ada kehidupan!" gumam Dewa Abadi yang keheranan melihat daratan itu dihuni oleh banyak humanoid.
Wujud mereka bermacam-macam; ada setengah manusia setengah ikan, ada juga manusia yang memiliki kaki burung dan memiliki insang ikan, lalu ada yang bertubuh manusia dengan tentakel sebagai kaki dan tangan. Ada juga manusia dengan punggung menyerupai tempurung kura-kura, dan masih banyak bentuk humanoid air.
Geografis alam daratan yang dilihat oleh Dewa Abadi; banyak sekali sungai, rawa, danau, dan hutan. Ada satu gunung yang ukurannya sangatlah besar dan diselimuti oleh salju. Di puncak gunung itu terdapat tugu setinggi lebih dari 900 meter, dan puncak menara itu terdapat batu berlian berkilauan.
Melihat batu berlian itu, Dewa Abadi akhirnya tahu yang menyebabkan kekuatannya dibatasi. Jika dirinya dibatasi, sudah pasti penghuni planet ini juga sama.
Kemudian, dia melihat Infrastruktur bangunannya terbuat dari es berbentuk kubah (Doom). Dari semua bangunan itu, ada satu bangunan besar melebihi yang lainnya, bentuknya seperti kastil, memiliki 9 menara pengawas. Dewa Abadi menebak jika kastil itu milik penguasa planet ini.
"Suami, mungkin kali ini kita akan menghadapi mahkluk Bintang Pisces jika melihat lautan lebih luas daripada daratan!" Interupsi Yuna Aurora.
"Bisa jadi!" sahut Dewa Abadi yang kurang yakin karena belum melihat sosok terkuat di planet ini, sebab Mata Surgawi-nya tidak bisa digunakan lagi, hanya bisa menggunakan Mata Dewa yang memiliki batasan.
"Hancurkan saja batu berlian itu agar kita bisa keluar dari tempat ini!" ide Tian She Meili.
"Memang itu rencanaku!" jawab Dewa Abadi yang segera melesat ke arah puncak gunung untuk menghancurkan menara.
Saat baru saja memasuki wilayah daratan, Dewa Abadi ditekan oleh energi Formasi Array sehingga tidak bisa terbang. Medan gravitasi sebesar di lantai 12 dari Pagoda Berlian.
Dewa Abadi mendarat di tanah dengan sangat keras sehingga menyebabkan ledakan. Dia melihat ke arah puncak gunung yang berada di tengah-tengah daratan. Kemudian, berdatangan humanoid dari arah hutan di depannya, kekuatan mereka berada di tingkat Half Omega, lebih rendah satu tingkat darinya.
Jumlah humanoid mencapai 500 ribu, mereka mengenakan perlengkapan perang ditubuhnya, selayaknya seorang prajurit. Pasukan humanoid air itu dipimpinan oleh seorang wanita dari Ras Ikan Duyung. Wanita itu menunggangi kura-kura besar, besarnya tempurung kura-kura bisa menampung 100 jiwa. Wanita itu duduk di kursi singgasana, dan dikawal oleh puluhan wanita humanoid.
"Biarkan kami yang menghadapi mereka!" pinta Fang Yin si Gadis Angsa.
Dewa Abadi melambaikan tangan kanannya dan muncul lubang hitam agar istrinya keluar, tanda jika diizinkan. Dia tidak khawatir karena kekuatan semua istrinya dan Satria 12 Naga Elemen melebihi tingkat True Omega.
Segera semua orang keluar dari Dunia Jiwa. Di saat keluar, kekuatan mereka juga ditekankan oleh energi yang berasal dari batu berlian di puncak menara, setara dengan kekuatan dari Dewa Abadi.
Satria 12 Naga juga sama, bahkan tidak bisa berubah wujud menjadi aslinya, tetap menjadi manusia. Setelah semuanya keluar, Dewa Abadi mengeluarkan 100 ribu Tubuh Ganda.
Tubuh Ganda-nya melesat ke depan termasuk Dewa Abadi, lalu disusul oleh semua istrinya dan Satria 12 Naga. Namun...
"Berhenti!" cegah wanita humanoid air yang menjadi pemimpin pasukan.
__ADS_1
Segera Dewa Abadi berhenti, termasuk semua Tubuh Gandanya, istri dan Satria 12 Naga. Dewa Abadi tidak menduga jika humanoid air ini tidak seperti tiga rasi bintang sebelumnya.
"Apakah Anda sekalian terseret ke Planet Air?" tanya wanita itu.
