God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Dunia Libra.


__ADS_3

Bab 198. Dewa Catur dan Dunia Libra.


Dewa Abadi menundukkan wajahnya sebagai bentuk penghormatan kepada guru pembimbing. Selama perjalanannya ini, dia tidak henti-hentinya melihat banyak kehidupan yang tewas dengan berbagai penyebab.


Ketika Ras Macan Putih melakukan ritual berkabung, dia menuju ke dalam pondok bambu milik guru pembimbing. Sesuai apa yang dikatakan oleh guru pembimbing.


Saat berada di dalam pondok, dia melihat cermin seukuran tubuh manusia. Dia menyentuh cermin itu, dan tangannya tembus ke dalam. Dewa Abadi segera masuk ke dalam cermin itu.


Dia muncul di tempat lain, tempat yang melayang di antara awan putih. Sebuah pulau kecil yang melayang di udara, dikelilingi awan putih. Di tengah pulau itu terdapat gazebo kayu di tengah danau. Di gazebo itu sudah duduk seorang pria tua dengan tubuh kekar dan penuh vitalitas.


Pria tua itu mengenakan pakaian serba putih sebatas pinggang ke bawah, bertelanjang dada, rambut kepala dan jenggot juga berwarna putih. Seluruh tubuh berbulu Macan Putih, dia adalah target yang dicari oleh Dewa Abadi, Rasi Bintang Aquarius. Nama lainnya adalah Dewa Catur, bapak dari Ras Macan Putih di Benua Aquarius.


Dia duduk bersila, di depannya terdapat papan catur, itu adalah Catur Dunia. Jika dilihat-lihat, bentuk catur itu unik, bidak catur itu bukan dari kayu, melainkan manusia bertubuh kecil. Ketika melihat papan catur, akan terlihat suatu wilayah yang dikolom-kolom, setiap kolam itu adalah untuk langkah kaki dari bidak catur.


Manusia yang menjadi bidak catur itu nyata dan hidup, melakukan aktivitasnya sehari-hari di dalam kolom wilayah. Bidak catur itu akan berpindah kolom wilayah jika digerakkan oleh si pemain.


"Sudah lama saya menunggu Anda! Silakan duduk!" sapa Dewa Catur ketika mengetahui kedatangan Dewa Abadi, walaupun kedua matanya terpejam.


Dewa Abadi berjalan mendekati gazebo sambil melihat Dewa Catur. Dia sudah duduk berhadapan dengannya, dibatasi oleh papan catur beralaskan meja emas. Dia melihat di dada berbulu itu ada Kristal Energi bergambar Aquarius.


"Siapa Anda?" tanya Dewa Abadi.


"Orang memanggilku dengan sebutan Dewa Catur. Ayo, kita bermain catur!" jawab Dewa Catur tanpa membuka matanya sedikitpun.


"Aku tidak tertarik bermain catur! Aku hanya tertarik dengan benda di dadamu itu!" tolak Dewa Abadi yang memang tidak suka bermain catur.


Dewa Catur tersenyum, dan tetap tidak membuka matanya walaupun mendapatkan penolakan. Dia menggerakkan bidak catur manusia, pion di depan raja maju tiga langkah. Dewa Abadi melihat langkahnya.


"Saya tahu kedatangan Anda untuk ini," kata Dewa Catur sambil menyentuh Kristal Energi bergambar Aquarius di dadanya.


"Ya sudah, berikan!" pinta Dewa Abadi dengan nada ketus karena enggan berlama-lama berada di tempat ini.


"Kalahkan saya dulu dalam tiga permainan Catur Dunia. Dua kali menang, Anda berhak mendapatkan keinginan!" tantangan dari Dewa Catur.


"Aku tidak bisa bermain catur! Kalau bertarung, ayo kulayani!" tolak Dewa Abadi.


