
Bab 80. Putri Mao Yu Jie dari Kerajaan Matahari Terbit.
Seorang wanita yang berada di posisi Ye Jiali, sudah pasti ketakutan setengah mati ketika berhadapan dengan banyaknya roh iblis. Bisa dibayangkan betapa mengerikannya Roh-roh iblis yang mengelilingi Ye Jiali; mata merah sebesar piring, wajah tak beraturan, sosok tinggi besar serta berbulu, cakar tajam yang bisa dengan mudah merobek mangsa.
Ruan Fei mengepalkan kedua tangannya sebagai bentuk menahan kemarahan atas kejahatan Duke Manchu, dia juga memiliki istri dan anak, tahu apa rasanya yang dialami oleh Ye Jiali.
Sedangkan Dewa Binatang, dia memejamkan mata sambil mengelus rambut Lei Jihan yang ikut meneteskan air mata. Dari cerita ini, bisa simpulkan bahwa kekuatan Sang Void yang diperoleh Duke Manchu sudah pasti pemberian Raja Arwah, dan itu bukanlah kekuatan aslinya, alias pinjaman.
"Raja Arwah...!" gumam Dewa Binatang yang sedang berpikir, "apakah penghuni di sini juga bersekutu dengan Raja Arwah untuk memperoleh kekuatan?"
Jika benar banyak orang yang bersekutu dengan Raja Arwah, maka ini bukanlah masalah sederhana, pasti ada tujuannya. Dan, masalah ini membuat Dewa Binatang bersemangat untuk mengetahuinya.
"Tuan Muda, izinkan saya untuk membereskan orang ini dan juga menghancurkan Lembah Arwah!" pinta Ruan Fei yang geram.
Dewa Binatang membuka matanya dan melihat Gong Fang yang memperkenalkan barang lelang kelima, yaitu kulit binatang yang berisikan peta kuno.
"... Setelah ahli memeriksa kulit binatang ini, usianya diperkirakan lebih dari 12.000 tahun. Pada zaman itu, masih dipimpin oleh Kaisar Yang Agung (Kaisar Sun Quan). Kita tahu pada zaman itu banyak bermunculan tempat-tempat misterius, seperti dungeon yang ada di beberapa titik. Memang peta kuno ini tidaklah lengkap, ada kemungkinan akan muncul peta lain yang salah terkait. Kita semua tahu sejarah waktu itu, tanah air kita sangatlah makmur pada masanya. Harga awal 25.500 keping emas. Silakan mulai membuka penawaran!"
Semua peserta lelang kembali ricuh setelah Gong Fang memperkenalkan barang berikutnya. Dewa Binatang menjadi tertarik dengan peta kuno zaman Kaisar Sun Quan.
"Mudah membereskan mereka! Tetapi, alangkah baiknya selidik dulu sebelum bertindak untuk meminimalisir hal-hal yang tidak terduga. Kamu selidik Duke Manchu!" jawab Dewa Binatang dan memberikan tugas baru kepada Ruan Fei.
Dewa Binatang tidak ingin bertindak ceroboh walaupun dirinya kuat dan memiliki segudang pengalaman. Baginya, selemah apapun lawan, harus diketahui kekuatan lawan terlebih dulu.
"Laksana, Yang ... Tuan Muda!" sahut Ruan Fei yang hampir keceplosan berbicara karena bersemangat.
"Tunggu dulu sampai selesai makan!" cegah Dewa Binatang sebelum Ruan Fei beranjak dari tempat duduknya.
Setelah Dewa Binatang berbicara, pintu kamar diketuk oleh Lang Zhen Juan, dan Ruan Fei membuka pintu kamar. Lang Zhen Juan tidak sendirian karena pesanan Dewa Binatang sangat banyak, dia bersama tiga rekannya.
Rekan-rekan Lang Zhen Juan melirik Dewa Binatang karena ketampanannya. Sebelum bertemu dengannya, mereka hanya mendengar desas-desus putra Cheng Bei sangatlah tampan dan kaya. Setelah melihat sendiri, mereka menjadi iri dengan keberuntungan Lang Zhen Juan yang bisa berhubungan dengan Dewa Binatang.
"Silakan dinikmati, Tuan Muda," ucap Lang Zhen Juan setelah menata hidangan.
Dia segera duduk di sebelah kiri Dewa Binatang. Namun, Ruan Fei langsung mencegahnya karena dianggap tidak sopan kepada pemimpinnya.
"Kau tidak layak duduk bersama Tuanku! Keluar dari sini!?" bentak Ruan Fei yang membuat Lang Zhen Juan tersentak kaget.
__ADS_1
Ucapan Ruan Fei bukanlah omong kosong belaka, sebab pasangan Dao Dewa Binatang tergolong wanita-wanita kelas atas yang memiliki wajah rupawan, berbakat, jenius. Dibandingkan dengan mereka, Lang Zhen Juan ibarat bumi dan langit.
