
Bab 83. Buah Suci.
Sha Meyleen tidak tersinggung dengan tawa Dewa Binatang. Baginya, hal ini sudah biasa karena sering berhadapan dengan banyak orang yang memiliki karakter berbeda-beda.
"Aku tidak mengira pemimpin lelang masih begitu muda... Apa Anda sudah bersuami atau ...?" tanya Dewa Binatang yang ingin mengenal lawan bicaranya, dia tidak melanjutkan perkataannya karena Sha Meyleen sudah pasti tahu maksudnya.
Sha Meyleen mengembangkan senyuman hangat sambil memeriksa kekuatan Dewa Binatang yang tampak tidak berkultivasi. Di dalam hatinya, dia sebenarnya keheranan kenapa orang yang tidak berkultivasi berani memprovokasi orang-orang penting.
"Apa dia memiliki pengawal kuat?" batin Sha Meyleen yang menebak-nebak.
"Saya tidak ada waktu memikirkan pria maupun perasaan. Tujuan saya menemui Anda untuk menyerahkan barang yang Anda memenangkan!" jawab Sha Meyleen, lalu mengeluarkan tulang misterius dari kantung spasial dan meletakkannya di atas meja.
Tulang misterius itu disimpan dalam wadah kayu yang sesuai ukurannya. Namun, wadah tersebut tidak mampu meredam aura kekuatan tingkat True Omega.
Dewa Binatang tersenyum tipis karena tujuan Sha Meyleen jelas bukan hanya menyerahkan tulang ini, pasti ada tujuan lain.
"Penasaran dengan sosok yang mengaku-ngaku sebagai putra ketiga pedagang Cheng Bei, kan? Kamu tidak akan mengetahui siapa aku sebenarnya... Tidak akan! Dan tujuan Anda tidak sekedar menyerahkan barang ini, bukan?" ucap Dewa Binatang.
Sha Meyleen mengunci alisnya karena ucapan Dewa Binatang. Sebagai pemimpin Gedung Harta Langka, informasi apapun dengan mudah diketahui karena memiliki banyak koneksi.
Dan, apa yang dikatakan oleh Dewa Binatang memang benar. Setelah melihat lukisan keluarga besar Cheng Bei, tidak ada satupun orang yang wajahnya sama dengan Dewa Binatang, tidak ada yang bahkan sedikit mirip. Dan dia pun mulai menebak-nebak asal usul pria dihadapannya.
"Setelah melihat Anda, sejujurnya saya penasaran... Memang tujuan saya tidak hanya sekedar menyerahkan barang. Langsung saja pada intinya, apakah Anda berminat untuk berinvestasi di Gedung Harta Langka? Setiap lelang di manapun cabang kita, Anda akan mendapatkan keuntungan 1 persen dari jumlah yang diinvestasikan. Apakah Anda berminat?" akhirnya Sha Meyleen mengungkapkan tujuannya menemui Dewa Binatang.
"Tegas, lugas, dan mudah dimengerti! Biarkan aku berpikir sejenak!" pujian Dewa Binatang dan diakhiri dengan meminta waktu.
"Tidak perlu terburu-buru! Jika Anda bersedia, Gedung Harta Langka akan selalu terbuka untuk Anda. Saya jamin, uang Anda akan aman dan investasi ini sangat menguntungkan." Setelah berbicara, Sha Meyleen berdiri karena akan kembali ke tempatnya.
"Oh iya! Jika boleh tahu, dari mana Anda berasal?" tanyanya yang tidak bisa menahan rasa penasaran di hati.
Dewa Binatang kembali tertawa sambil ikut berdiri. Ternyata Sha Meyleen memiliki tinggi badan 175 cm, lebih pendek darinya. Secara keseluruhan, jika dinilai Sha Meyleen bisa menjadi seorang model seksi. Walaupun terlihat masih sangat muda, dia adalah seorang kultivator dan usia sebenarnya telah mencapai ribuan tahun.
Selama itu, Sha Meyleen hanya mengejar kekuatan serta karier. Tidak sedikitpun terbersit untuk memiliki seorang pendamping hidup karena baginya seorang pria adalah penghalang cita-citanya.
Kemudian, Dewa Binatang berkata, "apakah wanita selalu terkena penyakit penasaran?"
Pernyataan Dewa Binatang membuat Sha Meyleen tertawa sambil menutup mulut dengan tangan kirinya.
"Hanya ingin tahu dan bukan penyakit!" jawab Sha Meyleen.
"Semoga kita bertemu lagi!" ucap Dewa Binatang yang dengan sengaja ingin membuat Sha Meyleen makin penasaran.