"Saya kebalikan dari Anda. Tetapi bukan berarti saya tidak bisa melawan Anda. Di Dunia Catur ini, saya adalah penguasanya. Apa yang bisa Anda lakukan?" ungkap Dewa Catur dengan nada tenang.


Setelah Dewa Catur berbicara, tiba-tiba pulau melayang mengeluarkan cahaya, dan Dewa Abadi sudah berada di tempat lain. Tempat ini berada di dalam papan Catur Dunia. Dewa Abadi sudah menjadi bagian dari catur, dengan bidak catur berwarna putih.


Dewa Abadi mengerutkan keningnya karena kebingungan dengan situasinya, dia melihat pakaiannya serba putih, dengan mahkota berlian, membawa tongkat komando. Kini posisinya sebagai Raja Putih.


Dia melihat sisi kanannya ada seorang wanita cantik nan rupawan, dia adalah ratu dalam catur, juga mengenakan pakaian serba putih, juga membawa tongkat komando sihir. Dia disebut Ratu Putih.


Sebelah kanan dari Ratu Putih adalah Menteri Putih Kanan, memiliki senjata tombak. Sebelah kanan dari Menteri Putih Kanan adalah Kuda Putih, kepala kuda dengan tubuh manusia, juga membawa senjata tombak. Sebelah kanan dari Kuda Putih adalah Benteng, wujud manusia bertubuh pendek, kekar, jenggot hitam, membawa palu, namanya Benteng Dwart Palu.

__ADS_1


Di sebelah kiri dari Dewa Abadi adalah Menteri Putih Kedua, penampilannya sama hanya saja senjatanya yang beda, membawa pedang besar yang tertancap di lantai. Di sebelah kiri dari Menteri Putih Kiri adalah Kuda Putih bersenjata pedang. Di sebelah kanan Kuda Putih Pedang adalah Benteng Dwart Godam.


Di depan Dewa Dewa Abadi ada delapan pion sebagai prajurit pembawa tombak, berbaris rapi memanjang. Mengenakan zirah perang perak berwarna putih. Mereka semua adalah bidak Catur Dunia.


Kemudian, Dewa Abadi melihat di depan delapan pion terdapat hamparan luas berkolom-kolom, kolom itu adalah langkah kaki dari bidak Catur Dunia.


"Karena Anda di warna putih, maka Anda harus berjalan terlebih dahulu. Silakan langkah mana yang harus digerakkan terlebih dahulu. Setiap langkah Anda menentukan hidup dan mati kehidupan di Benua Aquarius. Setelah Anda baru giliran saya. Ingat, setiap langkah yang salah akan membawa korban jiwa!"


Terdengar suara Dewa Catur yang jauh di depan Dewa Abadi. Dewa Abadi melihat Dewa Catur yang juga memiliki bidak catur dengan warna hitam.


"Sudah kukatakan, aku tidak bisa bermain catur!" sahut Dewa Abadi dengan nada tinggi.


"Itu bukan urusan saya! Jika Anda ingin keluar dari tempat ini, kalahkan saya!" Dewa Catur sekali lagi membuat Dewa Abadi semakin kesal karena memang tidak bisa bermain catur.


"Hidup memang seperti di dalam permainan catur, memainkan strategi, menganggu psikologi lawan, dan lain sebagainya. Agar tetap bertahan hidup dalam dunia percaturan ini ... Satu hal yang harus kau ketahui, semua itu bisa dihancurkan dengan kekuatan!" kegeraman Dewa Abadi yang paling tidak suka bermain-main dengan mempertaruhkan kehidupan.


"Lalu apa yang bisa Anda lakukan?" tantangan Dewa Catur yang merasa telah mengendalikan Dewa Abadi di dalam Catur Dunia.


Dewa Abadi mengepalkan kedua tangannya yang mengeluarkan sembilan gelang di pergelangan lengannya. Satu gelang menyala dengan mengeluarkan warna pelangi. Ketika Kekuatan Jiwa Semesta keluar, Catur Dunia bergetar hebat.