"Benar! Bukankah kalian salah satu dari rasi bintang?" jawab Dewa Abadi dan bertanya balik dengan maksud menyelidik.
"Bukan. Planet Air tidak seharusnya berada di galaksi ini. Kita berasal dari sistem tata surya The Living Tribunal Multiverse. Kita sudah ada di sini lebih dari 200 tahun. Kita tidak tahu siapa orang yang memindahkan Planet Air!" ungkap wanita itu dengan jujur.
Dewa Abadi dan semua istrinya jelas keheranan karena dugaannya keliru.
"Apakah Anda penguasa planet ini?" tanya Yuna Aurora.
"Bukan. Aku adalah ajudannya, namaku Guan Zhui. Pemimpin kami adalah Ratu Guan Bihai. Beliau sudah menunggu Anda. Mari, kita temui beliau!" jawab yang memperkenalkan diri dan juga pemimpin Planet Air.
Dewa Abadi memiringkan kepalanya ke kiri untuk melihat Tian Lihua yang mengangguk sebagai jawaban. Semua Tubuh Ganda tidak dihilangkan oleh Dewa Abadi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. Dia dan semua istrinya mengikuti Guan Zhui. Di belakang, pasukan humanoid air mengikuti Dewa Abadi dan rombongannya.
"Apakah ini perbuatan dari Tian Bo?" tanya Qin Diao Chin kepada suaminya, ia menggunakan komunikasi telepati agar tidak didengar oleh Guan Zhui.
"Mungkin saja!" jawab Dewa Abadi yang ragu-ragu karena belum bertemu dengan Ratu Guan Bihai.
"Saudari Guan Zhui, sebelum kita, apakah ada dua wanita yang juga terseret ke Planet Air?" selidik Xu Tian Mei.
Guan Zhui mengendalikan kursi singgasananya agar berhadapan dengan Dewa Abadi. Lalu ia menjawab, "iya, mereka baik-baik saja dan bersama dengan pemimpin kita!"
Setelah itu, tidak ada lagi tanya jawab. Tetapi, Dewa Abadi, semua istrinya dan Satria 12 Naga selalu berkomunikasi telapati untuk membuat rencana.
Menuju ke kastil, Dewa Abadi dan rombongannya melewati banyak sungai, danau, rawa dan hutan. Ketika hari menjelang sore, Guan Zhui memerintahkan kepada pasukan untuk beristirahat.
"Kenapa harus istirahat? Langsung saja!" pinta Tian She Meili karena tidak kelelahan walaupun telah berjalan sangat jauh.
"Semenjak Planet Air dipindahkan, di malam hari adalah mimpi buruk bagi kita, banyak mahkluk-mahkluk raksasa yang keluar dari lautan. Kejadian ini tidak pernah ada sebelumnya!" jawab Guan Zhui.
Jawaban Guan Zhui tidak sedikitpun mengejutkan Dewa Abadi dan rombongannya, sebab tidak mungkin Guan Zhui membawa banyak pasukan hanya sekedar untuk menjemput. Sudah pasti ada sesuatu yang ditakuti oleh penghuni Planet Air.
Pasukan humanoid segera membentuk formasi melingkar untuk melindungi Guan Zhui dan tamunya. Kemudian, sebagai prajurit humanoid membuat banyak api unggun yang dibuat di depan pasukan, tujuannya agar mahkluk-mahkluk raksasa dari lautan tidak berani mendekat.
Kemudian, Guan Zhui menceritakan tentang kemunculan mahkluk-mahkluk raksasa dari lautan, ukurannya lebih besar dua kali lipat dari kura-kura tunggangannya. Dewa Abadi dan rombongannya tidak heran maupun terkejut karena sudah mengalaminya ketika berada di Planet Peliades.
"... Berkat Batu Pelindung di puncak menara yang Anda sekalian lihat, kultivator yang memiliki kekuatan tingkat di atas True Omega akan ditekan, termasuk para raksasa lautan. Hingga saat ini, Ratu Guan Bihai tidak mengetahui siapa yang menjadi dalang dari semua kejadian ini."
__ADS_1
Panjang lebar Guan Zhui bercerita tentang Planet Air. Dia sedikit heran kenapa tamunya tidak sedikitpun terkejut maupun khawatir dengan kejadian di Planet Air.
Lalu, semua orang mendengar suara dengungan yang berasal dari mahkluk-mahkluk raksasa lautan. Segera, semua orang menjadi waspada dan siap untuk menghadapi para raksasa lautan...