__ADS_1
"Bocah ini... Sengaja ingin main petak umpet!" gerutu Sha Meyleen di dalam hatinya.
"Pasti kita akan bertemu lagi!" Setelah berpamitan, Sha Meyleen keluar dari ruang nomer 9 dengan diiringi tatapan mata dari Dewa Binatang.
"Biasa saja," kata Dewa Binatang setelah Sha Meyleen menutup pintu.
Di luar ruang nomer 9, Sha Meyleen dengan jelas mendengar ucapan Dewa Binatang. Jelas dia tersinggung karena kecantikannya mampu meruntuhkan suatu kerajaan, dan dibilang biasa saja merupakan hinaan.
"Awas kamu!" geram Sha Meyleen sambil melihat pintu. Ingin rasanya mendobrak pintu dan memaki-maki Dewa Binatang...
Akhirnya, sesi lelang ketiga berakhir dan selama 30 menit diadakan jeda untuk melepaskan ketegangan selama bersaing. Baru saja Sha Meyleen meninggalkan ruang nomer 9, Lang Zhen Juan datang.
"Apa yang diinginkan Tuan Muda?" tanyanya sambil mendekati Dewa Binatang yang tidur di ranjang. Dia duduk di bawah kakinya, lalu memijat kaki sebelah kiri milik Dewa Binatang.
"Aku sebenarnya ingin minuman beralkohol, tapi khawatir mabuk karena melihatmu saja sudah memabukkan!" jawab Dewa Binatang dengan mengeluarkan jurus rayuan gombal.
Seketika, semua istri Dewa Binatang dalam jiwa mengomel. Entah bagaimana caranya, Yuna Aurora telah keluar dari Dunia Jiwa dan sudah berada di belakang Lang Zhen Juan. Lalu disusul oleh Tian Mei Yin, Qin Diao Chin, dan Yuke.
"Kami adalah istrinya," ucap Yuna Aurora.
Sontak, Lang Zhen Juan terkejut bukan main karena ada orang di belakangnya, padahal dia tidak mendengar suara pintu dibuka dan juga tidak ada orang lain selain Dewa Binatang di ruang nomer 9.
"Hmm! Akhirnya seluruh istriku keluar!" batin Dewa Binatang sambil mengembangkan senyuman hangat kepada keempat istrinya. Untungnya, istri lainnya tidak ikut keluar.
"Maaf, saya tidak tahu jika Tuan Muda memiliki istri!" sesal Lang Zhen Juan sambil menundukkan wajah.
"Kami memesan camilan dan minuman segar!" pinta Qin Diao Chin.
"Segera saya ambilkan, Nona!" jawab Lang Zhen Juan dan keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa.
Setelah Lang Zhen Juan keluar, Tian Mei Yin mengambil tulang misterius dari atas meja. Sedangkan Yuna Aurora tidur di atas dada suaminya, Qin Diao Chin di sebelah kiri, dan Yuke di sebelah kanan suaminya.
"Jadi begini jika kami tidak mendampingimu!" sindiran Yuna Aurora, yang selalu mudah cemburu.
"Tulang ini memang milik manusia raksasa yang kekuatannya di tingkat True Omega. Ini bisa dijadikan beberapa senjata dan dua zirah perang!" interupsi Tian Mei Yin, sebelum Dewa Binatang berbicara.
Perkataan Tian Mei Yin membuat Dewa Binatang selamat dari omelan istrinya.
"Kamu benar. Untuk melebur tulang itu, dibutuhkan Api Semesta. Setelah melebur, baru dicampur dengan material lainnya. Tapi prosesnya juga lama selama pembuatan," ucap Dewa Binatang yang sudah sepaham dengan Tian Mei Yin, yang merupakan seorang ahli Smelting.
"Nanti aku akan ikut dalam proses peleburan!" sahut Yuna Aurora yang memiliki Api Semesta, hal sepele baginya untuk meleburkan tulang tingkat True Omega.
__ADS_1
Setelah berbicara, Yuna Aurora mencium bibir suaminya dengan mesra, dan kedua diikuti oleh ketiga saudarinya. Namun berhenti ketika Lang Zhen Juan mengetuk pintu untuk mengantarkan pesanan. Setelah Lang Zhen Juan keluar, mereka kembali bermesraan...
Akhirnya sesi keempat dimulai, di mana Gong Fang sudah kembali ke panggung lelang.