Dewa Catur tersenyum sambil membuka matanya untuk pertama kali semenjak hidup di dunia ini. Seketika Catur Dunia berhenti bergetar karena dikendalikannya.


Akan tetapi, itu hanya sesaat dan Catur Dunia kembali bergetar hebat, dan lebih kuat dari sebelumnya. Dewa Abadi mengeluarkan kekuatannya secara bertahap, gelang kedua mengeluarkan warna pelangi.


Dewa Catur mulai terlihat panik karena papan catur muncul retakan. Dia segera menggerakkan pion di depannya untuk mengatasi amukan Dewa Abadi, namun pion itu seketika hancur saat berhenti di kolam ketiga. Bukti kekuatan Dewa Abadi tidak bisa dibendung oleh satu pion. Bahkan tujuh poin juga hancur sebelum digerakkan.


"Apa yang Anda lakukan sama saja membunuh kehidupan di Benua Aquarius!" peringatan dari Dewa Catur.


"Tujuanku keluar dari sini, apa peduliku dengan kehidupan di sini?" sahut Dewa Abadi dan kembali meningkat kekuatannya, gelang dikedua lengan tangannya mengeluarkan warna pelangi.


Seketika semua bidak catur milik Dewa Catur hancur berkeping-keping. Dia sangat panik dan segera menghidupkan kembali bidak catur. Namun, upayanya sia-sia. Bidak caturnya seketika hancur berkeping-keping.


"Kekuatan apa ini?" batin Dewa Catur yang baru kali ini menghadapi musuh yang memiliki kekuatan diluar nalarnya, dia melihat tiga gelang di lengan Dewa Abadi mengeluarkan warna pelangi.


Dia melihat gelang keempat mengeluarkan warna pelangi. Dan...


Boom...


Papan Catur Dunia meledak karena tidak mampu menahan kekuatan Dewa Abadi. Dewa Catur terpental ke belakang akibat dunia ciptanya hancur.


Dewa Abadi telah kembali ke pulau melayang, duduk bersila di gazebo. Dia melihat Dewa Catur batuk darah segar. Segera dia mengambil paksa Kristal Energi bergambar Aquarius di dada Dewa Catur.


"Arghhh...!!" teriakan Dewa Catur ketika dada ditusuk dengan jari milik Dewa Abadi.


"Ini yang aku butuhkan," kata Dewa Abadi setelah mengambil Kristal Energi bergambar yang berlumuran darah milik Dewa Catur.

__ADS_1


Dia menyentil udara yang tertuju kepada Dewa Catur. Seketika tubuh musuhnya itu meledak dengan sentilan tanpa menyentuh. Pulau melayang bergetar hebat karena Dewa Catur telah tewas tanpa perlawanan.


Dewa Abadi segera keluar melalui cermin, dan dia sudah berada di dalam pondok bambu milik guru pembimbing. Setelah itu, cermin itu hancur berkeping-keping. Ketika keluar dari pondok, dia melihat kehidupan di Benua Aquarius baik-baik saja.


Tampaknya ancaman Dewa Catur tidak terbukti, nyatanya semua kehidupan baik-baik saja dan masih dalam masa berkabung atas meninggalnya guru pembimbing.


Sebenarnya, ancaman dari Dewa Catur memang benar terjadi, tetapi saat Dewa Abadi menggerakkan bidak catur dan salah langkah. Sayangnya, rencana Dewa Catur tidak gagal total dihadapan Dewa Abadi.


Dewa Abadi mengeluarkan semua Kristal Energi bergambar, lalu menjadi satu dengan kristal yang baru didapatkannya. Muncul lubang hitam di langit, pintu untuk menuju ke tempat berikutnya. Dia segera masuk.


Ketika Dewa Abadi masuk, Benua Aquarius tiba-tiba menghilang dan muncul di Local Interstellar, kembali ke tempatnya semula. Seketika penghuni di dunia itu bersorak-sorai karena Dewa Abadi telah menyelamatkan mereka...


