God Of Beast 2 - Revenge

God Of Beast 2 - Revenge
Kebangkitan Shan Tian (2).


__ADS_3

Bab 06. Kebangkitan Shan Tian (2).


Reaksi mereka pertama kali melihat Shan Tian hidup kembali seperti para penduduk yang ketakutan. Namun, para tetua masih mampu memendam rasa takutnya.


"Kamu Shan Tian atau...?" tanya salah satu tetua yang paling disegani, sebut saja sebagai Tetua Pertama.


Untuk para tetua dan orang-orang penting, mereka tidak menggunakan nama aslinya dengan tujuan untuk menghilangkan jejak. Jadi, mereka hanya menggunakan nama gelar atau nama lain yang tidak dikenali para pemburu Ras Manusia.


Tetua Pertama seringkali diajak berdiskusi oleh Shan Jian mengenai semuanya yang menyangkut kepentingan Ras Manusia, dia banyak memberikan solusi dan bantuan.


"Shan Tian, Tetua Pertama, dan bukan hantu!" jawab Dewa Binatang yang memutuskan tetap menggunakan nama asli pemilik tubuh.


Semua orang saling berpandangan karena tidak percaya. Ketidakpercayaan mereka merupakan hal yang wajar, sebab mereka dengan mata kepala melihat Shan Tian meninggal dunia.


"Bagaimana bisa kamu hidup kembali?" tanya Tetua Pertama untuk memastikan dirinya dan semua orang agar memercayai pengakuan Shan Tian.


"Sejujurnya, saya belum mati... Anggap saja detak jantung sangat lambat, dan membutuhkan alat bantu dengar untuk mengetahuinya!" alasan Dewa Binatang.


Alasan Dewa Binatang makin membuat mereka tidak percaya, sebab dokter andalan Ras Manusia telahh memeriksanya berulang-ulang sebelum dimakamkan di dalam tabung kaca.


"Jika kamu benar adalah Shan Tian, buatlah kami percaya jika kamu benar putra dari Shan Jian. Ceritakan masa kecilmu!" pinta Tetua Pertama.


Karena Dewa Binatang telah mengetahui semua kenangan Shan Tian, dia pun panjang lebar dan mendetail menceritakan masa kecilnya hingga tewas dibunuh oleh para pemburu.


Sambil menceritakan masa kecilnya, dia memeriksa kekuatan para tetua dan prajurit. Tetua Pertama. Ternyata, kekuatan mereka sangat-sangat buruk, tertinggi dimiliki oleh Tetua Pertama yang berada di tingkat Ranah Yayasan level 7. Sedangkan para prajurit tidak lebih baik dari Shan Tian, mereka hanya berada di tingkat Ranah Petarung.

__ADS_1


Sedangkan untuk Shan Jian, dia berhenti di tingkat Ranah Yayasan level 2. Melalui ingatan Shan Tian, ayahnya mengalami kemacetan dalam berkultivasi, itu dikarenakan kekurangan sumber daya dan juga waktu untuk berkultivasi secara tertutup.


"... Dan, di sinilah saya berdiri. Anggap saja semua ini berkah dari Alam Semesta yang masih diberikan kesempatan untuk berkarya bagi Ras Manusia."


Akhirnya Dewa Binatang selesai menceritakan semua yang diketahui tentang kehidupannya. Para tetua dan semua orang tersenyum dan segera memeluk Shan Tian.


Shan Tian bagi Ras Manusia dianggap pemuda jenius walaupun kekuatannya berada di tingkat Ranah Hitam. Semasa hidupnya dulu, dia sering membantu banyak orang, salah satunya mencari makanan untuk bertahan hidup di dalam gua bawah tanah.


Seandainya Shan Tian diberikan kesempatan seperti pemuda lainnya, dia kemungkinan besar akan memiliki prestasi. Tetapi bagi Dewa Binatang, Shan Tian jauh dari kata jenius hanya sebagai pemuda biasa, dia tahu struktur tubuh Shan Tian yang bisa dikatakan seperti manusia yang tidak berkultivasi.


"Jika ayahmu tahu, aku tidak tahu bagaimana reaksinya," kata salah satu penduduk yang masih kerabat dekat Shan Jian.


"Oh iya! Semenjak kamu dinyatakan telah meninggal dunia, ayahmu berniat untuk membalas dendam dengan cara menyabotase teknologi mereka...," Tetua Pertama teringat akan Shan Jian, dia terlihat gelisah, "hari pertama setelah dia pergi, masih memberikan kabar. Namun semenjak kemarin, dia tidak memberikan kabar berita!" lanjutnya dengan nada khawatir.


Seandainya Shan Jian tertangkap, atau yang lebih buruknya terbunuh, maka Ras Manusia bisa dikatakan tinggal menunggu waktu untuk dimusnahkan. Shan Jian satu-satunya orang yang mampu memimpin Ras Manusia, banyak hal yang telah dilakukan untuk menghindari semua pemburu.