"Inilah waktu yang kita tunggu-tunggu! Di akhir sesi ini, akan ada tiga barang utama seperti yang sudah Yang Mulia sekalian ketahui. Lelang pertama adalah Buah Suci. Buah ini lagi-lagi ditemukan oleh nelayan pemilik tulang yang baru saja dimenangkan oleh Tuan Muda Cheng. Karena yang menemukan Buah Suci ini tidak berkultivasi, maka buah ini pun dilelang. Setelah diperiksa oleh para ahli, buah ini adalah jenis Apel Surgawi, berada di tingkat Dewa. Kita sudah tahu seberapa hebat buah ini bagi kultivator tingkat Dewa Absolute...," penjelasan Gong Fang panjang lebar dan berhenti berbicara untuk menarik nafas.
Penjelasan Gong Fang kembali membuat para peserta tidak sabar untuk menawar. Siapapun tahu khasiat Buah Suci tingkat Dewa, di mana buah ini mampu memberikan kekuatan bagi kultivator di atas tingkat Mahadewa.
Namun bagi Dewa Binatang dan semua istrinya, Buah Suci tingkat Dewa tidaklah berharga dikarenakan sudah banyak tersedia di dalam Dunia Jiwa. Selain itu, buah ini tidak ada manfaatnya karena kekuatannya melebihi tingkat True Resonansi.
"Saya langsung membuka harga awalnya... 1 juta keping emas, setiap kenaikan minimal 50 ribu keping emas. Silakan Yang Mulia sekalian membuka tawaran." lanjut Gong Fang sambil membuka penutup Buah Suci.
Bentuk Buah Suci itu mirip dengan buah apel yang berwarna merah, hanya saja buah itu mengeluarkan serat-serat petir, aroma buah terasa lebih menyengat. Jika dilihat lebih dekat dan teliti, di bagian kulit buah seperti ada gambar naga yang bergerak-gerak.
"2 juta!" tawaran Putri Yu Jie.
Pangeran Jia tidak ketinggalan, ia langsung menaikkan tawaran, "2,1."
Putri Liangyi juga ikut menawar dengan angka, "2,3 juta keping emas."
Satu per satu setiap pedagang, pejabat, dan orang-orang kaya menaikkan tawaran. Setiap kali ada yang lebih tinggi, maka perang mulut selalu terjadi.
Gong Fang selalu melirik ruangan yang ditempati oleh Dewa Binatang. Dia berharap putra Cheng Bei menaikkan tawaran yang fantastis agar persaingan makin keras.
"Aku punya Buah Suci, apakah bisa diikutsertakan dalam lelang hari ini?"
Gong Fang terkejut mendengar suara telepati dari Dewa Binatang. Karena sudah berpengalaman dalam situasi seperti ini, ia langsung memberikan jawaban.
"Bisa, Tuan Muda. Tapi akan dilelang setelah ketiga barang utama telah dikeluarkan. Untuk masalah ini, Tuan Chou Chen yang akan mengurusnya. Apakah benar Tuan Muda memiliki Buah Suci, di tingkat apa dan ada berapa buah?"
Buah Suci memang banyak macamnya dan tingkatannya, terendah disebut Buah Suci tingkat Bumi, tingkat Langit, tingkat Peri, tingkat Iblis yang hanya bisa dikonsumsi oleh Ras Asyura dan keturunan seperti Ras Iblis. Lalu tingkatan berikutnya adalah Buah Suci tingkat Dewa, tingkat Surga, Buah Suci Alami yang terlahir dari kehendak Alam Semesta, dan terakhir adalah Buah Suci tingkat Ilahi.
"Aku sebenarnya ada banyak, tapi yang aku lelang hanya 10 buah saja, semuanya Buah Suci tingkat Surga. Kira-kira berapa harganya jika dilelang?" jawab Dewa Binatang dan diakhiri dengan bertanya.
Mendengar jawaban Dewa Binatang, tubuh Gong Fang gemetaran karena ada Buah Suci yang lebih tinggi tingkatannya. Dan, ia juga baru tahu jika ada Buah Suci tingkat Surga di Planet Arcadia.
"Tuan Muda, tolong bersabar! Setelah Buah Suci tingkat Dewa selesai dilelang, saya akan jeda lelang untuk mengatur transaksi ini!" pinta Gong Fang dengan nada penuh semangat, karena ingin mengenal sosok Dewa Binatang serta melihat Buah Suci tingkat Surga.
"Oke!" jawab Dewa Binatang sambil memainkan biji dada kiri milik Qin Diao Chin dengan tangan kanan, tangan kirinya memainkan lembah surga milik Yuke.
Tian Mei Yin memahami tujuan suaminya, "Memancing orang dengan Buah Suci memang hal mudah untuk menarik perhatian. Dengan begitu, kita akan lebih mudah merekrut anggota baru," katanya, sambil tersenyum melihat Yuna Aurora akan mencapai puncak kenikmatan.
__ADS_1