"Tidak apa-apa!" ucap Dewa Binatang dengan nada lembut, baginya siapapun bisa duduk bersamanya asal sopan dan tahu diri.
"Baik, Tuan Muda!" jawab Ruan Fei sambil melirik Lang Zhen Juan yang menyunggingkan senyum kemenangan.
Ruan Fei ingin sekali memukul wajah Lang Zhen Juan yang memprovokasi dirinya, dia lebih baik memilih Ye Jiali yang lebih sopan dalam segala hal.
Dewa Binatang mengambil pengeras suara dan mendekatkan di mulutnya, "100.000 keping emas."
Tawaran Dewa Binatang dari nilai akhir 55.000 keping emas, sontak membuat para peserta lelang kaget. Semua orang melihat ke langit 3 ruang nomer 9. Naik dua kali lipat dari angka 55.000 jelas memicu cemoohan, tawaran 100.000 dianggap tidak mengetahui taktik berdagang, padahal kelas 3 dikhususkan untuk para pedagang.
Gong Fang juga melihat ruangan nomer 9 sambil mengembangkan senyuman bahagia. Pandangannya diikuti oleh Pangeran Jia yang kembali kesal.
"101.000 keping emas!" tawaran Pangeran Jia yang ingin mendapatkan perhatian pujaannya.
"Kalian semua makan, tidak boleh keluar dari sini sebelum semua hidangan habis," kata Dewa Binatang kepada Ruan Fei, Ye Jiali, Lei Jihan dan Lang Zhen Juan, dia lupa tidak mematikan pengeras suara sehingga didengar oleh semua orang.
Sebagian orang langsung tertawa karena ucapan Dewa Binatang dianggap mengejek Pangeran Jia. Lang Zhen Juan menepuk jidatnya karena kecerobohan Dewa Binatang.
Sedangkan Pangeran Jia, dia makin naik pitam mendengar ucapan Dewa Binatang yang bisa membuat Gong Fang menahan tawa. Di pikiran semua orang, ucapan Dewa Binatang meminta Pangeran Jia untuk memakan kepingan emas.
Dewa Binatang keheranan kenapa pangeran burik itu marah-marah, padahal dia tidak berbicara kepadanya. Dia melihat pengeras suara yang masih aktif dan tahu penyebabnya.
"150.000 keping emas," kata Dewa Binatang yang ingin memprovokasi Pangeran Jia.
Tawaran Dewa Binatang lagi-lagi membuat peserta lelang mengumpat, sebab peta kuno yang tidak lengkap diperkirakan maksimal seharga 60.000 keping emas. Dan, tawaran itu jelas tidak masuk akal bagi mereka.
Pangeran Jia jelas marah karena tawaran Dewa Binatang merupakan tantangan baginya. Tapi, berhubungan ada Gong Fang, dia jelas tidak mau kalah. Sebelum menaikkan tawarannya, masuk Duke Manchu.
"Lapor, Paduka, jangan terprovokasi orang itu! Dia adalah putera ketiga pedagang Cheng Bei yang masih memiliki kekayaan. Menurut informasi, dia menggunakan nama ayahnya. Sebelum ke Kota Chu, dia habis dirampok. Menurut perkiraan, kekayaan ditafsir hanya sebesar satu juta keping emas!" laporan Duke Manchu dengan tergesa-gesa agar Pangeran Jia tidak menaikkan tawaran.
"Peta kuno itu juga tidak berharga, alangkah baiknya Pangeran tidak mengikuti alurnya!" peringatan seseorang pria tua yang menjadi asistennya.
Pangeran Jia merenung sejenak. Dia sebenarnya membawa uang lebih dari 10 juta keping emas, dan jelas mampu mengalahkan Dewa Binatang. Berhubungan kondisi keuangan kerajaan dalam masa kritis, dan juga dalam masa-masa pergolakan, dia lebih mengutamakan kepentingan pribadi.
"Paduka, dari pada membuang waktu hanya untuk mendapatkan hatinya... Langsung saja mengunjungi Duke Gong untuk meminang Gong Fang. Dengan adanya pernikahan sebelum Duke Gong memulai aksinya, maka rencana mereka bisa kita netralisir!" saran Duke Manchu sebagai pendukung kerajaan.
__ADS_1
Sebagai seorang diplomat yang ulung, saran Duke Manchu membuat Pangeran Jia tersenyum tipis. Dengan adanya pernikahan, maka Kerajaan Arcadia mampu mempertahankan kekuasaannya, serta mendapatkan dukungan kembali.