"Dia bilang, tempat pertama yang dituju adalah wilayah Bird Nibiru. Jika sampai esok hari tidak ada kabar, kita akan mencarinya!" jawab Tetua Pertama


Sebelum Dewa Binatang bertanya lagi...


"Tian, ruang makam bisa hancur karena apa?" selidik salah satu tetua, dia dipanggil sebagai Tetua Ketiga.


Orang yang paling tua hanya tersisa lima orang, usia mereka sudah mencapai batasnya, seperti Tetua Pertama yang usianya lebih dari 150 tahun. Untuk memperpanjang umur, dia dan banyak orang memilih metode tidur di dalam inkubator, atau yang dikenal dengan Hibernasi.


Pertanyaan Tetua Ketiga sudah diantisipasi oleh Dewa Binatang, dia menjawab, "apakah Anda semua ingat tentang fenomena beberapa bulan yang lalu. Ternyata, berkat itulah saya bisa bertahan hidup. Ledakan yang menghancurkan ruang makam juga karena sinar itu."

__ADS_1


Semua orang memikirkan perkataan Shan Tian. Bisa dikatakan Shan Tian memiliki dua nyawa dikarenakan terpapar sinar yang menjadi penyelamatnya.


"Itu suatu keberuntungan yang tidak terduga. Dulu, kita semua khawatir jika sinar yang berjatuhan seperti meteor kecil menjadi hal buruk. Hmm! Kamu memang orang yang diberkahi Alam Semesta!" pujian Tetua Kedua yang sebenarnya iri dengan keberuntungan Shan Tian.


Siapapun pasti ingin memiliki dua nyawa, apalagi usia mereka sudah sangat tua. Kematian merupakan momok bagi semua kehidupan. Namun itu semua tidak berarti apa-apa bagi Dewa Binatang, sebab dia tidak bisa mati selama jiwanya tetap utuh.


"Jika kita masih dipimpin oleh Raja Shu Donghai, beliau kemungkinan besar akan merayakan peristiwa hari ini. Kita sebenarnya ingin merayakan hidupnya kamu, berhubung kamu tahu alasannya, kita hanya bisa merayakan dengan makan ubi bakar sedikit lebih banyak dari hari biasanya," kata Tetua Pertama dengan tulus, tapi apalah daya jika mereka kekurangan makanan untuk merayakan hidupnya Shan Tian.


"Tidak perlu, Tetua. Saya cukup untuk beristirahat sebentar dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Saya akan berburu untuk kita semua!" cegah Dewa Binatang yang tahu kondisi Ras Manusia.


"Kamu seperti ayahmu yang peduli dengan kita. Aku harap kamu bisa meneruskan kepimpinan Shan Jian yang selalu melindungi umat kita!" harap Tetua Pertama dan di anggukan kepala semua orang.


"Ya sudah. Saya mau ke kamar ayah untuk mencari informasi tujuannya, siapa tahu ada petunjuk!" pamit Dewa Binatang.


Semua orang akhirnya kembali melakukan aktivitasnya sehari-hari. Ada yang menanam sayuran seperti ubi jalar, membudidayakan biji-bijian yang bisa hidup di gua bawah tanah, ada juga yang memodifikasi peralatan hasil rampasan dari para pemburu.


Saat menuju ke kamar Shan Jian, Dewa Binatang melihat ada beberapa kapal angkasa khas milik Ras Elohiim. Mengingat hal itu, dia mengembangkan senyuman karena dia memiliki kapal angkasa yang lebih canggih.


Sebagai Dewa yang sering bereinkarnasi, dia mengalami banyak hal dan juga menambah wawasan tentang teknologi. Salah satu contoh ketika dia bereinkarnasi di Bumi menjadi seorang pria biasa. Selama hidupnya di Bumi, dia sering melihat tontonan yang bergenre fiksi.


"Apakah imajinasi para penulis dan pembuat film berasal dari tempat ini!" batin Dewa Binatang saat ingat sebuah tontonan menarik, di mana ada peperangan antar galaksi dengan menggunakan teknologi canggih.


"Kali ini, kehidupanku makin menarik. Aku tidak sabar untuk mengetahui apakah Bumi dan Planet Nibiru ada hubungannya," gumamnya dan melihat pintu kamar Shan Jian.


Dia langsung membuka pintu karena tidak terkunci. Ketika masuk ke dalam kamar pribadi Shan Jian, Dewa Binatang melihat banyak buku sejarah Planet Nibiru, dan juga banyak catatan yang menempel di dinding serta digantungkan pada seutas tali.

__ADS_1


Pertama, dia membaca buku sejarah Planet Nibiru. Walaupun banyak mengetahui melalui ingatan Shan Tian, ternyata masih banyak yang tidak diketahui oleh Shan Tian. Dengan antusias Dewa Binatang membaca buku satu demi satu.


Jika ada orang yang melihat cara Dewa Binatang membaca, mereka akan tercengang, sebab dia terlihat hanya membalikkan lembaran buku dengan sangat cepat. Sekilas membacanya Dewa Binatang sudah hafal.


__ADS_2