Sedangkan Dewa Abadi telah muncul di dunia baru, dunia yang juga dihuni oleh humanoid. Kali ini adalah ada manusia setengah naga, manusia setengah angsa, dan perpaduan antara naga dan angsa setengah manusia.


Perkawinan antara naga dan angsa itu melahirkan keturunan yang unik. Awalnya naga tidak memiliki sayap, karena perkawinan ini kini memiliki sayap angsa. Mereka mengambil wujud manusia karena kemampuannya, serta tubuh manusia itu lebih sempurna, indah dan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan.


Karena perkawinan silang itu menghasilkan keturunan yang sempurna, maka Naga Angsa menjadi kasta tertinggi di dunia ini, Kasta Naga Angsa. Kasta kedua adalah Naga, kasta ketiga adalah Angsa. Kasta terendah adalah rakyat biasa yang tidak mampu menghasilkan keturunan sempurna, mereka disebut dengan Kasta Jelata.


Di dunia ini disebut dengan Dunia Libra. Rajanya seorang Naga Azure, dan ratunya adalah Angsa Putih. Kedua penguasa itu tidak memiliki Kristal Energi bergambar Libra.


Dewa Abadi berada di pinggir kota besar, sebutan saja Kota Angsa bagian barat, dikuasai oleh Kasta Angsa. Di kota ini pria dan wanita berpenampilan menarik, wajah rupawan. Ciri-ciri mereka terlihat jelas di punggungnya, memiliki sepasang sayap angsa.


Kemunculannya telah diketahui oleh beberapa orang yang kebetulan akan masuk ke dalam Kota Angsa. Mereka segera mengerumuni Dewa Abadi yang sangat tampan melebihi penampilan Kasta Naga Angsa.


"Manusia, darimana asalmu?" tanya seorang pria yang mengangumi penampilan Dewa Abadi.


"Darimana asalku?" Dewa Abadi kebingungan dengan pertanyaan pria itu, sebab dia tidak mengakui Alam Kudus sebagai tempat kelahirannya.


Pertama kali bereinkarnasi, dia lahir di Galaksi Asal Muasal, berada di Benua Jiang Shan. Dan planet itu telah dipindahkan ke dalam Dunia Jiwanya.


"Galaksi Aurora!" jawab Dewa Abadi yang mengakui tempat kekuasaan Yuna Aurora.


"Di mana itu?" celetuk salah satu wanita Angsa yang cantik wajahnya.


"Darimana asalnya dunia ini?" tanya balik Dewa Abadi yang ingin tahu.


"Lebih baik Anda bertanya kepada penguasa Kota Angsa. Ayo, saya antar!" ajak seorang wanita cantik yang tidak malu-malu memegang tangan Dewa Abadi, dan langsung menariknya menuju ke gerbang pintu masuk kota.


Sepanjang perjalanan ke Balai Kota Angsa, Dewa Abadi mendengarkan pembicaraan wanita ini, namanya depan adalah Fung (burung), nama belakang adalah Far, Fung Far (Bunga Burung)


Fung Far mengatakan bahwa ada mitos yang beredar, jika seorang manusia murni menikahi salah satu dari Naga atau Angsa, maka akan melahirkan keturunan yang lebih sempurna daripada Kasta Naga Angsa.


Keturunan ini memiliki kekuatan yang lebih kuat dari kasta tertinggi, seorang jenius dan mampu menciptakan banyak keajaiban. Ketika Dewa Abadi bertanya tentang Kristal Energi bergambar Libra, Fung Far tidak mengetahuinya.


"Anda lebih baik bertanya kepada penguasa kota," kata Fung Far.

__ADS_1


Banyak orang yang mengikuti Dewa Abadi karena ingin berkenalan, dan berharap menjadi pasangannya. Dewa Abadi yang telah terbiasa dikelilingi oleh wanita-wanita cantik, kondisi seperti ini tidak membuat risih, justru menikmatinya.


__ADS_2