"Awalnya aku menginginkan hubungan percintaan yang normal. Berhubungan situasi saat ini tidak baik-baik saja, saranmu ini langkah yang tepat untuk mempertahankan kekuasaan kita! Baiklah, dua hari lagi, aku dan kamu menemui Duke Gong!" keputusan Pangeran Jia yang memilih langkah cepat.
"Dengan senang hati, Paduka!" ujar Duke Manchu.
"Apakah ada penawaran tertinggi dari 150.000 keping emas?" ucap Gong Fang sambil melihat sekelilingnya, dia berharap ada yang berani menaikkan harga peta kuno.
Tatapan mata semua peserta lelang tertuju ke ruangan yang ditempati Pangeran Jia, mereka ingin tahu apakah putra mahkota akan meladeni permainan Dewa Binatang.
"Peta yang tidak lengkap dan kemungkinan besar akan mendapatkan harta melimpah, itu juga membutuhkan waktu dan kerja ekstra untuk menemukan peta yang lain. Bisa dikatakan ini adalah perjudian. Tuan Muda Cheng, ambil saja dan nanti kita bekerja sama untuk mendapatkan peta lainnya," ucap Pangeran Jia yang beralasan agar tidak malu mengakui kekalahannya.
Ucapan Pangeran Jia membuat peserta memujinya karena dianggap bijak. Sedangkan Dewa Binatang, tidak menanggapi perkataannya dikarenakan sibuk makan.
Di lantai lima ruang nomer tiga, terdapat lima orang, satu wanita dan lima pria. Wanita itu menggunakan cadar untuk menutupi wajahnya, dan kelima pria itu adalah pengawalnya.
Wanita bercadar itu adalah seorang putri dari Kerajaan Matahari Terbit, yang dipimpin oleh Raja Iblis bernama Mao Genjo, Raja Genjo. Wanita bercadar itu bernama Mao Yu Jie - Putri Yu Jie. Usianya 26 tahun dan kekuatan berada di tingkat Dewa Absolute level 50, salah satu wanita jenius di planet Arcadia.
"Putri!" teguran seorang pria agar Putri Yu Jie mendapatkan peta kuno.
"Santai dulu. Kita pasti mendapatkannya!" ucap Putri Yu Jie dengan santainya sambil melihat peta kuno yang sudah didapatkannya.
"Sekali lagi, apa masih ada yang menawar lebih tinggi?" Gong Fang memberikan kesempatan kepada semua peserta lelang, hal ini sesuai dengan prosedur sebelum mengetuk palu sebagai tanda lelang telah dimenangkan oleh penawar tertinggi.
"160.000 keping emas!" ucap Putri Yu Jie sambil melihat ke arah ruangan yang ditempati oleh Dewa Binatang.
Dewa Binatang berhenti menyantap makanan untuk melihat ruangan yang ditempati oleh Putri Yu Jie. Tidak hanya dia yang melihat ruangan itu, semua peserta dan juga Pangeran Jia melihat ruang nomer 3.
Dengan Mata Langit, Dewa Binatang melihat peta kuno yang dipegang oleh Putri Yu Jie, lalu dia melihat peta kuno yang berada di samping Gong Fang. Setelah melihat dan menghubungkan kedua peta tersebut, Dewa Binatang tersenyum penuh kemenangan.
Semua istrinya juga melihat kedua peta kuno, mereka segera membuat salinan karena tahu tujuan suaminya. Menurut keterangan di peta tersebut, ada sebuah dungeon yang dipenuhi dengan harta peninggalan Kaisar Sun Quan, tetap memiliki banyak rintangan seperti jebakan serta banyaknya monster, Roh-roh iblis dan masih banyak monster-monster yang berukuran besar dan mengerikan.
Di dalam peta kuno, ada tiga jalur menuju ke pusat dungeon dan semua tempat sangat berbahaya, yaitu di lokasi Lembah Arwah di sisi barat Kota Chu, Hutan Neraka berada di wilayah Kerajaan Matahari Terbit yang dekat dengan Pegunungan Larswood, jalur ketiga berada di wilayah Duke Gong, tepatnya di desa tak berpenghuni yang dulunya adalah Desa Pohon Kuning.
"Apa yang dikatakan oleh Pangeran burik, memang benar... Peta ini tidak berguna. Wanita bercadar, ambil saja," kata Dewa Binatang dan melanjutkan makannya.
Ucapan Dewa Binatang sontak membuat peserta lelang tertawa, sebagian orang menahan tawanya. Sedangkan Pangeran Jia jelas sangat marah karena ucapan itu merupakan hinaan bagi kerajaan.
__ADS_1
Dan, Putri Yu Jie yang paling terkejut karena hanya Dewa Binatang yang mengetahui jika dirinya mengikuti lelang. Padahal dia sudah bekerja sama dengan pemimpin Gedung Harta Langka agar identitasnya tidak dibocorkan.